
Wei Tianlong tidak bisa mempertahankan Perisai yang melindunginya dari Gelombang Tsunami, karena air berbentuk ikan Marlin telah berhasil menusuk Perisai hingga hancur.
Dia langsung mengayunkan Pedangnya, tetapi percuma saja—sapuan Gelombang Tsunami membuatnya sulit bergerak dan para air berbentuk ikan Marlin langsung menusuk tubuhnya dengan moncong mereka yang sangat runcing dan panjang tersebut.
“Ah, sial!” gerutunya langsung tewas seketika, disapu Gelombang Tsunami dengan belasan luka tusukan ditubuhnya.
Ketua Sekte Iblis Merah, tetua Agung dan para tetua dari Pelataran Dalam yang tidak ikut dalam penyerbuan ke Sekte Pedang Awan, membentuk pertahanan bersama dengan membuat Perisai dari Qi mereka, sehingga jauh lebih kuat—daripada dilakukan sendiri-sendiri.
Gelombang Tsunami tidak sanggup menghancurkan Perisai yang mereka buat, sedangkan semua tetua Pelataran Luar telah tewas—ditambah juga dengan Gu Yun dan Wei Tianlong serta murid-murid Pelataran Dalam lainnya, sehingga Xiuhuan memutuskan menghentikan tehnik Tebasan Tsunami.
Ketua Sekte Iblis Merah dan para tetua Pelataran Dalam bernafas lega saat Xiuhuan menghentikan serangannya.
Kini mereka menengadah menatap Xiuhuan yang melayang di udara dan Ketua Sekte tidak menyangka bahwa yang memporak-porandakan Sekte-nya ternyata seseorang Kultivator Ranah Absolute God saja.
Ini sungguh memalukan, bagaimana mungkin Ratusan Ranah Absolute God tidak bisa mengalahkan Satu Ranah Absolute God lainnya.
Ketua Sekte menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Salam senior! Kalau boleh tahu, apa yang membuat senior menyerang Sekte kami?” Dia penasaran dan menduga—Pemuda ini terkait dengan menghilangnya tim pertama yang dikirim untuk menaklukkan Sekte Pedang Awan.
Xiuhuan tersenyum dan berkata, “Aku tidak memiliki kebencian pada kalian. Namun, aku dimasakkan Sup Rusa bertanduk Seratus oleh tetua wanita cantik dari Sekte Pedang Awan dan kebetulan sekali ada segerombolan Kultivator yang mencoba menghancurkan Sekte-nya, maka sudah sewajarnya aku membalas budi dengan melenyapkan semua musuh yang mencoba menghancurkannya.”
Ketua Sekte Iblis Merah dan para tetua merasa alasannya itu sungguh konyol sekali. Namun, mereka tidak mengintervensinya, sehingga satu-satunya cara menahan amukannya adalah menawarkan hadiah yang lebih menarik dari Sekte Pedang Awan.
Ketua Sekte Iblis Merah juga berpikir kalau bisa menarik Xiuhuan ke dalam Sekte-nya, maka impian mereka untuk menguasai Dunia akan terwujud dengan mudah, walaupun ia harus menyerahkan posisi Ketua Sekte padanya.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kami akan menawarkanmu tetua-tetua yang tidak kalah cantik dari tetua di Sekte Pedang Awan!” kata Ketua Sekte membujuk Xiuhuan agar tidak mengamuk lagi.
“Apa kalian mencoba menyogok Pahlawan, ini?” Xiuhuan mengerutkan keningnya dan menatap tajam pada Ketua Sekte Iblis Merah.
“Tidak! Tidak! Maafkan kami senior!” sahut Ketua Sekte bertekuk lutut. “Tolong katakan apa yang harus kami lakukan agar senior mengampuni kami,” katanya lagi tetap berusaha mendapatkan empati dari Xiuhuan.
“Oh, itu mudah sekali!” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis terpancar di sudut bibirnya, sehingga para tetua merasa dia akan melakukan hal yang tidak menguntungkan untuk Sekte Iblis Merah. “Cukup lakukan bunuh diri, karena Pahlawan ini tidak ingin tangannya kotor dengan darah hina kalian!” Xiuhuan mengejek mereka.
“Sudahlah Ketua!” seru tetua Agung—merasa tak ada gunanya lagi bernegosiasi dengan Xiuhuan yang selalu memberikan jawaban tidak jelas. “Kita serang dia bersama-sama, walaupun kita akan menderita! Setidaknya kita akan menyeretnya mati bersama kita!”
Ketua Sekte langsung berdiri kembali dan mengeluarkan Pedangnya.
“Cih, padahal aku rela bertingkah seperti anjing, tetapi Anda tetap menolak kami. Maka, jangan menyesal bila mati di tanganku anak muda!” Ketua Sekte segera mengayunkan Pedangnya dan kilatan-kilatan listrik seperti Pedang Roh Sidat Listrik terlihat di Pedang milik Ketua Sekte Iblis Merah tersebut.
“Karena kalian tidak mau membunuh diri kalian, maka aku akan memberikan Penghakiman atas nama keadilan!” seru Xiuhuan dan tiba-tiba ratusan lingkaran hitam mengelilingi Ketua Sekte dan para tetua Pelataran Dalam Sekte Iblis Merah tersebut, sehingga mereka tercengang—apa yang dilakukan oleh Xiuhuan.
“Jangan takut! Lakukan serangan bersama-sama!” teriak tetua Agung—yang langsung melepaskan kobaran Api yang sangat besar ke arah Xiuhuan.
“Fire Ball!”
“Big Explosion!”
“Naga mencakar Langit!”
__ADS_1
“Bilah angin sabit!”
Seluruh tetua Pelataran Dalam melepaskan serangan terhebat mereka ke arah Xiuhuan. Namun, tiba-tiba serangan mereka malah keluar dari lingkaran hitam didekat mereka.
“Ternyata ini adalah Hukum Ruang!” gerutu Ketua Sekte yang terlambat menyadarinya, karena elemen kegelapan hanya ada dalam cerita legenda saja dan kini ia benar-benar melihat elemen hebat tersebut.
Boooommmmm!
boooommmmm!
Semua tetua Pelataran Dalam tewas seketika dan hanya Ketua Sekte dengan tetua Agung saja yang dapat bertahan, itupun menderita penuh luka, sehingga Xiuhuan hanya perlu menjentikkan jarinya saja untuk membunuh keduanya.
“Hadehhhhh! ternyata Aku kejam sekali!” Xiuhuan memungut cincin dimensi milik mereka. “Kalau Xue‘er tahu aku membantai musuh lagi, apakah ia akan marah tidak, ya?” Xiuhuan takut gara-gara ini malah Huo Xue makin membencinya, tetapi di sisi lain Sekte Iblis telah melakukan tehnik Kultivasi menyimpang dengan menjadikan para Kultivator untuk wadah membuat Pil Darah, sehingga mau tak mau—ia harus menghentikan perbuatan tercela ini.
“Tut-tut-dududu ... tut-tut-dududu!” Xiuhuan bernyanyi sembari mengeluarkan Artefak Kapal terbangnya dan ia tidak perlu lagi berhati-hati saat melintasi Sekte maupun Klan besar di Dunia Biru ini, karena kekuatan mereka masih setara Kultivator Manusia di Benua Kun Lun maupun Benua Resifel, sedangkan kekuatannya setara dengan Ras Siluman dan menurut tetua Kelima Sekte Pedang Awan, tidak ada Ras Siluman di Dunia Biru ini.
Xiuhuan langsung menuju wilayah timur, walaupun sebenarnya ia merasakan keberadaan beberapa murid Iblis Merah yang baru kembali menjalankan misi. Namun, ia tidak membunuh mereka, karena itu hanya membuang-buang waktunya saja—lagi pula Sekte Iblis Merah sudah melemah dan mereka pasti akan di buru Sekte lain juga—bila tidak bergabung dengan sebuah Sekte atau Klan.
Dalam satu batang dupa, Xiuhuan telah melewati puluhan Kota dan beberapa Clan langsung terkejut melihat ada Artefak Kapal terbang melintas sangat cepat, sehingga hanya Kultivator dengan basis kultivasi tinggi saja yang menyadarinya.
Bosan terbang terus, Xiuhuan memutuskan berhenti di sebuah Kota yang sangat besar dan ia juga ingin mengumpulkan informasi di sana, karena ia yakin kecantikan Lou Xue pasti akan menjadi buah bibir dan banyak tuan muda yang ingin menjadi kekasihnya, serta bisa saja ia tidak tinggal di Clan Huo dan memutuskan berpetualang, mengingat Dunia Biru sangat luas sekali—jauh lebih luas dari Dunia Atas.
Kedatangan Xiuhuan langsung menarik perhatian dan penduduk berbondong-bondong memperhatikan siapa yang akan turun dari Artefak Kapal Terbang mewah tersebut.
__ADS_1