Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pil Neraka


__ADS_3

Xiuhuan memperhatikan Liu Ruyan yang belum menghabiskan makanannya. Membuat Xiuhuan ngiler, melihatnya.


“Yan‘er bagi dikit, ya?” Xiuhuan menjulurkan tangannya mengambil sepotong paha ayam goreng di piring milik Liu Ruyan.


“Enak saja! Beli dong, jangan mengemis-ngemis punya orang,” balas Liu Ruyan menarik piring didepannya.


“Ah kan, aku yang bayar. Bagaimana ceritanya ini, kudu protes pada Bang Regar nih, yang mulai membuat takdirku menggeliat seperti belut,” gumam Xiuhuan mengutuk Oda sensei yang suka membuat penikmat one piece penasaran.


Sambil menunggu Liu Ruyan menghabiskan makanan mewah yang pertama kali ia makan seumur hidupnya. Xiuhuan mengunyah satu persatu buah sumberdaya yang ada di atas meja. Hasilnya lumayan, qi dalam Rongqinya bertambah 5%. Cukuplah untuk menghajar bocah-bocah instan yang suka pamer kekuatan dengan menindas yang lemah.


Sisa pengunjung yang ada di tiga meja lainnya, penasaran siapa gerangan Xiuhuan itu. Karena ia membuat takut anak walikota Guangxi. Tentu saja mereka berpikir Xiuhuan pasti Pendekar Pedang hebat, apalagi Sumberdaya yang dipajang di meja itu telah habis dilahapnya.


Hitung-hitung kasarnya, Xiuhuan sebenarnya telah makan gratis di sini. Karena total harga sumberdaya itu saja sudah lebih dari 2000 Poin. Sedangkan biaya makannya cuma 1000 Poin saja.


“Ah, kenyangnya. Kalau begini terus tiap hari. Aku mau lah, menemani senior ke ibukota,” kata Liu Ruyan dengan senyum lebar.


“Boleh kok, tapi ada syaratnya,” sahut Xiuhuan sambil berjalan meninggalkan ruangan VVIP restoran Kaefci itu.


“Apa senior?” tanya Liu Ruyan penasaran, ia kini sangat ingin mengikuti Xiuhuan berpetualang. Selain kuat, ia juga sangat baik menurut Liu Ruyan.


“Ehemmm ....” Xiuhuan berdehem dengan senyum lebar. “Kan, aku sudah sering menikah. Ya, akhir-akhir ini aku tak pernah melakukan—”


“Stopppppp!” Liu Ruyan menutup mulut Xiuhuan. Ia tak ingin mendengar kelanjutan ucapan Xiuhuan itu. “Aku cuma bercanda. Enakan tinggal di Sekte Pedang Taiyang dari pada pergi keluaran sana. Di luar sana banyak orang saling membunuh hanya demi mendapatkan gelar sebagai yang terkuat atau demi kesenangan semata," kata Liu Ruyan berkilah.


Xiuhuan tersenyum, baru kali ini ia menemukan wanita cantik yang tak mau mantap-mantap dengannya. Tapi tetap ingin bepergian bersama dengannya. Agak mirip dengan Xiao Liu lah, cuma Xiao Liu dulu sering menghina Xiuhuan, karena dianggapnya sebagai beban Sekte saja.


“Jadi, di mana Paviliun Shilin cabang kota Guangxi ini?” tanya Xiuhuan saat mereka keluar dari restoran Kaefci.

__ADS_1


Saat turun tadi, Xiuhuan sempat melirik kanan-kiri di lantai bawah. Namun ia tak melihat Qianran bekerja. Xiuhuan berpikir ia mungkin sedang di dapur. Padahal Xiuhuan ingin pamit padanya.


“Kira-kira seratus langkah lah, dari sini,” jawab Liu Ruyan senyam-senyum terus sejak keluar dari restoran Kaefci. Mungkin ia sangat senang telah makan di restoran termewah di kota Guangxi itu.


Benar yang dikatakan Liu Ruyan. Xiuhuan menghitung ada 101 langkah menuju Paviliun Shilin dari restoran Kaefci.


“Selamat datang tuan dan nona di Paviliun Shilin." SPG Paviliun Shilin menyambut kedatangan mereka. “Adakah yang bisa kami bantu tuan dan nona. Paviliun kami ini menyediakan semua kebutuhan Pendekar Pedang dengan kualitas terbaik di daratan utama ini,” katanya lagi mencoba memikat pelanggan.


“Aku hanya butuh Pil Neraka saja. Apakah ada stoknya?” sahut Xiuhuan.


“Tentu saja kami selalu menyediakan banyak stok barang itu. Karena Pil Neraka adalah Pil yang wajib dimiliki oleh setiap Pendekar Pedang,” jawab SPG cantik itu sembari mengajak Xiuhuan dan Liu Ruyan ke lantai dua tempat Penjualan Pil.


“Apakah anda juga murid Sekte Pedang Tianshi juga?” tanya Xiuhuan. Ia penasaran, karena dikatakan oleh Qingyi kemarin, hampir semua pegawai Paviliun Shilin adalah murid-murid Sekte Pedang Tianshi.


SPG itu tersenyum. “Tentu saja tuan Xiuhuan, kami adalah keluarga besar Sekte Pedang Shilin, Sekte terbesar di daratan utama ini,” jawabnya.


“Wah, darimana kau tahu namaku?” Xiuhuan takjub dengan wanita ini.


“Hahaha ... ada-ada saja, padahal Sekte kami cuma mencapai peringkat 99 saja yang paling tinggi sejauh ini. Apalagi aku, apalah cuma ampas saja dengan kemampuan yang pas-pasan,” kata Xiuhuan.


“Oo, Pendekar Pedang yang mampu membuat tsunami setinggi seratus meter dan dilanjutkan dengan badai petir yang menghancurkan ratusan Meteor menjadi puing-puing kecil, dia mengaku berkemampuan biasa saja?” sahutnya lagi.


“Kemarin itu cuma kebetulan saja aku menang. Asal kau tahu, ya. Qi dalam Rongqiku cuma tinggal 0,99% saja. Makanya aku kemari untuk membeli Pil Neraka,” kata Xiuhuan lagi.


SPG itu hanya tersenyum tipis mendengarnya. Alasan Xiuhuan itu terlalu dibuat-buat menurutnya. Namun ia tak bertanya lebih intens lagi. Karena itu dapat menggangu privasi konsumen.


“Pil Neraka level 10 harganya 1000 Poin, Level 9 harganya 900 Poin. Begitu seterusnya hingga level satu harganya 100 Poin,” kata SPG itu.

__ADS_1


“Level sepuluh ada berapa stoknya di sini?" tanya Xiuhuan.


“Stok tersisa kami adalah 1000 Pil tuan,” jawab SPG itu lagi.


“1000 X 1000 jadi 1.000.000, ternyata sangat mahal harganya. Pantaslah para Pendekar Pedang tahap 100 abal-abal cepat kehabisan qi,” gumam Xiuhuan.


SPG itu memperhatikan Xiuhuan, ia dengan sabar menunggu Xiuhuan mengucapkan sepatah dua patah kata. Karena Xiuhuan tampak sedang melamun memikirkan sesuatu.


“Aku beli 500 Pil saja. Apakah ada kantongnya, karena aku tak membawa kantong, sekalian aku bayar cash pakai 100 keping emas ini. Kekurangannya ambil dari Plakat ini. Ada 500.000 Poin didalamnya ini.” Xiuhuan meletakkan Plakat Khusus Sekte Pedang Taiyang sebagai alat pembayaran. “Oh, ya. Sisanya pindahkan saja pada Plakat khusus Paviliun Shilin ini, karena aku akan ke ibukota beberapa hari lagi. Takutnya nanti tak ada biaya di perjalanan hehehe ....” Xiuhuan tertawa.


“Baiklah, tunggu sebentar. Saya akan mengemasi Pilnya dulu. Kalian boleh menunggu di kursi tamu yang ada di sana!” tunjuk SPG itu.


Saat duduk menunggu SPG itu mengemasi Pil Neraka yang dibeli Xiuhuan. Tiba-tiba saja Su Wei dan Su Mao kembali muncul, mereka tak memperhatikan Xiuhuan yang tengah duduk di kursi tamu itu.


Keduanya mengikuti SPG lain. Tak lama berselang, Su Mao mengatakan pada SPG itu ingin membeli Pil Neraka level 10 sebanyak 50 Pil.


SPG itu kemudian meminta Su Mao dan Su Wei menunggu sebentar di kursi tamu. Karena ia akan mengemasi barangnya.


Keduanya berjalan menuju kursi tamu.


“Hah?” Su Mao lansung kaget, seperti sedang melihat pocong saja. Ia memegang dadanya, detak jantungnya berdegup kencang. “Bagaiman ini saudara Wei?” bisik Su Mao pada Su Wei


“Ya, sudah. Kita pura-pura tak kenal saja dan berdiri saja di sini," bisik Su Wei.


“Baiklah, lagi pula dia tak akan berani bertindak diluar batas di sini. Namun saat kita sudah mendapatkan Pil ini, kita harus segera kabur. Takutnya ia mengintai kita di luar Paviliun,” bisik Su Mao lagi.


Su Wei mengangguk setuju dengan rencana Su Mao itu.

__ADS_1


Xiuhuan yang memperhatikan gerak-gerik mereka itu, tersenyum geli melihatnya. Ia tak menyangka mereka akan setakut itu padanya. Tak lama berselang pesanan mereka lebih dulu datang. Keduanya lansung bergegas meninggalkan Paviliun Shilin dengan tergesa-gesa.


...⚔️Bersambung ⚔️...


__ADS_2