
Xiuhuan tetap berada di luar kota Yangtze, ia tak memasuki kota itu di siang hari. Takut nanti bertemu dengan patroli Clan Lin yang kian gencar melakukan pengawasan terhadap orang baru yang memasuki kota.
Sebuah merpati pesan hinggap di pundak Xiuhuan. Ia lansung membaca pesan itu.
"Ouhh ... ternyata cuma Pendekar Pedang tahap 90. Kurasa mereka dapat menjinakkannya. Sekarang aku akan kirim pesan pada Hakim Jia Li untuk bersiap-siap datang ke kota ini, karena sebentar lagi seorang Hakim Kerajaan akan tewas."
Xiuhuan mau membakar pesan itu, "Ini ... apa-apaan cap bibir ini! Apa Duan Mu juga mengoleksi wanita cantik. Bukannya pria itu alergi terhadap wanita, ya!" Xiuhuan kebingungan, bagian bawah pesan itu ada sebuah cap bibir berwarna merah.
Itu adalah keisengan yang dilakukan oleh Mei Yin, kala ia disuruh Duan Mu mengirim pesan pada Xiuhuan.
"Kita bergerak!" seru Duan Mu, setelah ia menerima sebuah pesan bertuliskan, "Y" yang dikirim oleh Xiuhuan.
Zongxian melihat pesan itu. "Wah benar-benar hebat Ketua kita itu. Mengirim pesan saja menggunakan kata sandi." Cetus Zongxian, padahal Xiuhuan hanya malas menulis kalimat panjang-panjang.
Mei Yin hanya menghela nafas melihat kedunguan Zongxian, ia juga kesal Xiuhuan tak merespon cap bibir yang dibuatnya di pesan tadi.
Ketujuh Pendekar Pedang itu melesat menuju kereta kuda yang membawa Hakim Duan Cangtian. Hakim yang akan memvonis kematian Lin Hu.
Duan Cangtian akan menuduh Sekte Gunung Pedang pelakunya dan mengeksekusi semua anggota Sekte itu. Sehingga Clan Lin akan menjadi penguasa tunggal kota Yangtze.
Dengan demikian mereka akan mengontrol semua sumberdaya untuk keuntungan Clan Lin Dan Paviliun Shadow. Sehingga kedepannya mereka dapat mengambil alih semua Sekte di Pulau Niao ini, di bawah kontrol Paviliun Shadow. Impian mereka untuk menghancurkan perisai pelindung Pulau Niao, tak akan ada yang menghalanginya lagi.
***
"Qin Sin dan Qin Tan lawan Pendekar Pedang tahap 75. Zongxian dan Jiu Yuan lawan Pendekar Pedang tahap 80. Sedangkan Wang Pan ikut aku melawan Hakim Duan Cangtian!" seru Duan Mu.
"Bos! Kau tak adil. Kami lawannya selevel. Sedangkan kau mengeroyok lawanmu berdua dengan Wang Pan!" Protes Zongxian. Karena Hakim Duan Cangtian berlevel sama dengan Duan Mu, ditambah lagi Wang Pan, Pendekar Pedang terkuat setelah Duan Mu di kelompok Judgment.
"Sudah ... bukannya kau ingin menghajar mereka tadi!" sela Mei Yin.
"Eh, kau lawan siapa?" Zongxian kembali bertanya.
"Dia nanti bertindak sebagai pendukung bagi kalian yang kesulitan melawan musuh!" sahut Duan Mu lagi.
Mei Yin sendiri adalah orang terkuat setelah Wang Pan, ia Pendekar Pedang tahap 85. Kalau untuk melawan pengawal Hakim Duan Cangtian, sebenarnya mudah baginya. Namun, Duan Mu menginginkan anggotanya menambah pengalaman bertarung lebih banyak. Supaya mereka bertambah kuat kedepannya.
Tak berselang lama, sebuah kereta kuda mendekati mereka. Qin Tan sudah melayang di udara. Begitu juga dengan Wang Pan yang melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Naga Api.
Zongxian juga telah melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Babi, ia bersiap menyeruduk kereta kuda itu.
Jarak antara kereta kuda Duan Cangtian dan kelompok Duan Mu tinggal puluhan langkah saja.
__ADS_1
"Serang mereka !" seru Duan Mu.
Zongxian berlari dengan cepat menyeruduk kereta kuda. Duan Cangtian yang berada di dalam lansung melompat dari dalam. Kereta itu sendiri hancur di seruduk oleh Zongxian.
Jiu Yuan tak mau ketinggalan, ia melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Beruang Kutub, setengah badannya berbentuk beruang, dia kelihatan garang tak seperti sebelum-sebelumnya yang lemah lembut bak perempuan.
"Tebasan Es!"
Jiu Yuan lansung menyerang pengawal Duan Cangtian yang cuma di Pendekar Pedang tahap 80, dua level di bawahnya.
Sebuah bongkahan es raksasa mengiringi tebasan Jiu Yuan.
"Auman Harimau!" seru Pengawal itu menangkis tebasan Jiu Yuan. Sebuah benteng tanah muncul memblok bongkahan es tersebut.
"Lompatan Harimau! Tebasan Cakar Harimau!"
Pengawal itu melompat sambil menebas Jiu Yuan. Sebuah bayangan Harimau juga mengiringi tebasan Pedangnya.
Jiu Yuan menekan pijakannya, membuat tanah pijakan itu hancur. "Tebasan Cakar Beruang Kutub!"
"Boommmmm!"
Pedang mereka beradu, Pengawal itu mundur beberapa langkah. Sedangkan Jiu Yuan tetap di posisinya.
Pengawal itu melesat zig-zag untuk mengimbangi kekuatan Jiu Yuan yang lebih besar darinya. Walaupun Jiu Yuan diuntungkan karena memiliki level lebih tinggi. Namun, ia lebih lamban bergerak, berbeda dengan musuh yang cukup lincah.
Pertarungan Zongxian tak kalah seru juga. Karena memiliki musuh di level yang sama. Pengawal Duan Cangtian itu memiliki Roh Pedang Gorila. Sehingga mereka bertukar serangan berkali-kali.
"Tebasan Tubrukan Babi!" Zongxian lansung menerjang maju.
"Tebasan Tinju Gorila!" Balas Pengawal itu.
"Trang-trang-trang!"
Zongxian dan Pengawal itu saling beradu kekuatan. Karena pertarungan keduanya tak menggunakan taktik sama sekali. Mereka murni beradu Roh Pedang siapa yang paling kuat.
Beberapa sabetan pedang telah mengenai tubuh Zongxian, darah segar mengotori jubahnya. Namun, ia tetap semangat. Kondisi yang sama juga terjadi pada musuhnya.
"Astaga ... Si Tameng Babi itu, bertarung tanpa otak!" guman Mei Yin yang memperhatikan pertarungan mereka. "Apa perlu kubantu?" tandasnya lagi.
"Tak perlu sayang! Perhatikan saja babang tampan ini, nanti setelah selesai pertarungan kami. Kau harus men-seviceku dulu, ya!" celoteh Zongxian.
__ADS_1
"Cih!" Mei Yin mendengus kesal. Padahal ia telah berniat baik untuk membantunya, supaya tak mendapatkan luka lebih dalam lagi.
Di tempat lainnya, Qin Tan yang melayang di udara melakukan serangan bertubi-tubi pada Pengawal Duan Cangtian, berlevel Pendekar Pedang tahap 75 itu. Lawannya cuma bisa melompat ke atas untuk menyerang Qin Tan.
Pengawal itu berunsur tanah dengan Roh Pedang Serigala. Ia kesulitan untuk melayangkan tebasan pada Qin Tan. Walaupun ia bergerak dengan lincah, karena harus menghindari mawar-mawar beracunnya.
"Lompatan Serigala!"
Pengawal itu melompat tinggi, setelah melakukan gerakan zig-zag secara cepat, untuk menurunkan fokus Qin Tan dalam memperhatikan pergerakannya.
"Tebasan Cakar Serigala!"
Sebuah bayangan Serigala raksasa yang siap menerkam Qin Tan mengiringi tebasan pedangnya.
"Putaran kupu-kupu!"
Qin Tan lansung berbalik badan sambil menebas Pedangnya, karena Pengawal itu muncul di belakangnya.
"Trang-trang-trang!"
Mereka saling bertukar serangan. Namun, itu justru menguntungkan Qin Tan. Karena ia melayang di udara, saat Pengawal itu kembali terjatuh ke bawah, disaat itulah Qin Tan melakukan serangan besar.
"Tusukan badai!"
Qin Tan meluncur ke bawah dengan cepat, ribuan mawar muncul berputar-putar berbentuk Bor raksasa yang bersiap menusuk Pengawal itu.
"Auman Serigala!"
Ia memblok tusukan badai Qin Tan, namun mawar-mawar itu justru bertebaran saat kedua jurus berbenturan. Dan Pengawal itu mulai batuk-batuk darah, ia tekena efek racun.
Pengawal itu berusaha bertahan dengan mengalirkan qi lebih banyak ketubuhnya, untuk memperlancar sirkulasi darahnya memompa jantung.
"Lompatan Serigala!" Ia kabur meninggalkan pertarungan. Karena merasa tak sanggup lagi bertarung, akibat keracunan setelah menghirup aroma mawar itu.
"Mau kemana sayang!"
Mei Yin mencegahnya, Pengawal itu terkena jurus Pesona setelah menatap matanya.
"Sekarang ... potong lehermu sendiri!" Perintah Mei Yin.
Pengawal itu kemudian memotong lehernya dengan Pedangnya sendiri. Darahpun memuncrat dari lehernya itu. Hingga iapun tumbang ke tanah, tewas seketika.
__ADS_1
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
Selamat berakhir pekan, jaga kesehatan dan selalu tersenyum 😁😁😁