
“Hei, diriku tidak diajak kah untuk unjuk gigi,” kata Jiu Yuan yang memiliki julukan si muka pucat, karena wajahnya putih seperti unsur Roh Pedang Beruang Kutub yang ia miliki.
Jiu Yuan melakukan penggabungan dengan Roh Pedangnya dan melompat tinggi ke udara dan menebas membabi-buta. Pendekar Pedang tahap 82 itu membuat beku juga para Pendekar Pedang Clan Yin dan murid-murid Sekte Pedang Naga Surgawi.
“Hei, kalian jangan terlalu bersemangat. Ada kemungkinan Pendekar Pedang terkuat mereka akan muncul tiba-tiba. Tetap waspada!” seru Duan Mu mengingatkan bawahannya itu.
Dugaan Duan Mu benar, Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi beserta para tetuanya telah muncul, begitu juga Kepala Clan Yin beserta tetuanya.
Siluet Naga putih melesat ke arah Zhong Xian yang telah jauh menyeruduk ke barisan depan. Pihak Pendekar Pedang kota Hua sangat terkejut dengan munculnya Siluet Naga putih itu. Apalagi Siluet Naga putih itu mengandung energi Pendekar Pedang Level 95, jauh lebih kuat dari anggota Kelompok Judgment.
Wang Pan segera melepaskan Siluet Naga Api untuk mencegah Siluet Naga putih itu menghantam Xiuhuan. Kedua Siluet Naga saling berbenturan, tetapi Siluet Naga putih yang mengandung unsur angin itu tetap melesat walaupun energinya kini tinggal setengahnya saja.
“Tameng babi menghindar!” teriak Wang Pan melihat Zhong Xian masih belum menyadari kalau dirinya akan bertemu malaikat maut.
“Apaaa?” pekik Zhong Xian kaget, Siluet Naga putih akan memakannya. “Kampret! Kau akan kenyang bila makan bipang ini,” gerutu Zhong Xian melepaskan Siluet Babi mencoba bertahan.
Duan Mu menancapkan pedangnya ke tanah dan tembok tanah muncul di hadapan Zhong Xian menutupi tubuhnya.
“Boommm!”
Ledakan keras terdengar, Zhong Xian tampak dipenuhi luka. Namun, ia masih bernafas dan terkapar di tanah.
“Woi, tameng babi. Kau masih punya nyawa cadangan, kan?” Jiu Yuan mendekatinya.
“Tentu saja. Mana boleh Pendekar setampan diriku mati sebelum meniduri salah satu istri Ketua Xiuhuan,” sahut Zhong Xian menyeringai.
__ADS_1
“Hei, kamu jangan bermimpi terlalu tinggi. Wanita penghibur saja tak rela tidur bersamamu,” ejek Jiu Yuan tertawa terkekeh-kekeh. Namun itu hanya sesaat, wajahnya kembali tegang saat melihat Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi telah melayang di udara.
“Cih, ada Naga tua yang muncul. Ini pasti merepotkan.” Zhong Xian segera bangkit setelah ia memaksa pemulihan cepat dengan mengalirkan tenaga dalamnya.
“Tameng babi!” seru Jiu Yuan mengalirkan seluruh qi dalam Rongqinya. “Kalau aku ada salah, tolong maafkan aku, ya. Supaya aku bisa berinkarnasi menjadi tabib atau biksu dikehidupan selanjutnya.”
“Aku tak mau memaafkanmu. Di kehidupan berikutnya, kita harus menjadi seperti Ketua Xiuhuan dikelilingi gadis-gadis cantik,” sahut Zhong Xian yang juga mengalirkan sisa qi dari kapasitas Rongqinya.
Jiu Yuan menghela nafas panjang, disaat-saat seperti ini, Zhong Xian masih memikirkan ************. Padahal biasanya orang-orang saat menjelang mati akan berusaha untuk insyaf.
***
“Serahkan naga tua ini padaku!” seru Wang Pan lansung menyerang Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi. “Tebasan Api Neraka!” teriaknya melesat ke arah Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi.
“Cih, hanya Pendekar Pedang tahap 87 saja berani melawanku! Seharusnya kau kabur dari sini dan datang lagi 50 tahun lagi untuk melawanku. Itupun jika aku tidak naik level lagi.”
Duan memunculkan tembok tanah setinggi puluhan tombak untuk membantu Wang Pan melawan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi. Namun, Ketua Clan Yin menghancurkan tembok tanah yang ia buat dengan bor tanah.
Dia memiliki unsur tanah juga dengan Roh Pedang Harimau.
“Hei, Duan Mu! Aku tak mengira kau akan bergabung dengan Kelompok Judgment. Apakah kau sudah bosan bertarung di Paviliun Weifeng, tetapi sayang sekali. Kau salah memilih teman, bersiaplah untuk mati ditanganku,” ejek Ketua Clan Yin menerkam Duan Mu.
Duan Mu tak menyahut ejekannya, dia memunculkan tembok tanah lagi menghalangi Pendekar Pedang tahap 90 itu, ia memiliki level yang sama dengan Duan Mu.
***
__ADS_1
“Tebasan Naga Angin!” seru Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi setelah ia menangkis serangan Wang Pan.
Angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah Wang Pan. Walaupun tak terlihat dengan mata terbuka, tetapi Wang Pan merasakan energi besar mendekatinya.
Wang Pan panik, ia membuat pusaran api raksasa mengelilingi tubuhnya. Namun naas, Levelnya terlalu rendah untuk melawan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, sehingga tubuhnya terbelah dua.
“Ah, kok pandanganku buram, ya? Sepertinya aku tidak merasakan kakiku lagi,” ucapnya pelan. Wang Pan mendengar suara teriakan dari Jiu Yuan, tetapi ia tak memiliki tenaga lagi untuk menyahutnya. Tiba-tiba sebuah tebasan membelah kepalanya, sehingga Wang Pan lansung pergi selamanya tanpa berpamitan pada rekan-rekannya yang sudah ia anggap keluarga itu.
Jiu Yuan sangat marah ia segera menyerang Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, tetapi dua tetua Sekte Pedang Naga Surgawi menghadangnya. Kedua tetua itu adalah Pendekar Pedang tahap 80.
“Serahkan kedua tetua itu pada kami!” seru Keempat Ketua Clan yang mendiami kota Hua, mereka hanya Pendekar Pedang tahap 60-an saja, tetapi jumlah mereka ada 20, karena mereka membawa tetua Clan masing-masing juga.
Jiu Yuan mengangguk ia memunculkan bongkahan es raksasa sebagai batu loncatan untuk menggapai Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi yang melayang di udara.
“Hahaha ... Xiao Ping!” seru salah satu tetua Sekte Pedang Naga Surgawi. “Kenapa kamu tidak menyerahkan Xiao Liu saja. Kan, beres! Tidak perlu ada acara pembantaian seperti ini,” ejeknya.
“Cih, aku tahu tujuan kalian bukan Xiao Liu. Kalian hanya berpura-pura mengincarnya, padahal tujuan utama kalian adalah Dou Yi, murid Xiuhuan yang bisa menggunakan jurus Pembelah dimensi,” sahut Xiao Ping dengan sinis.
“Ternyata kalian hebat juga mengumpulkan informasi. Lansung tahu tujuan kami, padahal informasi itu baru kami dapatkan tadi malam. Hanya para petinggi Paviliun Shadow saja yang mengetahui itu. Sungguh hebat,” timpal Tetua itu lagi.
“Hei, kau ini mau wawancara atau berperang sih? Ayo bunuh mereka dan ambil wanitanya untuk bersenang-senang. Aku mendengar Xiuhuan itu memiliki istri cantik-cantik,” sela tetua satunya lagi sudah tak sabar.
“Aku masih ingin berbicara dengan Xiao Ping. Bunuh saja yang lainnya,” sahut tetua itu lagi.
Xiao Ping geram mendengar obrolan mereka yang menganggap remeh Pendekar Pedang dari Clan kota Hua.
__ADS_1
Xiao Ping melayang di udara, setelah ia melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Phoenix. Begitu juga dengan Ketua Clan lainnya ikut melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang masing-masing.
“Hehehe ... tua bangka dari kota Hua ini ternyata tidak sabaran. Mereka ingin sekali buru-buru meninggalkan dunia ini,” ejek tetua Sekte Pedang Naga Surgawi itu.