
Xiuhuan meninggalkan arena kompetisi antar Sekte, karena jadwal berikutnya akan diadakan besok. Xiuhuan juga tidak menonton penyisihan peserta lain, karena ia tahu yang ikut di babak penyisihan ini cuma Pendekar Pedang lapis kedua saja di Sekte masing-masing peserta kompetisi antar Sekte itu.
“Sekarang aku adalah Pendekar Pedang terkaya. Eh, mungkin salah satu terkaya. Bisa saja ada yang lebih banyak emasnya dari bukit emas ini,” gumam Xiuhuan mencium cincin dimensi miliknya.
“10.000 Poin!” seru Kakek-kakek umur 99 tahun, menawar cincin dimensi Xiuhuan, karena ia mengira itu adalah cincin batu akik bacan hijau.
“Maaf Kakek, not for sale. Ini adalah peninggalan Kakek buyutku dan kakek buyutnya lagi dan lagi dan seterusnya lagi,” sahut Xiuhuan berlalu meninggalkan kakek tua itu yang kebingungan dengan jawaban Xiuhuan.
“50.000 Poin!” tawarnya lagi, ia kukuh ingin memiliki cincin batu akik bacan hijau itu.
Xiuhuan berhenti melangkah, ia jengkel dengan sikap kakek tua itu. Padahal ia sudah menolak tetapi tetap juga dikejar-kejar.
“Berapa umurmu, Kek? tanya Xiuhuan dengan kecus.
“99 tahun, Nak,” jawabnya dengan senyum lebar, ia berpikir Xiuhuan luluh juga dengan desakannya.
“Umurmu tinggal setahun lagi akan naik ke alam Immortal atau mungkin ke surga maupun neraka. Kenapa kamu tidak banyak berdoa saja dan renungkan dosa-dosa apa yang kamu perbuat sewaktu muda. Jangan-jangan kau mengintip nenek sebelah saat mandi. Nah, sekarang waktunya menebus dosa itu dengan sumbangkan saja semua Poinmu padaku. Aku ini anak yatim-piatu atau ke panti asuhan,” kata Xiuhuan dengan jengkel dan pergi meninggalkan Kakek tua itu yang diam saja memandangi punggung Xiuhuan.
Xiuhuan menoleh ke belakang ternyata kakek itu tidak mengikuti Xiuhuan setelah menerima ceramah singkat darinya.
Xiuhuan menelusuri jalanan utama kota Shenlong yang kini sangat ramai pengunjung. Banyak penjual makanan dadakan di pinggir jalan.
Xiuhuan kemudian membeli Siomay, tetapi tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Membuat Xiuhuan kembali jengkel.
“Kek, sudah kukatakan aku tidak menjual cincin ini,” keluh Xiuhuan sembari berbalik badan.
__ADS_1
Xiuhuan terkejut, ternyata gadis cantik dengan senyum lebar yang telah menepuk pundaknya. Xiuhuan juga menoleh apakah ia datang sendiri atau bersama yang lainnya.
“Di mana tuan mudamu itu? Apa kalian ingin menontonku bertanding, ya? Sayangnya sudah selesai tadi. Baru besok akan dimulai lagi,” kata Xiuhuan menjejerkan beberapa pertanyaan pada Gu Ruyan.
“Buat apa aku menonton pertandinganmu, sudah jelaslah tuan Xiuhuan akan memenangkan pertandingan itu. Palingan saat memasuki babak seratus besar, barulah lawan yang sepadan dengan tuan Xiuhuan ketemu,” sahut Gu Ruyan lansung menyantap Siomay dari tangan Xiuhuan.
Xiuhuan terkejut, karena sebelumnya Gu Ruyan selalu berusaha menjaga jarak dengannya. Namun, kini malah memakan makanan yang ia makan juga.
Xiuhuan tersenyum, “Lantas di mana Gu Yao? Kamu tidak datang sendirian, kan?” Xiuhuan bertanya kembali, karena masih penasaran kenapa Gu Ruyan berada di kota Shenlong.
Mimik wajah Gu Ruyan tampak sedih, ia kemudian bercerita mulai Xiuhuan yang tiba-tiba pergi tanpa pamit padanya. Kemudian Gu Yao melamarnya, tetapi ia tolak.
Xiuhuan terkejut, Gu Ruyan malah menolak pinangan dari pria yang paling ia cintai itu. Gu Ruyan tak menjelaskan alasannya dan melanjutkan ceritanya.
Gu Ruyan mengatakan ia menjodohkan Gu Yao dengan Gu Yue dari Clan cabang untuk menciptakan perdamaian di kota Yannan, serta menghilangkan diskriminasi atas Clan Cabang yang sering dilakukan oleh Clan utama.
“Mereka baru menikah beberapa hari yang lalu, pestanya sangat meriah. Yao gege tetap membujukku agar tidak meninggalkan kota Yannan, karena katanya tuan Xiuhuan telah menghapus status budakku. Namun, aku tetap ngotot pergi, karena tak ingin suatu hari nanti aku hamil dan memiliki anak tanpa ayah,” kata Gu Ruyan lagi dengan seutas senyum terpancar dari wajahnya.
Xiuhuan batuk-batuk, kali ini ia benar-benar sangat terkejut mendengarnya. Dan baru teringat kalau ia buru-buru meninggalkan kota Yannan, karena merasakan aura Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang mendekati kota itu. Xiuhuan kemudian berpamitan pada Gu Yao, tetapi lupa mengatakan kalau Gu Ruyan masih suci dan tak pernah di ehem-ehemkan olehnya.
“Tuan Xiuhuan, pelan-pelan makannya. Aku tahu kamu terharu aku mengejarmu, kan?” Gu Ruyan menepuk pundaknya agar Xiuhuan merasa lega, ia juga meminta segelas air pada penjual Siomay. Namun, Xiuhuan telah minum lebih dulu, padahal ia yakin tadi Xiuhuan tak memegang gelas sama sekali.
Gu Ruyan tak menanyakannya lebih jauh, ia menyuruh Xiuhuan untuk menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.
Xiuhuan tersenyum, “Anu ... Yan‘er! Sebaiknya kamu kembali ke kota Yannan dan menjadi istri kedua Gu Yao. Sebenarnya ada kesalahpahaman soal aku telah merenggut kesucianmu—”
__ADS_1
Gu Ruyan terkejut mendengarnya, “Apa maksud tuan Xiuhuan? Apakah bukan tuan Xiuhuan yang meniduriku, tetapi Yao gege. Namun mengapa ia tidak mengatakannya?”
Suara Gu Ruyan terdengar bergetar dan air sebening kristal membasahi pipinya. Membuat bedak tabur yang lengket diwajahnya yang mulus itu luntur. Namun, itu malah tak melunturkan kecantikannya, karena sama saja mau dia pakai bedak atau tidak tetap jua cantik dipandang.
“Tenang dulu Yan‘er.” Xiuhuan mendudukkan Gu Ruyan di bangku kayu panjang. “Sebenarnya kamu itu masih suci. Aku sengaja membuat lelucon malam itu dan berniat mengungkapkannya saat akan meninggalkan kota Yannan. Namun, saat Aku akan pergi, justru aku lupa, karena tergesa-gesa. Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit dari Sekte Bambu Kuning mendekati kota Yannan dan aku menjumpainya, walaupun tak ada perkelahian diantara kami.”
Gu Ruyan mendengarkan ucapan Xiuhuan dengan seksama, ia tak ingin ada secuilpun informasi yang lewat.
“Setelah pertemuan itu, aku melanjutkan perjalanan dan tidak kembali ke kota Yannan. Karena merasa sudah tak ada lagi yang perlu kulakukan di sana,” kata Xiuhuan lagi.
“Aaaaaaa!” Gu Ruyan berteriak sekencang-kencangnya. “Bagaimana ini, tak mungkin aku kembali ke kota Yannan. Aku sudah berpamitan pada semua orang,” keluh Gu Ruyan.
“Bukannya bagus kembali ke sana. Tinggal katakan kalau aku ternyata tidak melakukan apa-apa padamu. Kalau perlu aku buatkan surat dengan tanda auraku di dalamnya agar semua orang di sana percaya. Satu lagi kamu bisa menikah dengan Yao gegemu itu hehehe ....” Xiuhuan tertawa tak menyangka akan di kejar oleh Gu Ruyan hingga ke kota Shenlong.
“Aku tidak bisa kembali ke sana. Aku tak bisa menaruh muka lagi. Bagaimana kalau tuan Xiuhuan menikahiku saja dan membawaku ke Pulau Niao. Aku juga bisa membantumu melawan Paviliun Shadow. Tak apalah menjadi istri yang ke—”
“Tak usah di hitung lagi, kemarin aku baru menikah dengan Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk, kami sama-sama masuk ke makam Immortal Lou Yun yang ada di perbatasan. Dan kami menemukan botol cairan berwarna merah yang dapat memperluas Rongqi. Dia kemudian memintaku menikahinya, karena aku membuat sedikit lelucon juga hahaha ...” Xiuhuan tertawa. “Bagaimana apakah kamu masih mau menjadi istriku, atau kamu ikut aku nanti aku carikan suami di sana.” Xiuhuan memberikan dua pilihan padanya.
Gu Ruyan berpikir sejenak, mencintai orang baru akan sulit baginya. Karena ia jarang bergaul dengan orang lain selain sahabatnya dan terakhir bersama Xiuhuan karena terpaksa saja.
“Aku menikahi tuan Xiuhuan saja. Walaupun sedikit mesum, tetapi tetap baik, kok. Tolong perlakuan aku dengan lembut, ya?” Gu Ruyan malu-malu mengatakannya sambil menundukkan wajahnya yang merah merona seperti tomat.
Xiuhuan tersenyum, ia akhirnya tak perlu lagi satu kamar dengan si tua Ketua Sekte dan tetua Dong Shuliang.
“Kalau begitu kita ke Penginapan untuk melakukan ritual pernikahan. Aku akan meminta Ketua Sekte yang menjadi saksi pernikahan kita.” Xiuhuan menggendong tubuh Gu Ruyan dan melesat dengan kecepatan maksimum menggunakan jurus Langkah Kilat.
__ADS_1
Sesampainya di depan Penginapan, rambut panjang Gu Ruyan telah acak-acakan, seperti iklan motor, “Xiuhuan semakin di depan!”
...⚔️Bersambung⚔️...