
“Karena kita sudah mengetahui keberadaan saudari Meng. Lebih baik kita langsung meninggalkan desa ini, karena peristiwa di sini akan mengundang perhatian Kultivator Clan yang menguasai tempat ini,” kata Huo Cheng—sembari mencoba berdiri kembali, walaupun masih terasa sakit.
Huo Yu langsung memapah Huo Cheng. “Jangan dipaksakan gege!” Huo Yu merangkulkan tangan Huo Cheng ke bahunya. “Terimakasih tuan muda. Walaupun pertemuan kita ini terjadi kesalahpahaman, tetapi Anda memberikan kami petunjuk keberadaan saudari Meng. Kalau tak ada Anda, mungkin kami hanya berkelana tak tentu arah saja.” Huo Yu menundukkan sedikit kepalanya.
“Yah, itu hanyalah masalah kecil. Tak mungkin aku membiarkan calon adik iparku kesusahan begini,” sahut Xiuhuan merendah, tetapi wajahnya menunjukkan senyum bahagia. “Kalau kalian bertemu dia nanti, katakan Xiuhuan tampan menantikannya sebagai istri selanjutnya, dan jangan terlalu lama memberi jawaban, nanti ia malah menjadi istri yang keseratus hahahaha ....”
“Apaaaaaaa?” Mereka terkejut mendengarnya, terutama Huo Yu yang tak menginginkan kakak ipar dengan kelakuan aneh begini. Namun, dia tak mempersoalkannya, toh, itu hak kakaknya untuk memilih kekasihnya sendiri.
Xiuhuan memberikan sebuah cincin dimensi pada Huo Yu, karena ia melihat tak ada cincin dimensi yang bersarang di jari tangan mereka.
“Ini?” Dengan tangan bergetar, Huo Yu enggan menerima cincin dimensi itu, walaupun sebenarnya ia tak memiliki apa-apa dalam pelarian mereka.
“Sudah tak usah sungkan, aku calon kakak iparmu, kok. Kalau kau mau denganku juga tak apa. Aku terbuka kok, orangnya.” Xiuhuan tersenyum mengejek menatap Huo Cheng yang melotot melihatnya.
“Wah cantiknya. Aku saja yang memakainya.” Tiba-tiba Huo Xiniu menyambar cincin dimensi itu dan mengenakannya.
“Xiniu! Apa yang kau lakukan, kembalikan cincin dimensi itu!” pintanya. Namun, Huo Xiniu kabur dengan jurus meringankan tubuh, membuatnya geleng-geleng kepala dan menoleh kembali kearah Xiuhuan. “Eh, tuan muda?” Si tampan aneh itu malah menghilang.
“Maaf adik ipar. Aku ada urusan penting, hati-hati di jalan!” Suara Xiuhuan terdengar menggema di telinga Huo Yu.
“Ada apa Yu‘er?” Huo Cheng bingung melihatnya yang memicingkan matanya sebelah. “Ke mana tuan muda itu?” Dia juga penasaran kenapa Xiuhuan menghilang tiba-tiba.
__ADS_1
“Tak ada apa-apa gege, lupakan orang aneh itu. Mendingan kita mengejar Xiniu. Nanti, dia malah membuat kontrak kepemilikan pada cincin dimensi itu, sehingga aku tak leluasa membelanjakan isinya,” sahut Huo Yu—cemas dan langsung melesat dengan jurus meringankan tubuh mengejar Huo Xiniu.
Huo Cheng menghela nafas panjang, ternyata ucapan penolakannya tadi, cuma basa-basi saja. Sebenarnya ia berharap kok, memiliki cincin dimensi itu.
***
Xiuhuan teringat dengan Lou Zheng yang tak kelihatan lagi. Padahal dialah kunci untuk mencari keberadaan gadis-gadis yang dijual bandit gunung Lugu itu.
Beberapa saat setelah Xiuhuan mengejar Kultivator yang melempar belati padanya. Lou Zheng langsung memanfaatkan kelengahan Xiuhuan itu. Dia langsung kabur ke arah wilayah Clan Fang yang tak jauh lagi dari desa itu.
Kenapa ia berlari kearah sana, bukan kearah Benua Kun Lun? itu karena Lou Zheng yakin Xiuhuan pasti mengiranya akan kabur kembali ke kota Bianjie. Namun, ada satu hal yang ia lupakan, bahwa Xiuhuan telah meninggalkan jejak qi-nya setiap kali menghajarnya.
“Hahaha ... kau mungkin menganggapku lemah, tetapi aku ini selalu memiliki keberuntungan tinggi. Aku hanya perlu menuju kediaman tuan Yuan dan menjadi kaki tangannya, tak perlu kembali ke kota Bianjie—karena aku telah menjadi buronan Clan Lou sekarang.” Dengan senyum lebar, Lou Zheng mempercepat langkah kakinya.
“Pertama-tama aku harus mencari rumah bordil, mencari informasi. Karena ke sanalah berakhirnya gadis-gadis tak berdosa itu,” gumam Xiuhuan membuat keputusan, apalagi kota Houshan sangat besar, tak mungkin ia masuki satu-satu bangunan di sana, mencari informasi yang ia inginkan.
“Tolong tidakkkkkk!”
Seorang pria sepuh Kultivator tingkat Immortal Awal tewas beberapa tombak dihadapan Xiuhuan. Kultivator sepuh itu dilempar dari jendela bangunan lima lantai, tubuhnya penuh luka dalam akibat pertarungan intens sebelumnya.
“Apa yang terjadi?” Xiuhuan terkejut. “Aku tak lihat ... ah, aku sedang mabuk. Xie sayangku, teganya kau bermain di belakangku dan tidur bersama si gendut itu, mentang-mentang ia tuan muda dari keluarga kaya. Teganya-teganya dirimu! Aku patah hati ....” Xiuhuan berpura-pura mabuk, karena tak ingin ikut campur dengan urusan kelompok aliran hitam.
__ADS_1
“Ada saksi mata tuan Fang Yang, apakah kita bunuh saja dia!”
Melihat Xiuhuan menatap mereka, walaupun ia tampak sedang mabuk. Namun, mereka tak ingin ada saksi mata yang tertinggal. Karena Fang Yuan memerintahkan untuk melakukan misi ini tanpa meninggalkan jejak.
“Lupakan! Kita butuh lebih banyak gadis lain. Lambat laun, Clan lain akan mengendus tindakan kita ini, makanya kita harus melakukan misi dengan cepat, agar kekuatan tuan Yuan cepat meningkat.” Fang Yang mengabaikan saran dari anggotanya dan membawa cucu Kultivator sepuh yang mereka bunuh.
“Tuan tolong Aku!”
“Tolong Aku!”
“Aku akan membayar Anda berapapun biayanya. Tolong Aku tuan!” teriak gadis itu sambil menangis histeris.
Xiuhuan menjadi bimbang, ia tetap melangkah meninggalkan mereka. Walaupun terlihat ia sedang menghela nafas panjang dan melangkah tanpa menoleh kebelakang.
“Hahaha ... jangan harapkan Kultivator pemabuk seperti itu dapat menyelamatkan dirimu." Fang Yang mencibir gadis yang dibekap anggotanya. “Lihatlah dia, seperti sampah yang tak layak hidup dan hanya menjadi beban Clannya saja,” hujatan sinis juga ia lontarkan kepada Xiuhuan yang mengabaikan gadis yang meminta tolong padanya itu.
Langkah kaki Xiuhuan terhenti, kalau saja mereka tak mencibirnya, maka ia tak akan mencampuri urusan orang-orang aneh yang mengenakan penutup wajah itu. Namun, mereka malah menghinanya, membuat darahnya bergejolak dan kilatan-kilatan seperti halilintar muncul di tubuhnya.
“Tuan Yang, dia!”
“Apakah kami bereskan saja, sepertinya ia tersinggung dengan sindiran tuan!”
__ADS_1
Fang Yang tersenyum. Awalnya ia sangat jengkel saat ditugaskan oleh Fang Cheng untuk menumpas Clan Du, karena Clan ini hanyalah Clan cabang yang kekuatannya tak seberapa di kota Houshan, sehingga menurutnya tak perlu harus mengirimnya untuk menghapus Clan Du dari kota Houshan ini, karena hanya akan membuang-buang waktunya saja. Dia lebih suka diperintahkan untuk menumpas Clan cabang Huo, yang menjadi kekuatan utama kota Houshan, tetapi Fang Cheng mengatakan itu belum waktunya—tunggu Ketua Clan Fang menyempurnakan jurus Iblis boneka lebih dulu, barulah ambisi menguasai kota Houshan dilakukan.
...~Bersambung~...