
“Sial! Kultivator manusia itu menghancurkan rencana yang telah kami susun dengan rapi!” gerutu Monster Singa dengan wajah masam setelah sempat membuat para Kultivator manusia panik dengan serbuan Monster Bunglon.
“Ular Putih! Elang Surgawi! Kera Putih!” Monster Singa memanggil Ketiganya yang merupakan Monster Kasta teratas di lingkungan Kastil Naga Lou Feng. Merekalah yang mengatur pata Monster yang berada di kaki gunung maupun di lembah kawasan Gunung Lou Feng.
Ada ribuan Monster kasta tertinggi dan hampir satu juta Monster Level Tian yang kini berhadapan dengan Dua ratus ribu Kultivator Ranah Absolute God. Jumlah yang sangat timpang secara teori, tetapi fakta di lapangan justru jumlah mereka seimbang karena Kultivator Manusia dibantu ratusan ribu Jiwa-Jiwa Monster dan Kultivator manusia yang telah gugur di kawasan Gunung Lou Feng.
Xiuhuan mengayunkan Tongkat Bambu yang telah dilapisi elemen emas—agar ketahanannya makin meningkat dan tidak rusak saat berhadapan dengan senjata milik musuh.
Dengan kontrol melalui pikirannya, Pedang Penghancur Semesta dan Pedang Yu Xian menebas musuh yang mendekatinya, sedangkan Pedang Roh Sidat Listrik bergerak sendiri dan bisa mengeluarkan tehnik Pedang hebat milik Xiuhuan, selama jarak mereka tidak berjauhan—karena ia tetap menyerap qi unsur air dari Rongqi Xiuhuan.
Penyebab Pedang Roh Sidat Listrik bisa bergerak sendiri adalah karena Roh Siluman Sidat Listrik yang bersemayam di dalam Pedang tersebut telah berevolusi dan memiliki kecerdasan serta ingatan masa lalunya.
“Minggir kalian semua!” seru Monster Kera Putih pada Monster yang ketakutan mendekati Xiuhuan, karena semua Monster yang mencoba melawannya malah berujung pada kematian.
Kegilaan Xiuhuan harus dihentikan bagaimana pun caranya, karena moral para Monster telah menurun dengan kemunculannya yang langsung bertarung di tengah-tengah barisan para Monster.
“Nak, maaf! Pestamu harus berakhir di tinju Monster tua ini!” Monster Kera Putih berkata sembari melompat ke arah Xiuhuan dengan kepalan tangannya bertransformasi menjadi keras seperti besi.
Xiuhuan menyipitkan matanya dan menggenggam Palu Godam Banteng Merah yang berukuran sangat besar. Dia kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya dan mengayun Palu Godam Banteng Merah tersebut ke arah tinju Monster Kera Putih.
Dua energi spritual yang sangat besar membuat area disekitar mereka terdistorsi.
“Mamam ini!” umpat Xiuhuan sembari mengalirkan Qi pada Palu Godam Banteng Merah di detik-detik sebelum senjatanya itu beradu dengan Tinju Ganas Monster Kera Putih. Namun, tiba-tiba dari langit melesat ribuan Anak Panah Angin dari kibasan Monster Elang Surgawi, sedangkan Monster Ular Putih muncul dari tanah dengan mulut menganga hendak menelan Xiuhuan sembari menyemburkan Racun yang sangat mematikan dan racunnya itu telah membunuh ratusan Kultivator Manusia di hari pertama Perang.
__ADS_1
“Hmm?” Xiuhuan merasakan bahaya muncul dari atas bawah dan depan, sehingga dalam hitungan detik ia harus mengambil keputusan. “Kamu yang paling merepotkan! Jadi, matilah!” Xiuhuan melempar Palu Godam Banteng Merah ke arah Tinju Monster Kera Putih. Namun, tiba-tiba Xiuhuan menghilang dari pandangan mereka, sedangkan di atas mereka muncul lubang hitam yang membuat ribuan anak panah dari Monster Elang Surgawi lenyap begitu saja.
“Apa yang terjadi?” Monster Ular Putih keheranan, tetapi tiba-tiba ia merasakan sensasi yang pedih dan sakit—kemudian menoleh ke bawah, ternyata Pedang Penghancur Semesta telah membelah perutnya—sehingga ratusan Kultivator Manusia yang belum tercerna keluar dari sana. “Tidakkkkkkkkkkkk!” Monster Ular Putih menjerit kesakitan dan tubuhnya langsung ambruk.
“Sakit!“
“Sial! Ini menyakitkan!”
Monster Ular Putih segera masuk ke dalam tanah untuk melarikan diri.
“Horrrrrraaaaaaa!” Xiuhuan menarik ekornya dan mengayunkannya ke arah Monster Kera Putih yang kembali melakukan lompatan kedua—setelah dipaksa menahan Palu Godam Banteng Merah dan ia hendak menyelamatkan Monster Ular Putih.
“Lepaskan Aku! Tulungngngngng!” teriak Monster Ular Putih.
Namun, Monster Kera Putih yang hendak menolongnya malah wajah keduanya berbenturan. Xiuhuan malah menjadikan Monster Ular Putih seperti senjata cambuk saja.
Xiuhuan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Monster Kera Putih dan tersenyum licik, sehingga Monster Kera Putih langsung memasang kuda-kuda beladiri, bersiap melawan Xiuhuan yang gerakannya sulit ditebak—karena ia terlalu memahami banyak tehnik beladiri dan berpedang.
“Ara! ara! Jangan tegang begitu!” Xiuhuan mengejek Monster Kera Putih sembari melempar tubuh Monster Ular Putih yang langsung ditangkap oleh Monster Kera Putih. Namun, tiba-tiba Xiuhuan telah berlari di atas tubuh Monster Ular Putih, sehingga Monster Kera Putih terlambat untuk melakukan gerakan bertahan, karena Palu Godam Banteng Merah telah diayunkan oleh Xiuhuan, tepat ke kepalanya.
“Greatakkk!”
Kepala Monster Kera Putih—pecah, sehingga isi kepalanya berceceran ke mana-mana, bahkan cipratan darah Monster Kera Putih mewarnai wajah Xiuhuan.
__ADS_1
“Mengerikan!”
“Mundurrrrrrr!”
Monster disekitarnya langsung lari terbirit-birit, sehingga Aliansi Kultivator Manusia dengan mudah menerobos sepuluh mil ke atas Gunung Lou Feng, sedangkan Monster Elang Surgawi yang ditugaskan memberikan dukungan serangan udara melawan Xiuhuan dibuat kebingungan, karena kontak dengan Monster Kera Putih dan Monster Ular Putih lenyap begitu saja.
“Aku akan mundur dulu!” gumam Monster Elang Surgawi tak bisa melihat apa yang terjadi di bawah, karena lingkaran hitam menghalangi pandangannya dan yang anehnya; semua anak panah angin miliknya juga lenyap seperti dihisap oleh lingkaran hitam tersebut.
Monster Elang Surgawi menduga itu adalah Artefak Pelahap dari Kultivator Manusia, sehingga dukungan udara tak berguna lagi.
Dia kemudian meluncur dengan kecepatan tinggi, menukik ke arah posisi Monster Singa. Namun, tiba-tiba lingkaran hitam muncul di hadapannya dan ia muncul di hadapan Xiuhuan yang sedang mengayunkan Tombak Long Kiang—yang mengeluarkan sengatan-sengatan listrik 500 juta Volt.
Xiuhuan menyeringai menatap Monster Elang Surgawi yang tercengang—karena ia tiba-tiba terbang ke arah Xiuhuan.
“Hasta La Vista, baby!”
Tombak Long Kiang meluncur dan menembus dada Monster Elang Surgawi.
“Sial! Terkutuk kau manusia sialan!” Monster Elang Surgawi mengumpat pada Xiuhuan.
“Hah? Burung Pipit sepertimu tak layak menyumpahiku!” gerutu Xiuhuan sembari menarik kembali Tombak Long Kiang yang esensi listriknya telah membuat tubuh Monster Elang Surgawi gosong dengan mengeluarkan aroma daging bakar.
Xiuhuan memasukkan tubuh gosong Monster Elang Surgawi ke dalam lubang hitam dari Hukum Ruang yang ia buat dan lingkaran hitam muncul di atas Monster Singa yang menatap tajam pada Xiuhuan.
__ADS_1
Tubuh Monster Elang Surgawi jatuh dari langit, tetapi tiba-tiba tubuhnya tersebut hancur berkeping-keping sebelum menimpa Monster Singa.
“Aish! Kejam sekali!” ejek Xiuhuan dengan mengacungkan jari tengah pada Monster Singa yang jarak keduanya adalah sejauh Lima Mil.