Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Perjalanan Pulang


__ADS_3

Dari wilayah timur, Xiuhuan berjalan kaki menuju selatan, namun sesekali ia menggunakan jurus Langkah Kilat saat melewati tempat sepi.


Tempat-tempat yang Xiuhuan lalui, kini banyak yang berubah. Karena sudah 20 tahun lebih ia tak melewatinya, sejak Xiuhuan menjadi tetua di Sekte Teratai Biru.


Xiuhuan telah berjalan sepanjang hari, kini matahari sudah berada di ufuk barat. Xiuhuan memutuskan mencari desa terdekat untuk menginap. Sementara itu di ibukota, Tianwu, Duan Mu dan anggota Kelompok Judgment telah memasuki Kota itu.


Mereka tak seperti Xiuhuan yang berjalan santai menikmati perjalanannya. Sedangkan Duan Mu dan kelompok Judgment memilih menggunakan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang mereka. Supaya perjalanan menuju ibukota berjalan dengan cepat.


Sesuai yang mereka inginkan, mereka sampai tepat waktu. Duan Mu dan kawan-kawan lansung menuju Penginapan Hong Meigui milik Zhang Yan.


“Kakak Duan Mu ... kalian sudah sampai, ya!” Sambut Zhang Yan dari meja resepsionis penginapannya itu.


Karena tak ada kegiatan, walaupun Zhang Yan kini telah memiliki banyak bawahan, namun ia tetap sering ikut membantu mereka menyambut tamu.


Duan Mu hanya mengangguk saja, Pelayan penginapan yang berdiri di sebelah Zhang Yan lansung memberikan kunci khusus untuk anggota Paviliun Shadow. Karena penginapan Hong Meigui itu juga adalah markas rahasia Kelompok Judgment di Kota Tianwu ini.


“Senior Yin‘er di manakah Ketua Xiuhuan!” tanyanya pada Mei Yin yang datang bersama Qin Tan dan seorang wanita cantik yang memiliki boing-boing yang cukup membuat iri para wanita.


“Dia kembali ke kota Hua,” jawab Mei Yin lesu dan berkata lagi, “Ternyata benar, Ketua Xiuhuan dapat menggetarkan hatiku!” Mei Yin lansung membayangkan wajah tampan Xiuhuan.


“Apa kubilang, Aku saja walaupun cuma sekali melakukan itu dengannya, namun—”

__ADS_1


Belum selesai ia berbicara, Mei Yin lansung menutup mulutnya dengan tangannya. “Jangan diteruskan, kau membuatku cemburu saja. Karena Ketua Xiuhuan tak memberikan Aku jatah tadi!” katanya dengan wajah memelas sedih.


“Biar kuberi tahu trik untuk mendapatkannya adalah saat ia butuh sesuatu darimu, kau harus meminta bayaran atau syarat lah hehehe ...” Zhang Yan tertawa mengingat saat ia melakukan itu dengan Xiuhuan, “gampang, kan!” katanya lagi.


“Gampang apanya! Kemarin saja ia mengalahkan semua musuh sendirian kok!” sahut Qin Tan ikut berbicara, padahal ia tadi menjadi pendengar yang baik saja.


“Wah, Aku rugi dong kemarin. Padahal, Aku dijadikan mata-mata oleh Ketua Xiuhuan.” Lin Jingmi juga menyesalkan tindakannya yang malu-malu kucing pada Xiuhuan, yang berakhir Zonk, jadinya.


“Apaaaa! Gadis ini ternyata saingan baruku!” seru Zhang Yan kaget, ia sebenarnya sudah curiga dari tadi. Kenapa gadis cantik dengan memiliki boing-boing yang sempurna ini ikut dengan Mei Yin dan kawan-kawan. Ternyata ia adalah anggota baru Kelompok Judgment.


“Bukan hanya dia, tapi kami juga sainganmu!” sela Qin Tan yang menambah bingung Zhang Yan. Padahal dulu sebelum bertemu Xiuhuan, mereka malah mengejek-ejeknya. Namun, kini mereka malah tergila-gila padanya.


“Tapi sayang sekali, kalian jauh darinya. Asal kalian ketahui, ya. Di sana itu ada tetua cantik yang sangat dekat dengan Xiuhuan, jauh lebih cantik dari kalian. Cuma buat Lin Jingmi, masih bisalah bersaing sedikit karena memiliki postur tubuh yang bagus,” kata Zhang Yan membuat mereka kecewa tak diajak Xiuhuan.


“Ah, sial Ketua Xiuhuan itu. Dia telah membohongi kita. Nanti, kalau bertemu lagi, lansung diterkam sajalah!” gerutu Mei Yin sambil berjalan menuju kamar mereka. Lin Jingmi mengikutinya dari belakang. Karena cuma ada satu kamar khusus buat wanita, Kelompok Judgment. Mereka akan tidur bersama si kamar itu. Untung saja, Zhang Yan mendekorasi kamar yang cukup besar buat mereka dulu.


***


Sementara itu, Xiuhuan memasuki sebuah desa kecil. Di sana ada sebuah kedai arak. Namun, tak ada penginapan di desa itu. Dengan terpaksa Xiuhuan akan tidur beratapkan langit nantinya. Namun sebelum tidur Xiuhuan memilih minum kopi dulu ke kedai itu.


“Ramai juga ...” guman Xiuhuan sambil duduk di pojokan kursi kedai itu. “Pak! Kopi segelas!” Xiuhuan memesan kopi.

__ADS_1


Para Pendekar Pedang yang sedang mabuk-mabukan di sana lansung menoleh ke arah Xiuhuan. Mereka heran, semua orang memesan arak, eh dia sendiri cuma memesan kopi.


Pendekar Pedang dalam kedai itu sendiri, ada sekitar 15 orang. Yang paling kuat adalah Pendekar Pedang tahap 45, sedangkan sisanya ada Pendekar Pedang yang berlevel 40, 35 dan 30 saja.


Mereka ditemani oleh beberapa gadis-gadis yang tampak terpaksa menemani mereka. Namun, Xiuhuan diam saja, karena belum tahu keadaan di sini.


Xiuhuan sendiri kini telah menurunkan levelnya sesaat sebelum memasuki kedai itu. Xiuhuan menurunkan levelnya ke Pendekar Pedang tahap 44, setingkat lebih rendah dari yang terkuat dalam kedai itu.


“Apa mereka ini kumpulan bandit?” pikir Xiuhuan dalam hati, melihat ekspresi pemilik kedai dan gadis-gadis itu yang pasrah saja.


Karena Xiuhuan terus menatap mereka, salah seorang dari Pendekar Pedang itu kemudian mendatangi Xiuhuan.


“Hei, kau kampret! Mentang-mentang tampan, seenaknya saja melirik gadis-gadis kami!” seru Pendekar Pedang tahap 30, yang datang-datang lansung melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah Xiuhuan.


Apa yang terjadi selanjutnya? Bersambung ... 😁😁


Promosi Novel baruku, berjudul “Prince Regar Virmilon” genre Fantasi Barat.



sinopsisnya sedikit,

__ADS_1


Tentang seorang anak terkutuk. Kenapa terkutuk? karena ia memiliki rambut hitam, mata coklat yang berbeda dengan ras mereka yang merupakan Ras Elf yang memiliki rambut pirang, mata biru dan telinga runcing ...


Penasaran, kan? 😁😁😁, sengaja kubuat tanggung, supaya kalian tekan photo profilku. Hehehe ... tak usah malu, tekan saja photo Kim Regar itu, ya.😁😁


__ADS_2