
Xiuhuan keluar tepat waktu, saat Paviliun makam itu hancur berkeping-keping dan hanya menyisakan abu saja. Untung saja, saat sering terjadi getaran seperti gempa pada Paviliun Makam, para murid yang tak terlibat dengan aliran hitam memilih keluar lebih dulu.
“Kenapa ada banyak Ranah Absolute God di sini? Mereka adalah para tetua Clan,” gumam Xiuhuan melihat para Kultivator sepuh itu.
Rasa sakit di kaki dan tangannya mulai terasa lagi. Efek ramuan penghilang rasa sakit telah habis, untung saja Xiuhuan tak melepas baju jirah emas yang ia temukan saat di makam Immortal Lou Yun dahulu.
Baju jirah emas itu mampu menahan tombak air dari serangan Naga Shuilong tadi. Xiuhuan lansung mengambil posisi duduk bersila untuk segera menyerap khasiat Pill penyembuhan tingkat tinggi yang ia telan tadi.
Lou Xue kini sedang berdiri di sebelah tetua Clan Lou yang sedang berbincang-bincang dengan tetua Clan lain. Mereka menceritakan kalau Lou Xue adalah salah satu jenius terhebat, karena dalam waktu singkat telah naik ke tingkat Immortal Menengah.
Lou Xue tak banyak bicara, ia tetap kalem dan dingin seperti biasa. Namun, matanya tertuju pada Xiuhuan yang merasa bulu kuduknya sangat dingin.
Lou Rong merasa lukanya sudah pulih sebagian. Luka dalamnya juga tak separah tadi lagi. Dia kemudian berbisik pada Xiuhuan, “Apa yang akan kita lakukan—para tetua pasti akan bertanya tentang Wu Tianji dan Cao Yao.”
Xiuhuan membuka matanya, mereka tak akan yakin kalau Wu Tianji dan yang lainnya adalah anggota aliran hitam, tanpa ada bukti kuat.
“Bilang saja mereka di bunuh oleh Siluman yang menghuni Paviliun itu, dan jangan ceritakan kau bertarung dengan Wu Tianji atau Cao Yao di bunuh olehnya,” bisik Xiuhuan juga.
“Baik,” sahut Lao Rong dan masih berdiri di sebelah Xiuhuan. “Pedang—”
“Saat di Kapal terbang nanti kuberikan,” sela Xiuhuan, ia tak ingin ada yang mendengar tentang Pedang Meteor. Karena identitas Nona Ketua belum diketahui.
“Senior Xiuhuan terimakasih telah menyelamatkan aku. Kita akan berpisah mulai sekarang, Aku akan kembali ke Clan bersama tetuaku—Mudah-mudahan kita berjumpa lagi di Sekte Qingyun.” Jiang Meng berpamitan pada Xiuhuan.
“Kalau kamu tak abadi di Immortal Awal,” canda Xiuhuan. “Hati-hati, mereka pasti akan mengincarmu lagi.”
__ADS_1
Jiang Meng mengangguk dan segera menghampiri tetua Clan Jiang. Tetua Clan Lou juga menghampiri Xiuhuan dan Lou Rong.
“Syukurlah semua anggota Clan Lou kita selamat, walaupun kalian berdua harus terluka berat. Wu Tianji dan Cao Yao, dari dua jenius Clan teratas itu malah mati muda, sungguh sangat disayangkan. Aku tak menyangka ada Siluman di dalam makam itu,” kata tetua Clan Lou datang menjemput mereka, setelah ada pesan dari makam ini, bahwa banyak murid yang tewas di dalam—Ketua Clan lansung bertindak cepat dengan mengirimnya.
“Ya, kami cukup beruntung tetua!” sahut Lou Rong, sedangkan Xiuhuan fokus memulihkan luka-lukanya.
***
“Hei siapa yang telah membunuh muridku?” Tetua Clan Tang melayang di udara dengan jurus meringankan tubuh tingkat tinggi. “Kepalanya ditebas dengan Pedang—melihat luka tebasan itu, ia tidak tahu diserang tiba-tiba dan tak ada perlawanan sama sekali,” kata tetua Clan Tang itu dengan penuh amarah.
Dia yakin muridnya itu mungkin telah meramalkan peristiwa penting dan ingin melapor padanya. Namun, ketahuan oleh Kultivator yang diramalkannya itu.
“Tang San tewas tewas terbunuh?”
“Bukankah dia tadi di sini bersama kita?”
Murid-murid bertanya-tanya dan tak ada murid yang mereka curigai. Karena tak ada yang meninggalkan halaman makam, kecuali Tang San sendiri.
“Karena tak ada yang mengaku, aku akan meramal murid-murid yang dicurigai,” kata tetua Clan Tang itu, dan matanya lansung tertuju pada Xiuhuan yang masih memejamkan matanya.
Tetua Clan Lou tahu maksud dari tetua Clan Tang itu.
“Tolong jangan persulit murid-murid Clan Lou-ku, Anda mencurigai mereka, kan. Mana mungkin mereka yang terluka begini bisa tiba-tiba muncul di tempat kejadian itu, kecuali murid-muridku berelemen Kegelapan atau memahami hukum ruang,” ancam Tetua Clan Lou membela murid-muridnya.
Tetua Clan Tang itu mendengus kesal, ia memang mengetahui tak ada yang berelemen Kegelapan pada murid-murid jenius dari Clan Lou. Namun, hanya mereka murid-muridnya yang selamat semua dari Paviliun makam ini, sedangkan dua murid jenius Clan Wu dan satu Clan Cao malah tewas, belum lagi dari Clan lain.
__ADS_1
Bukan hanya tetua Clan Tang yang mencurigai murid-murid Clan Lou sebagai dalang kematian murid-murid dari Clan lain, tetapi tetua dari Clan besar lainnya juga. Namun, mereka tak bisa asal sembarangan menuduh, kalau tak bukti kuat—walaupun Xiuhuan adalah pihak yang paling mereka curigai. Karena Xiuhuan cuma peringkat 40, dan kenapa bisa ikut mendampingi peringkat enam besar menjelajahi Paviliun makam itu.
***
“Apakah ada lagi yang mencurigai murid-murid Clan Lou?” teriak tetua Clan Lou, dia cukup marah dengan dugaan tak berdasar itu. “Kalau tidak ada, kami akan kembali ke kota Nancheng, karena dua muridku terluka berat,” katanya lagi sembari mengeluarkan Kapal terbang miliknya.
Tetua Clan lain saling berbisik-bisik dan tak berani menjawab ucapan tetua Clan Lou yang merupakan Clan peringkat ketiga di Benua Kun Lun tersebut.
“Silahkan Anda kembali saja, tetapi kami akan meminta Sekte Qingyun untuk melakukan investigasi lebih lanjut perihal kematian tak wajar dari murid berbagai Clan ini.”
Tetua Clan Wu angkat bicara, ia termasuk yang mencurigai keterlibatan murid Clan Lou atas kematian muridnya, karena ia mendengar kabar Wu Tianji menyukai Lou Xue, sementara Lou Rong juga menyukai gadis tercantik di benua Kun Lun itu. Bahkan Cao Yao terang-terangan mengatakan dia menyukai Lou Xue juga.
Tuduhan murid-murid Clan Lou sebagai dalangnya sungguh tak terelakkan, walaupun mereka tak bisa dihukum juga, karena tak ada bukti-bukti.
“Ya, saya harapkan tetua dapat menemukan siapa dalangnya,” sahut tetua Clan Lou menaiki Kapal terbang yang diikuti oleh keenam murid Clan Lou.
Lou Yao mendekati Xiuhuan, ia tersenyum lebar. Karena melihat Xiuhuan mengangkat Lou Rong dan gadis berambut merah keluar di detik-detik terakhir saat Paviliun makam roboh.
“Saudara Xiuhuan ... apakah kamu berhasil mencapai lantai ketujuh?” Lou Yao sangat penasaran, karena ia hanya mencapai lantai ketiga saja dan menemukan ruang di lantai itu sudah kosong melompong.
Xiuhuan mengeluarkan Pedang Meteor dan mengembalikannya ke Lou Rong. Sedangkan semuanya menatap heran pada Xiuhuan, kenapa Pedang pusaka tingkat tinggi itu berpindah tangan padanya.
“Kalian jangan salah sangka!—Mana bisa aku menggunakan Pedang untuk elemen Api itu, sedangkan Aku cuma berelemen Air,” sahut Xiuhuan menyadari tatapan mata mereka adalah mencurigainya. “Itu kuambil dari lantai, karena saudara Rong terluka parah saat menghadapi siluman. Masalah harta, aku tak sempat mengambilnya; karena Paviliunnya keburu runtuh hahaha ....” Xiuhuan tertawa masam, berbohong pada mereka.
Lou Xue tak percaya dengan ucapannya. Karena ia telah melihat ruangan lantai tiga yang dipenuhi oleh harta milik Xue Hu. Namun, ia bukanlah tipe orang yang suka berdebat, jadi ia diam saja, tetapi terdengar helaan nafas panjang darinya; yang membuat Xiuhuan tersenyum getir.
__ADS_1
...Bersambung...