Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Hari Kedua Kompetisi Naga Qingyun dan Tujuh Superstar


__ADS_3

Lou Xue tampak mondar-mandir di halaman rumah. Sepertinya ia gelisah Xiuhuan dan Lou Jingmi belum datang juga, padahal sebentar lagi akan malam.


Xiuhuan muncul dengan senyum-senyum menatap Lou Xue, tetapi Bidadari Salju itu diam saja dan meraih Lou Jingmi dari gendongan Xiuhuan—barulah senyumannya yang sangat langka itu terlihat.


“Jingmi pasti haus, ya?” Lou Xue langsung memberikan asi eksklusif padanya. “Ibu rindu denganmu!” Dia berbicara pada Lou Jingmi.


Xiuhuan yang melihat bayinya itu dengan lahap menyeduh susu eksklusif langsung dari wadahnya, ikut tergiur. Dia pun berdehem, “Ah, haus sekali. Apakah kurang minum, ya?” Xiuhuan melirik Lou Xue yang asyik menciumi tangan mungil Lou Jingmi. “Wadah sebelahnya tidak dipakai, bolehlah ayahnya diberikan juga agar lebih bertenaga,” canda Xiuhuan mana tahu diberikan.


Lou Xue menatapnya tanpa berkedip, sehingga membuat bulu kuduk Xiuhuan berdiri dan iapun memutuskan berlari ke dalam rumah agar tidak dimarahi oleh istri sedingin es itu.


“Eh, Xiuhuan gege sudah pulang. Padahal saudari Xue sangat khawatir, kalian belum muncul-muncul padahal sebentar lagi akan gelap,” kata Chi Lian menghampiri Xiuhuan dengan Hanfu yang sangat ketat dan sedikit transparan.


Xiuhuan yakin ini pasti kerjaan Bai Xinqi dan Jie Louqing, karena ia tadi mengatakan pada Chi Lian untuk bertanya pada mantan Janda Raja Qin Song itu bila membutuhkan referensi saat melalui malam pertama.


Xiuhuan langsung memuji penampilannya, sedangkan Lou Xue lewat disebelahnya tak berkomentar apa-apa. Dia langsung menuju meja makan.


Wajah Chi Lian memerah dan salah tingkah seketika. Dia pun tak tahu harus melakukan apa selanjutnya, hingga Xiuhuan membawa makan bersama dengan Bai Xinqi, Jie Louqing dan Lou Xue, sedangkan yang lain masih berkultivasi.


Lou Jingmi senyum-senyum digendong Lou Xue, sepertinya ia lebih nyaman dengan ibunya dari pada ayahnya. Dia malah lebih banyak tidur saat Xiuhuan membawanya jalan-jalan dan sesekali saja tersenyum.


“Makan yang santai saja saudari Lian. Jangan tergesa-gesa begitu, Xiuhuan gege tak akan ke mana-mana.” Jie Louqing menggoda Chi Lian yang melamun saja sejak tadi.


“Hmm, Apa kamu sudah tak sabar, Lian‘er?” goda Xiuhuan juga.


Chi Lian mengangguk, sehingga Xiuhuan tersenyum lebar dan berhenti makan. Dia kemudian membuat Perisai air menutupi ranjang milik Chi Lian dan menarik tangan gadis berambut merah itu ke atas ranjang, sehingga Bai Xinqi dan Jie Louqing tertawa terkekeh-kekeh melihatnya—sedangkan Lou Xue tak bereaksi apa-apa, ia seperti tak tertarik dengan yang begituan.

__ADS_1


***


Malam ini sangat indah sekali, karena hamparan bintang berkelap-kelip menghiasi langit. Entah apa yang terjadi dalam perisai itu hingga tak terasa Monster Ayam yang suka bernyanyi dikala menjelang pagi—membangunkan tidur malam Xiuhuan.


Dia segera keluar rumah dan melakukan lari pagi untuk melatih fisiknya. Selain rajin berkultivasi, ia juga rajin latihan tanpa menggunakan tenaga dalam. Peristiwa yang terjadi saat ia menghadapi Naga Shuilong telah memberinya pelajaran; ternyata ada juga jurus yang mampu menghilangkan Sihir, sehingga ia telah mengantisipasi akan hal itu dengan latihan fisik dan belajar beladiri.


Ketika matahari telah mulai menyingsing, Xiuhuan kembali ke rumah untuk bersiap-siap menuju area Kompetisi Naga Qingyun dan Tujuh Superstar.


“Lian‘er masih terlelap tidur, ya?” tanya Xiuhuan pada Bai Xinqi yang menggendong Lou Jingmi, sedangkan Lou Xue telah pergi lebih dulu.


“Mungkin ia terlalu lelah,” sahut Jie Louqing dengan seringai tipis diwajahnya.


Xiuhuan hanya tersenyum dan mencium pipi Lou Jingmi. Dia langsung menuju area Kompetisi dan memutuskan tidak menggunakan Pedang Penghancur Semesta lagi, karena ia merasa menggunakan Pedang Pusaka tingkat tinggi itu terlalu curang, karena malah memudahkannya melawan peserta lain—seperti Cheat dalam dunia game saja.


“Ah, bahaya menggunakan Roh Pedang Sidat Listrik, bisa-bisa Lou Yi membunuhku nanti,” gumam Xiuhuan—melamun membayangkan adegan seperti Sun Wu Kong.


Sesampainya di tempat kompetisi Naga Qingyun dan Tujuh Superstar. Bola kecil ditangannya langsung bersinar dan menuntunnya menuju sebuah panggung.


Mata Xiuhuan kemudian tertuju pada pria tampan dengan kipas bambu ditangannya. Dia adalah anggota Aula Hukum yang bersama Cao Chang‘e kemarin.


Pria itu menatap tajam pada Xiuhuan, ia seperti menatap musuh besar saja. Sehingga ia tak melewatkan sedikit pun pandangannya dari Xiuhuan.


“Sepertinya aku telah membuat musuh baru dengan anggota Aula Hukum, padahal kemarin aku sudah menyatakan perang pada Wu Xiong dan pendukung fanatiknya,” gumam Xiuhuan—baru menyadari ia telah salah membuat strategi.


Diaken Sekte Qingyun melayang di udara dan berkata, “Peraturannya tetap sama seperti kemarin. Tiga-Dua-Satu mulai!”

__ADS_1


Xiuhuan mengalirkan qi seluas telaga biru pada Tongkat Bambunya dan langsung memukul peserta yang berada di sebelahnya hingga terpental ke luar panggung.


Cao Chang‘e dan Wu Xiong menonton pertarungan Xiuhuan itu dari pinggir panggung. Namun, Xiuhuan tak menyadari keberadaan mereka, karena ia tidak memperhatikan sekelilingnya dan terlalu fokus pada anggota Aula Hukum itu.


Pria tampan dari Aula Hukum langsung melempar kipas bambu ditangannya, sehingga berubah menjadi kipas raksasa dan dia melompat menangkap Kipas bambu itu, “Sapuan Tornado!”


“Wau ... Cao Chung keren!” teriak murid-murid wanita—ternyata ia cukup populer juga, walaupun tidak sepopuler tujuh calon terkuat yang akan menjuarai Tujuh Superstar.


Xiuhuan menjauh darinya, ia tak ingin berurusan dengan anggota Aula Hukum dan memilih melawan peserta lainnya. Namun, Cao Chung malah mendekatinya, bahkan ia tak peduli dengan lawan dibelakangnya—Dia fokus menyerang lawan yang ada dihadapannya saja.


“Sepertinya si Chung itu mengincarku, apa aku rusak saja wajahnya supaya fans fanatiknya beralih mendukungku nanti,” gumam Xiuhuan memutuskan tidak berpindah tempat lagi.


“Membesar!” seru Xiuhuan dan Tongkat Bambu ditangannya membesar seratus kali lipat dan ia mengayunkan Tongkat Bambu raksasa itu kearah Cao Chung sembari menyeringai menatapnya.


Boommm!


Panggung itu bergetar hebat, untung saja ada empat Diaken Ranah Absolute God yang berelemen tanah di setiap sudut panggung untuk meregenerasi kembali panggung yang rusak.


“Itu hampir saja!” gumam Cao Chung berhasil menghindari Tongkat Bambu raksasa itu. “Apakah ia mengincarku atau itu hanya serangan acak saja?” Cao Chung memicingkan matanya.


Cao Chung sangat senang saat melihat Xiuhuan satu panggung dengannya. Dia sangat cemburu kemarin saat Cao Chang‘e malah tampak peduli padanya. Apalagi ia telah mendengar bahwa sebenarnya para wanita di Sekte Qingyun sangat memuji ketampanan Xiuhuan—untung saja ia berperangai sedikit buruk, yaitu memiliki banyak istri. Sehingga para murid wanita terus menghindarinya takut terkena jurus Pesona ketampanannya.


Entah dari mana rumor itu beredar, tetapi sejak rumor itu beredar para murid pria tidak terlalu cemburu lagi pada Xiuhuan. Karena sejauh ini belum ada murid wanita Sekte Qingyun yang masuk dalam jebakan haremnya, kecuali Lou Xue yang sebenarnya masuk jebakan saat masih di Clan Lou bukan di Sekte Qingyun.


Namun, Cao Chung tidak ingin wanita idamannya itu terlalu dekat dengan Xiuhuan, apalagi saat ini Cao Chang‘e malah menonton pertandingan mereka—tentu saja ia tak ingin kalah dalam pertandingan ini dan akan menunjukkan kemampuan terhebatnya.

__ADS_1


__ADS_2