
Xiuhuan melesat jauh lebih dalam ke kawasan gunung Lou Feng. Namun, saat ia akan mendapatkan target buruan, malah ketemu dengan murid Sekte Qingyun, sehingga Xiuhuan harus mengalah dan pergi ke tempat lain.
Xiuhuan melesat cukup jauh, tetapi terlalu sulit mencari buruan di area yang menempuh setengah hari bila melesat dengan kecepatan milik Xiuhuan.
Kawasan gunung Lou Feng itu sangat luas, mungkin hampir seluas Kekaisaran Wei di daratan utama. Sehingga Xiuhuan mulai berpikir untuk ke bagian timur kawasan gunung Lou Feng, mungkin di sana akan jarang murid-murid Sekte Qingyun, karena areanya cukup jauh. Lagi pula, para monster kabur ke arah barat, bukan ke arah timur.
...Lingkaran merah adalah lokasi yang akan dituju oleh Xiuhuan...
Xiuhuan mengeluarkan Kapal terbang miliknya dan melesat seketika melewati pesisir pantai.
Menggunakan Kapal terbang cukup praktis, tak sampai habis teh ditangannya diseduh. Dia telah sampai ke tujuan.
Xiuhuan mendarat di pinggir pantai, untuk antisipasi mana tahu ada murid Sekte Qingyun yang sepemikiran dengannya.
“Tak ada apapun di sini, bahkan nyamuk sekalipun. Apa para monster itu benar-benar kabur ke arah Benua Kun Lun. Monster seperti apa yang membuat mereka takut?” gumam Xiuhuan melangkah makin jauh kebagian dalam kawasan gunung Lou Feng.
Melewati rimbunnya hutan bakau, Xiuhuan juga menyempatkan mengumpulkan tanaman sumberdaya, karena ia menemukan beberapa tanaman sumberdaya yang berusia ratusan tahun. Lumayanlah bila dijual, walaupun harganya murah; seperti tanaman sumberdaya yang ditanam penduduk di Benua Kun Lun Utara.
“Itu!” Xiuhuan terkejut bercampur senang. “Itu adalah mawar setan berusia 100.000 tahun. Kalau tidak salah dalam buku sumberdaya yang kubeli di Aula Kayu, itu seharga 100.000 juta keping emas. Karena itu adalah bahan pembuat Pill penyambung nyawa. Di mana seseorang yang baru meninggal bisa dihidupkan kembali, bila menelan Pill penyambung nyawa, asalkan tidak lebih dari sehari.”
Mata Xiuhuan lansung kuning seperti kepingan emas. Dia berpikir harus mendapatkan mawar setan itu, walaupun konon katanya; mawar setan itu akan melepaskan racun mematikan ke udara. Belum lagi mawar setan itu bisa kabur saat akan dipetik, ia seolah-olah seperti hewan atau manusia saja.
“Hehehe ... ke sinilah emasku!” Xiuhuan tersenyum lebar, sedangkan mawar setan yang ada puncak Kayu gaharu membuka matanya, sehingga Xiuhuan terkejut. “Apa kau telah memiliki roh? Jangan-jangan bisa bicara juga.” Xiuhuan mencoba berkomunikasi dengannya. Namun, mawar setan itu malah mengeluarkan asap beracun untuk mengusir Xiuhuan.
__ADS_1
Dia tersenyum lebar, “Racun seperti ini tak akan mempan pada belut tampan.” Xiuhuan mengejek mawar setan itu, dengan mengeluarkan jurus putaran air menutupi tubuhnya. “Hehehe ... bagaimana lagi caramu lagi meracuni belut tampan ini.” Putaran air itu juga menyerap racun itu, tetapi airnya lansung jatuh ke tanah, agar tidak meracuni Xiuhuan.
Mawar setan membelalakkan matanya, ia tak menyangka racunnya tak bekerja. Namun, ia masih bisa bernafas lega, karena berada di puncak Kayu gaharu.
Xiuhuan mengeluarkan Pedang dan menebas pohon gaharu hingga tumbang bersama mawar setan itu. Xiuhuan tak menunggu lama lagi, ia langsung menerkam mawar setan, tetapi mawar itu malah melompat menghindar dari Xiuhuan.
“Hebat juga kamu, ya! Bisa menghindar, tetapi tadi itu hanya pemanasan saja. Bagaimana dengan yang ini.”
Xiuhuan menggunakan mode Penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik, membuat mawar setan hampir muntah darah. Matanya keluar sesaat dan masuk lagi.
“Hmm, kenapa ia ketakutan? Apa ia mengira Aku adalah Naga Lou Feng,” gumam Xiuhuan keheranan, karena tidak ada yang menggunakan kontrak dengan Roh Pedang di Benua Kun Lun.
Mawar setan itu kabur ke arah dalam kawasan gunung Lou Feng, tepat dekat bukit Tianwu.
Mawar setan lansung menuju puncak bukit Tianwu, sedangkan Xiuhuan kembali ke mode manusia; takut ada Kultivator yang melihatnya.
“Cih, seratus juta-ku lenyap,” gerutu Xiuhuan sambil memperhatikan bekas pertarungan itu. Ada banyak noda darah di sana dan beberapa potongan tubuh manusia juga. “Sepertinya ada murid-murid yang tewas.” Dia merasa kasihan pada mereka, hanya gara-gara ingin menghasilkan Kristal yang lebih mahal harganya malah mengambil resiko menghadapi monters yang jauh lebih kuat.
Xiuhuan tak berkaca, dia juga begitu. Sudah jelas Immortal Awal, malah nekad masuk lebih dalam kawasan gunung Lou Feng.
Walaupun sudah tahu di kawasan itu sangat berbahaya, Xiuhuan tetap menuju puncak bukit Tianwu untuk menangkap mawar setan, seratus jutanya itu.
Xiuhuan menemukan sebuah gua yang sangat besar. Saking besarnya, pintu masuknya saja berdiameter Lima puluh tombak.
“Makhluk apalah yang bersarang di sini? Apa jangan-jangan gara-gara makhluk ini, murid-murid Sekte Qingyun tewas tadi,” gumam Xiuhuan mencium bau mawar dari dalam gua yang sangat gelap itu.
__ADS_1
Xiuhuan berjalan perlahan ke dalam dengan mengandalkan indra penciuman dan pendengarannya untuk mendeteksi mawar setan atau monster.
“Bunga mawar merah suatu tanda cinta ....” Xiuhuan bernyanyi lagu dangdut untuk memancing apakah ada monster di dalam. “Sepertinya tak ada, padahal aku sudah menunjukkan suara emasku.” Langkah kaki Xiuhuan makin masuk ke bagian terdalam gua tersebut.
Xiuhuan melewati berbagai belokan di dalam gua itu, hingga Dia akhirnya melihat seberkas cahaya.
“Gawat! Monster Level Tian!” Xiuhuan lansung terkejut, jantungnya berdebar-debar hebat, nafasnya tersengal-sengal. Baru kali ini ia merasakan ketakutan hebat setelah ditinggal pergi oleh orangtuanya, karena harus ikut mengorbankan diri untuk membuat Perisai yang melindungi Pulau Niao.
Monster yang dilihat Xiuhuan adalah ular hijau daun, yang menyemburkan racun mematikan dan juga sisiknya bisa berubah menjadi senjata yang mirip Pedang terbang seperti milik Lou Nian.
“Untung dia tidur, apa sedang kekenyangan setelah memakan beberapa bagian tubuh murid-murid Sekte Qingyun,” gumam Xiuhuan.
Mawar setan yang ia kejar juga berada di atas kepala monster hijau daun, ia tampak seperti mengejek Xiuhuan, karena tak berani masuk menangkapnya.
Xiuhuan merasa tersinggung dengan ekspresi mawar setan itu dan memutuskan melangkah pelan-pelan agar tak menimbulkan kegaduhan. Bisa gawat, bila monster Level Tian atau monters yang telah berusia lebih dari 501 tahun—Itu merupakan Level tertinggi monster.
“Eh, masih ada satu gadis di mulutnya. Ular sawah ini kekenyangan mungkin sehingga ketiduran dan tak menelan gadis malang ini,” gumam Xiuhuan memeriksa urat nadinya. “Dia masih hidup.” Xiuhuan terkejut, tetapi tidak berani menolongnya—kalau ditarik, pasti akan membangunkan ular hijau daun itu.
“Sekarang kau tak akan bisa kabur lagi,” bisik Xiuhuan pada mawar setan, yang lansung melompat menuju keluar gua. “Apa ia bodoh, sudah jelas-jelas di sana kupasang perisai air yang mengandung listrik, sama saja ia menyerahkan diri.” Xiuhuan tersenyum lebar.
Ucapan Xiuhuan lansung terwujud, mawar setan itu tersengat listrik dan tak bisa keluar dari Perisai air.
“Nah, saat kabur dan Seratus Juta, aku datang padamu!” gumam Xiuhuan kabur mengambil mawar setan. Namun, kakinya seperti tersangkut. Xiuhuan lantas menoleh ke bawah, “astaga, kenapa gadis ini memegang kakiku,” gumam Xiuhuan hampir menangis, karena tangan gadis itu tak mau lepas dari kaki Xiuhuan.
...~Bersambung~...
__ADS_1