Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Liu Ya Vs Wei Chen


__ADS_3

Kekalahan Xinran membuat Liu Ya lebih hati-hati menatap pertandingan gilirannya beberapa saat lagi. Berkembang pesat dan dijuluki murid jenius tak menjamin akan memenangkan pertandingan. Itulah yang ada di benak Liu Ya saat ini.


***


“Aku harap muridmu melawan kekasihmu hahaha ....” tetua ketiga lagi-lagi mengejek Xiuhuan. Karena sebentar lagi akan memasuki pertandingan level Pendekar Pedang tahap 16. Yang berarti Liu Ya, murid terakhir Xiuhuan akan berlaga.


“Mudah-mudahan janganlah! Tidak seru nanti, jika lansung bintang utamanya yang berlaga!” sahut Xiuhuan dengan wajah masam, karena Zhang Fei masih menyinggung mengenai Xiao Lian, muridnya Xiao Liu itu.


“Kalian bisa diam tidak? Dari tadi berbusa saja mulutnya!” Bentak Xiao Liu pada keduanya. Membuat mereka lansung menyalakan mode diam.


Suasana hati Xiao Liu kini memang sedang tak baik, setelah ia mengetahui suami palsunya telah meniduri murid kesayangannya sendiri. Tentu saja Xiao Liu ikutan malu, karena saat ini mereka adalah sepasang suami-istri, walaupun itu hanya bohongan untuk mengelabuhi Clan Yin yang akan segera datang melamar Xiao Liu untuk tuan muda Yin Song, anak ketua Clan Yin dari kota Yan Luo.


***


“Pertandingan pertama adalah Liu Ya, murid Tetua keenam lawan Wei Chen, murid tetua pertama!” seru wasit pertandingan.


Keduanya lansung memasuki arena pertandingan.


“Pertarungan kita yang tertunda tadi akhirnya berlanjut juga,” kata Wei Chen.


Ia menyeringai melihat Liu Ya, karena tadi duel mereka diganggu dengan kehadiran Xiao Lian, yang juga kandidat juara pada level Pendekar Pedang tahap 16 ini.


“Mohon bimbingannya senior Chen!” sapa Liu Ya sembari lansung melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Elang Putih miliknya.


Liu Ya lansung mengepakkan sayapnya dan melayang di udara. Tangan kanannya memegang Pedang rohnya.


“Oo, aku suka dengan semangatmu itu!” sahut Wei Chen yang juga lansung melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Phoenix.


Sepasang sayap berwarna merah menyala dengan memancarkan hawa panas. Dan tak lupa Pedang Rohnya juga telah siap untuk menebas lawannya.


“Baiklah pertandingan antara Liu Ya lawan Wei Chen ... dimulai!” seru wasit pertandingan.


“Langkah angin! Tebasan Badai Angin!”


Liu Ya lansung melesat menebas Wei Chen.

__ADS_1


Murid terbaik tetua pertama itu lansung menangkis tebasan Pedang Liu Ya itu dengan jurus Putaran Badai Api Phoenix.


“Boommm!”


Kedua terhempas mundur beberapa langkah, akan tetapi tetap melayang di udara. Wei Chen tersenyum tipis, ia tak mengira gadis kecil dihadapannya itu akan berinisiatif menyerang lebih dulu.


“Kau hebat Liu Ya,” guman Xiuhuan sambil mengepalkan tangan.


Tetua ketiga meliriknya, “Huh, palingan kalah juga!” katanya dalam hati, sembari menatap sinis Xiuhuan.


Seakan mempunyai indra keenam, Xiuhuan juga menatap sinis Zhang Fei. “Muridku pasti menang, kau pasti iri!” katanya juga dalam hati.


“Tak mungkin ferguso!” sahutnya dalam hati, seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Xiuhuan.


“Huh, lihat saja!” guman Xiuhuan lagi dan memalingkan wajahnya.


Xiao Liu yang melihat mereka saling bertatapan kebingungan. “Ada apa dengan kedua orang ini, aneh sekali sedari tadi,” katanya dalam hati.


***


Awalnya ia mengira Liu Ya tak akan memiliki kekuatan yang cukup besar menghadapinya, karena Liu Ya baru naik level kemarin, namun ternyata dugaannya salah besar.


“Baiklah aku juga akan serius!” seru Wei Chen kemudian melesat mengejar Liu Ya. “Tebasan Phoenix!” katanya, yang kemudian api besar berbentuk burung Phoenix mengiringi tebasan pedangnya.


Liu Ya tak mau kalah, tanpa ragu ia juga maju kedepan.


“Tebasan Badai Angin!” seru Liu Ya. Angin badai juga menyertai tebasan pedang Liu Ya.


“Trang-trang-trang!” kedua pedang saling beradu diudara.


Keduanya cukup seimbang, api besar Wei Chen tak sanggup melahap Angin badai Liu Ya. Sekarang bukan soal kekuatan lagi yang menentukan kemenangan pertandingan ini, tapi juga ketangkasan.


Liu Ya menukik terbang kebawah dan Wei Chen juga ikut terbang kebawah, ia tak membiarkan Liu Ya kabur begitu saja.


Liu Ya tersenyum tipis, ternyata Wei Chen memakan umpannya. Seketika itu juga ia berputar dan menukik terbang ke atas.

__ADS_1


“Tusukan Tornado!” seru Liu Ya yang berbalik menusuk ke atas. Sebuah badai tornado yang mirip dengan Bor raksasa muncul seiring berjalannya serangan Liu Ya.


“Apaaaa!” Wei Chen kaget, tiba-tiba Liu Ya menyerang balik. “Tusukan Phoenix!” katanya yang mau tak mau meladeni serangan Liu Ya. Api raksasa berbentuk burung Phoenix menukik ke bawah seiring tusukan pedang Wei Chen.


“Boommm!”


Wei Chen terhempas tinggi ke udara, ia kalah selangkah dari Liu Ya, karena Wei Chen hanya mengalirkan sedikit qi, pada jurus barusan yang ia gunakan. Berbeda dengan Liu Ya yang menggunakan hampir 30% qi dari kapasitas Rongqinya.


Tak sampai disitu, Liu Ya melihat peluang untuk mengakhiri pertandingan ini. Dengan langkah Angin, ia menukik kembali untuk menusuk Wei Chen terhempas tinggi ke langit itu.


“Ah, gawat!” Wei Chen menyadari Liu Ya sudah hampir menusuknya.


“Berhenti!”


Wasit pertandingan menangkis tusukan pedang Liu Ya.


“Pemenangnya adalah Liu Yaaaaaaa!” seru wasit pertandingan.


***


“Hahahaha apa kubilang, muridku ini jenius langka!” Xiuhuan berteriak kegirangan saat wasit mengumumkan Liu Ya memenangkan pertandingan ini.


“Kau hebat kakak Liu Ya!” sapa Shuyan yang lansung memeluknya saat Liu Ya menghampiri mereka.


“Kau keren sekali saudari Liu Ya!” sapa Dou Yi juga.


“Betul, kami tak menyangka kau berhasil mengalahkan murid unggulan!” seru Huan juga.


“Hahaha hanya beruntung saja,” jawab Liu Ya merendah.


Dengan ini, Liu Ya telah masuk lima besar. Lawannya selanjutnya adalah pemenang pertandingan antara Xiao Lian dan Lei Feng, murid tetua ketiga. Sebelum itu dimulai, kelima peserta yang kalah akan dipilih satu terbaik menurut para kepala Clan yang ikut menonton untuk mengisi satu slot peserta untuk menggenapkannya menjadi enam peserta.


Hanya hitungan beberapa tarikan nafas saja, Xiao Lian sudah mengalahkan Lei Feng. Yang secara otomatis ia akan berhadapan dengan Liu Ya dipertandingan berikutnya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2