Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pengantin Baru


__ADS_3

“K-kau datang membawa wanita cantik yang berasal dari Kerajaan Yuan dan kalian ingin menikah.” Ketua Sekte terkejut mendengar permintaan Xiuhuan, agar ia menjadi saksi pernikahan mereka. “Berarti kau berkelana bukan memperkuat dan memperbanyak pengalaman. Padahal kamu sudah memiliki istri di kota Guangxi, ditambah lagi ini!” Ketua Sekte geleng-geleng kepala.


“Ah, sebelumnya aku juga sudah menikah tiga kali. Dua janda dan satu gadis cantik hehehe ...." Xiuhuan menyeringai.


“Da-dasar murid tukang kawin! Kalau begini bisa keropos dengkulmu itu!” Ketua Sekte makin geleng-geleng kepala mendengarnya. “Ya, Sudahlah ... kuharap jangan nambah lagi, fokuslah ke kompetisi,” kata Ketua Sekte setuju menjadi saksi pernikahan mereka.


“Justru aku senang menikahi wanita seperti Yan‘er ini. Kuat dan cantik, cocoklah dibawa berpetualang,” gumam Xiuhuan.


Setelah proses pernikahan mereka berjalan lancar. Xiuhuan dan Gu Ruyan memilih menyewa kamar di Penginapan mewah yang biaya inap semalamnya butuh 10.000 Poin.


Poin segitu kalau ditangan penduduk miskin sudah dapat bertahan hidup selama tiga tahun. Ini cuma digunakan untuk biaya inap semalam saja. Apalagi mereka akan menginap sampai acara kompetisi antar Sekte selesai.


“Yan‘er minum ini dan serap dengan baik.” Xiuhuan menyerahkan botol cairan berwarna merah. “Hehehe ... kalau masalah si Joni kapan-kapan saja bisa dilakukan. Lebih baik kamu menjadi kuat lebih dulu agar tidak mudah terluka saat bertemu musuh kuat,” katanya lagi.


Gu Ruyan heran dari mana datangnya botol cairan berwarna merah itu. Padahal Xiuhuan cuma berdiri di hadapannya sejak tadi.


“Kamu pasti bingung, ya? Lihat ini!” seru Xiuhuan menggosok cincin dimensi miliknya dan memikirkan perhiasan diantara tumpukan barang-barang milik Lou Yun itu.


Tiba-tiba muncul di tangan Xiuhuan sebuah kalung emas yang sangat bagus. Bahkan Xiuhuan sendiri ikut terkejut, padahal sebelumnya ia tak kepikiran ke sana. Sehingga Mei-Mei belum diberikan kalung emas oleh Xiuhuan.


“Indahnya!” seru Gu Ruyan menyambar kalung emas itu dari tangan Xiuhuan. “Ini hadiah pernikahan kita ‘kan, babang tampan,” kata Gu Ruyan lagi.


Xiuhuan tersenyum dan mengangguk. Gu Ruyan menggunakan panggilan itu, karena Xiuhuan pernah mengatakan istilah itu untuk menggodanya.


“Ini adalah cincin dimensi yang aku temukan di makam Immortal Lou Yun, tetapi jangan diceritakan kesiapa saja, ya! Bahaya, pasti banyak yang menginginkan cincin dimensi ini bila mereka tahu kegunaannya.”


“Nah, sekarang minumlah cairan berwarna merah itu. Kemudian berkultivasi, aku akan tidur di sebelahmu,” kata Xiuhuan lagi.


Gu Ruyan mengenakan kalung emas itu dan meminum cairan berwarna merah itu. Gu Ruyan merasakan energi sangat besar dalam tubuhnya. Dia kemudian duduk bersila dan melakukan kultivasi.

__ADS_1


***


“Wah, Yan‘er belum selesai berkultivasi. Mudah-mudahan tak ada kendala,” gumam Xiuhuan baru bangun tidur, ia langsung bergegas keluar. Karena hari ini ia akan bertanding lagi.


Xiuhuan membuka pintu, ternyata di depan pintu sudah ada seorang murid Sekte Pedang Taiyang ingin mengetuk pintu.


“Ada apa? Mau mengganggu bulan maduku, ya?” ejek Xiuhuan, karena ia menduga Pendekar Pedang di depannya itu masih lajang. “Tak usah kau pikirkan, aku masih kuat berjalan kok walaupun lima puluh ronde semalam,” katanya lagi berjalan melewati murid tersebut.


Dong Xiao, nama murid itu berlari pelan mengikutinya dan membayangkan ucapan Xiuhuan itu. Dong Xiao sampai geleng-geleng kepala, antara percaya dan tidak percaya.


“Kita akan bertarung di grup D senior. Satu grup terdiri dari seratus peserta dan yang lolos ke babak berikutnya hanya satu peserta saja.” Dong Xiao memberi penjelasan.


Xiuhuan berhenti melangkah. “Berarti kamu yang akan kutendang lebih dulu saat di arena,” ejek Xiuhuan lagi dengan senyum lebar.


“Ja-janganlah senior. Tendang aku saat terakhir saja, agar pamor Sekte kita naik,” sela Dong Xiao.


“Kalau terakhir itu tendangannya sangat sakit lho, bisa koma tujuh hari tujuh malam,” kata Xiuhuan lagi.


Xiuhuan tiba-tiba berhenti melangkah, sehingga Dong Xiao menabrak punggungnya.


“Oh, senior Xiuhuan tertarik dengan lukisan itu, ya?” Dong Xiao tersenyum tipis, ia ingin mengambil hati Xiuhuan, agar ia tidak dibuat babak belur nanti. “Itu adalah lukisan Nyi Roro Kidul, siluman air. Dulu ada Pendekar Pedang wanita cantik yang membuat kontrak Roh Pedang dengannya.” Dong Xiao memberi penjelasan.


“Baru kali ini aku kepikiran. Bagaimana cara dia berdiri di ujung gelombang air itu? Apa kamu mengetahui teorinya atau ada trik khusus untuk melakukan itu?” tanya Xiuhuan tertarik ingin menggunakan cara itu untuk menarik perhatian penonton.


“Lho, bukannya senior Xiuhuan berunsur air dan dapat berjalan di atas air. Apa bedanya saat senior menggunakan jurus tsunami dan berdiri di atas air itu. Kan, senior yang mengontrol pergerakan aliran airnya.” Dong Xiao menjelaskan lagi.


“Yah, kok aku tak kepikiran ke sana, ya? Mungkin aku bolos sewaktu kelas membedah unsur air saat di Sekte hahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan. “Atau kebanyakan istri, sehingga lupa hal-hal sederhana karena terlalu fokus pada hal-hal rumit,” katanya lagi.


Keduanya meninggalkan Penginapan dan menuju arena kompetisi antar Sekte. Lagi-lagi, Ketua Sekte dan yang lainnya tak datang menonton Xiuhuan. Karena mereka yakin Xiuhuan pasti lolos juga.

__ADS_1


Saat sampai di arena kompetisi antar Sekte, ternyata pertandingan grup D belum dimulai, masih grup B yang bertanding. Sehingga Xiuhuan dan Dong Xiao harus menonton pertandingan membosankan itu.


***


“Akhirnya, perenggangan otot juga,” kata Xiuhuan memasuki arena bersama Dong Xiao, setelah grup C selesai bertanding.


“Huuuuuu!”


“Semoga kau kalah Xiuhuan!”


“Peserta sombong!”


“Wajah doang yang tampan, tetapi itunya kecil!”


“Usir dia!”


Baru juga melangkah Xiuhuan telah mendapatkan pujian dari tribun penonton. Mereka melempar sumpah serapah padanya, karena Xiuhuan menghina pemilik Paviliun Shilin kemarin.


“Susah juga kalau sudah terkenal begini, banyak fans fanatiknya,” kata Xiuhuan melambaikan tangan ke arah tribun penonton.


Bukan hanya penonton yang menaruh kebencian padanya, tetapi para peserta lain juga. Mereka merasa apes sekali satu grup dengan Xiuhuan. Mereka yakin Xiuhuan akan menggunakan jurus Tsunami untuk menghanyutkan mereka.


“Baiklah semua! Pertandingan grup D akan dimulai. Ini pasti menarik, karena ada Kuda-kudaan yang menjadi bintang baru kita,” kata pembawa acara menggunakan jurus penguat suara, sehingga terdengar jelas di seluruh arena. Dia adalah Pendekar Pedang dengan Roh Pedang Kakak Tua.


“Kuda hitam burung Pipit!” protes Xiuhuan, tetapi pembawa acara itu tak menanggapinya. Karena ia memang sengaja membalas hinaan Xiuhuan terhadap Lou Yi yang mereka anggap reinkarnasi Immortal itu


Wasit kompetisi melayang di udara, perisai benang jaring laba-laba telah dipasang. Dia kemudian memulai kompetisi.


Xiuhuan tercengang, tak ada yang bertarung. Semua peserta menatapnya, seolah berkata kami menantangmu.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2