
“Hoammmm!” Xiuhuan menguap. Ia kemudian melihat ke jendela kamar, ternyata sudah pagi. “Hmm, ternyata kemarin aku bablas saja tidurnya. Kuajak Qingyi lah, beli Pil Neraka itu untuk berkultivasi sebentar, mengisi kembali qi yang telah hilang sebesar 30% kemarin. Untung-untung bisa memperluas Rongqiku kembali, sudah lima ratus tahun tak bertambah luasnya,” gumam Xiuhuan sembari melangkah menuju kamar yang diinapi Qingyi dan Liu Ruyan.
“Qingyi‘er!” Panggil Xiuhuan mengetuk pintu kamar. “Bangun! Bangun! Nanti rejeki kalian di patuk ayam. Jangan tidur teroossssss!” teriak Xiuhuan lagi.
“Crekk!” Suara pintu kamar terbuka.
“Hmm, wanita yang mantap,” gumam Xiuhuan memandangi dua buah sesuatu yang mencolok dari tubuh Liu Ruyan. “Ehemm ... mana Qingyi?” Xiuhuan berdehem dan bertanya pada Liu Ruyan.
“Dia sedang berkultivasi, karena qi dalam Rongqinya terkuras habis kemarin. Mungkin tiga hari ini, ia tak akan keluar kamar,” sahut Liu Ruyan gugup. Ia bahkan tak berani menatap wajah Xiuhuan dan hanya menunduk saja sedari tadi.
“Oo, begitu, ya. Ayo temani aku jalan-jalan. Sekalian meminta Plakat murid Sekte Taiyang pada tetua Dong Shuliang,” ajak Xiuhuan.
“Me-menemani se-senior?” sahut Liu Ruyan seolah tak percaya apa yang ia dengar.
“Ya, Aku belum familiar dengan kota Guangxi ini. Anggap saja kita sedang kencan hehehe ....” Xiuhuan tertawa setelah mengatakannya. “Bercanda lho, nanti kekasihmu marah pula,” kata Xiuhuan lagi.
“Aku belum punya kekasih senior!” sahut Liu Ruyan malu-malu, wajahnya bahkan sudah merah merona mengatakannya.
“Betulkah?” kata Xiuhuan kaget mendengarnya, ia tak menyangka wanita cantik, dengan body bak gitar Spanyol itu tak ada yang menggaetnya. “Sayang sekali, aku ini pria tak bermoral dulunya. Sudah lebih dari 1000 orang yang kutiduri hehehe ... mudah-mudahan kau mendapatkan pria baik-baik, ya. Jangan lihat asal tampan saja, lihat juga prilakunya. Biar tak menyesal kemudian hari,” kata Xiuhuan lagi.
“Se-seribu?” Liu Ruyan sangat kaget mendengarnya. “Senior bercandanya terlalu berlebihan,” kata Liu Ruyan tak percaya dengan ucapan Xiuhuan.
__ADS_1
“Ya sudah, ayo.” Xiuhuan menarik tangan Liu.
“Kyaaaaa ... ta-tanganku dipegang,” gumam Liu Ruyan berkeringat dingin. Pikirannya lansung kosong tak tahu ingin berkata apa lagi.
***
“Tetua Shuliang!” sapa Xiuhuan memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kebiasaannya saat di Sekte Teratai Biru terbawa-bawa kemari. Untung saja, Dong Shuliang memakluminya, karena Xiuhuan adalah aset berharga baginya untuk naik menjadi tetua yang lebih tinggi.
“Seni–, eh Xiuhuan ... kebetulan sekali, ini Plakat Sekte Pedang Taiyang dan Plakat Paviliun Shilin.” Dong Shuliang lansung melempar Plakat itu dan ditangkap oleh Xiuhuan.
“Tetua ini aku menjadi murid khusus, ya?” tanya Xiuhuan setelah mengalirkan sedikit qi pada Plakat itu. Tertulis di sana Xiuhuan menjadi murid khusus tetua ke-77 dan 100.000 poin Sekte Pedang Taiyang. Sedangkan Plakat Paviliun Shilin tertulis 100.000 Poin juga.
“Itu komitmen saya dalam kerjasama saling menguntungkan ini. Dengan poin itu kau bisa menukar beberapa kita jurus di aula Kitab. Mana tahu dari ribuan kitab di sana ada yang berjodoh denganmu. Ingat jika kau ingin melaju ke babak final dan bertemu juara bertahan dari Sekte Pedang Tianshi. Kau harus memiliki banyak jurus untuk mengimbangi kehebatannya itu. ” Dong Shuliang menjelaskan.
“Betul juga, berarti aku harus berlatih lebih giat lagi di sini. Sekalian persiapan kompetisi Sekte,” kata Xiuhuan.
“Kau tak perlu berlama-lama di dalam Sekte ini. Cobalah berpetualang, bukannya kau belum mengerti dengan perubahan yang terjadi setelah 10.000 tahun ini. Aku akan membicarakan kuotamu pada Ketua Sekte,” sahut Dong Shuliang.
Dong Shuliang percaya dengan ucapan Qingyi, bahwa Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang telah berusia puluhan ribu tahun, yang baru selesai melakukan kultivasi tertutup. Sehingga Xiuhuan belum tahu perkembangan daratan utama ini.
“Bagaimana dengan peringkatmu nanti, bukannya tak akan meningkat, jika aku tak ikut bertarung?” tanya Xiuhuan.
__ADS_1
“Itu sih, gampang. Nanti kau dinilai sejauh mana melewati kompetisi sesungguhnya di Kota Shenlong. Kau mencapai 50 besar saja, aku sudah jadi tetua pertama nantinya,” jawab Dong Shuliang.
“Hahaha ... benar-benar simbiosis mutualisme. Aku suka dengan caramu itu tetua Shuliang. Kalau begitu kami pamit undur diri dulu.”
“Hmm, tak kusangka kau lansung mendapatkan wanita paling baik dan tentunya cantik dari Sekte Pedang Taiyang ini,” canda Dong Shuliang melihat Liu Ruyan memegang jubah Xiuhuan dari belakang.
“Akh, aku lupa!” sahut Liu Ruyan tak menyadari ia telah memegang jubah Xiuhuan sejak meninggalkan kamar.
“Kalau dia mau tak apa sih,” canda Xiuhuan juga. “Masalahnya aku ini sudah memiliki banyak wanita. Kalau ia mau rukun dengan mereka itu sangat bagus hahahaha ....” Lagi-lagi Xiuhuan bercanda yang membuat wajah Liu Ruyan merah merona mendengarnya.
“Tampang-tampangmu saja sudah terlihat jelas suka mengembat wanita. Pikirkan baik-baik Ruyan, jika kau ingin bersamanya. Kau harus siap-siap dia akan dikelilingi wanita cantik, kau juga harus agresif, agar mendapat jatah hahaha ....” Tetua Dong Shuliang malah ikut-ikutan bercandain Liu Ruyan yang salah tingkah kini.
“Baiklah tetua, aku dan calon bini ke 1002 pamit dulu, ya.” Xiuhuan dan Liu Ruyan bergegas meninggalkan ruang tetua Dong Shuliang.
Kini mereka menuju aula Kitab. Xiuhuan ingin melihat apakah ada jurus baru yang cocok dengannya.
Sepanjang perjalanan, semua mata tertuju pada mereka. Karena Xiuhuan dan Liu Ruyan berjalan berdampingan dan berbincang-bincang. Tampak wajah Liu Ruyan senyum-senyum mendengar cerita dari Xiuhuan.
Para murid laki-laki Sekte Pedang Taiyang itu memancarkan aura permusuhan pada Xiuhuan. Mereka sangat iri padanya. Baru kemarin ia berduaan dengan Qingyi, kini malah Liu Ruyan si pemalu juga diembatnya.
...⚔️Bersambung ⚔️...
__ADS_1