Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menjelajah Makam I


__ADS_3

Seluruh murid-murid dari berbagai Clan berlomba-lomba memasuki makam berbentuk Paviliun itu. Mereka tak ingin murid lain mendapatkan harta yang paling berharga di sana, walaupun mereka sudah tahu resiko yang akan mereka hadapi juga sangat besar.


Sebelum berangkat dari kota Nancheng, kelompok murid Clan Lou telah diberi tahu oleh tetua masing-masing bahwa di dalam Paviliun makam itu memiliki dunia sendiri yang berbeda dari benua Kun Lun.


Bahkan dunia dalam makam itu akan berubah-ubah tiap lantainya dan seperti pecahan puzzle akan berganti dalam kurun waktu tertentu.


Lou Xue menoleh kebelakang dan tak melihat Xiuhuan, ia geleng-geleng kepala—mengapa murid baru itu malah berpisah dari rombongan mereka, padahal mereka sudah sepakat untuk tetap bersama hingga lantai lima.


***


“Nona dari Clan Xi!” Xiuhuan menghampiri mereka.


“Aduh kenapa ia malah mendekati kami,” gerutu Xi Luhui dalam hati sambil tersenyum dipaksakan. “Ada senior!” sahutnya.


“Hati-hati, makam ini seperti memiliki dunia sendiri dan tiap lantainya akan berubah-ubah disaat-saat tertentu. Aku sarankan kalian tetap bersama dan jangan berpisah. Sampai jumpa lagi, kalau kalian beruntung,” kata Xiuhuan lansung menghilang dengan jurus Langkah Kilat.


“Pria itu aneh sekali. Dia menyarankan kita untuk selalu bersama, sementara dia sendiri malah pergi sendiri,” kata teman Xi Luhui.


“Kita ikuti saja sarannya. Toh, kita adalah murid dari Clan terendah; jauh lebih aman bila tetap bersama,” sahut Xi Luhui mulai menjelajah lantai satu Paviliun makam itu.


Xiuhuan dengan mudah melewati berbagai rintangan menuju pintu lantai dua.


Tepat saat Xiuhuan memasuki lantai dua, seorang murid dari Clan Wu mengikuti Xiuhuan dengan kecepatan tinggi juga, tetapi terjadi pergeseran ruang dalam makam, tubuhnya terbelah dua; hingga darah menyembur dari perutnya mengenai wajah Xiuhuan.


Bagian atas tubuhnya masuk ke lantai dua, sedangkan lantai sisanya entah ke mana, karena saat pintu terbuka lagi; sudah muncul di ruang lantai satu, tetapi ruang berbeda.


“Aaaaaaa!” pekik murid wanita dari Clan lain saat melihat potongan tubuh di hadapan Xiuhuan.


“Ah, gawat, nanti ia salah sangka, aku yang membunuh pria ini,” gumam Xiuhuan langsung menghilang dari pandangan gadis itu. “Anjir, seram juga perputaran ruang di makam ini,” keluh Xiuhuan sambil menjelajahi ruang lantai dua.


Xiuhuan menggunakan jurus seribu bayangan dan sepuluh Kloning Manusia Air muncul. Dia mengedarkan kesadarannya pada mereka dan memberikan cincin dimensi satu persatu pada mereka.

__ADS_1


Cincin dimensi adalah barang biasa di benua Kun Lun, berbeda dengan di daratan utama atau Pulau Niao, cincin dimensi sudah seperti harta Karun nasional.


“Ambil semua, jangan sisakan apapun!” seru Xiuhuan berpisah dengan mereka. “Tekanan di lantai dua ini lumayan kuat, memperlambat gerakanku. Apakah ini hukum gravitasi? Kultivator pemilik makam ini sungguh hebat,” gumam Xiuhuan yang berada di ruang besar seperti ruang tempat menjamu tamu.


Ada kursi empuk terbuat dari bahan kapas dan meja panjang yang terbuat dari emas juga. Sungguh kemewahan yang luar biasa. Tanpa berpikir panjang, Xiuhuan lansung mengayunkan tangannya, semua benda di ruang tengah itu menghilang.


Mata Xiuhuan tertuju pada lukisan besar di dinding yang besarnya hampir tiga tombak.


“Ini pemandangan yang indah,” gumam Xiuhuan melotot melihatnya. Padahal ia sudah biasa melihat pemandangan asli di dunia nyata. Namun pesona lukisan wanita dengan berhanfu merah tipis-tipis itu tetap menggodanya. “Siapa wanita dalam lukisan ini, kecantikannya mirip dengan Lou Xue, sungguh beruntung suaminya.”


Xiuhuan membaca tulisan kecil di kanan bawah lukisan. “Xue Hu; Ratu dari pegunungan salju selatan.”


***


“Kakak, kenapa kita tak menemukan barang apapun di lantai dua? Bagaimana kalau kita lansung ke lantai tiga saja.”


“Usulanmu bagus juga, tetapi mencari pintu lantai tiga sulit juga. Ruangan di sini selalu berubah-ubah, apakah pemilik makam ini menguasai hukum ruang?”


“Kalian melawan jebakan-jebakan yang ada di sini saja dan aku akan menyimpan hartanya,” gumam Xiuhuan menyeringai, karena sejauh ini bisa melewati jebakan-jebakan di lantai dua dengan mudah.


Booommmmm!


Terjadi ledakan di sebuah ruangan dekat dari Xiuhuan, tetapi beberapa murid yang ada di sana malah kabur dan tampak gadis muda dengan hanfu compang-camping menyeka darah dari bibirnya.


Kulit seputih embun pagi juga tampak dari sela-sela hanfu miliknya yang sobek dan dua murid laki-laki dengan jubah Clan Fang, yang merupakan Clan peringkat tujuh tersenyum lebar menatap gadis malang itu.


Jiwa pahlawan kesiangan Xiuhuan segera muncul.


“Cih, kenapa laki-laki kampret selalu ada di mana-mana, walaupun mereka mengaku aliran putih.”


Xiuhuan berdiri di hadapan gadis itu, sembari menebar senyum hangat.

__ADS_1


“Malaikatku!” gumam gadis itu melihat Xiuhuan seolah-olah melihat laki-laki tampan bersayap dengan cahaya menyilaukan. “Tolong selamat aku!” Dia menangis tersedu-sedu.


“Kalian sungguh kejam, walaupun sekarang jaman kesetaraan gender. Namun, tak sepatutnya kalian mengeroyoknya,” kata Xiuhuan dengan tubuhnya mengeluarkan sengatan-sengatan listrik.


Kali ini ia mengeluarkan senjata murah seharga seratus keping emas dari cincin dimensi miliknya. Senjata itu berupa Palu raksasa, seperti yang digunakan para pandai besi menempa senjata.


“Kalian akan merasakan senjata dewa ini.” Xiuhuan mengangkat tinggi-tinggi Palu raksasa itu dan mengucapkan kata-kata, “Jurus Palu Tur Penghancur Paku Kehidupan!”


Kedua murid Clan Fang ketakutan, bulu kuduk mereka berdiri.


“Kakak Kay, bagaimana ini? Lawan kita adalah murid Clan Lou, peringkat ketiga Clan terkuat,” kata murid Clan Fang bertubuh tinggi besar dengan Trisula ditangannya.


“Jangan takut Fang Sin, mungkin dia hanya anak tetua manja dan dia tak masuk list murid terkuat Clan Lou.” Dia tersenyum lebar. “Kita bunuh juga si tampan menjengkelkan ini dan ambil hartanya; setelah itu barulah kita bersenang-senang dengan wanita cantik itu.”


“Baik kakak Kay,” sahut Fang Sin.


Keduanya lansung maju ke depan, menghadapi Xiuhuan yang melompat tinggi dengan Palu raksasa dipenuhi sengatan listrik. Mungkin saat ini Xiuhuan sedang membayangkan dirinya seperti Thor putra Odin dalam mitologi Nordik.


Booommmmm!


Fang Kay dan Fang Sin lansung hancur berkeping-keping dalam sekali timpukan Palu Tur Penghancur Paku Kehidupan Xiuhuan, dan lagi tubuhnya berlumuran darah dari muncratan darah kedua tubuh murid Clan Fang itu.


“Ah, aku terlalu kuat, mungkin harus lawan Dewa Odin atau beraliansi dengan Sun Go Kong menghancurkan istana langit.” Xiuhuan berkata sombong sembari mengeluarkan air dari sela-sela jarinya, membersihkan noda darah dari tubuhnya.


Saat Xiuhuan menoleh kebelakang, ternyata gadis itu telah pingsan, karena belum pernah melihat pembunuhan yang begitu mengerikan di depan matanya.


Xiuhuan mengangkat alisnya, “Ah, anak zaman sekarang terlalu manja; Bagaimana nanti jika terjadi perang antara Benua Kun Lun dengan Benua Resifel?—Mungkin mereka akan lari tunggang-langgang meninggalkan pertempuran.”


Xiuhuan menyiram gadis itu, sehingga bangun kembali dengan pakaian basah kuyup. Xiuhuan juga melihat sekilas pemandangan indah.


“Cepat kembali ke rekan-rekanmu, nanti aku tergoda juga,” canda Xiuhuan yang membuat gadis tersebut lansung kabur ke lantai satu. Mungkin ia akan keluar dari makam ini, karena trauma dengan kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2