Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Cao Chang‘e


__ADS_3

Xiuhuan melaju kebabak berikutnya dengan mudah. Dia belum bertemu salah satu dari tujuh murid paling potensial menjuarai Tujuh Superstar. Mungkin saja Tetua Wu Ming memang sengaja mengatur pertandingan agar murid-murid terkuat tidak bertemu diawal, sehingga saat babak final nanti akan ada pertarungan hebat.


Hari pertama kompetisi Naga Qingyun dan Tujuh Superstar telah berakhir, lebih dari dua pertiga peserta telah gugur, walaupun demikian besok masih tetap babak penyisihan dengan seratus murid bertarung di atas panggung dan satu murid saja yang lolos ke babak berikutnya.


***


“Bagaimana hasil pertandinganmu gege?” sapa Bai Xinqi saat Xiuhuan memasuki kediamannya itu. Bai Xinqi saat ini sedang menggendong Lou Jingmi.


“Tentu saja menang, bahkan mereka terlalu lemah, sepertinya aku akan dengan mudah menjadi juara Tujuh Superstar.” Xiuhuan berkata sombong dan menggendong Lou Jingmi. “Hmm ... dia tidur dengan pulas.” Seutas senyum terpancar dari wajahnya.


Xiuhuan pun teringat dengan istri-istrinya di Pulau Niao dan mereka telah melahirkan juga. Malah lebih dulu dari Lou Xue, tetapi ia tak bisa ke sana. Karena ijin meninggalkan Sekte Qingyun sangat sulit, berbeda dengan Clan Lou.


Untuk melepas rindu, Xiuhuan hanya bisa berkomunikasi dengan artefak bip-bip saja dengan mereka.


Ratu Huanran telah berusia 17 tahun sekarang, dia merupakan salah satu murid Xiuhuan di Sekte Teratai Biru. Gadis cantik itu juga meminta Xiuhuan untuk menikahinya seperti Liu Ya, Dou Yi dan Xinran yang lebih dulu dinikahi oleh Xiuhuan. Mereka juga telah melahirkan penerus yang imut-imut.


“Apakah ibunya sudah pulang?” tanya Xiuhuan tak merasakan keberadaan Lou Xue.


“Belum gege, mungkin ia berlatih bersama Sesepuh Cao Yun. Katanya Sesepuh itu mengajarinya jurus elemen Es terkuat miliknya,” sahut Bai Xinqi.


Xiuhuan terkejut mendengarnya, kenapa Lou Xue diajari oleh Sesepuh Cao Yun, sementara ia dibiarkan saja seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


Xiuhuan menghela nafas panjang, ia cukup kecewa. Namun, saat melihat senyum Lou Jingmi—hatinya kembali tenang.


“Apakah yang lain masih berkultivasi?” tanyanya lagi karena ia merasa suasana dalam rumahnya itu cukup sunyi.


“Ya, mereka sepertinya sangat semangat berkultivasi dan ingin menjadi kuat segera hehehehe ....” Bai Xinqi tertawa—Dia sangat senang juniornya itu sibuk berkultivasi, sehingga Xiuhuan hanya meminta jatah padanya dan Jie Louqing saja.


“Eh, di mana Louqing‘er?” Xiuhuan tak melihat wanita cantik itu.

__ADS_1


“Dia sedang memasak makanan spesial untuk gege!" sahut Bai Xinqi segera bergegas ke dapur untuk membantu Jie Louqing.


Xiuhuan tak mengganggu mereka, ia kemudian meneteskan setetes mata air keabadian pada Lou Jingmi.


“Jadilah Dewi yang jauh lebih cantik dari ibumu hehehe ....” Xiuhuan tertawa pelan.


“Xiuhuan gege!” seru Chi Lian membuka matanya. “Aku sudah mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian Tingkat Satu,” katanya dengan bangga.


Xiuhuan tersenyum lebar dan mendekatinya. Dia berpura-pura mengukur tingkat Kultivasi-nya dengan Batu Bintang.


“Bagus Lian‘er,” kata Xiuhuan sambil mengelus pipinya. “Jadi, hadiah apa yang kamu inginkan?” Sebelumnya mereka meminta Senjata Pusaka sebagai hadiah naik tingkat Kultivasi mereka. Namun, sekarang baru Chu Lian saja yang berhasil menerobos.


Chu Lian diam sejenak dan berpikir hadiah apa yang ia inginkan. Namun, tiba-tiba wajahnya memerah setelah berpikir terlalu liar, karena ia secara tak sengaja pernah melihat Xiuhuan bersama Bai Xinqi dan Jie Louqing sedang bermain kuda-kudaan, sehingga ia yang belum pernah disentuh laki-laki itu ingin mencobanya juga.


“Ba-bagaimana kalau malam ini Xiuhuan gege tidur denganku saja,” sahutnya malu-malu.


Chu Lian mengangguk dan segera bergegas ke dapur menghampiri kedua seniornya itu, sedangkan Xiuhuan memutuskan jalan-jalan keluar bersama Lou Jingmi, karena masih sore dan ia merasa bosan di dalam rumah.


Xiuhuan meninggalkan Kastil Qingyun dan menuju kawasan bebas yang bisa dimasuki seluruh murid dan Kultivator dari luar Sekte.


Pembicaraan semua orang yang dilaluinya pasti mengenai hasil pertandingan tadi. Bahkan sebagian sampai berdebat, mengatakan bahwa jagoannya yang paling kuat dan ia tak mendengar namanya dalam diskusi tersebut.


“Dewi Bulan!”


“Apaaaa! Cao Chang‘e berada di sini!”


Murid-murid pria langsung berkerumun melihatnya. Reputasinya benar-benar naik, setelah menunjukkan kehebatannya dalam babak penyisihan tadi.


Dia tak datang sendiri. Ada tiga murid dengan tingkat Kultivasi Ranah Chaos Ancient God yang mengikutinya. Dari cara mereka berjalan, sepertinya ketiga murid laki-laki itu adalah murid dari Clan Cao juga.

__ADS_1


Xiuhuan hanya melihat sekilas dan langsung berbalik badan. Namun, tiba-tiba bilah Pedang menempel di lehernya.


“Nona!” seru Xiuhuan pelan, sedangkan para murid-murid yang melihatnya terkejut—Cao Chang‘e yang anggun itu tiba-tiba menyerang seseorang. “Apa aku memiliki masalah denganmu?” Xiuhuan tidak menunjukkan permusuhan, karena tidak ingin bertarung dengannya.


“Ikut denganku ke aula hukum!” bentak Cao Chang‘e.


Xiuhuan terkejut, apakah salahnya sehingga harus menuju aula hukum. Setahunya dia tak pernah berbuat onar selama di Sekte Qingyun, kecuali saat acara Kompetisi tadi. Namun, itu tidak dihitung sebagai pelanggaran, karena ia hanya melukai peserta lain tanpa membunuh mereka.


“Sebelum kalian menangkapku, kalian harus mengatakan dulu, peraturan apa yang telah kulanggar. Jangan menindas Immortal, karena kalian Ranah Chaos Ancient God!” Xiuhuan berkata dengan nada pasrah untuk mengambil simpati murid-murid yang melihat kejadian itu.


Dan benar saja, para murid-murid mulai mempertanyakan kenapa Cao Chang‘e harus menyeret Xiuhuan ke aula hukum. Apalagi saat ia masih membawa anaknya.


Cao Chang‘e terkejut saat mendengar murid-murid pria itu mengatakan Xiuhuan ternyata menggendong anaknya. Padahal ia mengira Xiuhuan adalah bagian sindikat penjualan anak-anak dibawah umur untuk dijadikan bahan pembuatan Pill terlarang.


“Jadi bayi ini anakmu? Kok, bisa kamu membawanya ke dalam Sekte? Aku mengira kamu akan menjual bayi ini pada Alkemis yang menyimpang, karena beberapa tahun yang lalu aula hukum pernah menangkap Kultivator yang menjual bayi ke salah satu Alkemis Paviliun Qingyun." Cao Chang‘e merasa bersalah, tetapi tetap mencurigai Xiuhuan.


“Oo, ternyata ada kejadian seperti itu,” sahut Xiuhuan akhirnya mengerti kenapa Cao Change ingin menangkapnya. “Tentu saja aku membawa anakku ke dalam Sekte ini, karena ibunya juga tinggal di sini.”


“Eeeeeeee!” Cao Chang‘e terkejut mendengarnya. Karena jarang sekali Kultivator wanita memutuskan menikah—itu sama saja menghambat laju Kultivasi-nya. “Si-siapa ibunya, sepertinya simbol dijubahmu itu adalah murid langsung Sesepuh?” tanya Cao Chang‘e penasaran. Karena ia sudah mendengar rumor dikalangan Ranah Chaos Ancient God bahwa ada satu murid Immortal Akhir yang diangkat menjadi murid langsung Sesepuh Cao Yun.


“Anda kurang update berarti. Padahal semua orang sudah tahu, ibunya adalah Wanita paling cantik di seantero jagad raya,” sahut Xiuhuan dengan seutas senyum.


“Lou Xue!” Cao Chang‘e terkejut dan tak menyangka ternyata wanita sedingin es itu sudah menikah. Dan suaminya memang sangat tampan, tetapi ia merasa aura Xiuhuan seperti bukan pria baik-baik dan tipe gonta-ganti pasangan. “Kalau begitu, aku meminta maaf atas kejadian ini. Kedepan aku harus berhati-hati saat menuduh seseorang bersalah,” kata Cao Chang‘e yang merupakan anggota Aula Hukum Sekte Qingyun itu.


“Tak apa, lupakan saja kejadian ini dan aku harus kembali ke rumah, sudah menjelang malam—sudah waktunya bagi putriku makan malam," kata Xiuhuan ingin segera kabur, karena tidak ingin berurusan dengan anggota Aula Hukum.


“Ya, kapan-kapan aku akan berkunjung ke rumahmu dan berikan salamku pada saudari Xue,” sahut Cao Chang‘e.


Xiuhuan tidak menjawab, ia langsung mempercepat langkah. Walaupun Cao Change sangat cantik. Namun, ia adalah anggota Aula Hukum yang sangat ditakuti oleh murid-murid Sekte Qingyun.

__ADS_1


__ADS_2