
“Sial! Kenapa Manusia bisa memiliki kekuatan seperti ini?” gerutu Monster Elang sembari mengeluarkan suara yang memekakkan telinga, sehingga Kultivator Clan Du yang sedang berburu Monster disekitar Gunung yang merupakan sarang Siluman Laba-laba itu langsung hancur berkeping-keping, hanya Ranah Absolute God saja yang bisa bertahan—itupun harus mengerahkan energi spritual mereka.
Suara nyaring yang menggema di seluruh Dimensi Jingzi itu adalah alarm peringatan untuk semua Monster Level Tian agar segera berkumpul di tempat mereka, karena ada kekuatan besar yang mengancam Dimensi Jingzi.
Monster Ular betina yang sedang memakan tubuh Kultivator Clan Du merasa jengkel dengan panggilan darurat itu, padahal masih ada puluhan Kultivator Clan Du yang belum ia buru. “Siapakah sih, yang berani mengusik nenek Siluman jelek itu—sehingga harus mengerahkan kami semua!” keluh Monster Ular dengan meliuk-liuk menuju Gunung tertinggi di Dimensi Jingzi.
Para Kultivator Clan Du memilih menjauh dari Gunung tertinggi di dimensi Jingzi itu, karena mereka merasakan kekuatan yang sangat besar telah berkumpul di sana.
“Apakah terjadi malapetaka dalam Dimensi Jingzi ini? Kenapa tiba-tiba para Monster Level Tian malah berkumpul—apakah mereka akan membasmi kita semua?” Salah satu Kultivator merasa ketakutan, karena ia cuma Kultivator Ranah Chaos Ancient God, tentu melawan Monster Level Tian ia akan kalah.
Gadis cantik yang sebelumnya diselamatkan oleh Xiuhuan datang berkumpul dengan mereka dan berkata, “Sebelumnya ada Kultivator Ranah Absolute God yang menolongku saat aku dan kelompokku di sergap Monster Serigala. Namun, mereka malah terbunuh dengan mudah oleh Kultivator misterius itu dan ia langsung menuju Gunung tertinggi di dimensi Jingzi.”
Dia sengaja mengatakan bahwa bukan dia yang mengatakan di mana sarang Siluman Laba-laba, karena takut rekan-rekan satu Clan-nya marah padanya, karena gara-gara petunjuk darinya itu Dimensi Jingzi menjadi kacau balau. Para Monster mengamuk tak terkendali, sehingga Kultivator Clan Du memutuskan untuk berkumpul bersama—agar lebih kuat dalam bertahan dari serangan Monster.
“Siapakah Kultivator itu? Padahal para tetua tidak mengatakan kalau kita akan bertarung melawan Siluman Laba-laba, bahkan kita malah memberikan biaya keamanan padanya,” kata Kultivator Ranah Absolute God yang bertindak sebagai pemimpin perburuan Clan Du tersebut.
“Mungkinkah dia dikirim oleh Sesepuh Aliran Hitam?” sahut yang lainnya berspekulasi.
...***...
__ADS_1
Di puncak gunung tertinggi di dimensi Jingzi, Xiuhuan tak menyangka para Siluman Elang ini akan meminta bala bantuan, sehingga akan butuh waktu sedikit lama untuk memaksa Siluman Laba-laba itu keluar dari persembunyiannya.
Xiuhuan membuka gerbang Pagoda Musim Meteor dari Pagoda Tujuh Musim, sehingga tiba-tiba di langit Dimensi Jingzi muncul lubang hitam yang sangat besar.
“Bukankah itu Jurus Hukum Ruang yang bisa menteleportasi seseorang atau benda-benda dalam jumlah besar?” Para Kultivator Clan Du tercengang melihatnya—mereka menonton dari kejauhan.
Dari lubang hitam raksasa itu meluncur hujan Meteor yang membakar lereng gunung dan ledakan-ledakan besar pun terjadi, sehingga para Monster harus berjibaku menahan serangan dadakan itu.
“Sial! Siapa sih lawan Siluman Jelek itu, dia malah merusak hutan Dimensi Jingzi ini dan membunuh Monster-Monster lemah,” gerutu Monster Ular marah atas tindaklanjuti Xiuhuan itu dan ia sudah tak sabar melawannya—karena ingin memberikan kehancuran berkali-kali lipat padanya.
Kloning Manusia Air mulai melumpuhkan satu persatu Monster Elang, sedangkan bala bantuan malah terhambat oleh Hujan Meteor yang kunjung berhenti tersebut.
Monster Elang itu terbang tinggi di udara dan tiba-tiba menukik tajam ke arah Xiuhuan. “Jurus suara Supersonik!” Suara yang memekakkan telinga mengarah pada Xiuhuan dan suara itu langsung menghancurkan gelas teh beserta daging Monster yang sedang dibakar oleh Xiuhuan untuk sarapan pagi, begitu juga dengan pakaiannya—sehingga ia tidak mengenakan apa-apa saat ini.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena sarapan paginya telah hancur tak bersisa dan ia menengadah menatap Monster Elang yang menukik ingin mematuk Xiuhuan.
“Jadilah sarapan pagi untuk istriku!” umpat Xiuhuan sembari membuka gerbang menuju Pagoda Musim Semi—tempat tinggal Yu Fen, Yu Qingyi, Kong Xia, Putrinya Yu Er dan 125 wanita cantik mantan budak Siluman Kera Emas.
Monster Elang itu kebingungan saat melihat ada Ras Iblis menatapnya. Itu langsung membuat nyalinya ciut, karena Gerbang Pagoda Musim Semi itu langsung tertutup, sehingga ia tidak bisa kembali ke Dimensi Jingzi.
__ADS_1
Kong Xia tersenyum lebar dan mengeluarkan Pedang Kegelapan yang merupakan Senjata Pusaka Tingkat tinggi miliknya yang ditemukan di Pulau Terapung Benua Dayan dulu. “Saatnya berburu makanan enak!” seru Kong Xia langsung merobek dimensi dan muncul dibelakang Monster Elang tersebut.
...***...
Xiuhuan sudah tidak mood untuk membuat sarapan pagi dan memutuskan ikut bergabung dalam pertarungan melawan para Monster. Hitung-hitungan sebagai pemanasan sebelum melawan Siluman Laba-laba.
Siluman ular betina yang terlanjur marah besar karena Xiuhuan menghancurkan hutan Dimensi Jingzi—akhirnya berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di dimensi Jingzi itu. Dia langsung terkejut, karena lawan mereka sebenarnya adalah Manusia—yang biasanya akan menjadi makanannya setiap Sepuluh tahun, karena Siluman Laba-laba hanya memberikan waktu Sepuluh tahun sekali saja memasuki tempat ini—agar para Monster lemah tidak habis diburu oleh mereka.
“Makan Racunku ini!” umpat Monster ular sembari menyemburkan racun pada Xiuhuan yang sedang memukul Monster Elang dengan Tongkat Bambu emasnya yang telah dilapisi qi elemen Emas.
Intuisi Xiuhuan merasakan ada serangan mematikan muncul dibelakangnya, sehingga ia langsung merobek dimensi dan muncul di udara sembari menatap ke bawah, siapa yang tiba-tiba hampir membunuhnya itu.
“Ara-ara ... ternyata kamu memang manusia yang sangat kuat. Pantaslah semua Monster Level Tian harus melawanmu,” kata Monster Ular—seperti mengejek Xiuhuan saja.
Xiuhuan memperhatikan tubuh Monster Ular betina itu dan berkata, “Kalau tubuhmu di panggang—mungkin rasanya seperti belut, ya?”
Monster Ular betina itu mengerutkan keningnya, ia sangat marah—karena Xiuhuan terlalu sombong, padahal semua Monster Level Tian sudah mencapai puncak gunung tertinggi di dimensi Jingzi tersebut. “Ayo serang dia bersama-sama dan lupakan saja Makhluk Air itu, karena mereka tidak akan bisa dihancurkan—sebelum manusia ini belum mati!”
Monster lainnya mulai mengalihkan perhatian pada Xiuhuan, sehingga dengan terpaksa Xiuhuan harus meladeni mereka sekaligus—walaupun strategi mereka itu malah menjadi blunder, karena dengan leluasa Kloning Manusia Air mengalahkan para Monster tersebut—sebab mereka terlalu terpaku pada Xiuhuan.
__ADS_1
“Baiklah, Aku juga akan bertarung dengan serius!” sahut Xiuhuan sembari mengalirkan banyak qi pada Tongkat Bambu emasnya. “Makan ini, Pukulan Penghakiman!” Tongkat Bambu emasnya yang kini sebesar Gunung itu menghantam puncak gunung tertinggi di dimensi Jingzi, sehingga Gunung itu hancur berkeping-keping.