
Lou Mei tercengang melihat Xiuhuan menggunakan sepuluh Pedang, ditambah satu Tombak saat bertarung melawan Goblin.
Xiuhuan menyadari Lou Nian mengontrol seratus Pedang menggunakan benang qi. Sehingga Xiuhuan juga melakukan hal yang sama dengan mengalirkan benar air Roh Pedang; itu sekilas mirip dengan benang qi. Jadi, Xiuhuan tidak perlu khawatir, karena tak akan ada yang menyadari kekuatan Roh Pedang yang ia gunakan.
Tangan Xiuhuan memegang tombak, sedangkan sepuluh tombak melayang menebas monster yang mendekati tembok.
Terkadang Xiuhuan melempar Tombak ditangannya ke monters berbadan besar dan menggunakan Pedang yang sekali tebas, bisa lima puluh monters level rendah terbelah, karena ia memadukan gerakannya dengan jurus Langkah Kilat, agar gerakannya makin gesit.
“Sepertinya dia memang cukup kuat; mampu mempertahankan area empat puluh tombak seorang diri,” gumam Lou Mei—bergabung kembali dengan Lou Han.
Matahari pun tenggelam, belum ada tanda-tanda serbuan Monters berhenti. Makin banyak saja monters berdatangan. Bahkan monster Level menengah mulai menampakkan diri.
“Gawat, sudah mulai malam. Pasti sulit melawan monster dengan jarak pandang terbatas,” gumam Xiuhuan gelisah.
Lou Mei mengeluarkan artefak matahari level rendah, sehingga area yang dijaga oleh kelompok Lou Mei menjadi terang. Tindakan itu juga dilakukan oleh kelompok lain. Sehingga area disepanjang tembok menjadi terang-benderang.
“Kenapa aku tak mengingat ini. Padahal di kamarku ada artefak matahari juga,” gumam Xiuhuan tersenyum tipis, melupakan hal itu.
“Grrrrrrrrr!”
Monster setinggi sepuluh tombak dan sebesar peti kemas itu berjalan pelan ke arah Xiuhuan.
“Monster level tinggi!” Lou Mei dan murid-murid lainnya terkejut melihatnya.
“Xiuhuan mundur ke tembok. Kita akan mengirim sinyal pada guru agar mereka datang membantu kita,” kata Lou Mei mengingat Xiuhuan justru mendekati monster harimau Shenmi itu.
“Tenang saja senior Mei. Aku akan menghadapi kucing besar ini; kau fokus menghadang monters lain melewati tembok saja,” sahut Xiuhuan mengeluarkan Pedang Yu Xian dari cincin dimensi miliknya. “Kaget tidak? Kaget tidak? Masa tak kaget melihat Pedang Pusaka Level menengah ini.” Xiuhuan pamer pada mereka.
Lou Mei dan murid-murid lainnya awalnya kagum Xiuhuan memiliki senjata pusaka Level menengah. Namun, seketika berubah kesal dengan ulahnya yang malah pamer dengan tersenyum sombong.
__ADS_1
“Sepertinya ia berasal dari keluarga utama atau orangtuanya adalah saudagar kaya atau tuan tanah di Benua Kun Lun Utara.” Lou Nian menebak.
“Sudah biarkan saja dulu ia mencoba menghadapi monters harimau Shenmi itu. Bila dia tak sanggup nanti, kita akan segera kabur dari sini. Untuk saat ini ayo kita tahan gerombolan monster,” sahut Lou Mei.
Dia mendarat lagi di belakang Xiuhuan, setelah tadi sempat melayang di udara; ketika mengetahui monster Level tinggi muncul dihadapan mereka.
“Mari kita lihat, apakah benar senjata pusaka Level menengah dapat mengubah sedikit qi menjadi energi seratus ribu kali lebih besar,” gumam Xiuhuan mengalirkan qi pada Pedang Yu Xian.
Cahaya putih sangat terang yang bisa digunakan sebagai penerang jalan muncul dari Pedang Yi Xian. Bahkan ada siluet seperti manusia bersayap (peri kecil) terbang mengelilingi Pedang Yu Xian, berjumlah tujuh.
“Apa karena siluet ini, makanya dinamakan Pedang Yu Xian (Peri Hujan).” Xiuhuan takjub dengan Pedangnya sendiri.
Xiuhuan lansung menghilang dari pandangan Lou Mei dan murid-murid lainnya. Mereka tertegun, ke mana perginya dia. Apa jangan-jangan Xiuhuan malah kabur?
Lou Mei melihat ke segala arah dan tiba-tiba terkejut, monster harimau Shenmi malah terpental ke belakang.
“Sejak kapan Xiuhuan berada di sana? Apa selama ini dia menyembunyikan kekuatannya,” gumam Lou Mei meninju para monster dengan tinju Simpanse.
Harimau Shenmi bangkit kembali dan mengaum keras. Suara auman itu memekakkan telinga—terpaksalah Xiuhuan dan murid-murid lainnya menutup telinga.
Monster level rendah yang berada di sekitar mereka lansung hancur berkeping-keping, tak tahan mendengar suara keras yang mengandung energi yang bersumber dari alam itu.
Para monster biasanya menyerap qi dari alam, karena mereka memliki elemen sendiri yang bernama Elemen alam.
Elemen alam adalah Elemen terkuat, tetapi sayangnya tidak ada Kultivator yang memiliki Elemen itu. Karena Elemen alam bisa mengubah qi menjadi kekuatan apa saja. Namun, monster adalah hewan yang tidak bisa berpikir seperti manusia. Mereka justru melatih beberapa kekuatan saja.
Monster ikan Hiu misalnya, yang justru melatih kekuatan air saja. Monster harimau Shenmi melatih teknik Auman dan sihir api.
“Dasar kucing nakal.” Xiuhuan muncul di hadapan harimau Shenmi. “Kau malah membunuh pion-pionmu yang malah membantu pekerjaan kami,” ejek Xiuhuan menebas harimau Shenmi.
__ADS_1
Booommmmm!
Xiuhuan melukai bahu harimau Shenmi, ia berhasil menghindari wajahnya ditebas Xiuhuan.
Harimau Shenmi mengaum keras lagi, karena ia merasakan kesakitan. Darahnya mengalir deras dari bahunya.
Harimau Shenmi menatap Xiuhuan. Ia memunculkan cahaya berbentuk bola merah berdiameter Lima tombak.
“Yeah, dia marah. Dari tadi kek, serius menghadapi Kultivator terkuat di Clan Lou ini,” ejek Xiuhuan.
Entah harimau Shenmi mengerti atau tidak dengan ocehan Xiuhuan, yang jelas bola merah itu lansung melesat ke arahnya.
“Tehnik Perisai Peri Hujan!” seru Xiuhuan menggunakan jurus dari kitab Pedang Yu Xian yang dibelinya sepaket dengan Pedangnya.
Tujuh siluet peri mengambil segitiga mengelilingi Xiuhuan. Dari tubuh mereka lansung mengeluarkan air seperti bor.
Bola merah itu langsung terbelah saat membentur Xiuhuan, dan cahaya merah itu tetap meluncur ke belakang dengan dua bagian, seperti bola yang dibelah dua.
Booommmmm!
Api besar menghancurkan tembok. Lou Mei yang berada di belakang berkeringat dingin. Hampir saja nyawanya melayang, kalau ia tidak sejajar dengan Xiuhuan. Karena bola merah itu telah terbelah dan bola itu melesat di kanan-kiri Lou Mei.
“Hei, Xiuhuan! Apakah kamu sengaja ingin membunuhku,” gerutu Lou Mei menarik nafas dalam-dalam. “Aku tak mau mati di sini; Han dan aku akan ke dekat pos murid-murid Clan Tang. Nian dan Kong ke dekat Pos murid-murid Clan Dong. biarkan saja Xiuhuan mengatasi bagian tengah ini!” seru Lou Mei.
Xiuhuan tersenyum masam, ia tak mengira kekuatan harimau Shenmi itu sangat mengerikan. Untung saja Pedang Yu Xian sangat hebat, padahal ia tak serius tadi menangkis serangan harimau Shenmi tadi.
Xiuhuan menghela nafas panjang, ia tak bisa membantah ucapan Lou Mei. Dengan terpaksa ia harus segera menyudahi pertarungan ini, agar tidak membahayakan rekan-rekannya lagi. Apalagi tembok sudah hancur, otomatis gerombolan monster akan mudah melewatinya.
Xiuhuan menghilang dari pandangan Harimau Shenmi lansung melesatkan bola-bola merah ke segala arah. Sehingga banyak monster yang ikut tewas oleh serangan harimau Shenmi itu. Bahkan Lou Mei lagi-lagi hampir terkena bola merah. Dia sangat kesal, entah kesialan apa yang menimpanya, sehingga tetap diincar oleh Harimau Shenmi itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...