
“Hmm, ternyata bermain belakang masih ciri khas pengguna elemen Kegelapan,” ejek Xiuhuan sehingga Cou Cao terkejut mendengarnya, karena Xiuhuan berhasil menebak keberadaannya.
Xiuhuan mengepal tangannya, mencoba apakah santet bisa digunakan padanya—karena biasanya hanya bisa digunakan pada Kultivator yang memiliki tingkat Kultivasi dibawahnya saja.
“Akhh!” Cou Cao memuntahkan darah. “Ada apa ini?” Dia berusaha menekan titik Vital dalam tubuhnya agar tidak terluka berat, karena ada kekuatan misterius yang masuk dalam tubuhnya.
Xiuhuan tersenyum bangga, ia tak menyangka ternyata kekuatannya sekarang diatas Cou Cao. Padahal Tujuh tahun yang lalu ia masih takut menatap Cou Cao dan menyangka kini ia berada diatas angin.
“Hehehe ... bagaimana Pak tua? Apakah kamu sudah berkeringat atau masih ingin peregangan lagi, karena aku masih memiliki Tombak Long Kiang ini,” canda Xiuhuan sembari mengeluarkan Tombak yang memancarkan sengatan-sengatan listrik, sehingga Cou Cao makin terkejut dengan Kultivator dihadapannya itu.
“Si-siapa kamu sebenarnya, aku yakin kamu bukanlah penduduk Benua Dayan?” Cou Cao curiga dengan identitasnya, karena sengatan listrik itu seperti elemen Petir yang tidak mungkin dimiliki oleh Ras Iblis di Benua Dayan.
Xiuhuan menyeringai dan berkata, “Clan Kuno dan senior tidak perlu tahu ada di mana Clan itu, tetapi yang perlu kutanyakan adalah apakah senior masih sanggup bermain-main denganku?”
Cou Cao menangkupkan tinjunya sembari menundukkan wajahnya. “Maafkan aku senior, tua bangka ini tidak berani melanjutkan pertarungan ini, karena khawatir senior membunuhku—sementara Clan Cou belum melatih penerus yang mampu membuat Clan Cou berdiri kokoh di Benua Dayan ini,” sahut Cou Cao memilih mengalah, karena memang tidak yakin bisa mengalahkan Xiuhuan.
__ADS_1
“Ah, sayang sekali. Padahal aku belum berkeringat,” sahut Xiuhuan sembari melempar Pill penyembuhan pada Cou Cao sehingga ia terkejut melihatnya.
“Ini adalah Pill penyembuhan yang legendaris itu?” gumam Cou Cao tak menyangka Kultivator misterius ini memberikan item langka ini padanya. “I-ini terlalu berharga untukku senior, dengan bantuan Tabib keluarga Cou-ku maka dalam beberapa hari aku pasti akan sembuh." Cou Cao menolak pemberian Xiuhuan.
Xiuhuan tidak menjawab ucapannya dan segera menjentik jari tangannya—sehingga Kubah Tsunami segera menghilang dan tersenyum menatap Ketua Clan Cou itu. “Bagaimana kabar Nona Jiao? Di manakah dia sekarang, apakah masih terobsesi merebut Clan Feng dari kakaknya, Feng Huang?” tanya Xiuhuan sehingga Cou Cao keheranan kenapa Xiuhuan bisa mengenali cucunya itu.
“Saat ini dia sedang memasuki Makam kuno bersama dengan pengikutnya dan beberapa anggota junior dari Clan Cou kami,” sahut Cou Cao ragu-ragu, takut ada niat buruk dari Xiuhuan pada cucunya itu.
Xiuhuan sangat menyayangkan mereka tak bisa bertemu lagi, karena waktunya di Benua Dayan ini sudah tak banyak lagi. Padahal ia sudah berjanji akan membantu Feng Jiao untuk mengalahkan Feng Huang setelah ia menjadi kuat, makanya ia menantang Cou Cao untuk melihat sejauh mana kemampuannya.
Keduanya kemudian mendarat kembali di halaman Kediaman Clan Cou dan semua anggota Clan Cou terkejut melihat mulut Cou Cao berdarah, karena sebelumnya ia muntah darah saat menerima serangan spritual dari Xiuhuan.
Para Tetua langsung membubarkan diri, karena Cou Cao tampak menaruh hormat pada Kultivator misterius itu, yang berarti ia sudah kalah dan tak ingin mereka berbuat gegabah yang dapat membahayakan Clan Cou.
“Mari senior kita masuk ke dalam Kediaman kami yang sederhana ini, aku akan mengutus cucuku ini menjemput Feng Jiao,” kata Cou Cao lagi dengan senyum masam menatap Xiuhuan.
__ADS_1
“Tidak perlu menjemputnya, karena aku harus segera kembali ke Clan-ku,” sahut Xiuhuan. “Namun, aku memiliki janji pada Nona Jiao untuk membantunya merebut posisi Ketua Clan Feng, tetapi ia tidak di sini sekarang. Bagaimana kalau aku membunuh Feng Huang saja dan menyerahkan sisanya padanya,” katanya lagi—Namun, sebenarnya ia ragu apakah tindakannya ini akan disetujui oleh Feng Jiao nantinya, karena pasti akan terjadi kekacauan di Clan Feng bila Ketua Clan mereka terbunuh.
Cou Cao mengerutkan keningnya mendengar ucapan Xiuhuan, karena Feng Huang masih cucunya juga—walaupun ia tidak akur dengan Fang Jiao.
“Aku rasa Senior tidak perlu melakukan itu, karena Feng Jiao dan pengikutnya sudah menjadi bagian dari Clan Cou,” sahut Cou Cao dengan ekspresi wajah sedih. “Lagi pula sepertinya ia sudah tidak tertarik lagi mengenai posisi Ketua Clan dan Feng Huang juga tidak mencarinya lagi—walaupun tahu Feng Jiao tinggal bersama kami.”
“Oh, begitu, ya?” sahut Xiuhuan. Namun, ia meragukan ucapannya itu, tetapi di sisi lain sepertinya Cou Cao mampu meredam ambisi Feng Jiao, sehingga ia merasa lebih baik tidak perlu mengusik Clan Feng maupun Clan Sin, karena lebih baik ia segera kembali saja ke Benua Kun Lun. Lagi pula sudah lama ia tak kembali, takutnya sudah terjadi perubahan besar di sana.
Xiuhuan mengeluarkan sebuah cincin dimensi dan meninggalkan sedikit kesadarannya di sana—yang berisi permintaan maaf pada Feng Jiao karena tidak bisa membantunya dan ia juga meninggalkan ribuan Kristal Hitam untuknya serta Sepuluh Pil Penyembuhan hingga Ratusan Pill Surga untuk meningkatkan kekuatannya.
“Tolong berikan ini pada Nona Jiao dan jangan diintip isinya, karena aku sudah membuat Segel khusus; di mana siapapun yang mencoba membukanya maka Dantian mereka akan hancur dan tidak bisa dipulihkan lagi,” ancam Xiuhuan agar mereka tidak nekad melihat isinya. Padahal ia bukan Ahli Segel dan semua yang dikatakannya itu hanyalah bualan saja—agar mereka takut.
Dengan tangan gemetaran, Cou Cao menerima cincin dimensi itu dan berkata, “Aku memastikan cucuku akan menerima hadiah dari Senior ini.”
Xiuhuan tersenyum lebar dan segera merobek dimensi kembali ke tempat awal ia mendarat di wilayah Utara Benua Dayan, karena lapisan atmosfer di sana lebih tipis, sehingga Artefak Kapal terbangnya bisa meninggalkan Benua Dayan dan pergi ke Planet Nebula—tempat Altar khusus yang membawanya kembali ke Benua Kun Lun.
__ADS_1
Detak jantung Xiuhuan berdebar-debar, karena akan memberitahu identitas aslinya pada Ketiga istrinya—setelah ia muncul di wilayah Utara Benua Dayan.
“Mudah-mudahan mereka tidak marah dan mau ikut denganku. Kalau mereka memilih tinggal di sini, maka Aku memberikan mereka harta yang banyak dan Boneka Humanoid agar mereka bisa menjaga diri dari gangguan Iblis yang berniat mencelakai mereka,” gumam Xiuhuan duduk bersila dan mengirim Kesadarannya memasuki Pagoda Tujuh Musim yang berada dalam Rongqinya.