
Di bagian terdalam Lembah Kematian, Naga Petir sedang termenung memikirkan kenapa Kultivator dari Clan Ling tidak memasuki Dimensi Heidong lagi, padahal ia butuh energi spritual mereka untuk meningkatkan kekuatannya—karena saat ia menjemput reinkarnasi Phoenix Nirwana nanti, ia harus bertarung lebih dulu melawan Naga Lou Feng—sebab ada hukum yang secara tidak tertulis bagi Siluman yang telah kabur dari Dimensi Siluman untuk tidak saling mengusik wilayah masing-masing, makanya saat Siluman Akjal mencoba menggunakan jurus matanya di wilayah Clan Nie tiba-tiba Naga Lou Feng menyerangnya, sehingga ia menderita luka yang sangat serius dan menurunkan kekuatannya hingga ke titik terendah.
“Tuan Lei Long, sepertinya hanya ada satu Kultivator Clan Ling saja yang memasuki Dimensi Heidong,” kata Monster Salamander yang telah memiliki tubuh manusia berkat tehnik terlarang milik Siluman Naga Petir yang memindahkan jiwa Monster Salamander pada tubuh Kultivator Clan Ling yang tewas saat berburu di Dimensi Heidong ini.
“Hmm, satu orang saja, ya?” Naga Lei Long berpikir sejenak. “Di tingkat berapa Kultivasi-nya?” tanyanya lagi, karena tidak biasanya Clan Ling hanya mengirim satu Kultivator saja untuk berburu, mungkin telah terjadi sesuatu yang buruk pada Clan Ling di Benua Resifel.
“Ranah Absolute God dan ia terlihat mirip dengan Manusia yang menjadi ayah Nona Phoenix Nirwana,” kata Monster Salamander tersebut.
“Manusia yang menarik!” sahut Naga Lei Long tak menyangka Xiuhuan akan naik tingkat dari Ranah Immortal Tingkat Menengah ke Ranah Absolute God hanya dalam Sepuluh tahun saja. “Bunuh dia, terserah kalian bagaimana pun caranya dan ini adalah latihan yang bagus buat kalian, karena Monster Level Tian sudah tak ada yang dapat mengalahkan kalian. Sudah saatnya kalian menjadi kuat agar bisa membantuku menaklukkan Naga Lou Feng nanti,” perintah Naga Lei Long lagi.
Monster Salamander tersebut langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Naga Lei Long dan berkata, “Perintah tuan Long akan kami laksanakan!” Dan dia langsung undur diri dari istana yang berada di bagian terdalam Lembah Kematian tersebut.
Monster Salamander segera menghubungi Monster Singa Api yang berada tak jauh dari posisi Xiuhuan berkultivasi dengan artefak bip-bip.
Monster Singa Api sedang asyik minum arak ditemani oleh tiga Monster Singa betina cantik yang juga telah memiliki tubuh manusia, hanya inilah kerjaan Monster Singa tersebut; melakukan Kultivasi ganda dengan ketiga betina secara bergiliran sepanjang waktu—karena ia tidak memiliki tugas khusus dari tuannya Naga Lei Long.
“Ada apa Hong Rong? Tumben sekali kamu menghubungiku, apakah kamu bosan tinggal di istana Lembah Kematian atau kamu dimarahi tuan Lei Long?” kata Monster Singa Api bercanda pada Monster Salamander.
__ADS_1
“Berhenti bergulat dengan betinamu, sekarang ada tugas khusus yang harus kalian lakukan atas perintah tuan Lei Long!” sahut Hong Rong. “Bunuh Kultivator Manusia yang berada di dekatmu tersebut, dan ingat! Jangan menganggap remeh manusia itu, karena menurut tuan Lei Long dia adalah Manusia istimewa!”
“Hahaha ... Aku adalah Hou Shi si Raja Rimba, bagaimana mungkin aku kalah dari manusia fana!” Monster Singa Api itu tertawa terkekeh-kekeh dan langsung menutup Artefak bip-bip, sehingga Hong Rong khawatir dia akan bertindak gegabah.
Hou Shi melanjutkan acara gulatnya tiga ronde berturut-turut dan setelah itu mengajak ketiga betinanya menyapa Kultivator Manusia yang telah membuat Naga Lei Long menurunkan titah agar Manusia itu dihukum mati.
“Cepat kenakan pakaian kalian, apakah kalian lupa cara berpakaian?” Hou Shi menepuk bokong Monster Singa betinanya yang masih rebahan di ranjang.
“Kenapa Mu Shi harus ikut, apakah Hou Shi gege takut padanya?” sahut Monster Singa betina merengek dengan suara manja.
“Sudah cepat lakukan saja, ini perintah tuan Lei Long!” seru Hou Shi lagi sehingga ketiganya langsung melompat dari ranjang dan mengenakan pakaian. Mereka takut Naga Lei Long marah kalau melanggar perintahnya.
Xiuhuan mengerutkan keningnya saat tiba-tiba merasakan keberadaan mereka. Dia tidak menyangka kalau Monster bisa berevolusi menjadi manusia.
Aura Monster dalam tubuh mereka masih ada, sehingga para Kultivator masih tahu mereka adalah Monster yang berevolusi—padahal sebenarnya mereka mengambil tubuh Kultivator manusia yang telah tewas di Dimensi Heidong ini.
Xiuhuan berhenti berkultivasi dan para Kloning Manusia Air belum menemukan di mana Lembah Kematian, sehingga ia berpikir mungkin Lembah Kematian itu telah hancur Sepuluh tahun yang lalu saat Phoenix Nirwana meledakkan dirinya saat menggunakan tehnik Reinkarnasi.
__ADS_1
“Ara ... ara ... dia sangat tampan sekali, aku ingin menjadikannya sebagai mainanku hehehe ....”Hong Shi tertawa cekikikan menggoda Xiuhuan, sehingga Hou Shi mengerutkan keningnya, ternyata betinanya itu lebih nakal dari dugaannya. Bahkan ia berpikir Hong Shi mau menjadi mainannya karena tidak ada jantan yang bertubuh manusia saja di Dimensi Heidong ini.
“Bagaimana kalau kita berlomba, siapa yang lebih dulu menaklukkan manusia tampan ini—maka dia yang berhak untuk memilikinya,” sela Zi Shi yang juga terpikat melihat ketampanan Xiuhuan.
“Aku setuju!” sahut Mu Shi dengan semangat.
Hou Shi menepuk jidatnya, kenapa ia dilupakan begitu mudahnya—hanya karena ada yang lebih tampan darinya, sehingga ia ingin memakan Xiuhuan agar ketiga betinanya itu jinak padanya.
“Hei, hei! Sejak kapan Manusia tertampan di alam semesta ini menjadi bahan taruhan wanita murahan seperti kalian!” sela Xiuhuan yang kesal mendengar pembicaraan ketiga Monster Singa betina itu.
“Diam kau manusia! Tunduklah pada bibi cantik ini. Aku akan memberikan layanan ekstra tanpa berhenti sampai tubuhmu kering heheh ....” Mu Shi langsung menyerang Xiuhuan dengan tehnik Ilusi, sehingga tiba-tiba Xiuhuan melihat Lou Xue yang merupakan wanita tercantik di Benua Kun Lun tersebut menggodanya tanpa sehelai benang pun.
Gambar lope-lope muncul di kedua bola mata Xiuhuan, karena ini pertama kalinya wanita sedingin es itu merayunya—padahal selama ini ia kesulitan menaklukkannya, bahkan butuh tehnik tipu-tipu untuk bisa menidurinya.
“Aku tidak menyangka manusia tampan ini ternyata sangat menjijikkan!” seru Mu Shi tak menyangka reaksi Xiuhuan akan begini. “Sayang Hou Shi, cepat lenyapkan dia!” katanya lagi sembari memicingkan mata menatap Monster Singa Api yang berwajah masam menatapnya—karena mereka malah menggoda laki-laki lain di hadapannya.
“Ayolah, jangan marah, dong. Hou Shi gege jauh lebih tampan di hati kami, kok! Hehehe ....” Mu Shi tertawa cekikikan.
__ADS_1
“Biarkan aku saja Hou Shi gege yang melenyapkan Kultivator Manusia tampan ini,” sela Zi Shi langsung merubah lengannya menjadi cakar Singa dan segera melesat ke arah Xiuhuan untuk merobek wajah tampannya itu.