Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kenapa Kamu Menjebakku


__ADS_3

Huo Xue merasa tubuhnya tiba-tiba terasa panas dan bergair4h setelah meninggalkan penginapan Kota kecil yang mereka singgahi.


“Apa yang terjadi?” gerutu Huo Xue tak lagi ingin melakukan pergulatan seperti yang ia lakukan dengan suaminya dulu dan gejala yang ia alami ini sama dengan yang terjadi saat memasuki makam Siluman Naga Shuilong, di mana saat itu ia menyerap Inti Kehidupan Siluman Xue Hu—sehingga ia mendapatkan warisan elemen Gravitasi dan Hukum Ruang.


Huo Ming berpura-pura tidak mengerti apa yang terjadi padanya, karena ia ingin menunggu Huo Xue sendiri yang menggodanya dan melakukan wik-wik. Membayangkan saja, telah membuat Huo Ming, bersemangat.


Namun, apa yang ia bayangkan tidak terjadi dan Huo Xue tetap berusaha untuk tenang, sembari mempercepat langkahnya—sehingga Huo Ming tertinggal beberapa langkah.


“Ada apa denganmu, Xue‘er?” Huo Ming bertanya sembari memasang ekspresi wajah panik.


Huo Xue tidak menjawab dan ia sudah tidak tahan lagi, tetapi apa yang harus ia lakukan? Dia tak mungkin melakukan itu dengan Huo Ming.


“Sial! Kenapa dia tetap berusaha menahannya?” gerutu Huo Ming sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh Huo Xue dan tongkat saktinya sudah berdiri tegak.


Huo Xue menatap Huo Ming dan laki-laki tampan itu tersenyum menatapnya. “Tolong jangan mendekatiku dan tunggulah aku di sini hingga aku kembali lagi!” kata Huo Xue dengan nafas terengah-engah.


“Ke-kenapa Xue‘er?” Huo Ming berusaha untuk mendekat agar Huo Xue menerkamnya.


Namun, Huo Xue tidak menjawabnya dan segera melarikan diri dengan menggunakan artefak teleportasi dan muncul di tempat saat pertama kalinya ia mendatangi Dunia Biru ini.


“Xue‘er!” teriak Huo Ming melompat ke arahnya, tetapi sudah terlambat—Huo Xue telah menghilang. “Sialan! Dia tidak termakan oleh jebakanku!” gerutu Huo Ming yang kini yakin dengan ucapan Tetua Pertama bahwa Huo Xue tidak mencintai dirinya.

__ADS_1


Huo Xue langsung memanjakan dirinya sendiri hingga puas, hingga efek rangsang4n ingin melakukan hubungan dengan Xiuhuan berakhir.


“Cih, kenapa aku membayangkan wajahnya lagi?” gerutu Huo Xue setelah berhasil menenangkan dirinya dan matahari sudah mulai terbenam. Kini ia harus kembali ke tempat sebelumnya, karena Huo Ming sedang menunggunya.


Huo Xue kebingungan, setelah kembali ke tempat semula menggunakan Hukum Ruang dan Huo Ming di sana lagi, sehingga ia curiga jangan-jangan Huo Ming memasukkan obat perangs4ng pada makanannya.


Huo Xue melangkah, tetapi ia tiba-tiba menginjak sebuah benang dan tiba-tiba terjadi ledakan besar, sehingga Huo Xue langsung terpental karena tak sempat memblokir ledakan itu.


“Ha-ha-ha! Ternyata kamu wanita yang sangat tangguh Xue‘er!” Huo Ming tertawa terkekeh-kekeh dan tetua Pertama juga muncul di sebelahnya.


Huo Xue menyeka darah yang menutupi penglihatannya dan menatap tajam pada Huo Ming dan tetua Pertama yang menyeringai menatapnya. “Kenapa kalian ingin membunuhku?” Huo Xue penasaran, alasan dibalik kebencian mereka padanya—karena ia merasa tidak pernah menyinggung mereka.


“Hah? Kamu masih bertanya kenapa?” Huo Ming mengerutkan keningnya. “Apakah kamu tidak sadar kenapa tiba-tiba kamu merasa bergair4h? Dan kenapa aku selalu memintamu melakukan Kultivasi ganda? Itu karena aku mencintaimu dan tidak ingin laki-laki lain memilikimu, dasar lacurrr sialan!” Huo Ming memakinya.


“Kamu wanita yang bodoh Huo Xue,” kata tetua Pertama dengan tatapan sinis. “Tuan muda sangat tampan, kaya dan calon Ketua Clan Huo selanjutnya. Bila kamu menikah dengannya, maka kamu bisa membawa seluruh Kultivator Clan Huo untuk membantumu melakukan balas dendam!” katanya lagi.


“Cih! tampan dari mana?” gumam Huo Xue yang justru memiliki mantan suami laki-laki tertampan sejagat raya, sehingga laki-laki tampan seperti Huo Ming malah terlihat biasa-biasa saja bila dibandingkan dengan Xiuhuan.


“Dari pandangan matanya, sepertinya ia ingin mencoba melarikan diri. Segera tangkap dia tuan muda Ming dan bersenang-senanglah, karena Jimat Peledak yang kau gunakan tadi dapat melukai Kultivator Ranah Absolute God. Dan aku sangat kagum padanya, karena ia masih bisa berdiri walaupun telah terkena ledakan,” kata tetua Pertama Clan Huo tersebut dengan senyum cerah.


Huo Ming segera melesat ke arah Huo Xue untuk membawa wanita cantik itu ke penginapan terdekat. Namun, tiba-tiba Huo Xue menyerang balik di mana tiba-tiba ratusan Pedang Es melesat ke arah Huo Ming yang dengan mudah menghancurkan ratusan Pedang Es itu.

__ADS_1


Huo Xue membelah dimensi dan segera melompat ke dalam dan muncul di dekat sebuah Kota kecil tidak jauh dari posisi Huo Ming.


“Sial! Kenapa ia masih bisa kabur!” gerutu Huo Ming yang hampir berhasil menangkap Huo Xue.


“Ternyata dia selama ini menyembunyikan sebagian kekuatannya!” sahut tetua Pertama mengutuk wanita cantik berbulu domba tersebut, karena ia sudah curiga dari awal kalau Huo Xue tidak tulus bergabung dengan Clan Huo dan ia hanya memaafkan sumberdaya milik mereka saja, agar bisa menerobos ke Ranah Absolute God.


“Apa maksud tetua?” Huo Ming kebingungan dengan ucapan tetua Pertama.


“Dia menggunakan Hukum Ruang saat kabur tadi, makanya ia berpura-pura menyerangmu agar tuan muda tidak langsung menangkapnya, tetapi malah mencoba menghalangi serangannya,” sahut tetua Pertama memberikan penjelasan.


“Ternyata begitu!” Huo Ming meninju pohon yang ada di sebelahnya hingga hancur berkeping-keping. “Sebarkan pesan ke Clan Huo dan katakan bahwa ia mencoba membunuhku, serta tangkap dia hidup maupun mati!” Huo Ming tidak akan melepaskan Huo Xue begitu saja, karena wanita cantik itu telah mempermainkan perasaannya.


Huo Xue berjalan terhuyung-huyung, karena ia menderita luka yang sangat parah dan segera duduk di bawah pohon kayu. Dia kemudian menelan Pil penyembuhan untuk mengobati lukanya. Namun, tiba-tiba ia jatuh pingsan sebelum Pil penyembuhan tersebut bekerja menyembuhkan lukanya.


Dua batang dupa kemudian, Huo Xue mencium aroma daging bakar dan segera membuka matanya. Dia sangat terkejut, tiba-tiba ada laki-laki tampan tersenyum menatapnya.


Huo Xue langsung memeriksa tubuhnya yang tetap mengenakan baju compang-camping akibat ledakan tadi.


“Kamu baik-baik saja!” sela laki-laki tampan itu yang duduk lima langkah darinya. “Aku sudah melihat kejadian tadi dan terkejut melihatmu bisa menahan ledakan itu!” katanya lagi dan saat itu sebenarnya ingin menjadi Pahlawan kesiangan untuk menyelamatkan Huo Xue, tetapi tiba-tiba Huo Xue menghilang dengan merobek dimensi, sehingga ia pun kagum melihat kemampuan gadis cantik tersebut.


“Saudari, kamu telah sadar ternyata!” Dua Wanita cantik tiba-tiba muncul sembari membawa tiga ekor ikan besar. “Ah, Saudari pasti bingung! Kami adalah murid Sekte Daun Keladi yang kebetulan pulang dari menjalankan misi dan melihat tuan muda Huo malah ingin ....” Wanita cantik itu tidak melakukan ucapannya. “Oh, ya. Aku Bing Yun!”

__ADS_1


“Aku Xiao Shi!” sahut Wanita cantik di sebelah Bing Yun.


“Aku senior mereka yang tampan dan baik hati, He Qian!” sahut laki-laki tampan tersebut, sehingga Huo Xue tersenyum tipis—tak menyangka mereka berani datang menolongnya bahkan menunggunya hingga pulih kembali, tanpa takut Huo Ming dan tetua Pertama akan menyakitinya.


__ADS_2