
Xiuhuan sedang duduk di atap rumah salah satu penduduk. Ia sedang mengamati kediaman Clan Lin, dengan berpakaian ala-ala ninja. Seperti yang Xiuhuan lakukan kala membasmi pengkhianat di kota Hua.
Matanya tertuju pada Bai Qiusheng yang keluar dari kediaman Clan Lin itu bersama 33 anggota Paviliun Shadow lainnya.
"Cih, mereka selalu bergerombol, akan sulit untuk melawan mereka kalau begini," guman Xiuhuan.
Setelah rombongan Bai Qiusheng keluar, tak lama setelah rombongan para sesepuh juga meninggalkan Clan Lin. Hingga mata Xiuhuan tertuju pada Lin Jingmi yang juga keluar bersama salah satu Sesepuh itu.
"Ratu Malam ikut juga dalam pertemuan itu. Aku akan mengikutinya, takutnya penyerangan ke Sekte Gunung Pedang mereka lakukan sesegera mungkin, tanpa menunggu Hakim dari ibukota."
Xiuhuan berpikir demikian. Ia kemudian melompat dari atap ke atap rumah penduduk lainnya. Mengikuti pergerakan Lin Jingmi.
"Hmm, sepertinya ada yang mengikuti kami? Apakah itu Paviliun Shadow kecewa dengan protes keras Ayah tadi," guman Lin Jingmi memperhatikan ke atap rumah penduduk.
Keberadaan Xiuhuan langsung lenyap, saat Lin Jingmi melihat ke arahnya. Padahal tadi Lin Jingmi sekilas melihat bayangan hitam melompat.
Bayangan Xiuhuan kelihatan, karena malam ini bulan sedang purnama.
__ADS_1
"Sepertinya pelacur itu menyadari kehadiranku," guman Xiuhuan yang bersembunyi saat pandangan Lin Jingmi tertuju padanya.
"Ada apa Jingmi?" tanya Ayahnya melihat mata Lin Jingmi mendongak ke atas. Seperti sedang memperhatikan sesuatu yang penting.
"Oh, tak ada Ayah ...."
Lin Jingmi berlari kecil, kemudian merangkul tangan Ayahnya itu. Lima Pendekar Pedang tahap empat puluhan Clan Lin juga ikut bersama mereka.
Saat ini semua Sesepuh diawasi dengan ketat, karena Lin Dong takut mereka seperti Lin Xia yang kabur dan ingin memberitahu rencana mereka pada Sekte Gunung Pedang.
Lin Dong juga terlalu tertekan dengan kehadiran anggota Paviliun Shadow dan Hakim Duan Cangtian yang belum juga muncul. Padahal waktu yang dijanjikan telah lewat.
Awalnya rencana penyerangan terhadap Sekte Gunung Pedang hanya melibatkan Hakim Duan Cangtian saja. Namun, kematian putranya Lin Hu yang diutus Paviliun Shadow untuk mengejar gadis kecil yang dapat menggunakan jurus Pembelah dimensi di kota Yan Luo, membuat Paviliun Shadow bergerak dengan kekuatan besar sekarang.
Tak seperti sebelum-sebelumnya, memilih para pemula untuk menjalankan misi, sekalian menambah jam terbang mereka.
***
__ADS_1
Lin Jingmi bersama ayahnya memasuki kediaman mereka. Anggota Clan Lin berjaga di berbagai sudut kediamannya itu.
Jika, Lin Jingmi pergi ke rumah bordil Gerbang Surga, salah satu dari mereka juga akan mengikutinya. Karena Lin Jingmi adalah aset berharga alias lumbung emas bagi Clan Lin.
Dengan jurus pesonanya yang membuat para pria hidung belang bertekuk lutut padanya. Walaupun ia harus menanggung julukan Ratu Malam, alias pelacur kelas atas.
Dengan Langkah kilat, Xiuhuan telah berada di atap kediaman Lin Jingmi. Ia kemudian masuk dengan cara melobangi genteng rumah itu.
Xiuhuan mengintip ke dalam, apakah ada orang di sana. Takutnya nanti ia ketahuan dan memancing keributan yang membuat para Pendekar Pedang yang berjaga di luar berdatangan.
Walaupun Xiuhuan dengan mudah dapat melenyapkan mereka. Namun, itu akan membuat Paviliun Shadow bergerak lebih cepat untuk memulai penyerangan.
Saat mata Xiuhuan menoleh ke dalam, ia melihat pemandangan yang familiar. "Wau mulus sekali," guman Xiuhuan melihat Lin Jingmi sedang mengganti pakaiannya. Karena sebentar lagi ia akan melakukan kegiatan rutinnya sebagai Ratu Malam.
Xiuhuan yang tak melihatnya dengan jelas, memutuskan memasukkan kepalanya ke dalam lubang yang dibuatnya. Dan ... Brukkkkkk!" Xiuhuan terjatuh tepat menimpa Lin Jingmi.
Bersambung 😁🙀🙀
__ADS_1