Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kekacauan di Sekte Qingyun


__ADS_3

Huo Xiong membagi-bagi seribu anggota Clan Huo yang menyusup sejak kanak-kanak ke berbagai Clan di Benua Kun Lun itu menjadi kelompok-kelompok kecil, agar pergerakan mereka sulit dideteksi saat kekacauan tiba sebentar lagi, karena ini adalah misi bunuh diri—membunuh sebanyak-banyaknya hingga detik nafas terakhir.


“Saudara Jin, bunuh istri dan anak-anak Xiuhuan! Kami yang akan membunuh para Sesepuh!” kata Huo Xiong pada Huo Jin yang dulunya bernama Cao Jin dan memiliki eleman Api, Racun dan Kayu.


“Eh, bukankah itu juga anak-anak Putri Huo Xue?” Huo Jin terkejut mendengarnya.


“Itu hanya masa lalunya, aku takut saat di masa depan ia bertemu anak-anaknya segel ingatannya malah hancur, karena biasanya Segel ingatan tidak bisa memblokir orang-orang tersayangnya,” sahut Huo Xiong.


Huo Jin mengangguk, ia juga berpikir demikian. Lebih baik mencegah sejak dini daripada pengorbanan seribu murid-murid Clan Huo ini sia-sia saja, karena Huo Xia tidak membalaskan dendam mereka—hanya gara-gara dia bocah itu.


Huo Jin segera menuju Kediaman milik Lou Xue yang terletak di Kastil Qingyun, tetapi Huo Jin terkejut ternyata rumah itu telah dipasang Arah perlindungan.


Huo Jin menyerang Array pelindung tersebut, tetapi terpental kembali. Sehingga ia bingung, kenapa mereka mengetahui akan ada kekacauan di Sekte Qingyun.


“Jangan-jangan Putri Huo Xue memberitahu mereka sebelum ia bertemu kami, kalau akan ada kekacauan di sini!” gerutu Huo Jin menyayangkan keputusan bodoh yang diambilnya itu. “Aku akan bersembunyi saja dan akan membunuh mereka saat Array pelindung ini dibuka kembali. Aku tidak bisa membiarkan anak-anak Putri Huo Xue menggagalkan rencana kami di masa depan,” gumam Huo Jin berbalik badan, tetapi tiba-tiba sudah ada Lou Yi dihadapannya.


“Aku khawatir dengan nasib anak-anak Saudara Xiuhuan, makanya aku segera kemari. Namun, ternyata mereka baik-baik saja,” kata Huo Jin tanpa ditanya lebih dulu.


Lou Yi yang merupakan Kultivator pemilik Paviliun Shilin di Daratan Utama, curiga dengan ucapan Huo Jin tersebut. Karena sangat aneh rasanya murid yang berasal dari Clan Cao berteman dengan Xiuhuan yang jarang berada di Sekte Qingyun.


Dia langsung memadatkan qi menjadi ratusan pedang terbang, karena ia memiliki elemen Besi, elemen kegelapan dan elemen api.


Huo Jin yang berpura-pura khawatir akhirnya tersenyum lebar, karena Lou Yi tahu tujuannya kemari. Dia segera melepaskan racun ke udara—tetapi Lou Yi adalah Alkemis, sehingga ia langsung menelan Pill penawar racun—sehingga ia masih bisa bernafas walaupun udara di sana telah terkontaminasi racun mematikan.

__ADS_1


“Kenapa kalian ingin membunuh keluarga Xiuhuan? Apakah ini ada kaitannya dengan kehancuran Clan Huo?” selidik Lou Yi yang sudah mendengar kabar kalau Clan Huo telah hancur.


Dia tidak tahu persis apakah Xiuhuan terlibat, tetapi penyerbuan itu tepat setelah beberapa setelah janji Sepuluh tahun yang dilakukan oleh Xiuhuan dengan tuan muda Huo dan Tuan muda Ling. Namun, yang hancur justru Clan Huo, sedangkan Clan Ling malah makin digdaya dan yang menjadi pemimpin penyerbuan itu adalah Ling Wentian yang seharusnya menjadi salah lawan Xiuhuan.


“Apa yang telah dilakukan anak nakal itu, sehingga terjadi kekacauan yang sangat mengerikan begini?” gumam Lou Yi ingin sekali memukul kepala Xiuhuan, tetapi kini Xiuhuan malah lebih kuat darinya—Padahal dulu Xiuhuan sangat lemah saat masih di Dataran Utama.


“Bacot kau wanita lacur!” sahut Huo Jin menyerang Lou Yi dengan kekuatan penuh menggunakan elemen api miliknya.


Namun, Lou Yi tidak mau kalah. Dia langsung melepaskan Pedang terbangnya—sehingga Huo Jin terpaksa menggunakan Elemen kayu membuat tanaman merambat mengelilingi tubuhnya, tetapi Lou Yi juga melakukan serangan kombinasi dengan elemen api—sehingga tanaman merambat itu terbakar.


“Sial! Sejak kapan dia menjadi sekuat ini?” gumam Huo Jin memutuskan mundur menuju keramaian murid-murid yang sedang panik—karena ia tak mau mati tanpa membawa salah satu murid bersamanya.


Lou Yi tidak membiarkan Huo Jin lari begitu saja dan muncul dihadapannya menggunakan elemen kegelapan—dengan merobek dimensi dan Huo Jin sangat terkejut, karena ia tidak mengetahui informasi mengenai Lou Yi, selain dia adalah seorang Alkemis saja.


“Ah, Sial! Kenapa wanita sialan ini harus muncul!” gerutu Huo Jin langsung terkapar menghantam lantai dengan punggung tertancap puluhan Pedang yang terbuat dari elemen besi milik Lou Yi.


“Mudah-mudahan saja Lou Xue dan yang lainnya baik-baik saja!” gumam Lou Yi segera menuju bagian dalam Kastil Qingyun— di mana puluhan tubuh murid-murid Chaos Ancient God sedang terbaring di lantai dengan kondisi mengenaskan sekali.


Huo Xiong berpura-pura ingin melaporkan kejadian pemberontakan para murid secara tiba-tiba pada para tetua yang sedang berdiskusi di Aula utama Kastil Qingyun tersebut. Namun, ia tak menyangka ada beberapa tetua dengan tingkat Kultivasi Ranah Absolute God juga di sana, sehingga ia mengedipkan mata pada rekan-rekannya agar tidak langsung menyerang, tetapi mendekati mereka lebih dulu.


“Kenapa kalian ke sini dan kenapa ada pertarungan saling membunuh diluar, seharusnya kalian bersembunyi saja dan para tetua dan Diaken yang akan menyelesaikan masalah tersebut,” kata Tetua Wu Ming.


Huo Xiong yang memiliki nama lain Wu Xiong mendekati tetua dan berkata, “Kami melihat kalau pelakunya adalah Lou Xue!” Dia mengatakan itu agar sesepuh Cao Yun marah padanya.

__ADS_1


“Apa katamu?” Sesepuh Cao Yun termakan umpan dan segera muncul dihadapannya. “Jangan katakan omong kosongmu di sini, tidak mungkin murid sebaik dirinya melakukan itu!” bentak Sesepuh Cao Yun tidak terima dengan ucapan Wu Xiong.


Huo Xiong alias Wu Xiong tertawa pelan dan berkata, “Coba Anda gunakan energi spritual Sesepuh untuk melacak keberadaannya? Pasti tidak ada!”


Sesepuh Cao Yun segera menuruti ucapan Wu Xiong dan terkejut ia tidak merasakan keberadaan Lou Xue di area Sekte Qingyun tersebut. “Bagaimana bisa dia pelaku huru-hara ini?” Sesepuh Cao Yun masih tidak percaya dengan omong kosong Wu Xiong.


“Kami ingin menangkapnya karena ini menculik Saudari Cao Mei yang memiliki elemen Es. Namun, rekan-rekan Lou Xue datang menolongnya dan dia berhasil kabur dengan membawa Cao Mei. Ah, sungguh sangat disayangkan.” Wu Xiong menghela nafas panjang. “Asal Sesepuh Cao Yun tahu, bahwa murid-murid yang hilang selama ini kebanyakan berelemen es dan sama sepertinya. Mungkin kah ia melakukan Kultivasi terlarang”


“Berhenti sembarangan menuduh! Aku akan menyelidiki kasus ini secara langsung, karena opinimu sangat meragukan sekali!” sahut Sesepuh Cao Yun memegang kerah baju Wu Xiong.


Seringai tipis kemudian muncul di wajah Wu Xiong alias Huo Xiong, sehingga Sesepuh Cao Yun mengerutkan keningnya—mungkinkah mereka sedang dipermainkan oleh murid dihadapannya ini dan tiba-tiba Huo Xiong menusuk Sesepuh Cao Yun dengan Pedang kembarnya yang memiliki elemen Api dan Es.


“Ini adalah balas dendam atas apa yang dilakukan oleh muridmu Xiuhuan yang menghancurkan rumah kami!” bisik Huo Xiong—sehingga Sesepuh Cao Yun menyadari, ternyata murid dihadapannya ini merupakan anggota Clan Huo yang ingin balas dendam—karena Xiuhuan berhasil menghancurkan Clan mereka.


Sesepuh Cao Yun tersenyum menatap Huo Xiong dan berkata, “Ya, mudah-mudahan dengan membunuhku kebencian dalam dirimu bisa lenyap dan dikehidupan berikutnya kita bisa menjadi Guru dan murid lagi.”


Huo Xiong terkejut mendengarnya dan segera menarik Pedang kembarnya, kemudian segera menyerang Sesepuh lainnya. Namun, tetua Wu Ming dan tetua lainnya langsung menghentikan mereka.


Sesepuh Cao Yun sangat sedih saat melihat tubuh Wu Xiong dan belasan murid-murid yang susah payah ia ajarkan agar menjadi Kultivator hebat di masa depan—tetapi mereka harus mati di tangan Guru mereka sendiri.


Sesepuh Cao Yun menutup matanya, dan air matanya bercucuran membasahi pipinya keriputnya. Sebenarnya ia masih bisa selamat setelah ditusuk oleh Wu Xiong, tetapi ia sengaja menahan energi spiritualnya agar tidak melakukan regenerasi pada tubuhnya, karena ia merasa menjadi Guru yang gagal dan ribuan nyawa tak bersalah telah hilang—karena ia gagal menghilangkan kebencian di hati mereka dan ia juga terlalu fokus untuk masalah Naga Lou Feng—sehingga membiarkan Xiuhuan bertindak sesuka hatinya.


“Sesepuh Cao Yun, cepat telan Pill Penyembuhan ini!” kata Tetua Wu Ming setelah membunuh semua yang tidak mau menyerahkan diri itu dan mereka memilih bertarung hingga mati—walaupun tahu lawan mereka sangat kuat. “Ah, sial! Sesepuh Cao Yun sudah tiada!” kata Tetua Wu Ming memeriksa detak jantungnya yang telah berhenti.

__ADS_1


Pertarungan jalanan di kawasan Sekte Qingyun telah berakhir dan 10.000 murid tewas dalam kejadian ini, karena kebanyakan tidak tahu mana kawan dan lawan—karena mereka di serang secara tiba-tiba, sehingga timbul sikap waspada satu sama lain.


__ADS_2