
Xiuhuan keheranan melihat Kultivator yang ada di Kediaman Nona muda Feng Jiao tampak bermuka masam dan sedih, sehingga ia yang awalnya ingin meminta dibawakan makanan ke kamarnya memutuskan makan di luar Kediaman milik Feng Jiao saja.
“Bukankah kalau memerlukan sesuatu tinggal mencari Nona Feng Yue saja?” Yu Fen keheranan, kenapa Xiuhuan tiba-tiba mengajak mereka makan di luar, padahal Feng Jiao mengatakan agar mereka tidak berkeliaran di luar Kediamannya, karena takut Clan Sin akan mengincar mereka.
Xiuhuan berbisik, “Kita tidak boleh merepotkan mereka, walaupun mereka mengatakan akan melayani kita.” Xiuhuan berkilah dan tidak mengatakan kalau ada yang aneh dengan anggota Clan Feng yang ada di Kediaman milik Feng Jiao itu.
“Sepertinya lebih enak kalau kita makan di Restoran terkenal, kalau tidak salah hanya beberapa tombak dari sini letaknya,” sahut Yu Qingyi yang memperhatikan sekitarnya saat meninggalkan arena gladiator kemarin.
“Kalau lokasinya cukup dekat, aku rasa tidak apa-apa kita keluar sebentar,” kata Kong Xia juga.
“Baiklah ayo kita ke sana, kalau semua sudah setuju,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar dan bergegas meninggalkan kamar mereka.
Ketiga istri Xiuhuan akhirnya merasa ada yang tak beres dengan anggota Clan Feng yang tinggal bersama Nona Feng Jiao itu, tetapi mereka memilih diam saja karena Xiuhuan tidak berkata apa-apa dan mereka terus melangkah menuju restoran.
“Restoran ‘Datang Lapar—Keluar Kenyang’ hehehe ... nama yang unik.” Yu Qingyi tertawa cekikikan setelah mengeja nama restoran itu.
“Baiklah mari kita masuk, apakah reputasinya memang benar akan membuat kita kenyang atau malah tambah lapar hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh sembari memasuki restoran itu.
Iblis wanita segara datang menghampiri mereka dan berkata, “Selamat datang di Restoran kami yang sederhana ini Tuan dan Nona ....”
“Kami memesan semua menu makanan yang tersedia di restoran ini dan tolong agak cepat, ya. Cacing di perutku sudah berdendang ria meminta asupan gizi,” sahut Xiuhuan sembari menyodorkan tips satu Kristal Kuning.
Pelayan wanita itu terkejut mendapatkan tips yang sangat besar menurutnya, karena gaji bulanannya saja cuma sepuluh Kristal Kuning. “Jangan khawatir, tuan. Kami akan memprioritaskan pesanan Anda!” kata Iblis wanita itu sembari menyiapkan tempat duduk untuk keempatnya.
Sembari menunggu pesanan mereka datang, Xiuhuan diam-diam mendengarkan pembicaraan para pelanggan restoran dan ia terkejut mendengar seluruh Tetua di Clan Feng telah di bunuh tadi malam. Dia kemudian berpikir apakah itu ulah Feng Jiao, karena ia melihat Feng Jiao berbicara dengan Iblis yang mengenakan penutup wajah kemarin. Namun, kenapa seluruh anggota Clan Feng yang tinggal bersamanya terlihat tegang? “Hmm, ini sepertinya tidak sederhana ... kematian mereka terlalu mudah. Jangan-jangan Ketua Clan sengaja membiarkan mereka terbunuh agar ia berkuasa dengan mutlak dan tidak ada lagi yang menghambat keputusannya," gumam Xiuhuan.
__ADS_1
Tak lama berselang, pesanan mereka akhirnya tiba dan para pengunjung restoran lainnya terkejut. Xiuhuan dan istrinya memesan makanan yang sangat banyak—sehingga meja makan mereka penuh dengan makanan beraneka ragam itu.
“Wah, aku makan yang mana duluan, ya?" Yu Qingyi kebingungan melihat semua makanan tampak enak.
***
Saat sedang asyik makan tiba-tiba Sin San muncul di restoran itu bersama beberapa anggota Clan Sin dan matanya langsung tertuju pada Xiuhuan.
“Wah-wah ... bukankah itu petarung di arena gladiator kemarin,” kata Sin Chan pura-pura tidak mengenal Xiuhuan, padahal hari ini ia akan bertarung dengannya atas perintah dari Sin San.
Xiuhuan terkejut melihat kemunculan mereka, ia mengira Sin San datang ke restoran itu untuk menangkapnya, sehingga ia langsung berdiri sembari mengeluarkan Tombak Long Kiang.
“Ara ... ara ... apakah diriku yang cantik ini terlihat menyeramkan, sehingga tuan Xiuhuan ingin segera menombakku.” Sin Chan menggoda Xiuhuan.
Karena Sin San tidak menyerangnya, Xiuhuan buru-buru meninggalkan restoran itu dan kembali ke Kediaman milik Feng Jiao.
***
“Dari mana saja kalian?” Feng Jiao tampak khawatir saat anggotanya melapor kalau Xiuhuan pergi meninggalkan Kediamannya.
Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Aku cuma sarapan pagi saja. Kapan pertarungan selanjutnya diadakan—supaya kita mendapatkan Kristal yang banyak lagi, nanti aku akan memasang taruhan yang lebih banyak dari yang kemarin.”
Feng Jiao mengerutkan keningnya melihat sikap Xiuhuan yang tampak tenang, padahal ia yakin Xiuhuan sudah tahu situasi yang terjadi di Clan Feng. Apalagi itu sudah menjadi pembicaraan khalayak ramai.
“Sebentar lagi,” sahut Feng Jiao. “Bisakah kita bicara berdua, ada sesuatu yang ingin kuberitahu padamu,” katanya lagi.
__ADS_1
“Kami akan kembali ke kamar saja,” sahut Yu Fen segera masuk ke dalam Kediaman milik Feng Jiao itu yang diikuti oleh Yu Qingyi dan Kong Xia.
Xiuhuan mengikuti Feng Jiao yang berjalan ke lantai atas Kediamannya dan mereka berhenti di ruangan terbuka—dari sana terlihat jelas pemandangan seluruh kota Heitu.
Feng Jiao melambaikan tangannya agar para Pelayan meninggalkan ia dan Xiuhuan saja dalam ruangan itu. “Silahkan duduk saudara Xiuhuan!” kata Feng Jiao sembari menyeduh teh hijau.
“Terimakasih Nona Jiao!” sahut Xiuhuan tanpa basa-basi langsung menyeduh tehnya. “Kota yang indah!” katanya lagi sembari menatap kearah Feng Jiao.
“Ya, tetapi kami mengalami situasi yang pelik, mungkin ini terakhir kalinya aku akan menikmati teh dengan santai seperti ini,” sahut Feng Jiao yang tampak cemas.
Xiuhuan diam saja, ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena ia juga tidak bisa memberikan masukan, palingan masukan yang relevan darinya hanyalah meminta Feng Jiao kabur. Namun, bila ia ingin kabur, seharusnya itu sudah ia lakukan sejak tadi malam—saat misi yang ia lakukan ternyata berakhir berantakan.
Feng Jiao menarik nafas dalam-dalam dan menatap ke arah arena gladiator. “Kami berencana melakukan kudeta saat di arena gladiator nanti. Kalau situasi menjadi kacau, segeralah tinggalkan kota Heitu ini. Nanti Feng Yue akan mengantar kalian ke perbatasan Selatan,” kata Feng Jiao sembari menatap Xiuhuan. “Jangan khawatir, kalian akan baik-baik saja karena ia sudah hafal jalan pintas yang tidak akan dicegat oleh penjaga perbatasan.”
Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Feng Jiao begitu nekad akan mengkudeta kakaknya sendiri. Apalagi ia merasa pengikut Feng Jiao hanya sedikit saja, untuk melakukan kudeta itu sangatlah tidak relevan sekali.
“Lebih baik Nona Jiao tidak melakukan itu, karena dari awal Ketua Huang sudah mengetahui rencanamu. Justru ia sepertinya sudah memaafkan tindakan Nona Jiao karena dengan ulahmu ia bisa menjadi Pemimpin otoriter, dan hingga sekarang ia tidak memerintahkan anak buahnya untuk menangkapmu,” sahut Xiuhuan memberikan masukan padanya.
“Jadi, aku membiarkan dia memimpin Clan Feng ini begitu saja, setelah kami mengorbankan nyawa dan biaya yang sangat banyak untuk menggulingkannya?" Feng Jiao membentak Xiuhuan. “Ah, maaf aku terbawa emosi,” katanya lagi sembari menyeka air matanya.
Xiuhuan tersenyum masam dan berkata, “Kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, tetapi setelah mencapai tujuan itu—belum tentu itu akan menjadi baik. Bayangkan saja nanti kota Heitu ini akan bernasib sama dengan kota Lan Hu yang sekarang malah menjadi medan perang antara Clan Ma dengan Clan Bai, yang menjadi korbannya adalah penduduk yang tidak tahu apa-apa dan mereka terpaksa mengungsi.”
Xiuhuan merasa saat itu telah melakukan langkah yang salah, tetapi di satu sisi—ia harus membalaskan dendam Yu Qingyi dan Yu Fen. Dengan melakukan Pelelangan kota Lan Hu Xiuhuan berharap Clan besar akan membawa kedamaian atas kota itu, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.
Feng Jiao menarik nafas dalam-dalam dan beranjak dari tempat duduknya. “Ayo kita ke arena gladiator,” ajaknya tanpa menjawab usulan Xiuhuan—apakah ia mengurungkan niatnya untuk melakukan kudeta atau tidak.
__ADS_1