Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Dalang Kekacauan


__ADS_3

Hampir seluruh anggota Clan Yu muntah saat berada diatas Kapal terbang milik Xiuhuan yang kecepatannya seperti kecepatan cahaya itu.


“Hadeh ... lemah sekali anak buahmu itu!” canda Xiuhuan pada Pangeran Qin Hao yang wajahnya juga pucat.


“Ini sungguh cepat sekali tuan Xiuhuan. Bahkan aku tak tahu kita berada di mana sekarang?” sahut Pangeran Qin Hao.


Xiuhuan ingin menjawab pertanyaannya tiba-tiba ia merasakan kekuatan besar muncul di depan mereka, sehingga Xiuhuan menghentikan laju Kapal terbangnya.


Di langit tiba-tiba muncul kilatan petir seseorang keluar seperti merobek sesuatu. Membuat Pangeran Qin Hao dan anggota Clan Yu ketakutan melihatnya.


Ini pertama kali bagi mereka melihat fenomena aneh seperti ini dan tekanan yang sangat kuat membuat mereka dipaksa bertekuk lutut.


“Apakah dia Dewa ataukah Iblis?” tanya Pangeran Qin Hao merasa sudah tak ada harapan lagi untuk hidup, kekuatan lawannya itu terlalu kuat dan diluar akal sehatnya.


“Dia hanya Kultivator saja, tetapi kekuatannya jauh lebih kuat dariku,” sahut Xiuhuan memicingkan mata menatap Kultivator yang keluar dari celah dimensi itu.


“Hahahaha ... pasti kau kan, yang membunuh Wan Sin, sampai-sampai Raja Qin Song memohon padaku agar campur tangan. Padahal selama seribu tahun ini tak ada Kultivator yang berani mengusik budak-budakku!” Lelaki botak dengan perut buncit dan Pedang besar ditangannya tertawa terkekeh-kekeh.


“Ranah Absolute God!”


Xiuhuan mengeluarkan Pedang Yu Xian atau Peri Hujan, tak ada rasa takut diwajahnya, karena satu Kultivator Absolute God masih gampang diatasi—karena ia memiliki senjata andalannya, Boneka Humanoid yang setara dengan kekuatan Kultivator Absolute God. Namun, untuk kali ini ia akan mencoba kekuatan barunya yang naik tingkat Kultivasi menjadi Immortal Akhir beberapa hari yang lalu.


“Tuan Xiuhuan tidak takut sama sekali! Seberapa kuatkah ia sebenarnya," gumam Pangeran Qin Hao takjub melihatnya.

__ADS_1


“Serea!" Xiuhuan mengirim suara telepati padanya.


“Ada apa? Ganggu saja, aku lagi sibuk berkultivasi,” keluh Serea dari dalam Rongqi Xiuhuan, ia telah membuat rumah apung di atas Samudera qi milik Xiuhuan itu.


“Pinjamkan aku kekuatan elemen Es-mu itu, aku ingin mencoba melawan musuh kuat!” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.


“Cih, kuat dari mana? Cuma segini cukup dengan jari telunjukku saja untuk melawannya,” kata Serea meremehkan Kultivator Ranah Absolute God itu.


“Jangan! Kamu tak boleh menunjukkan kekuatanmu, dunia ini masih penuh misteri. Takutnya ada Naga seperti Naga Lou Feng yang ada di tempat asalku,” sahut Xiuhuan.


Serea merasa ucapan Xiuhuan ada benarnya juga. Apalagi Siluman yang pelarian itu biasanya sudah berada di puncak Kultivasi mereka. Sehingga meninggalkan Dunia Siluman karena merasa bosan di sana.


“Baiklah, sebagai bayarannya aku akan menyerap sebagian qi milikmu,” kata Serea langsung meminjamkan kekuatan elemen Es padanya.


“Oi, dasar istri tak punya otak! Aku capek-capek disambar petir agar dapat menyerap qi sebanyak itu—dengan gampangnya kamu malah menyedotnya hingga habis!” keluh Xiuhuan ingin berkata-kata kasar, tetapi ia takut disentil oleh Serea nanti.


“Ah, cuma seperempat saja kok, malah ngeluh. Anggap saja mahar pernikahan,” sahut Serea tertawa cekikikan dan diikuti gelak tawa sidat listrik yang berubah menjadi gadis kecil.


“Eh, ternyata kau sudah melahirkan? cepat sekali prosesnya?” Xiuhuan keheranan dari mana datangnya gadis kecil bertanduk itu, malah tidak seperti Siluman Duyung.


“Dia Roh Pedangmu bodoh! Aku menggunakan elemen cahaya untuk mengubah wujudnya, sehingga ia kini bisa sesuka hati berubah wujud. Karena umurnya baru sepuluh ribu tahun, sama sepertimu; makanya ia masih kecil—karena Siluman itu pertumbuhannya lambat.” Serea memberikan penjelasan.


Xiuhuan akhirnya mengerti, tetapi yang membuatnya bingung kenapa harus betina. Berarti selama ini belut kecil itu selalu melihatnya sedang ... mengingatnya saja Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, sehingga Kultivator yang melayang di udara itu mengira Xiuhuan mengejeknya.

__ADS_1


“Aku tidak menyangka kamu mengetahui tingkat Kultivasiku, padahal di Dunia Bawah ini tak ada yang mengerti tentang itu,” kata Kultivator itu sambil mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat.


Xiuhuan langsung membuat perisai air agar Pangeran Qin Hao dan anggota Clan Yu tidak terbunuh.


Dia kemudian meminta Roh Pedang Sidat Listrik keluar untuk dijadikan tunggangannya. Karena ia tak bisa terbang seperti Kultivator lain.


“Kalian perhatian lah pertarungan antar manusia setengah dewa ini,” kata Xiuhuan mendorong Kapal terbangnya itu sejauh puluhan mil dari mereka. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Kultivator Ranah Absolute God itu dan berkata, “Kamu dulunya berasal dari Sekte Qingyun, karena hanya mereka yang memiliki akses ke Dunia Bawah ini hehehe ....” Xiuhuan tertawa cekikikan mengejeknya.


Kultivator itu terdiam sejenak, ia tak menyangka ternyata lawannya adalah murid Sekte Qingyun yang jarang datang ke Dunia Bawah ini karena Sekte Qingyun tak suka mencampuri urusan Dunia lain.


“Hmm, ternyata bertemu dengan Kultivator seperguruan, Aku adalah Jiang Cheng—salah satu tetua pelataran dalam Sekte Qingyun ribuan tahun yang lalu dan aku tak menyangka Sekte Kuil Surgawi sampai memanggil kalian untuk mengatasi kekacauan di Kerajaan Qin ini,” kata Jiang Cheng menatap tajam pada Xiuhuan.


Xiuhuan menunjukkan tingkat Kultivasi-nya yang sesungguhnya dan menangkupkan tinjunya dan berkata, “Aku, Xiuhuan murid dalam Sekte Qingyun memberi hormat pada tetua Cheng dan membiarkan murid ini mengatasi kekacauan yang terjadi di Kerajaan Qin.”


Jiang Cheng mengkerut kan keningnya, ia tahu Xiuhuan sengaja mengatakannya dan bila ia membunuh Xiuhuan maka Sekte Qingyun akan mengirim tetua untuk menyelidiki penyebab kematiannya dan membuatnya harus bersembunyi. Namun, bila ia membiarkan Xiuhuan berbuat sesuka hati, maka murid-muridnya akan menganggapnya lemah, karena menuruti keinginan Immortal Akhir yang jelas-jelas jauh lebih lemah darinya.


“Hahaha ... kau sungguh pandai bersilat lidah, tetapi bagaimana kalau kau saja yang kembali ke Sekte Qingyun dan aku akan membuat Kerajaan Qin aman kembali, sehingga tak perlu ada lagi pertumpahan darah."


Jiang Cheng tak mau menuruti begitu saja permintaan Xiuhuan, tetapi ia tetap memberikan Xiuhuan kesempatan untuk pergi agar tak berurusan dengan Sekte Qingyun dikemudian hari.


“Oh, maaf tetua Cheng, kemurahan hati Anda sulit untuk diterima. Karena aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjadikannya sebagai Raja Kerajaan Qin yang baru. Tetua Chen pasti tahu, janji seorang Pria itu laksana menyerahkan tenggorokannya di bilah Pedang, lebih baik mati daripada ingkar janji.” Seringai tipis terpancar di wajahnya membuat Jiang Cheng marah, karena negoisasi ini tak akan berguna.


“Aku tak menyangka, murid-murid Sekte Qingyun sekarang bernyali tinggi. Apakah karena kalian tak pernah bertarung melawan musuh kuat lagi. Mengingat Aliran hitam dan putih saat ini menikmati masa-masa damai. Rasakanlah hukuman kecil dari tetua ini,” kata Jiang Meng yang kemudian memunculkan ribuan Pedang melayang di udara.

__ADS_1


“Trik kecil seperti itu aku juga bisa!” sahut Xiuhuan memunculkan ribuan Pedang Es. “Apa tetua Jiang Cheng sudah pikun, karena lama berada di Dunia Bawah yang memiliki sumberdaya tipis dan qi setipis kertas ini hehehe ....” Xiuhuan mengejeknya.


__ADS_2