Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pahlawan Selalu Datang Terlambat


__ADS_3

Bai Qiusheng dan anggota Paviliun Shadow lainnya, hanya memperhatikan Pendekar Pedang Clan Lin menghajar habis-habisan pihak Sekte Gunung Pedang.


“Dia datang!” seru Bai Qiusheng merasakan aura pembunuh yang datang begitu cepat, dari arah pinggiran kota Yangtze.


“Kuat sekali!” seru Nie Qianran, yang merupakan Pendekar Pedang tahap 90 juga, ia satu-satunya Pendekar Pedang wanita dalam Paviliun Shadow yang diutus ke kota Yangtze ini. “Inikah Level puncak Pendekar Pedang itu?” katanya lagi sembari melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Phoenix miliknya.


“Aku tak sabar melawannya hehehe ....” Hei Xing, Pendekar Pedang tahap 90 lainnya juga telah bersiap dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Harimau.


Tak mau ketinggalan, Dong Shuliang, Pendekar Pedang tahap 90 anggota Paviliun Shadow itu, melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Elang Putih.


Dong Shuliang kemudian mengepakkan sayapnya dan melayang di udara. Sebuah Pedang Roh digenggamnya, Pedang itu berwarna Putih dan mengeluarkan asap di bilahnya.


“Qianran'er ... apa kau sudah siap sayang!” Ia menggoda Nie Qianran yang melayang di sebelahnya, dengan sayap Phoenix miliknya mengeluarkan hawa panas di setiap kepakan sayapnya itu. Untung saja, Dong Shuliang memiliki unsur angin yang menetralkan hawa panas pada dirinya.


“Cih, siapa yang mau pada Elang jelek sepertimu!” Balas Nie Qianran dengan kecus.


“Apaaaaaaaa! Kau bilang Aku je—”


Perkataan Dong Shuliang disela oleh Bai Qiusheng, “Jangan bercanda lagi ... semuanya! Bersiap bertarung, kalian harus serius! Lawan kita adalah Pendekar Pedang tahap 100.”


Mendengar perintah Bai Qiusheng, semuanyapun bersiap di posisi masing-masing, menunggu kedatangan Xiuhuan yang melesat dengan cepat.


Xiuhuan melesat dengan sangat cepat, pergerakannya tak dapat dilihat oleh Pendekar Pedang tahap 85 dan 80 Paviliun Shadow. Mereka hanya melihat kilatan-kilatan listrik saja yang berpindah-pindah tempat.


Xiuhuan, kali ini memang tak main-main dalam pertarungan ini. Bayangkan saja, ia menggunakan 30% qi dalam Rongqinya. Ini adalah untuk pertama kalinya ia menggunakan kekuatan besar dalam bertarung.


Karena kita ketahui, Xiuhuan sangat berhati-hati dalam bertindak. Walaupun lawannya tak begitu kuat, namun Xiuhuan tak akan pernah meremehkan lawannya. Karena ia selalu berprinsip, “Manusia bisa mati oleh makhluk sekecil nyamuk malaria.” Makanya ia tak pernah sombong dengan kekuatannya.

__ADS_1


“Ah, gawat! Mereka tak bisa mengikuti pergerakannya!” gerutu Bai Qiusheng, melihat Xiuhuan menyerang yang terlemah diantara mereka.


***


Sementara itu di halaman aula utama Sekte Gunung Pedang yang telah hancur lebur akibat pertarungan kedua belah pihak itu. Mereka merasakan aura kekuatan besar telah bertarung di gerbang luar Sekte Gunung Pedang.


“Senior Xiuhuan telah tiba! Ayo, semua semangat! Kita pasti akan menang!” Teriak Long Fei memotivasi pihaknya yang kehilangan semangat juang.


“Apaaaaaaaa! Pendekar Pedang tahap 100 itu telah muncul membantu kita!” sahut Lin Xia senang, karena tadi ia merasa nasib mereka telah tamat.


Kini, Pendekar Pedang Clan Lin yang ketakutan mendengarnya. Lin Dong menyadari itu, apalagi pihak Sekte Gunung Pedang malah bersemangat kembali dalam bertarung.


“Jangan panik! Paviliun Shadow pasti mengalahkannya dengan mudah!” Teriak Lin Dong.


“Aku harus membuat keputusan ... Lin Dong hanya akan membuat Clan Lin jatuh kedalam kehancuran saja.” Lin Yun berpikir keras, karena ia telah melihat betapa mengerikannya kekuatan Xiuhuan tadi. Kemudian ia berteriak, “Saya Sesepuh Lin Yun, menarik diri dari pertumpahan darah ini, saya akan berpihak pada kepentingan kota Yangtze dan menolak keras menjadi penjilat Paviliun Shadow!"


Semuanya yang ada di sana menjadi kaget. Begitu juga dengan Lin Dong, ia sangat geram melihat perubahan sikap Lin Yun itu. Padahal mereka telah diatas angin, namun buyar olehnya.


“Saya juga!”


“Saya juga tak mau jadi kacung Paviliun Shadow!”


Satu persatu Pendekar Pedang Clan Lin yang loyal terhadap Sesepuh Lin Yun mulai meninggalkan pertarungan itu. Bahkan beberapa Sesepuh yang menolak kerjasama Clan Lin dan Paviliun Shadow juga ikut bergabung dengan Lin Yun.


“Hahaha ... siapa kini yang akan dibuatkan patung emas Lin Dong!" Ejek Long Fei yang melihat wajahnya yang pucat, karena sebagian besar anggotanya berkhianat.


“Lin Yun! Apa-apaan kau ini!”

__ADS_1


Lin Dong menunjuk Lin Yun, ia sangat marah dengan tindakannya itu. Pendekar Pedang yang masih loyal padanya, segera mundur ke belakang Lin Dong. Kini, mereka kalah jumlah.


“Tentu saja untuk menyingkirkan dirimu yang terobsesi menguasai kota Yangtze, namun malah menggadaikan Clan Lin pada Paviliun Shadow, organisasi pembunuh itu!” sahut Lin Xia mendekatinya.


Lin Dong kaget melihat Lin Xia masih hidup. “Kau ... kenapa—”


Lin Xia lansung menyela perkataannya, “Hahaha ... Kalau ingin membunuhku, setidaknya kirim Paviliun Shadow saja, jangan kirim sesama anggota Clan!” Ejek Lin Xia yang membuat Lin Dong tambah marah.


“Bunuh para penghianat ini!” seru Lin Dong lansung melesat menebas Lin Xia. Untung saja Long Fei memblok tebasannya itu.


“Saudara Dong ... lawanmu adalah Aku, jangan kau sakiti wanita secantik tetua Lin Xia!” Gombal Long Fei.


Untung saja ia sudah sepuh, jika sempat ia setampan Xiuhuan, bisa-bisa nanti Lin Xia jatuh cinta padanya.


“Tebasan Badai Phoenix!”


Long Fei menebas Lin Dong, namun ia membloknya dengan jurus Putaran Gelombang Air, Lin Xia dan Lin Yun tak tinggal diam, keduanya menyerang Lin Dong juga.


"Boommmmm!"


Lin Dong terhempas jauh berguling-guling di permukaan tanah, karena mendapat dua serangan lansung yang tak sempat di bloknya.


“Ah, sial! Habis sudah!” gerutu Lin Dong menyadari Pendekar Pedang Clan Lin yang loyal padanya telah dihabisi oleh pihak Sekte Gunung Pedang dan pihak Sesepuh Lin Yun. “Aku akan membawa kalian mati bersamaku!” teriak Lin Dong lagi.


Ia menancapkan pedangnya ke tanah dan akan melakukan serang bunuh diri dengan menguras habis qi dalam Rongqinya.


“Semua mundur!” seru Long Fei menyadari tindakan putus asa Lin Dong.

__ADS_1


“Rasakan ini ... Tsunami!” teriak Lin Dong.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2