Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Laporan Mengejutkan


__ADS_3

Lin Dong dan Pendekar Clan Lin yang bergerak menuju lokasi pertarungan anggota Paviliun Shadow dengan Assasin misterius itu, bertemu dengan mereka yang kembali ke kota Yangtze.


"Tuan Bai ..." sapa Lin Don dengan sedikit gugup, ia takut Bai Qiusheng tersinggung.


"Kembali ke Yangtze, musnahkan sekarang juga Sekte Gunung Pedang!" seru Bai Qiusheng terus berjalan mengacuhkan Lin Dong.


Lin Dong berlari kecil mengikutinya dan berkata, "Apa tak masalah nanti, tanpa persidangan kita menyerang mereka?" Lin Dong khawatir dengan tindakan nekat mereka tanpa persetujuan Hakim.


Bai Qiusheng kesal mendengar sikap ragu-ragu Lin Dong. "Anjing seperti kalian menurut saja! Biarkan pemimpin kami yang mengurus masalah Hakim!" Sambil mengeluarkan aura pembunuh yang membuat semua Pendekar Pedang Clan Lin tertekan.


"Ma-maaf tuan, kami akan melenyapkan Sekte Gunung Pedang saat ini juga!" Lin Dong berusaha meminta belas kasihnya.


Bai Qiusheng kemudian menarik kembali aura pembunuh itu. Ia berjalan tanpa sepatah katapun. Sedangkan Lin Dong lansung memberi perintah dan semua anggota Clan Lin melesat ke arah Sekte Gunung Pedang memulai penyerangan lansung.


"Cih, perang telah dimulai ... dasar Paviliun Shadow bajingan, mereka membuat kota yang damai ini berdarah-darah!" gerutu Lin Jingmi mengumpati mereka dalam hati.


Lin Jingmi mundur perlahan-lahan kebelakang, saat anggota Clannya melesat kembali ke dalam kota Yangtze, ia justru pergi ke arah sebaliknya, mencari keberadaan Xiuhuan, untuk melaporkan kejadian ini.


"Aku harus cepat menemui Xiuhuan, supaya pertumpahan darah ini bisa di cegah, katanya anak buahnya akan segera sampai," guman Lin Jingmi melesat dengan bergabung dengan Roh Pedang Rubah putih, sehingga ia melesat dengan cepat.


***


Xiuhuan yang kabur setelah membunuh Tang Xian, memutuskan duduk dibawah pohon beringin. Karena bersembunyi di sana lebih aman, cahaya bulan ditutupi oleh rimbunnya pohon itu.

__ADS_1


Tak berselang lama, sebuah merpati pesan hinggap di pundaknya. "Oh, mereka telah mendekati kota Yangtze." Xiuhuan membaca pesan itu. Ia langsung membalasnya dan menyuruh mereka menuju tempatnya kini berada.


Tak butuh lama pesan itu langsung sampai kembali, karena jarak mereka memang tak berjauhan.


"Ketua Xiuhuan berada di bawah pohon beringin," kata Duan Mu setelah membaca pesan itu. "Bisakah kau melihat pohon beringin di sekitar sini Tan'er!" katanya lagi.


"Baik," jawab Qin Tan. Sepasang sayap kupu-kupu berwarna warni lansung muncul, tiap kepakan sayap itu mengeluarkan mawar merah beracun.


Dengan anggun, Qin Tan terbang ke udara, membuat iri Mei Yin, karena rekan laki-laki Kelompok Judgment selalu terpesona saat melihatnya terbang. Berbeda dengan dirinya yang harus menggunakan jurus Pesona terlebih dahulu, barulah mereka bertekuk lutut. Padahal Mei Yin tak kalah cantik, namun sikapnya yang pecicilan itu membuat mereka muak. Kecuali Zongxian si Tameng Babi, yang memang selalu tergila-gila dengan wanita cantik.


Qin Tan menjelajahi wilayah sekitar dan melihat di kejauhan sebuah pohon Beringin, bahkan pancaran cahaya lampu dari kota Yangtze juga terlihat.


Qin Tan kembali ke bawah dan melapor, "Aku melihat sebuah pohon Beringin tak jauh dari sini dan kota Yangtze juga sudah dekat."


"Jangan terlalu semangat, nanti tak ada yang memapahmu kala cidera!" sindir Qin Sin.


"Kau--"


Zongxian geram, namun ia melihat Duan Mu telah berjalan duluan. Karena tak ingin ribut lagi, Zongxian lansung berlari menghampiri Duan Mu.


Qin Sin tersenyum melihat Zongxian mati kutu, biasanya ia akan meledak-ledak saat diejek.


Mereka akhirnya menuju pohon beringin, tempat pertemuan yang ditunjuk oleh Xiuhuan, ketua Kelompok Judgment mereka.

__ADS_1


***


Lin Jingmi kebingungan mencari posisi Xiuhuan berada, ia merasa sudah terlalu jauh meninggalkan kota Yangtze.


"Hmm, bukannya itu Lin Jingmi, kenapa ia kelihatan sedang mencari seseorang?" guman Xiuhuan. Ia kemudian mengambil ranting pohon dan melemparkannya ke arah Lin Jingmi dengan mengalirkan sedikit qi pada ranting itu.


Jika ranting pohon itu mengenai Lin Jingmi, itu dapat juga membuat luka cukup serius.


Lin Jingmi yang akan berbalik arah, merasakan sebuah serangan mengarah padanya. Dengan sigap Lin Jingmi lansung mengeluarkan Pedang rohnya dan menangkis ranting pohon itu.


"Siapa di sana!" teriak Lin Jingmi sambil waspada.


"Sigap juga kau Pelacur!" sahut Xiuhuan keluar dari balik rimbunnya pohon Beringin itu. "Hahaha ... tak usah tegang begitulah!" candanya kembali melihat wajah Lin Jingmi yang terlihat tegang.


"Cih, Aku tak akan meladeni candaanmu ... Aku kemari untuk melaporkan Anggota Paviliun Shadow dan Clan Lin akan menghancurkan Sekte Gunung Pedang malam ini juga--"


"Apaaaaaaaa!" Xiuhuan kaget, "ternyata mereka makin nekat saja. Kita harus kembali ke kota Yangtze," sahut Xiuhuan lagi.


"Iya ayolah, kenapa masih berdiri?" tanya Lin Jingmi bingung, katanya mau ke sana segera, tapi Xiuhuan tetap juga berdiri di tempatnya.


"Tunggu sebentar, anggotaku akan segera sampai. Kita butuh kekuatan besar untuk menghadapi mereka!" sahut Xiuhuan.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️

__ADS_1


__ADS_2