
“Ibu Ketiga!” sahut Ling Wentian dengan suara serak. “Kami mengahadapi Phoenix Nirwana dan banyak Kultivator yang ikut denganku tewas. Bahkan Diaken tetua pertama juga banyak yang tewas, entah kenapa; tiba-tiba Phoenix Nirwana itu menyemburkan api seperti Tsunami saja.” Ling Wentian berkilah.
“Apaaaaa!” Dia sungguh terkejut mendengarnya, “Apakah itu benar Hong?” Pandangannya beralih pada tangan kanan Ling Wentian yang terkenal jujur itu.
“B-benar nyonya ketiga!” sahut Ling Hong gugup, karena ini pertama kalinya ia berbohong menutupi kesalahan tuan mudanya. Padahal selama ini kalau Ling Wentian berbuat salah, maka tanpa ragu ia akan memberitahunya pada Ketua Clan Ling.
“Yueeeeeee!” Isak tangis nyonya ketiga pecah, sebelum memasuki Dimensi Heidong ia sudah punya firasat buruk akan terjadi sesuatu padanya. Karena sifatnya yang keras kepala dan sulit untuk diatur. Namun, yang menemaninya adalah Ling Wentian yang terkenal dekat dengannya itu, maka dengan terpaksa Nyonya ketiga membolehkannya.
Ketua Clan Ling yang diam saja dan wajahnya tampak masam, karena mendapat laporan hampir setengah anggota Clan Ling yang memasuki Dimensi Heidong telah tewas. Itu adalah kerugian yang sangat besar dan mengurangi kekuatan tempur Clan Ling.
“Kenapa kau menangis? Yue‘r masih hidup. Saat ini ia mengikuti pasangan suami istri beranak kembar. Melihat usia anaknya itu, mungkin baru sebulan,” kata Ketua Clan Ling menggunakan penglihatan mata elangnya melacak keberadaan Ling Yue dalam kota Nan. “Anak itu mau ngapain sih, kenapa ia malah mengikuti orang itu keluar Kota Nan dan tuan muda dari Clan Huo juga sepertinya mengikuti mereka.” Ketua Clan Ling mengamati keberadaan Ling Yue.
Ling Wentian dan Ling Hong terkejut mendengarnya, mereka tak menyangka ternyata Ling Yue bersama Huo Meigui.
“Cih, wanita penghibur itu! Kenapa ia malah berbohong pada kami, jangan-jangan ia akan membawa Yue‘r ke rumah bordilnya,” gumam Ling Wentian takut adiknya menjadi wanita penghibur—apalagi Ling Yue masih polos dan dengan ketampanan Xiuhuan, ia takut adiknya terjebak dalam perangkap si tampan sialan itu.
Ketua Clan Ling mendengus dingin dan berkata, “Karena kalian yang membawanya ke Dimensi Heidong, maka kalian harus membawanya kemari lagi.”
Ling Wentian dan Ling Hong menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Ketua Clan Ling. “Kami akan membawa adik Yue segera, Ayah!” seru Ling Wentian meninggalkan ruangan Ketua Clan Ling itu.
Ketua Clan Ling memandangi punggung putranya itu dan menarik nafas dalam-dalam. Terlalu banyak masalah yang timbul hari ini, belum lagi putri semata wayangnya juga malah berulah, membuatnya sakit kepala memikirkannya.
***
__ADS_1
Xiuhuan dan Huo Meigui meninggalkan gerbang barat Kota Nan.
“Pegangan yang erat sayang ....” Xiuhuan melapisi kedua anaknya dengan perisai air, ia akan menggunakan jurus Langkah Kilat, kabur dari kejaran Huo Meigui.
Tu-tunggu!” Ling Yue yang ada dibelakang mereka tahu Xiuhuan akan menggunakan jurus yang dapat melarikan diri. “Aku ikut,” katanya langsung melompat ke punggung Xiuhuan, tangan kirinya melingkar di leher Xiuhuan, sehingga Xiuhuan merasakan sensasi empuk di punggungnya.
“Hei, kami mau pulang, kembalilah pulang adik Yue. Orangtuamu pasti akan menerima kondisimu itu, tak perlu takut!” seru Xiuhuan, takut malah menambah musuh dari Clan Ling, karena mengira ia menculik Nona muda mereka.
“Aku sudah memutuskan akan menjadi yang ke 52,” sahut Ling Yue merasa Xiuhuan adalah satu-satunya tumpuannya—selain tampan, ia juga tidak memandang fisik seseorang.
Kecintaan Ling Yue itu tumbuh saat mendengar cerita Xiuhuan tentang nasib buruk yang dialami oleh istri-istrinya yang lain. Diapun merasa, Xiuhuan akan menerimanya apa adanya.
“Ka-kau mau yang ke-52 adik Yue? Coba pikirkan baik-baik,” sela Huo Meigui terkejut mendengarnya. “Aku dulu mau dengan gege, karena ia menipuku. Ya, dengan terpaksa harus mengikutinya lagi.”
“Ayo cepat, ge-gege mau kaburkan?” Ling Yue bertanya dengan malu-malu, membuat Huo Meigui cemberut—walaupun ia jauh lebih cantik dari Ling Yue, tetapi ia tak terbiasa berbagi cinta.
Xiuhuan langsung melesat menggunakan jurus Langkah Kilat menjauh dari kota Nan.
Huo Guan memicingkan matanya, ia tak menyangka keberadaannya telah diketahui oleh Huo Meigui dan kekasihnya, sehingga ia pun menggunakan jurus meringankan tubuh mengejar mereka. Namun, tiba-tiba Ling Wentian mencegatnya.
“Tuan muda Wentian ... tolong jangan halangi Aku. Kamu pasti sudah tahu, aku datang ke kota Nan bukan berbuat onar. Namun, mencari kekasihku Meigui‘er.” Huo Guan menatap tajam Ling Wentian, karena menghambatnya.
“Kami juga ingin mengejar mereka. Namun, ini adalah wilayah kami, tunggulah di sini—kami akan membawakan Pemuda itu dan Nona Meigui untuk Anda,” sahut Ling Wentian melambaikan tangan agar Ling Hong segera menangkap Xiuhuan.
__ADS_1
Huo Guan menghela nafas panjang.
“Anda sungguh bodoh!” keluh Huo Guan. “Pria yang bersama Meigui‘er itu bukanlah sembarang orang. Apakah kamu tidak curiga, bagaimana ia bisa kabur dari Kota Houshan? dan kini Nona Yue ikut bersamanya, kalau kau menyepelekan kemampuannya, maka kau akan bernasib sama sepertiku.” Huo Guan menyakinkan Ling Wentian.
“Kau takut dengan Immortal Awal ....” Ling Wentian tertegun sejenak. Dia masih mengingat Xiuhuan adalah Immortal Awal saat memasuki Dimensi Heidong, begitu juga dengan Huo Meigui yang Immortal Akhir. Namun, saat pertemuan mereka tadi, Kultivasi mereka telah naik satu tingkat secara bersamaan dan berhasil membawa pulang Ling Yue yang hilang saat berada di Lembah Tengkorak. “Ah, sial! Pemuda itu tidak sederhana, pantaslah Meigui yang merupakan wanita tercantik di Benua Resifel itu lebih memilihnya dari pada kamu!” Ling Wentian panik, ia takut Ling Hong akan meremehkannya sehingga akan berakibat fatal nantinya.
Huo Guan melihat Ling Wentian panik, geleng-geleng kepala. Kalau Ling Wentian adalah anggota Clan Huo, mungkin ia sudah menghancurkan basis Kultivasi-nya, karena terlalu ceroboh dan malah ditipu oleh musuh.
Xiuhuan memicingkan mata, ia merasakan kekuatan Ranah Absolute God mendekati mereka dan berhenti melangkah.
“Kalian duluan lah menuju perbatasan dan tunggu aku di sana. Kalau yang muncul nanti adalah selain Aku, maka gunakanlah Artefak Teleportasi kalian ke Sekte Qingyun dan minta penjaga gerbang di sana untuk mempertemukan kalian dengan Nona Lou Yi ....” Xiuhuan menengadah menatap awan. “Hanya dia yang tahu di mana Pulau Niao berada dan di sana kalian akan aman.” Air mata Xiuhuan membasahi pipi Huo Yi dan Huo Er saat ia mencium kedua pipi mereka. Entah kenapa Huo Yi tak menangis kali ini, ia malah meraba wajah Xiuhuan.
“Pergilah!” seru Xiuhuan mengeluarkan Tombak Long Kiang. “Jaga mereka Ling Yue, kalau aku keluar dari sini, aku akan memberikanmu malam spesial pertama dari pada yang di Pulau Niao.” Dia menggoda Ling Yue, walaupun wajahnya tampak sedih terpaksa menjadi tameng menahan Kultivator Ranah Absolute God yang datang menyusul mereka.
“Gege!” Langkah kaki Huo Meigui terasa berat, tetapi ia harus membawa kabur kedua buah hatinya. Dia kemudian merangkul pinggang Ling Yue yang menggendong Huo Er. “Gege harus datang!” Isak tangis terdengar pelan darinya saat meninggalkan Xiuhuan dengan jurus meringankan tubuh.
Xiuhuan duduk bersila dan memejamkan matanya, menunggu kedatangan Ling Hong. Entah mengapa, biasanya ia paling cepat kalau urusan kabur. Namun, kali ini darahnya mendidih ingin menghancurkan musuh-musuh yang ingin mengganggu kehidupannya.
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...~Jangan lupa 👍 Bosque~...