Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Segel Yang Terbuka


__ADS_3

Yu Fen bersikeras untuk tidur bersama Yu Qingyi, sehingga Xiuhuan tidak bisa tidur bersama budaknya itu malam ini. Karena merasa bosan sendirian di kamar, ia memutuskan mencari informasi—apakah ada sumber berharga yang mendatangkan keuntungan besar untuknya disekitar kota Lan Hu ini.


Lantai satu Penginapan Mawar Merah adalah restoran sekaligus lobby Penginapan, sehingga ada begitu banyak pelanggan penginapan dan pengunjung restoran yang memadati tempat itu.


“Ada yang bisa aku bantu tuan muda?” sapa Pelayan Iblis wanita begitu Xiuhuan sampai di lantai satu.


“Pesan teh saja dan beberapa makanan ringan!” sahut Xiuhuan dan memilih duduk di pojokan.


Xiuhuan memperhatikan para pengunjung yang berdatangan dan menduga mereka adalah Kultivator dari luar kota Lan Hu, karena jubah yang mereka kenakan bukan Clan Liang—yang kini menguasai Kota Lan Hu.


“Apakah menurutmu segel itu benar-benar rusak? Bukankah monster itu telah disegel oleh Lima Ranah Raja Iblis seratus ribu tahun yang lalu, apabila Segel itu benar-benar rusak, maka takutnya Kota Lan Hu ini tak akan sanggup menahan serangannya.”


“Bukankah penguasa kota telah menyewa ratusan Kultivator untuk mengantisipasi bencana yang akan terjadi, lagi pula kabar yang kudengar monster itu telah lama lenyap dan yang disegel itu adalah sisa kesadarannya saja.”


“Justru itu yang berbahaya, karena kesadarannya itu akan hinggap pada makhluk hidup dan mengambil alih tubuh makhluk hidup itu dan membuat kerusakan yang mengerikan.”


“Betul juga, ya! Apalagi Kultivator yang berdatangan ke kota Lan Hu ini tak ada yang tinggi tingkat Kultivasi-nya.”


“Kabarnya ada tiga Ranah Demon God tingkat Sembilan dari Sekte Tengkorak.”


“Aku merasa itu belum cukup, seharusnya pemimpin Kota meminta bantuan Ranah Raja Iblis dari Clan besar.”


Xiuhuan mendengar perbincangan dua Kultivator Iblis Ranah Dark Star Tingkat Sembilan disebelahnya dan tersenyum ada hal menarik yang akan terjadi di sini, ia berharap ada harta Karun di sana. Namun, masalahnya ia tak tahu di mana tempat yang dimaksud oleh kedua Kultivator itu, tetapi mendengar cerita mereka—mungkin tempat itu dekat dengan kita Lan Hu.

__ADS_1


“Itu mereka tiga Ranah Demon God tingkat Sembilan dari Sekte Tengkorak, sepertinya mereka menginap di Penginapan ini," bisik Kultivator yang ada disebelah Xiuhuan itu.


“Sebaiknya kita diam saja, karena menurut kabar yang beredar—anggota Sekte Tengkorak itu sangat arogan dan mudah tersulut emosinya, bahkan mereka pernah melenyapkan sebuah Clan kecil hanya gara-gara ada murid mereka yang ditampar oleh Ketua Clan tersebut,” sahut rekannya itu.


Xiuhuan tersenyum mendengarnya, karena itu memang wajar—yang kuat sering menindas yang lemah. Coba saja mereka dihadapkan pada Sekte yang lebih besar, maka mereka akan seperti kucing kedinginan, hal itu juga berlaku padanya—makanya ia tidak mau mencari masalah walaupun dengan Kultivator lemah, kecuali ia disinggung duluan atau ia sedang iseng saat itu.


Tiga Kultivator dari Sekte Tengkorak itu terdiri dari dua Iblis laki-laki dan satu Kultivator Iblis wanita.


Kultivator Iblis laki-laki tampak lebih pendiam, sedangkan Kultivator Iblis wanita tampak seperti tebar pesona apalagi tubuhnya memang aduhai bila dipandang.


“Tak ada tempat yang kosong, mungkin kita ke restoran lain saja!” seru Kultivator Pria dari Sekte Tengkorak—dengan tubuh gemuk.


“Benar sekali, lagi pula di sini terlalu ramai aku tidak suka dengan keramaian,” sahut rekannya yang bertubuh kurus.


Xiuhuan mengerutkan keningnya saat dua Kultivator yang duduk disebelahnya langsung beranjak pergi. “Nona muda, kami sudah selesai makan—Anda bisa mengisi tempat kami," kata Kultivator itu, padahal mereka batu juga duduk dengan Xiuhuan di situ.


Xiuhuan berpikir sejenak apakah akan pergi, karena setelah dua Kultivator itu pergi; otomatis ada tiga kursi kosong di mejanya. Namun, akhirnya ia memilih pergi saja—takutnya mereka tidak nyaman bila satu meja dengan Kultivator yang bukan rekan satu Sektenya.


“Anda mau ke mana tampan? Bukannya kamu sedang menunggu hidanganmu datang? Nona muda ini tak akan menggigitmu hehehe ....” Kultivator wanita Sekte Tengkorak itu menahan Xiuhuan.


“Apa tak apa duduk satu meja dengan para senior?” Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.


“Sudah tak perlu malu-malu,” sahut Iblis wanita itu. “Pelayan! Bawakan arak terbaik kalian!” serunya lagi sembari memandangi wajah Xiuhuan yang salah tingkah—karena tak tahu harus berkata apa lagi.

__ADS_1


“Dong Jie! Jaga sikapmu,” seru Dong Han—Kultivator pria bertubuh gemuk. Dia sangat malu melihat tingkah junior satu Clannya itu. “Kita ke sini untuk menjalankan misi dari Sekte, bukan untuk menggoda Pria!” katanya dengan kecus.


Dong Jie senyum-senyum, tetapi ia sangat penasaran dengan sikap tenang yang ditunjukan oleh Xiuhuan.


Dong Jie memiliki kemampuan membaca sikap seseorang, dia tahu Iblis tersebut sedang sedih, senang, takjub atau ingin menyentuh tubuhnya. Namun, Xiuhuan berbeda—Iblis tampan ini tak terpesona melihatnya, seperti yang dialami oleh Iblis pria lainnya.


“Sudah biarkan saja saudari Jie begitu, aku yakin dia tahu batasannya. Bukankah dia selama ini selalu membuat Iblis pria patah hati, setelah memberikan sedikit harapan palsu,” sahut Kultivator Sekte Tengkorak bertubuh kurus.


“Kakak Hu Dong!" teriak Dong Jie, karena Hu Dong dengan sengaja mengungkapkan trik liciknya untuk menggoda Xiuhuan.


“Ternyata sudah kebiasaannya menggoda pria-pria dan setelah itu meninggalkan mereka. Iblis wanita ini mungkin masokis, senang melihat pria patah hati,” gumam Xiuhuan—tetap bersikap tenang.


Tak berselang lama, Pelayan mengantar pesanan Xiuhuan. Dan ia langsung menyeduh teh serta memakan makanan ringan yang ia pesan.


Dong Jie ikut memakan makanan yang dipesan oleh Xiuhuan tanpa dipersilahkan lebih dulu. Namun, Xiuhuan tak protes, ia ingin melihat sejauh mana Dong Jie mampu menggoda pejantan tangguh sepertinya.


“Apakah tuan muda ingin bergabung dengan kelompok yang dibentuk oleh pemimpin Kota?” tanya Dong Jie—tidak menggoda Xiuhuan lagi, setelah Hu Dong mengungkapkan niatnya menggoda Xiuhuan.


“Sebenarnya aku adalah pelancong dan sudah mendengar tentang gosip tentang segel yang terbuka, tetapi aku masih kurang mengerti,” sahut Xiuhuan penasaran, mungkin Dong Jie mau menceritakan tentang detailnya.


Dong Jie kemudian menceritakan seperti yang diceritakan oleh dua Kultivator Ranah Dark Star Tingkat Sembilan sebelumnya, tetapi Dong Jie mengatakan Segel itu terbuka karena ulah Clan Yu. Setelah merasa dihancurkan oleh Clan Liang, sisa anggota Clan mereka memilih mengorbankan jiwanya untuk menghancurkan Segel itu agar Clan Liang ikut binasa seperti yang mereka rasakan.


Xiuhuan akhirnya mengerti, tetapi tindakan anggota Clan Yu itu akan mengorbankan puluhan ribu penduduk kota Lan Hu juga. Padahal mereka tidak terikat dengan Clan Liang, tetapi melihat banyaknya Kultivator yang berkumpul di kota Lan Hu sekarang, Xiuhuan yakin mereka mampu melewati malapetaka yang akan datang ini.

__ADS_1


__ADS_2