Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menolong Lin Xia


__ADS_3

"Roh Pedang Sidat Listrik keluarlah sayang!" seru Xiuhuan.


"Mati kau kampret!" Pendekar Pedang itu melompat ke arah Xiuhuan, "Tebasan Pembelah Ombak!" Sebuah bayangan Hiu raksasa mengiringi tebasannya.


"Putaran Gelombang Air!"


Xiuhuan bertahan, pusaran air berbentuk belut mengelilingi tubuhnya.


"Boommmmm!"


Keduanya terhempas ke bawah. Pendekar Pedang itu kaget melihat Xiuhuan kini berlevel sama dengannya.


"Kau!" Pendekar Pedang itu menatap tajam Xiuhuan.


"Tak usah khawatir! Aku adalah Pendekar Pedang yang menjunjung tinggi keadilan kalau tidak terdesak," ucap Xiuhuan dengan senyum lebar.


"Berarti kau berlevel lebih dari Pendekar Pedang tahap 65!" serunya kebingungan, sebab baru kali ini ia bertemu Pendekar Pedang yang mampu mengubah levelnya sesuka hati.


"Hahaha ... Aku adalah Dewa yang turun ke bumi. Asal kau mau membunuh dirimu sendiri. Kupastikan kau berinkarnasi menjadi anak orang kaya dan tentunya tampan seperti dewa ini."


Xiuhuan mengelabuinya, karena melihat ekspresi bingung yang dinampakkannya. Xiuhuan ingin melihat apakah Pendekar Pedang di hadapannya ini adalah Pendekar Pedang yang bodoh.


"Betulkah ...." Ia antusias sesaat, "Kau berbohong kampret!" serunya emosi. Ia melihat Xiuhuan mencoba menahan senyum setelah mengucapkannya.


"Kukira kau bocah tua! Ternyata anak kecil yang kelihatan tua!" Xiuhuan kembali mempermainkan Pendekar Pedang itu.


"Dasar kurang ajar! Penggabungan!" serunya lagi, ia bergabung dengan Roh Pedang Hiu. Kini Pendekar Pedang itu berbentuk setengah ikan dan melesat seolah berenang di darat.

__ADS_1


Pendekar Pedang itu melesat cepat ke arah Xiuhuan. "Tebasan Pembelah Ombak!"


"Penggabungan!" Xiuhuan tak mau kalah, ia juga bergabung dengan Roh Pedang Sidat Listrik. Kilatan-kilatan listrik tampak ditubuhnya.


"Putaran Halilintar!"


Xiuhuan memblok serangan Pendekar Pedang itu. Sontak Pendekar Pedang itu merasakan sengatan listrik mengalir ke tubuhnya. Mengingat mereka sama-sama berunsur air, sehingga hukum fisika berlaku padanya. Ia ikut tersengat.


"Sial, apakah ia benar-benar dewa?" Pendekar Pedang itu berpikir demikian, mentalnya mulai turun. Ada rasa ketakutan besar yang muncul di benaknya.


"Hehehe! Kau telah mendapat kutukan dariku ... setelah kematianmu, kau akan berinkarnasi menjadi monyel pincang. Sehingga kau akan dibully oleh kawananmu!" Xiuhuan menakut-nakutinya.


Karena sudah terlanjur maju, ia tetap memaksakan diri melawan Xiuhuan. Mereka saling beradu ketangkasan, namun tetap jua ia terus kena sengatan listrik.


"Baiklah ... main-mainnya kita sudahi saja!" seru Xiuhuan, ia takut nanti bala bantuan Clan Lin datang. Kini Xiuhuan tak bertahan lagi seperti sebelumnya.


Xiuhuan menerjang ke depan, sebuah bayangan Belut raksasa mengiringi tebasan pedangnya. Pendekar Pedang itu panik.


Pendekar Pedang itu menancapkan pedangnya. "Tsunami!" teriaknya, sebuah bayangan Hiu raksasa dengan gelombang air setinggi dua puluh meter muncul untuk memblok serangan Xiuhuan.


"Boommmmm!"


Dua serangan dengan gelombang air besar beradu dan membentuk pusaran air. Karena mereka sama-sama berunsur air.


Xiuhuan dan Pendekar Pedang itu terjebak di dalam pusaran air itu. Mereka tetap saling bertukar serangan. Namun, Pendekar Pedang itu harus menahan sengatan-sengatan listrik di dalam pusaran air.


Tubuhnya makin melemah, bahkan qi dalam Rongqinya menipis, karena digunakan memperkuat pertahanan tubuhnya.

__ADS_1


"Selamat tinggal!" Xiuhuan meningkatkan qi pada Pedangnya, sehingga sengatan listrik yang berada dalam pusaran air itu makin kuat. "Tebasan Halilintar!"


Tubuh Pendekar Pedang itu terbelah dua dan pusaran air itu menghilang, seiring kematiannya.


Xiuhuan memeriksa pakaian Pendekar Pedang itu, mencari apakah ada uang simpanannya. "Ah miskin sekali! Masa cuma bawa dua keping emas saja. Apa bininya di rumah adalah Big bos-nya."


Xiuhuan melirik Lin Xiu yang tampak ketakutan. Ia kemudian mendekati wanita cantik yang merupakan salah satu tetua di Sekte Gunung Pedang itu.


Lin Xia menutupi tubuhnya yang kelihatan dengan kedua telapak tangannya, setelah pakainya di robek oleh Pendekar Pedang tadi.


"Halo cantikkkk!" sapa Xiuhuan, namun matanya menjelajah entah kemana-mana.


"Senior tolong jangan perkosa Aku!"


Lin Xia bersujud di kaki Xiuhuan. Karena ia merasa cuma ini cara terakhir untuk bertahan, walaupun kemungkinan berhasilnya cuma 1% saja. Mengingat reaksi Xiuhuan pas pertama kali muncul tadi menatapnya dengan tatapan buas.


"Eh, kau kenapa? Kau telah berburuk sangka sepertinya padaku! Aku ini Pemuda baik-baik tahu. Tampan-tampan begini, aku masih polos, loh." Perkataan khas dari para **** boy keluar dari mulut Xiuhuan.


"Terimakasih senior ...." Lin Xia lansung memeluk erat Xiuhuan. Ia menangis dalam dekapan Xiuhuan yang senyum-senyum bahagia, mendapat pelukan gratis dari wanita cantik.


"Sudahlah senior ... Kita harus segera memberi tahu Sekte kalian. Karena tak lama lagi nanti, Clan Lin akan menyadari apa yang terjadi di sini!" seru Xiuhuan.


"Baiklah senior, mari ikuti aku!" Lin Xia melakukan penggabungan dengan Roh Pedang ikan Paus untuk menutupi tubuhnya yang kelihatan.


Mereka segera melesat menuju kota Yangtze, tak lupa Xiuhuan mengirim pesan pada Duan Mu, untuk membawa kelompok Judgment ke kota Yangtze. Xiuhuan berencana untuk memulai teror mereka di kota ini.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️

__ADS_1


__ADS_2