Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Menuju Dunia Biru


__ADS_3

Xiuhuan telah membawa Zhi Yu berkeliling Benua Kun Lun selama beberapa hari dan memberikan istri mudanya itu ramuan awet muda, sehingga Zhi Yu sangat senang sekali serta bersedia tinggal bersama Nie Rou di Clan Nie selama Xiuhuan menuju Benua Biru.


Zhi Yu tidak memaksa Xiuhuan untuk membawanya, karena ia takut kehadirannya justru akan memperumit hubungan suaminya itu dengan Lou Xue. Bukannya damai, nanti malah terjadi perang antara suami istri dan salah satu diantara mereka harus mati, tentu menurut dugaannya Xiuhuan pasti akan mengalah—asalkan Lou Xue mau kembali untuk anak-anak mereka.


“Sesepuh Huo!” sapa Xiuhuan saat ia sampai di Kediaman Clan Huo, Benua Resifel melalui Hukum Ruang sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada wanita Sepuh yang telah berusia ratusan ribu tahun tersebut.


Sesepuh Clan Huo mengangguk pelan, ia tak menyangka laki-laki yang dulunya sangat sombong dan arogan itu bisa juga bersikap sopan, walaupun dirinya adalah Kultivator terkuat saat ini dan telah membunuh banyak Siluman, makhluk yang seharusnya tidak mungkin dikalahkan oleh Kultivator Manusia, tetapi Xiuhuan mampu melakukan itu—makanya semua orang menghormatinya, walaupun masih ada kebencian di dalam hati mereka akibat menjadi korban keganasannya di masa lalu.


“Ikuti aku! Nanti kamu akan di teleportasi secara acak di Dunia Biru,” kata Sesepuh membawa Xiuhuan menuju altar rahasia yang terhubung ke Dunia Biru tersebut. “Aku yakin Huo Xue akan menuju Clan Huo yang ada di wilayah timur, di sanalah kamu bertemu istrimu—sedangkan untuk kekuatan para Kultivator Manusia di sana, tidak ada catatan yang ditinggalkan oleh para pendahulu kami, sehingga aku berharap kamu untuk berhati-hati, walaupun kamu adalah Manusia terkuat saat ini.” Sesepuh Clan Huo menceritakan sekilas tentang Dunia yang akan dituju oleh Xiuhuan.


“Aku akan memegang nasehat Sesepuh dan berjanji akan membawa Huo Xue kembali kemari lagi,” sahut Xiuhuan sembari menundukkan wajahnya.


Sesepuh menghela nafas dalam-dalam dan menepuk pundak Xiuhuan tanpa berkata sepatah katapun. Kemudian mereka telah sampai di tempat Altar teleportasi menuju Dunia Biru yang tidak pernah digunakan itu, karena Clan Huo di benua Resifel dengan yang di Dunia Biru tidak memiliki hubungan lagi.


Xiuhuan berdiri di tengah-tengah Altar dan Sesepuh segera mengaktifkan Altar teleportasi dengan mengalirkan Qi miliknya, sehingga muncul cahaya putih yang sangat menyilaukan—kemudian Xiuhuan menghilang dengan memudarnya cahaya menyilaukan tersebut.


“Mudah-mudah saja kamu tidak menghancurkan Clan Huo lainnya!” gumam Sesepuh Clan Huo sembari menengadah menatap langit. Walaupun kedua Clan tidak memiliki hubungan lagi, tetapi mereka berasal dari akar yang sama, sehingga ia berharap mereka tidak bernasib sama dengan Clan Huo yang di sini—yang kini berubah menjadi Clan kecil.

__ADS_1


...***...


Huo Xue memilih misi membantu Sekte Pedang Awan, yang merupakan Sekte kecil yang sedang diserang oleh Sekte Iblis Merah—yang merupakan kelompok Kultivator yang mempraktikkan tehnik terlarang dengan menangkap para Kultivator untuk dijadikan bahan pembuatan Pil Darah.


Pil Darah sendiri adalah Pil yang bila dikonsumsi dapat meningkatkan Kultivasi dan semakin tinggi basis Kultivator yang menjadi bahan pembuatan Pil Darah itu, maka akan semakin bagus kualitas Pil-nya.


Sekte Pedang Awan telah mencoba merangkul Sekte-Sekte lain untuk bergabung dengannya melawan Sekte Iblis Merah. Namun, tak ada yang mau bergabung, karena mereka takut akan dijadikan target berikutnya yang akan diserbu oleh Sekte Iblis Merah yang telah berjanji tidak akan menyerang Sekte lain, bila mereka tidak ikut campur dalam pertikaian antara Sekte Iblis Merah dengan Sekte Pedang Awan.


Huo Ming mengerutkan keningnya saat mengetahui kalau Huo Xue malah memilih misi yang sangat berbahaya tersebut. “Kenapa kita tidak memilih misi yang mudah saja, Xue‘er!” Huo Ming berbisik pada Huo Xue.


“Hmm!”


Huo Ming cemberut melihat wanita cantik dengan kepribadian sedingin es tersebut tidak menanggapi ucapannya.


“Apa aku akan menggunakan ini saja, ya?” gumam Huo Ming ragu-ragu melaksanakan misi rahasia yang diberikan oleh tetua Pertama.


Sebelum berangkat menjalankan misi bersama Huo Xue, tiba-tiba ia dipanggil oleh tetua Pertama dan memberitahu bahwa ia tahu cara membuat Huo Xue mau melakukan Kultivasi ganda dengannya.

__ADS_1


Huo Ming tentu sangat penasaran, karena selama ini kebaikannya seperti tidak dianggap angin lalu saja oleh Huo Xue.


Dia kemudian bertanya pada tetua Pertama bagaimana caranya, tetapi jawaban dari tetua Pertama membuatnya hampir muntah darah. Karena rencana tersebut adalah cara yang sangat curang sekali, padahal ia ingin menaklukkan Huo Xue dengan cinta.


Tetua Pertama mengatakan kalau hati Huo Xue itu telah berisi Pria lain, makanya kebaikannya tidak pernah dipandang oleh Huo Xue, padahal ia sangat tampan dan kaya serta sangat kuat. Seharusnya ia bisa dinobatkan sebagai laki-laki tertampan di Dunia Biru, tetapi nyatanya Huo Xue tidak meliriknya sedikitpun.


Huo Ming sedikit terpengaruh dengan ucapan tetua Pertama dan langsung menerima ramuan perangs4ng yang diberikan olehnya.


Tetua Pertama tidak mengatakan harus menggunakan ramuan itu, tetapi ia mengatakan gunakanlah saat tidak ada cara lain lagi untuk menaklukkan hati Huo Xue.


“Xue‘er kita istrahat dulu!” Huo Ming berpura-pura kelelahan setelah setengah hari bergerak tanpa berhenti. “Ah, lelahnya!” katanya lagi sembari memperlambat langkahnya.


Huo Xue mengerutkan keningnya, dan segera berhenti sepuluh langkah dari Huo Ming tanpa berkata apa-apa.


Seringai tipis terpancar di sudut bibir Huo Ming sembari mengeluarkan dua kendi kecil berisi air. “Ambillah!” Huo Ming melempar kendi itu tanpa mendekatinya, sehingga Huo Xue keheranan karena awalnya ia menduga Huo Ming berpura-pura kelelahan agar bisa mendekatinya.


Huo Ming langsung menenggak air dari kendi kecil miliknya tanpa memperhatikan Huo Xue yang sedang menatapnya. Dia berusaha bersikap tenang, agar tidak ketahuan telah memasukkan ramuan pesangs4ng pemberian tetua Pertama pada kendi kecil milik Huo Xue yang juga meminum sedikit air tersebut.

__ADS_1


Huo Ming tersenyum bahagia saat melihat Huo Xue telah mencicipi air tersebut. Sekarang ia hanya perlu menunggu reaksi kimia dari ramuan itu yang akan bereaksi keesokan harinya, sehingga Huo Xue tidak akan curiga siapa yang telah membuatnya terangs4ng nanti, karena mereka lebih dulu menghabiskan waktu beberapa kali makan diberbagai restoran—sehingga ia akan berdalih mungkin ada Pelayan restoran yang sengaja memasukkan ramuan perangs4ng pada makanannya.


“Ayo kita harus segera ke Sekte Pedang Awan!” seru Huo Xue langsung segera bergerak menggunakan gerakan meringankan tubuh, sehingga Huo Ming yang sedang melamun segera menyusulnya.


__ADS_2