Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Lantai Tujuh, Pagoda Tujuh


__ADS_3

Pangeran Yun Fei mengembalikan semua peserta ke halaman istana dan ia terkejut melihat hanya dua laki-laki saja yang mendapatkan tiket Pagoda Tujuh, serta yang mencengangkan adalah dia hanya Ranah Immortal Tahap Awal.


“Paman Yun! Immortal itu berbuat curang, karena ia menggunakan Artefak untuk merebut semua tiket dan hanya memberikan sisa tiket pada wanita cantik saja!” Pria gemuk berpakaian ala bangsawan tadi mengadu pada Pangeran Yun Fei.


Yun Fei terkejut mendengarnya, karena tidak menyangka ada Artefak yang mampu melawan aturan yang ia buat di dalam Hukum Ruang-nya tersebut.


“Bukankah tidak ada larangan untuk menggunakan artefak? Jadi, aku merasa Pahlawan ini tidak melanggar aturan apapun?” Dengan percaya diri Xiuhuan menyebut dirinya Pahlawan di hadapan seorang Pangeran.


Pangeran Yun Fei tersenyum dan berkata, “Ya, aku memang tidak melarang. Artefak sama juga dengan senjata lain, jadi Anda tidak melanggar aturan!”


Pria gemuk tadi langsung cemberut dan Pangeran Yun Fei segera mengeluarkan artefak Pagoda Tujuh yang melayang di halaman istana.


“Pagoda Tujuh ada Tujuh lantai dan sejauh ini rekor terbaik adalah mencapai lantai enam dan orang yang mencapai rekor itu adalah yang sedang berbicara ini ha-ha-ha!” Pangeran Yun Fei sangat bangga menceritakannya. “Semakin tinggi lantai yang kalian capai, semakin bagus hadiah yang ada di sana dan tentunya kepadatan Qi semakin meningkat,” jelasnya lagi.


Xiao Yan sangat bersemangat dan berniat akan mengikuti Xiuhuan saja. Karena Pahlawan Ranah Absolute God ini sangat kuat sekali. Namun, ia tidak menyadari kalau mereka akan ditempatkan secara acak selama berada di Pagoda Tujuh.


Pangeran Yun Fei kemudian memindahkan 100 peserta terpilih memasuki Pagoda Tujuh dan Xiuhuan tercengang melihat tempat ini mirip dengan Pagoda Tujuh Musim miliknya. Namun, miliknya tidak memiliki kepadatan Qi atau harta karun.


Xiuhuan tidak berkultivasi atau mencari harta, ia langsung mencari jalan menuju lantai kedua menggunakan mata dewa miliknya dan menemukan Pintu itu adalah sebuah Altar teleportasi yang selalu berpindah-pindah tempat.


Xiuhuan kemudian memperhatikan pola muncul altar teleportasi tersebut dan ia menemukan bahwa Altar teleportasi akan muncul setiap lima ratus langkah dengan dua pilihan antara ke kanan dan ke kiri yang selalu berpindah dalam pola tidak teratur.


“Baiklah mari kita coba!” gumam Xiuhuan segera menebak ke arah kanan.


“Apa yang ia lakukan?” Bing Yun penasaran dengan gerak-gerik Xiuhuan seperti telah mengerti apa yang ada di Pagoda Tujuh ini, sehingga ia memutuskan mengikutinya. “Eh, dia menghilang?” Bing Yun segera melompat juga ke dalam Altar Teleportasi.

__ADS_1


Keduanya akhirnya muncul di lantai Kedua, sehingga Pangeran Yun Fei dan peserta yang gagal masuk ke Pagoda Tujuh terkejut melihatnya, karena dia orang tersebut telah mencatat rekor tercepat memasuki lantai ke Dua.


Tak berselang lama, lantai ketiga lagi-lagi ditembus oleh Dua peserta yang sama dan hanya beberapa tarikan nafas saja, Lantai Ketiga pun dijebol.


“Hebat sekali! Apakah mereka tidak menginginkan hadiah yang ada di setiap lantai?”


“Mungkin mereka ingin mencatat rekor terbaik!”


“Lihat! Lantai Ke empat telah ditembus!”


“Wau lantai Kelima!”


Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena ada wanita yang diam-diam mengikutinya dan ia merasa wanita itu memiliki gerakan yang sangat cepat juga, karena dapat mengimbangi kecepatannya. Namun, Xiuhuan tidak peduli dia mau ikut atau tidak. Karena tujuannya cuma ingin menyerap Qi di lantai Tujuh.


Pola pergerakan Altar teleportasi di lantai Lima cukup rumit, tetapi ia tetap bisa mengikuti pergerakannya dan berhasil menembus lantai enam. Namun, ia tidak merasakan keberadaan wanita yang mengikutinya.


“Hebat sekali!”


Karena penasaran, Pangeran Yun Fei menggunakan haknya sebagai pemilik Pagoda Tujuh Musim untuk mengetahui siapa yang telah memecahkan rekor tercepat ke lantai Enam tersebut dan ia langsung terkejut, karena yang memecahkan rekor adalah Kultivator yang dikatakan oleh keponakannya melakukan cara curang untuk mendapatkan tiket.


“Apakah ia menggunakan Artefak juga untuk mencari keberadaan Altar teleportasi ke lantai berikutnya?” gumam Pangeran Yun Fei berspekulasi.


Di lantai Lima Bing Yun mengerutkan keningnya, karena tidak bisa mengikuti Xiuhuan dan ia bingung cara mencari Altar teleportasi ke Lantai Enam, sehingga ia memutuskan berkultivasi di sana saja.


Xiuhuan tidak buru-buru menuju lantai tujuh dan memilih menyerap Qi yang ada di lantai Enam ini. “Hmm, ini seperti Kolam Telaga Tiga Warna milik Sekte Pedang Awan!” gumam Xiuhuan menyerap Qi dan Qi tersebut mengalir seperti banjir bandang memasuki Rongqinya.

__ADS_1


Dua batang dupa pun berlalu dan Qi disekitarnya sudah menipis, sehingga Xiuhuan memutuskan akan memasuki lantai ketujuh dan membuat rekor baru, menjadi peserta satu-satunya yang mencapai Lantai Ketujuh.


“Qi dalam Rongqiku sudah seluas Tiga Samudera dan sudah bisa menggunakan tekad Iblis jika bertemu musuh yang kuat,” gumamnya—karena menggunakan tekad Iblis membutuhkan Qi sangat besar, akibat jiwa-jiwa yang ia bangkitkan akan menggunakan Qi miliknya dalam bertarung.


Butuh waktu satu batang dupa bagi Xiuhuan untuk mencari altar teleportasi menuju lantai Tujuh, padahal ia telah menggunakan mata Dewa. “Pantas saja Pangeran Yun Fei tidak bisa ke lantai Tujuh, karena Altar teleportasi akan berpindah setia satu tarikan nafas dan berpindah secara acak,” gumamnya.


“Ada yang memecahkan rekor menuju Lantai Tujuh!” teriak salah satu penonton yang melihat ada fluktuasi energi spritual di lantai tujuh.


“Mungkinkah Kultivator Ranah Absolute God itu yang melakukannya?” gumam He Qian, karena cuma dia peserta satu-satunya yang bisa melakukan itu.


Pangeran Yun Fei sangat terkejut melihatnya, padahal ia bertahun-tahun telah mencoba untuk menuju lantai Tujuh, tetapi selalu saja gagal dan tiba-tiba Ranah Immortal malah berhasil menerobos ke sana, sehingga ia pun tersenyum lebar.


Xiuhuan merasakan Qi yang berkali-kali lipat lebih padat dari lantai keenam, sehingga Xiuhuan langsung tertawa terbahak-bahak dan mulai menyerap Qi tersebut.


Tiga batang dupa pun berlalu dan terjadi getaran pada Pagoda Tujuh, sehingga semua peserta di teleportasi ke halaman istana.


“Sial! Baru juga berkultivasi di lantai Dua,” gerutu Xiao Yan yang berhasil menemukan altar teleportasi menuju lantai Dua beberapa saat yang lalu dan tiba-tiba telah dipaksa keluar. Namun, ia terkejut mendengar pembicaraan para Kultivator lain, bahwa ada yang berhasil mencapai lantai Tujuh—makanya mereka dipaksa keluar dari sana.


Sebuah Pintu raksasa muncul di lantai Tujuh Pagoda Tujuh dan Xiuhuan membuka Pintu itu yang terhubung ke hamparan air sejauh mata memandang.


Xiuhuan menyentuh air tersebut dan mencicipinya. “Ini adalah mata air kehidupan di Dunia Siluman?” gumam Xiuhuan ketakutan, karena Ratu Siluman pasti akan menyadari keberadaannya yang telah membawa Siluman Serea kawin lari. “Sial!” Xiuhuan langsung kembali ke lantai tujuh dan menghancurkan Pintu tersebut, karena bila keberadaan mata air kehidupan tersebar, maka akan terjadi Perang besar untuk merebutnya dan itu bisa juga jalan bagi para Siluman untuk keluar masuk antara Dunia Biru dan Dunia Siluman, maka yang rugi pasti pihak Manusia dan akan diperbudak seperti yang dilakukan oleh para Siluman yang mendiami berbagai Dimensi yang telah ditaklukkan oleh Xiuhuan, termasuk Naga Lou Feng.


Pagoda Tujuh yang melayang di udara kemudian kehilangan energi spritual-nya dan mendarat di halaman istana. Semua pintu tiap lantainya pun terbuka, sehingga Pangeran Yun Fei langsung menuju lantai tujuh, sedangkan yang lainnya berlomba-lomba mencari harta karun.


Pangeran Yun Fei melihat Xiuhuan berdiri di puing-puing Pintu yang mirip dalam naskah Kuno yang ada di perpustakaan istana.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan? Di mana Mata Air Kehidupannya?” Pangeran Yun Fei menahan amarahnya dan melepas Aura Pembunuh, tetapi Xiuhuan malah menyeringai menatapnya.


“Aku merusaknya, setelah meminumnya ha-ha-ha!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, sehingga Pangeran Yun Fei sangat marah sekali. Padahal ia membiarkan para Kultivator memasukinya agar ada salah satu diantara mereka yang berhasil menuju lantai tujuh dan kini impian itu telah terwujud. Namun, Kultivator bodoh dihadapannya malah merusaknya agar dirinya sendiri saja yang abadi.


__ADS_2