Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Monster Ular Hijau Daun Level Tian


__ADS_3

“Ayolah gadis baik, lepaskan aku. Lebih baik jadi makanan ular sawah ini saja,” gumam Xiuhuan berusaha lepas dari genggaman tangan gadis itu.


Namun, sekuat apapun Xiuhuan mencoba, itu tak berguna. Karena gadis itu menggunakan sisa tenaga dalam miliknya untuk mencengkeram erat kaki Xiuhuan. Sepertinya ia sadar ada manusia lain yang masih hidup, walaupun ia sudah tak sanggup membuka matanya dan berusaha berbicara minta tolong.


Xiuhuan mengeluarkan Pedang untuk memotong tangan gadis itu. Namun, hati kecilnya bergejolaknya; di satu sisi ingin menolongnya, di sisi lain takut dengan monters Level Tian itu.


Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam, ternyata sisi kemanusiaannya lebih dominan. Hati kecilnya tak tega melihat gadis berlumuran darah itu mati mengenaskan.


“Aku penasaran, berapa umur ular sawah Level Tian ini,” kata Xiuhuan dalam hati mengeluarkan batu bintang dan mengukurnya. “Anjim banget—usianya sudah 5.000.000 tahun. Ini sudah setara Ranah Absolute God.” Xiuhuan berkeringat dingin saat mengetahuinya.


Xiuhuan belum pernah bertarung melawan Kultivator sekuat itu. Jangankan Ranah Absolute God, lawan Lou Yi saja dia menyerah. Padahal Lou Yi baru di tingkat Immortal Menengah, walaupun saat itu Xiuhuan ingin menghemat qi agar bisa digunakan dalam pertarungan di Pulau Niao.


Nah, saat ini qi dalam Rongqinya hanya seluas Samudera kecil saja, karena habis sewaktu dia melakukan Kultivasi dadakan, setelah dipaksa menelan Pill aneh oleh Lou Yi sewaktu di Sekte Bei Guan.


Hati Xiuhuan kembali bimbang, jika monters Ular Hijau Daun itu bangun—mau tak mau, ia harus bertarung. Sementara ia tak boleh menggunakan Roh Pedang.


“Apakah Aku menggunakan ‘Pedang Penghancur Semesta’ saja. Pedang Yu Xian tak akan berguna melawan makhluk sekuat ini,” gumam Xiuhuan mencari solusi, bila ia dalam bahaya nanti saat mengeluarkan gadis itu dari mulut Ular Hijau Daun.


“Gadis baik ayo lepaskan tanganmu, Aku akan menolongmu,” bisik Xiuhuan ke dekat wajah gadis itu yang sudah tak bisa dikenali wajahnya, karena dipenuhi luka dan darah yang mengalir terus dari sana.


Gadis itu melepas cengkeraman tangannya, sepertinya dia masih bisa mendengar suara Xiuhuan.


“Jangan bangun! Jangan bangun!” Xiuhuan menarik pelan-pelan gadis itu. “Aaaaaa ... kampret!” Xiuhuan tiba-tiba terkejut, saat ekor monster Ular Hijau Daun menggerakkan ekornya.


Suara teriakan Xiuhuan yang terkejut tiba-tiba ekor monster Ular Hijau Daun bergerak, membuat monters Level Tian itu membuka matanya.

__ADS_1


“Selamat pagi!” sapa Xiuhuan tersenyum lebar dan melambaikan tangan pada bola mata monters Ular Hijau Daun berwarna putih saja itu.


“Sisssssshhhhhhh!”


Monster Ular Hijau Daun mendesis dan mengangkat kepalanya. Namun, Xiuhuan lebih dulu menarik gadis itu dari mulutnya.


“Maafkan Aku senior; kembalilah tidur, anggap Aku tak pernah masuk ke sini,” teriak Xiuhuan kabur menggunakan jurus Langkah Kilat. “Ini semua gara-gara seratus juta ini,” gerutu Xiuhuan menarik mawar setan menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggenggam tubuh gadis, murid Sekte Qingyun.


Monster Ular Hijau Daun sangat marah dan berkata, “Dasar manusia rendahan! Berani sekali kau memasuki sarangku. Kau tak akan bisa kabur dari sini, jadilah makan siangku.”


Xiuhuan terkejut, monters itu bisa berbicara. “Apakah semua monters Level Tian bisa berbicara. Berarti mereka telah mencapai pemahaman Elemen alam tahap tertinggi. Ini pasti lawan yang sangat mengerikan,” gerutu Xiuhuan.


Ketakutan Xiuhuan sudah berada di puncaknya. Keringat mengucur deras membasahi tubuhnya, Xiuhuan juga merasa lorong gua panjang sekali, padahal ia menggunakan Langkah Kilat, jurus tercepat di daratan utama.


Monster Ular Hijau Daun menabrak perisai air yang menutupi mulut gua, walaupun Perisai air tak hancur, tetapi dinding gua hancur dan monster Hijau Daun segera melepaskan puluhan sisiknya mengejar mangsanya itu.


Xiuhuan takut bila ia kabur menggunakan Kapal, malah diikuti oleh monster Ular Hijau Daun dan membahayakan murid-murid Sekte Qingyun di area barat dekat tembok pembatas antara wilayah gunung Lou Feng dan Benua Kun Lun—sama saja Xiuhuan mencari gara-gara dan menjadi buruan seluruh Kultivator Benua Kun Lun.


Xiuhuan melempar gadis itu ke lereng bukit Tianwu dan membuat perisai air menutupinya. Dia juga menyimpan mawar setan ke cincin dimensi, dan mengeluarkan Pedang Penghancur Semesta.


“Maafkan aku Nona Yi, aku akan memakai Pedang Emas ini,” gumam Xiuhuan memandangi Pedang yang terbuat dari emas itu. Namun, ia masih bingung cara menggunakannya. Karena tak menemukan kitab Penghancur Semesta dalam cincin dimensi miliknya. “Buset, bagaimana menggunakan ini. Masa menggunakan jurus dasar; yang ada aku lansung ditelan bulat-bulat,” keluh Xiuhuan panik, karena sisik monster Hijau Daun telah keluar dari mulut gua.


“Tak ada waktu untuk panik. Aku coba alirkan qi ke Pedang Penghancur Semesta ini—semoga saja bisa membelah bukit Tianwu menjadi dua bagian, semoga Dewa mengabulkan.”


Xiuhuan membuat doa yang tak mungkin dikabulkan. Karena ia selalu mengumpati Dewa saat gagal melangkah dalam Petir Malapetaka untuk naik ke alam Immortal Dewa. Namun, kini ia tiba-tiba memohon sesuatu dan berharap pada-Nya.

__ADS_1


Xiuhuan yang menutup matanya merasakan sesuatu yang aneh dan membuka kembali kedua matanya.


Alangkah terkejutnya Xiuhuan, ia seperti melayang di dimensi lain. Dia pernah merasakan hal seperti ini, saat melakukan kontrak dengan Roh Pedang Sidat Listrik.


“Apakah Pedang Penghancur Semesta juga memiliki Roh Pedang,” gumam Xiuhuan memperhatikan sekelilingnya, tetapi tidak terjadi apa-apa.


Pedang Penghancur Semesta kemudian berputar-putar hebat hingga terlepas dari tangan Xiuhuan.


“Apa yang terjadi?”


Xiuhuan panik dan menangkap kembali gagang Pedang itu dan Pedang itu menarik qi milik Xiuhuan. Dia menjerit kesakitan, tetapi tetap tak melepas Pedang itu, karena takut nanti hilang dan ia tak bisa menjelaskannya pada Lou Yi nantinya.


Warna emas pada Pedang Penghancur Semesta memudar dan berubah menjadi warna bening seperti embun pagi.


Melihat perubahan warna itu, membuat Xiuhuan tambah panik. Kalau begini, apakah masih tetap menjadi Pedang Penghancur Semesta? Itulah yang ada dalam pikiran Xiuhuan.


Xiuhuan kemudian melihat seseorang muncul dengan memegang Pedang berwarna emas. Dia adalah Immortal Lou Yun, kemudian orang itu menghilang dan muncul seseorang memegang Pedang berwarna merah menyala dan dia berada di sebuah tempat yang sekelilingnya dipenuhi kawah-kawah berapi.


“Apakah mereka pemilik Pedang Penghancur Semesta sebelumnya?” Xiuhuan bertanya-tanya.


Seseorang terus muncul dengan elemen berbeda dan Pedang Penghancur Semesta akan berubah bentuk sesuai dengan Elemen pemiliknya hingga muncul sesosok pendekar sepuh dengan Elemen Air.


Pedang ditangannya, persis sama dengan Pedang yang kini ada ditangan Xiuhuan.


“D-dia pengguna Elemen air.” Xiuhuan takjub.

__ADS_1


Dia mulai bertanya-tanya, apakah Pedang Penghancur Semesta sedang memberinya petunjuk, cara menggunakan Pedang ini dan dalam ingatan yang muncul itu tak semua pengguna Pedang Penghancur Semesta yang menjadi Pendekar hebat—kuncinya tetap pada penggunanya; bagaimana ia bisa memaksimalkan potensi Pedang Penghancur Semesta itu.


...~Bersambung~...


__ADS_2