Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menuju Wilayah Selatan Benua Resifel


__ADS_3

“Mereka tak mengejar kita lagi,” kata Xiuhuan menghela nafas panjang, ia bersyukur bisa kabur dari hadangan Huo Guan. “Kita harus secepatnya menuju perbatasan Benua Resifel dan Kun Lun.” Xiuhuan berpikir mereka tak akan menyerah begitu saja, pasti Huo Guan sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkan Huo Meigui lagi.


“Kita jangan ke sana gege!” sela Huo Meigui.


“Eh, kenapa Meigui‘er?” Xiuhuan keheranan.


Huo Meigui turun dari gendongan Xiuhuan, kemudian berkata, “Clan Huo memiliki jaringan mata-mata yang tersebar di seluruh Benua Resifel, bahkan di Benua Kun Lun juga banyak jaringan mata-mata mereka. Aku yakin mereka telah menyebar Kultivator terkuat mereka di sepanjang perbatasan barat, apalagi Huo Guan adalah tuan muda pertama; kata-katanya pasti didengar oleh semua anggota Clan Huo.” Huo Meigui memberikan penjelasan.


Xiuhuan terkejut, ia tak menyangka telah membangunkan singa tua. Itu semua hanya gara-gara ia menyelamatkan gadis cantik ini.


Sebagai laki-laki yang bertanggungjawab, tentu Xiuhuan tak akan ingkar janji. Mau bagaimana pun caranya, ia harus membawa kabur Huo Meigui dari Benua Resifel dan membawanya ke Pulau Niao, tempat terpencil paling aman di alam semesta.


“Kalau begini, aku tak tak bisa kembali ke Clan Lou tepat waktu. Mereka pasti sudah mengira aku mati lagi hehehe ....” Xiuhuan bercanda untuk menghilangkan ketegangan di wajah Huo Meigui, ia juga merangkul pundak Huo Meigui.


Wajah Huo Meigui memerah, jantungnya berdegup kencang.


“A-aku tahu cara kita mengelak dari kejaran mereka gege,” katanya malu-malu, bahkan suaranya hampir tak terdengar.


“Oh, ya. Kamu memang terbaik Meigui‘er.” Xiuhuan memujinya, hingga wajahnya makin memerah. “Apa yang harus kita lakukan?” bisik Xiuhuan ke telinganya.


“Kita akan kabur ke wilayah Selatan, menuju kota Nan, Aku pernah ke sana bersama rombongan Clan Huo. Kota Nan berdekatan dengan perbatasan Benua Kun Lun dan kota itu berada dalam kendali Clan Ling, salah satu dari Clan besar aliran hitam. Anggota Clan Huo tak akan berani berbuat onar di wilayah itu tanpa izin dari Clan Ling dan kita bisa menuju Benua Kun Lun dari sana. Bagaimana gege?” Dengan semangat Huo Meigui mengatakan ide yang ada didalam pikirannya dan tanpa sadar wajah Xiuhuan sudah tinggal beberapa jengkal dari wajahnya. “Ge-gege apa yang kau lakukan?” Dia langsung gugup lagi.

__ADS_1


“Hahaha ... Meigui‘er memang yang terbaik lah. Ayo kita memulai Journey to South, tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta,” ajak Xiuhuan menggenggam tangan Huo Meigui.


“Gege,” sela Huo Meigui. “Selatan ke sana. Kalau itu malah arah menuju mulut Naga, Clan Huo.”


“Eh, hampir saja. Kamu yang menuntun jalan,” sahut Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh. “Oh, ya. Huo Guan itu mirip dengan seseorang yang kukenal. Dia juga memiliki Elemen Es, dia sangat cantik. Mungkin tercantik di alam semesta. Ah, untung saja aku ... ups!” Xiuhuan hampir keceplosan, kalau ia pernah melakukan Kultivasi ganda dengan Lou Xue, si bidadari salju.


Huo Meigui menatap curiga pada Xiuhuan yang bersiul sembari menatap langit.


“Siapakah nama gadis yang mirip dengan Huo Guan itu? Setahuku dia adalah anak tunggal. Namun, saat kami masih belajar di Clan Huo, aku pernah mendengar ia mengatakan kalau adiknya yang saat itu berumur dua tahun dikirim ke salah satu Clan di Benua Kun Lun untuk menjadi mata-mata. Kalau tak salah namanya adalah Huo Xue—”


“Huo Xue?” Xiuhuan terkejut. Nama itu mirip dengan Lou Xue, yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Huo Guan itu. “Apa dia jangan-jangan ... Ah, itu tak mungkin. Saat aku di Paviliun makam, dia tak bereaksi apapun padaku, saat aku membunuh 15 anggota Clan Huo yang menyusup ke aliran putih,” gumam Xiuhuan berspekulasi.


Lagi pula saat itu Jiang Meng atau Huo Meng tidak mengenali Lou Xue saat mereka bertemu di luar makam. Xiuhuan juga curiga apa jangan-jangan Lou Xue adalah Nona Ketua yang identitasnya misterius itu.


Saat ia keluar dari penjara, tiba-tiba terjadi pembunuhan di Kota Nancheng, peristiwa Paviliun makam, dicegat Assassin saat menuju Kota Bianjie yang aroma tubuh Assassin itu mirip dengan Lou Xue.


“Mungkin aku harus mencoba menyelidiki Lou Xue, tetapi dia orangnya sangat dingin. Sulit diajak bicara dan lebih suka menyendiri serta berlatih saja. Apa aku yang terlalu curiga, karena dia orangnya terlalu misterius—”


“Kenapa kamu melamun gege?” sela Huo Meigui. “Apakah nama yang kusebut itu gege kenal?” selidik Huo Meigui.


“Agak mirip, sih. Namun, lupakan saja, dia sudah menjadi murid Sekte Qingyun, karena Kultivasi-nya naik ke Immortal Menengah. Jadi, ia kini menjadi murid luar di sana,” sahut Xiuhuan.

__ADS_1


Huo Meigui mengangguk saja, dia tak tahu mau mengatakan apa lagi. Jantungnya berdegup tak karuan, ia hanya menatap punggung Xiuhuan dan genggaman hangat darinya.


Keduanya menghindari jalanan yang ramai dilalui orang, agar jejak mereka tak bisa diikuti anggota oleh Clan Huo.


Butuh waktu empat hari menuju Kota Nan, mereka berjalan tanpa berhenti. Sesekali mereka harus bertarung melawan monster yang menghadang perjalanan mereka. Namun, itu bukanlah perkara sulit, mereka langsung membunuhnya.


“Akhirnya kita sampai gege. Inilah kota Nan itu, bagaimana? Megah tidak?” Huo Meigui bertanya sembari memiringkan kepalanya menatap Xiuhuan.


“Sesuai dengan reputasinya sebagai kota milik Clan besar. Tentu saja kota Nan sangat megah,” sahut Xiuhuan. Namun, ia kini kebingungan melihat penjagaan ketat di gerbang masuk kota. Sementara ia tak memiliki identitas sebagai anggota aliran hitam, jadi wajahnya pucat saat ini.


“Ayo kita mengantri gege. Antriannya tampak sangat panjang.” Huo Meigui menarik tangan Xiuhuan.


“Meigui‘er!” bisik Xiuhuan. “Bagaimana ini, aku tak memiliki identitas apapun. Nanti, kita bisa ditangkap,” ia khawatir.


“Tenang saja gege, aku akan mengatakan pada mereka, bahwa gege adalah suamiku,” sahut Huo Meigui dengan senyum manisnya, ia yakin bisa membujuk penjaga gerbang itu.


Xiuhuan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, ia masih tak yakin dengan saran Huo Meigui itu. Namun, tak ada pilihan lain lagi, selain mencobanya. Palingan nanti ia harus bertarung lagi dan membuat masalah dengan Clan Ling.


“Yakinlah dengan pesona istri cantikmu ini. Lihat semua laki-laki menatapku,” bisik Huo Meigui—Ada nada sombong terkandung dalam ucapannya itu. Karena ia memang sering ditatap dengan tatapan buas sejak beranjak remaja dan boing-boingnya makin sempurna.


Xiuhuan tersenyum masam sembari menjitak keningnya. “Ya, iyalah mereka menatapmu dengan penuh nafsv. Karena kau mengenakan Hanfu ketat yang menunjukkan lekuk tubuhmu. Aku saja sudah tak sabar, nih ...,” goda Xiuhuan.

__ADS_1


Huo Meigui merajuk sembari melipat kedua tangannya—menatap tajam Xiuhuan. Akhirnya ia mengerti ternyata ini isi pikiran lelaki yang dikiranya mencintainya apa adanya itu.


__ADS_2