Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Sekte Cahaya


__ADS_3

Xia Mei merasa Lou Xue tampak tidak senang mendengar kabar yang ia katakan dan berpikir apakah hubungan antara Xiuhuan dengan Lou Xue tidaklah harmonis.


“Jangan berpikir aneh-aneh, ayo kita pergi!” Lou Xue membuyarkan lamunan Xia Mei.


“Ah, baik ... Nona Xue!” sahut Xia Mei langsung memegang tangan Lou Xue—memapahnya menuruni tangga menuju lantai bawah kediaman Clan Yu.


***


Suasana hati Pangeran Qin Tianlong sangat muram saat ini, setelah mereka ingin merebut kota Bunga tiba-tiba ia mendapat kabar—adiknya Pangeran Qin Hao benar-benar diangkat oleh Xiuhuan dan yang membuatnya terkejut adalah ternyata Xiuhuan adalah seorang Kultivator di ranah Immortal. Kalau tahu dari awal Xiuhuan adalah Immortal, mungkin ia tak akan membuatnya cemburu karena ia berusaha mendekati Lou Xue. Bahkan ia rela salah satu selirnya diserahkan sebagai hadiah pada Xiuhuan.


“Apa yang harus kita lakukan Jenderal?" tanya Pangeran Tianlong pada Jenderal senior disebelahnya.


“Lebih baik Anda mendukung keputusan tuan Xiuhuan mengangkat adik Anda sebagai Raja Kerajaan Qin yang baru. Toh, tujuan pemberontakan ini adalah menggulingkan pemerintahan Raja Qin Song yang berlaku keji dan menyusahkan rakyat. Tidak ada bedanya antara Anda dan Pangeran Qin Hao yang menjadi Raja, kami para Jenderal akan mendukung keputusan yang terbaik untuk negeri ini.”


Pangeran Qin Tianlong bertambah muram mendengar ucapan Jenderal senior itu, yang berarti para Jenderal tak ada yang mau melakukan pembangkangan terhadap Raja Qin Hao.


Pangeran Qin Tianlong menarik nafas dalam-dalam, perjuangannya selama ini untuk meraih tampuk kekuasaan berakhir sudah.


“Baiklah perintahkan semua Kesatria kembali ke ibukota!” seru Pangeran Qin Tianlong berjalan menuju Kapal terbang yang membawa para petinggi Clan besar menuju ibukota.


Namun, tiba-tiba tatapannya tertuju pada Lou Xue dan ia merasa Lou Xue itu menyukainya, karena hanya padanya Lou Xue yang mau tersenyum. Bahkan pada Xiuhuan yang merupakan suaminya saja, ia tak pernah tampak tersenyum. Bagaimana kalau ia meminta Lou Xue membujuk Xiuhuan untuk menunjuknya sebagai Raja Kerajaan Qin yang baru.


Dia kemudian berjalan menghampirinya dan Lou Xue tersenyum padanya yang membuat detak jantung Pangeran Qin Tianlong bergetar hebat.

__ADS_1


“S-salam Nona Xue!” sapa Pangeran Qin Tianlong dengan senyum menawannya juga. Namun, Lou Xue tak memperhatikannya lagi dan terus berjalan menaiki Kapal terbang bersama Xia Mei. “Aku diabaikan?” Pangeran Qin Tianlong terkejut.


Dia segera bergegas menyusul mereka dan masih dengan senyum menawannya mendekati Lou Xue yang duduk di kursi empuk Kapal terbang milik Clan Yu itu.


Kapal terbang itu tak memiliki kamar seperti Artefak Kapal terbang miliknya, makanya mereka hanya bisa duduk di kursi yang telah disediakan oleh Clan Yu untuk kenyamanannya, karena ia istri Xiuhuan; sang Pahlawan yang mengalahkan Raja Qin Song.


“Nona—”


Belum selesai Pangeran Qin Tianlong bicara, Lou Xue langsung mengangkat tangannya, agar ia tak melanjutkan ucapannya.


“Kau mungkin salah sangka padaku!” seru Lou Xue. “Aku tak pernah tertarik pada lelaki manapun. Bahkan aku menikahi Xiuhuan gege karena sebuah kecelakaan saja. Aku senang berbicara denganmu karena kamu memberitahuku informasi mengenai persiapan melahirkan dan pengalaman istri-istrimu saat melalui masa kehamilan. Jadi, sudahi saja niat tersembunyimu mendekatiku!”


Lou Xue membuat pukulan telak di hati Pangeran Qin Tianlong. Rasanya waktu terasa berhenti berputar dan ia tak tahu harus menjawab apa. Belum lagi banyak mata yang melihat kejadian itu.


Pangeran Qin Tianlong menangkupkan tinjunya dan menundukkan wajahnya, “Maaf Nona Xue ... aku telah membuat Anda terganggu.”


Xia Mei baru mengetahui mengapa Lou Xue selalu bersikap dingin pada Xiuhuan. Ternyata pernikahan mereka bukan karena cinta, ia mulai menebak mungkin Xiuhuan memaksa Lou Xue menikah dengannya, mengingat tak ada wanita yang bisa menandingi kecantikannya.


***


Di ibukota Kerajaan Qin, Xiuhuan menuju Sekte Cahaya yang merupakan salah satu Sekte terbesar di Kerajaan Qin.


Sekte Cahaya tidak dihancurkan Raja Qin Song, karena mereka mengambil sikap netral saat kekacauan terjadi di Kerajaan Qin dan bersedia membayar upeti dua kali lebih besar dari biasanya agar Sekte Cahaya tidak diusik Raja Qin Song.

__ADS_1


Sekte Cahaya menyadari Raja Qin Song didukung oleh Kultivator yang kekuatannya diluar logika mereka, makanya semua Penatua dan Diaken di Sekte itu setuju dengan keputusan yang diambil oleh Ketua Sekte untuk mengambil posisi netral saat kekacauan terjadi.


Nama besar Xiuhuan telah menyebar bagaikan badai topan yang menerjang. Seluruh penduduk ibukota telah mengetahui namanya dan menganggapnya sebagai Pahlawan besar.


Saat berada di gerbang Sekte Cahaya, murid-murid yang berjaga langsung menundukkan wajah mereka dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Mereka tidak dapat mengukur tingkat Kultivasi Xiuhuan dan Kultivator aneh dihadapan mereka itu juga tidak memiliki sebelah lengannya. Mereka yakin dia adalah Sang Pahlawan itu.


Murid yang lebih senior memberanikan diri untuk berbicara, walaupun perasaannya sangat gugup. “Aku Bai Jie, murid luar Sekte Cahaya menyapa senior! Ada perlu apakah senior mendatangi Sekte kami?” tanya Bai Jie dengan gugup.


“Oh, Bai Jie!” sahut Xiuhuan. “Aku teringat dengan seseorang dengan nama yang sama. Namun, entah di mana? Mungkin aku sudah mulai sedikit pikun hahahaha ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.


“Oh, ya. Bolehkah aku bertemu seseorang dengan jabatan tinggi di Sekte Cahaya ini, karena ada yang mau kudiskusikan. Tak perlu memanggil Ketua Sekte, karena yang mau kukatakan tidaklah hal penting,” kata Xiuhuan masih dengan senyum ramahnya, tetapi murid-murid Sekte Cahaya itu masih tampak tegang, mungkin mereka masih membayangkan bahwa dibalik wajah ramah ini adalah sosok monster yang bisa melahap mereka sewaktu-waktu bila ia tersinggung.


“Ikuti aku senior!” sahut Bai Jie langsung terbang memasuki Sekte Kuil Cahaya yang sangat luas itu, sedangkan Xiuhuan berjalan dengan menggunakan Jurus Langkah Kilat.


Bai Jie menoleh kebelakang, ia heran kenapa Xiuhuan tidak terbang. Namun, ia juga kagum karena gerakannya sangat cepat sekali.


Bai Jie melihat tetua Pelataran dalam Sekte Cahaya sedang keluar dari Restoran Sekte yang letaknya di dalam kawasan bebas yang dapat dikunjungi oleh semua murid Sekte Cahaya, baik itu murid dalam maupun murid luar.


Bai Jie langsung menghadang tetua itu saat akan terbang, sehingga wajah tetua itu tampak kesal menatapnya.


“Salam tetua! Aku Bai Jie murid luar yang bertugas di gerbang Sekte membawa tamu senior Xiuhuan!”

__ADS_1


“Xi-Xiuhuan!” sahut tetua itu gugup. “Mimpi apa aku semalam, kenapa murid bodoh ini malah membawanya padaku. Padahal banyak tetua yang lebih senior!” gumam Bai Lie, tetua wanita dari Pelataran dalam Sekte Cahaya.


Xiuhuan yang berdiri di sebelah Bai Jie melambaikan tangan—tersenyum ramah padanya dan untuk sesaat Bai Lie terpesona melihatnya. Namun, segera ia tepis pikiran itu, karena ia tahu Xiuhuan adalah monster yang membunuh Immortal dengan mudah, apalagi ia tidak bisa mengukur tingkat Kultivasi-nya saat ini.


__ADS_2