
“Aku ....” Zhi Yu memain-mainkan kedua jempolnya, karena gugup mengungkapkan perasaannya.
Xiuhuan tersenyum dan berkata, “Yah, sepertinya kita hanya bisa melakukan pesta kecil-kecilan saja sebelum kami pergi ke Dunia Atas tuan Zhi Han!”
Xiuhuan tersenyum menatap Pemimpin Paviliun Bulan, sehingga Bai Yuejing makin merasa sangat sakit di dadanya—mendengar ucapan Xiuhuan.
“Ah, muridku yang mana yang beruntung itu, ya?” Xiuhuan berpikir sejenak.
“Anooooo ... aku ingin menikah de—”
“Tak perlu dikatakan, anggap saja ini sebuah kejutan hahaha ... karena semua orang penasaran dengan pilihan Nona Zhi Yu!” Xiuhuan menyela ucapan Zhi Yu yang tersenyum masam, karena Xiuhuan tiba-tiba merasakan keberadaan Bai Yuejing dibalik pintu dan ia mengetahui kalau Bai Yuejing memendam perasaan pada Zhi Yu yang hanya menganggapnya sebagai penjaga keamanan di Paviliun Bulan ini saja.
Xiuhuan mengedipkan mata pada istrinya, Nie Rou agar membantu Zhi Yu berdandan mengenakan pakaian pengantin, sedangkan Xiuhuan membawa Lou Er jalan-jalan ke taman di sebelah Paviliun Bulan.
Bai Yuejing kemudian membuka pintu masuk dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Zhi Han yang tersenyum masam menatapnya, karena ia sebenarnya ingin menjodohkan Putrinya dengan Bai Yuejing yang sangat setia menjadi Penjaga keamanan di Paviliun Bulan dan selalu terdepan melawan musuh yang mencoba menganggu Zhi Yu, tetapi Zhi Yu malah tidak mencintainya.
Zhi Han menghela nafas dalam-dalam saat melihat mata Bai Yuejing yang memerah, sedangkan dibelakangnya ada Duan Xia dan Dua anaknya.
“Selamat datang di Paviliun Bulan, Nona Duan Xia!” Zhi Han langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Duan Xia melakukan hal yang sama sembari melirik Bai Yuejing, karena ia tahu apa yang sedang dirasakannya sekarang—sebab ia mendengar pembicaraan Zhi Yu dengan Xiuhuan tadi.
“Aku akan mengutus seseorang mencarikan rumah di dekat Sekte Langit Mendung besok, untuk saat ini Nona Duan Xia tinggal di Paviliun Bulan kami saja dan kebetulan sebentar lagi akan diadakan pesta kecil hahaha ....” Zhi Han tertawa pelan dan menatap Bai Yuejing. “Kamu istirahatlah dan tidak perlu melakukan apapun lagi!” Dia tahu Bai Yuejing tidak semangat untuk bekerja lagi.
__ADS_1
Bai Yuejing menangkupkan tinju dan segera menghilang dari ruangan tersebut, sehingga Duan Yue kagum melihatnya dan ia melihat gadis kecil seusianya sedang bermain di taman bunga bersama penyelamatnya.
“Ibu, itu Dewa Agung! Aku ingin menjumpainya!” seru Duan Yue menarik tangan Duan Xia.
“Ya, silahkan saja Nona Duan dan bila ingin istirahat, mintalah pada Pelayan untuk menunjukkan kamar untuk Anda!” seru Zhi Han—tidak jadi menunjukkan kamar untuk Duan Xia dan anak-anaknya.
“Maaf, tuan Zhi. Anak-anakku sangat ingin berterimakasih pada tuan Xiuhuan, karena sebelumnya ia tiba-tiba langsung menghilang!” Duan Xia menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan mengikuti Duan Yue dan Duan Jiang yang berlomba menuju ke arah Xiuhuan yang sedang bermain bersama Lou Er.
Zhi Han menarik nafas dalam-dalam, ia tak menyangka Putrinya akan memilih pergi ke Dunia Atas. “Istriku, Putriku kita sudah dewasa dan ia akan terbang jauh hahaha ....” Zhi menengadah menatap langit teringat dengan istrinya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan ia hanya memiliki satu Putri serta Tiga Putra yang berada di luar Kerajaan Zhu, karena mereka memimpin Paviliun Bulan cabang di sana.
...***...
Bai Yuejing menerobos ke kamar Zhi Yu, sehingga Zhi Yu, Nie Rou, Lou Ruxu dan beberapa Pelayan wanita Paviliun Bulan terkejut melihatnya.
Nie Rou yang lebih dewasa diantara mereka langsung memberikan kode agar semua orang keluar dari kamar dan meninggalkan Bai Yuejing serta Zhi Yu di sana.
“Tidak boleh begitu! Biarkan saja mereka bicara dari hati ke hati! Mungkin saja selama ini Saudari Zhi Yu berpura-pura tidak menyukainya dan alasannya saja ingin pergi ke Dunia atas agar Bai Yuejing melamarnya,” sahut Nie Rou dengan senyum cerah dan Lou Ruxu pun mengangguk—karena akhirnya mengerti sedikit masalah percintaan yang menurutnya sangat rumit itu, karena selama ini ia selalu fokus berkultivasi dan tidak pernah memikirkan masalah asmara.
Di dalam kamar Zhi Yu tersebut, keduanya tidak mengatakan sepatah katapun—Bai Yuejing merasa berat untuk menanyakan apakah Zhi Yu mencintainya atau tidak.
Zhi Yu menghela nafas dalam-dalam sembari menyisir rambutnya yang berwarna hitam dan panjang tersebut, entah kenapa detak jantungnya berdebar-debar saat Bai Yuejing berdiri tak jauh darinya.
“Yu‘er!” Bai Yuejing memaksa mengucapkan kata itu, walaupun bibirnya terasa terkunci dan butiran air mata telah berjatuhan menyirami lantai.
__ADS_1
“Hmm ....” Zhi Yu tidak menoleh padanya dan ia hanya memandangi bayangan wajahnya di kaca kecil ditangannya.
Merasa Zhi Yu tidak mengabaikannya, Bai Yuejing langsung keluar dari kamar tersebut tanpa mengatakan apa-apa pada Zhi Yu.
“Maafkan aku Saudara Bai!” gumam Zhi Yu mengepal tangannya, kini ia bingung apakah memiliki perasaan cinta pada Bai Yuejing atau tidak, tetapi entah mengapa bayangan wajah Bai Yuejing yang selalu tersenyum padanya membanjiri pikirannya.
Zhi Yu menepuk wajahnya. “Tidak-tidak! Aku ingin pergi ke Dunia Atas melihat betapa luasnya Semesta ini!” Zhi Yu membuang jauh-jauh perasaan aneh yang membuat detak jantungnya berdebar-debar tak karuan sejak kedatangan Bai Yuejing.
Saat bersama Nie Rou, Zhi Yu menanyakan banyak hal padanya tentang Dunia Atas dan Nie Rou menceritakan ada banyak Dunia di alam semesta ini, sedangkan Dunia Bawah dan Dunia Atas hanya salah satu kepingannya saja. Namun, Dunia Atas lebih istimewa dari Dunia Bawah, karena mereka berkultivasi untuk menjadi kuat dan hidup abadi, bahkan Nie Rou menceritakan usianya sebenarnya telah ratusan tahun—sehingga Zhi Yu terkejut mendengarnya dan tertarik ke Dunia Atas.
...***...
“Aku tak menyangka Lou Er bisa akrab dengan Duan Yue hahaha .... padahal anak ini sangat pendiam seperti ibunya.” Xiuhuan tertawa bahagia melihat Lou Er akhirnya menunjukkan senyum cerah lagi.
Duan Xia yang duduk disebelah Xiuhuan meremas erat pakaiannya, kemudian ia memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya yang ingin ia ucapkan sejak tadi, tetapi ia ragu-ragu mengatakannya.
Duan Xia bersujud di hadapan Xiuhuan, sehingga Xiuhuan terkejut melihatnya.
“Apa yang kamu lakukan Nona Xia!” Xiuhuan menarik pundak Duan Xia agar berdiri kembali.
“Tuan Xiuhuan!” seru Duan Xia sembari menitikkan air mata. “Tolong bawa kedua anakku ke Dunia atas bersamamu!” katanya lagi, karena ia tidak ingin anak-anaknya menanggung rasa malu atas apa yang terjadi padanya dan ia ingin mereka berkultivasi dengan tenang di sana, tanpa khawatir ada yang mengetahui masa lalu mereka.
“Eh, apa maksud Nona Xia! Bukankah lebih baik kalian selalu bersama!” Xiuhuan terkejut dengan permintaan Duan Xia tersebut.
__ADS_1
“Tidak-tidak, aku sudah memikirkannya matang-matang dan tuan Xiuhuan pasti tahu, aku hanyalah akan menjadi penghambat perkembangan mereka nantinya, karena aku adalah wanita kotor!” Duan Xia menundukkan wajahnya, sehingga Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam.
Xiuhuan menengadah menatap langit dan menatap Duan Yue yang tertawa bahagia bersama Lou Er, sedangkan Duan Jiang mematung mendengar permintaan ibunya pada Xiuhuan. Ini adalah keputusan yang sangat berat untuk ia putuskan, apakah menerima permintaan Duan Xia atau tidak.