
Xiuhuan buru-buru menghabiskan makanannya. Ia kemudian melangkah ke lantai dua Penginapan gunung Diyu itu.
Chen Liu yang baru selesai memesan kamar, melihat punggung Xiuhuan. Ia merasa familiar dengan bentuk tubuh tersebut, namun kali ini mengenakan jubah Sekte Pedang Taiyang. Berbeda dengan yang sebelumnya yang berjubah Sekte Teratai Biru, sebuah Sekte yang belum pernah ia dengar namanya di daratan utama ini.
“Kenapa Liu‘er?” tanya Chen Yan melihat Chen Liu melamun.
“Ah, tidak ada apa-apa,” sahut Chen Liu kaget. “Ayo kita makan dulu sebelum tidur,” ajak Chen Liu pada Pengawalnya itu.
Chen Liu sendiri adalah orang pertama yang dijumpai Xiuhuan saat terdampar di daratan utama ini. Namun pertemuan mereka tak berjalan mulus, karena Xiuhuan tidak sengaja melihatnya mandi di sebuah telaga.
Putri, Walikota Kunming itu sangat marah, ia berusaha menangkap Xiuhuan, namun dengan licinnya Xiuhuan kabur meninggalkan Chen Liu, walaupun ia dibantu oleh sepuluh Pengawalnya yang juga Pendekar Pedang tahap 100.
***
“Sekarang Aku baru menyadari, ternyata satu persen qi dari Rongqiku, yang kugunakan itu sebesar Laut China Selatan.” Xiuhuan menggaruk-garuk kepalanya. “Berarti aku perlu kursus matematika, nih. Pantaslah semua lawan yang kuhadapi dengan mudah bonyok kubuat,” gumam Xiuhuan.
Xiuhuan baru menyadari pemborosan yang ia buat, saat ia menyerap Pil Neraka level sepuluh tadi. Pil Neraka itu ternyata menghasilkan qi seluas danau Qinghai dan hasilnya tak sampai satu persen saja dari total Rongqinya.
“Seharusnya saat Aku melakukan jurus Kubah Tsunami untuk melindungi kota Guangxi kemarin, Aku sebenarnya hanya perlu mengalirkan qi sebesar setengah persen saja dari Rongqiku. Jadi, aku mendapatkan pelajaran yang berharga di sini, ternyata kuat itu tak cukup, tapi juga harus pintar hahaha ....” Xiuhuan tertawa akan kekonyolannya.
Untung saja ia tak melawan Ketua Sekte Pedang Taiyang kemarin. Mungkin ia sudah tinggal nama, karena main hantam saja, tanpa memikirkan hal lainnya.
Xiuhuan mengeluarkan Pil Neraka level sepuluh dari kantong penyimpanannya. Ia kemudian menyerap Pil itu.
Xiuhuan tetap mencoba metode cepat untuk menyerapnya, sehingga terjadi badai petir dalam Rongqinya, tapi tidak separah tadi. Karena Xiuhuan mengontrolnya dengan baik.
Semalaman suntuk itu Xiuhuan berhasil menyerap sembilan Pil Neraka, sehingga menambah dua persen kapasitas Rongqinya kembali.
Pagi-pagi sekali, saat fajar belum menyinsing. Xiuhuan telah meninggalkan Penginapan gunung Diyu. Itu ia lakukan untuk menghindari rombongan Chen Liu.
“Anda mau kemana tuan?” tanya Xu Jie dengan ramah.
“Mau ke kota Kunming, mau ikut dengan babang tampan ini, tidak?” Xiuhuan sempat-sempatnya menggoda Xu Jie.
__ADS_1
Dengan wajah merah merona, Xu Jie menjawab, “sebenarnya Aku mau saja, tapi Aku harus merawat Nenek Chi di sini,” jawabnya.
“Ah, sayang sekali ... kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada kesempatan datang, babang tampan ini akan mampir kembali.” Xiuhuan berpantun, entah masuk atau tidak baiknya itu, yang penting gombal dulu.
Xu Jie dibuat salah tingkah, karena tak ingin berlama-lama lagi. Xiuhuan membayar biaya inapnya, sekalian memberikan beberapa Poin tips untuk Xu Jie.
“Alamak! Kenapa ia keluar,” gerutu Xiuhuan lansung melambaikan tangan pada Xu Jie. Xiuhuan lansung kabur dari Penginapan gunung Diyu itu. Namun Chen Liu melihat wajah Xiuhuan.
“Itu dia! Orang yang telah merendahkan harga diriku itu!” seru Chen Liu.
“Ayo kejar dia!” Perintah Chen Yan.
Lima pengawal pribadi Putri walikota Kunming itu segera melesat ke luar Penginapan gunung Diyu. Mereka melihat Xiuhuan berlari ke puncak gunung Diyu. Satu orang kembali ke dalam Penginapan dan empat lainnya mengejar Xiuhuan.
Chen Liu membayar biaya inapnya dengan tergesa-gesa, sedangkan Xu Jie malah mengulur-ulur waktu, agar Xiuhuan tak terkejar oleh mereka.
Xu Jie melakukan itu, setelah ia merasa berhutang budi pada Xiuhuan, karena telah diberikan tips yang besar olehnya.
“Ayo kita kejar! Jangan biarkan dia kabur!” Perintah Chen Liu.
Baojia, gurunya Chen Liu merasa ada yang janggal dengan Pemuda itu. Bukannya kabur sejauh mungkin dengan jurus yang ia gunakan dulu. Ini malah pergi ke puncak gunung Diyu, seolah-olah menggiring mereka ke sana.
“Liu‘er! Sebaiknya kau urungkan saja mengejarnya. Sepertinya ia menjebak kita,” sela Baojia.
“Guru terlalu meninggikan kemampuannya. Kita kepung bersama saja guru. Biar dia tahu, bagaimana rasanya meremehkan Putri Walikota Kunming yang akan ikut Kompetisi antar Sekte nanti.” Chen Liu berkata angkuh.
Chen Liu juga adalah murid luar Sekte Pedang Lembah Neraka. Dia menjadi perwakilan murid luar dalam Kompetisi antar Sekte nanti.
Sebenarnya, ia tak memiliki kualifikasi dalam kompetisi antar Sekte itu. Namun, berkat jalur belakang atau sogokan dari ayahnya yang merupakan Walikota dan juga Kepala Clan Chen itu, ia akhirnya di angkat menjadi perwakilan murid luar.
Tahun-tahun sebelumnya, Sekte Pedang Lembah Neraka hanya mengirim sepuluh besar murid dalam terkuat saja. Hasilnya lumayan membanggakan, salah satu murid mereka mencapai peringkat 40 dan secara keseluruhan, Sekte Pedang Lembah Neraka menduduki peringkat 35 Sekte terkuat di daratan utama ini.
***
__ADS_1
Chen Liu melesat ke puncak gunung Diyu. Sedangkan Baojia masih khawatir, ia takut nanti Chen Liu cedera dan tak bisa mengikuti kompetisi antar Sekte yang diimpikannya itu. Namun, Chen Liu memiliki sifat yang keras kepala, sehingga tak mau menerima nasehat darinya.
“Hehehe Aku berpikir untuk mencoba menggunakan qi setengah persen pada mereka. Lumayan juga, mereka akan kubuat lawan latih tanding,” gumam Xiuhuan tersenyum menyeringai.
Ia berhenti dan menunggu keempat Pengawal Chen Liu itu.
Keempatnya kebingungan melihat Xiuhuan cukup tenang dan tak ada raut wajah ketakutan sama sekali, yang terpancar dari wajahnya.
“Halo anak-anak ... ayo kalian tangkap aku!” seru Xiuhuan. Ia kembali tersenyum dan berkata, “Itupun kalau bisa.”
Xiuhuan mengeluarkan Pedang Rohnya dan memasang kuda-kuda. Xiuhuan tak menggunakan jurus dari kitab Seribu Dongeng lagi. Ia lebih memilih jurus yang ia pelajari sewaktu di Pulau Niao saja.
Tubuh Xiuhuan mengeluarkan kilatan-kilatan listrik. Rambutnya berdiri menghadap langit, mirip dengan Goku saat sedang dalam mode Super Saiyan.
“Unsur apa itu? Apakah itu unsur Petir seperti Ketua Sekte?” Seorang dari mereka bertanya-tanya.
“Sepertinya bukan?” jawab yang lainnya.
Xiuhuan yang mendengar perkataan mereka, sedikit khawatir juga, saat mendengar kalau Ketua Sekte mereka mempunyai unsur Petir.
Awalnya ia akan membunuh mereka, namun ia urungkan. Sekarang Xiuhuan berencana untuk membuat mereka babak-belur saja dan merampas Poin mereka.
“Biarkan Aku yang melawannya kakak pertama!” seru salah satu dari mereka.
Ia lansung melayang di udara. Sepasang sayap muncul di punggungnya. Pendekar Pedang itu memiliki unsur angin dengan Roh Pedang Elang Hitam.
Ia langsung mengontrol ribuan jarum yang melayang di udara. Dia hanya perlu mengarahkan pedangnya saja untuk mengontrol ribuan jarum itu.
“Oo, ternyata Pendekar Pedang di daratan utama ini, suka sekali dengan jurus begitu,” gumam Xiuhuan yang sudah beberapa kali melihat metode yang mirip.
Xiuhuan menekan pijakannya membuat tanah pijakan kakinya itu hancur berantakan, hanya dengan sebuah kedipan mata saja, Xiuhuan muncul di depan tiga Pendekar Pedang yang sedang lengah itu. Karena mengira Xiuhuan akan menyerang adik seperguruannya yang sedang melayang di udara.
...⚔️Bersambung⚔️...
__ADS_1