Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Strategi Menghadapi Phoenix Nirwana


__ADS_3

Ling Wentian tak menyangka tetua pertama malah membalikkan pertanyaannya. Namun, ia juga merasa senang, tetua pertama mau bekerjasama dengannya.


“Aku hanya butuh Kristal Phoenix Nirwana, tetapi kalau tetua mau berbagi beberapa bagian tubuhnya; aku sungguh berterima kasih, karena itu dapat meningkatkan kekuatan elemen apiku," sahut Ling Wentian dengan seringai tipis diwajahnya.


Tetua pertama menarik nafas dalam-dalam, ini sama saja ia memaksa mendapatkan bagian terbanyak. Walaupun ia membungkus kata-katanya dengan kata kalau mau berbagi, padahal intinya Ling Wentian mau Kristal Phoenix Nirwana dan beberapa bagian tubuhnya juga.


Tetua pertama sebenarnya lebih mementingkan daging monster Phoenix Nirwana, sedangkan untuk Kristalnya palingan di lelang saja, karena harganya pasti sangat mahal.


“Tuan muda sungguh baik hati.” Tetua pertama menjawab dengan senyum diwajahnya, walaupun sebenarnya ia mengutuk Ling Wentian. “Aku bersedia bekerjasama denganmu. Namun, bolehkah murid-muridku tak perlu ikut melawan Phoenix Nirwana itu tuan muda. Karena kekuatan mereka belum sanggup untuk menahan nafasnya saja.” Tetua pertama berencana membawa sepuluh Diaken saja melawan Phoenix itu, karena bawahan Ling Wentian hanya tersisa 20 Kultivator Ranah Absolute God saja, sedangkan Ling Yue tak masuk list peserta—dia cuma gadis manja yang sok kuat saja.


Ling Wentian mau tak mau menerima usulan Tetua pertama, dan membiarkan Diaken tetua pertama membawa murid-muridnya meninggalkan Lembah Tengkorak.


“Ling Hong, bawa Yue‘er pergi dari sini. Kalian bisa berburu monster bersama murid-murid tetua pertama,” kata Ling Wentian tak ingin adiknya ikut mengahadapi serangan akhir melawan monster Phoenix Nirwana. Karena saat Phoenix Nirwana itu terdesak, ia akan membuat serangan yang dapat melenyapkan sebuah gunung. Namun, saat ini sang Phoenix Nirwana baru mengeluarkan sedikit kekuatannya saja saat menghadapi pion-pion Ling Wentian. Dia menatap tetua pertama, “Tak masalah ‘kan tetua. Adik manjaku ini berlatih bersama Diakenmu?”


“Tak masalah tuan muda. Justru murid-muridku akan senang bisa mendapatkan pencerahan dari tuan putri Yue,” sahut tetua pertama—yang sebenarnya tak mempunyai pilihan, selain menyetujui permintaan Ling Wentian.


“Kakak!” sela Ling Yue tak terima tidak dilibatkan dalam perburuan monster Phoenix Nirwana itu, padahal ia juga ingin menunjukkan kehebatannya, walaupun ia cuma Immortal awal saja. Namun, ia percaya diri dengan elemen Es-nya mampu meredam semburan api nafas Phoenix Nirwana. “Aku tak mau pergi dengan mereka. Biarkan aku membantumu dan menunjukkan betapa kuatnya Elemen Es-ku!”


Ling Wentian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Jangan sulitkan aku Yue‘r. Apakah kau tak tahu tetua pertama saja harus lari tunggang-langgang saat melawan Phoenix Nirwana itu.”


Dia menjawab dengan kesal, sehingga membuat Ling Yue tertegun sejenak dan tak menyangka akan dibentak oleh kakak yang memanjakannya selama ini. Bahkan, kakak-kakaknya yang lain tak pernah mengajaknya memasuki Dimensi Heidong, kecuali Ling Wentian. Namun, saat ini entah kenapa sikap kakaknya berubah seperti monster.


Ada apa ini? Apakah Ling Wentian menganggap dirinya sebagai beban saja? Hati Ling Yue terasa sakit seperti luka yang ditaburi cairan asam. Sakit! tak ada gambaran lain lagi selain satu kata itu.


“Baik!” sahut Ling Yue dengan linangan air mata. “Aku membuktikan sanggup menaklukkan monster di Dimensi Heidong ini dan kamu!” Dia menunjuk wajah Ling Hong. “Tak perlu ikuti aku ... Lihatlah Kakak, kau akan menyesali telah mencampakkan Aku."


Ling Yue langsung menghilang dengan artefak Teleportasi, sehingga Ling Hong tak bisa mengikuti tuan Putri yang diam-diam ia cintai itu.


“Hadeh, adik bodoh itu. Siapa juga yang mencampakkannya, padahal aku hanya tak ingin dia mati di tangan Phoenix Nirwana itu. Kultivator Ranah Chaos Ancient God saja, hanya sekali semburan nafasnya sudah menjadi butiran debu,” kata Ling Wentian geleng-geleng kepala.


“Sudah lupakan saja dia. Yang kuat akan bertahan dan lemah sudah sewajarnya menjadi makanan monster di Dimensi Heidong ini,” sahut Ling Wentian—walaupun sebenarnya ia mengkhawatirkan keselamatan Ling Yue. Namun, ia tak mau menunjukkan sisi lemahnya di hadapan anggota Clan Ling lainnya. Dia harus tampak seperti tuan muda yang mementingkan kekuatan dan tidak terpengaruh dengan hal-hal sepele seperti tadi.


Ling Hong sebenarnya ingin meminta ijin pada Ling Wentian untuk mencari keberadaan Ling Yue. Namun, setelah mendengar ucapannya, Ling Hong hanya bisa memendam kekhawatirannya terhadap Ling Yue, karena Ling Wentian pasti tak akan mengijinkannya pergi.


“Yue‘r semoga kamu tidak bertemu monster Level Xuan atau Tian,” gumam Ling Hong menghela nafas panjang.


“Tetua sudah sering melawannya. Aku yakin Anda sudah memiliki sebuah rencana, cara mengalahkannya, kan?”

__ADS_1


Ling Wentian melupakan tentang adiknya, kini ia fokus bagaimana cara mengalahkan monster Phoenix Nirwana. Dan hanya tetua pertama diantara mereka yang sering berhadapan dengan Phoenix Nirwana, sedangkan Ling Wentian hanya sekali, itupun kelompoknya kehabisan waktu pada saat itu, karena Artefak Dimensi Heidong menarik mereka kembali ke kota Nan.


Tetua pertama mengelus-elus jenggot putihnya dan berpikir sejenak. Dia memang sering melawan Phoenix Nirwana. Namun, semua berakhir dengan kegagalan dan untungnya ia selalu berhasil lolos di detik-detik terakhir, tetapi kelompoknya hangus tak tersisa.


“Tuan muda memiliki elemen Api dan aku juga Elemen Api. Namun, bawahan tuan muda kebanyakan adalah berelemen Es, sepertinya tuan muda sudah merencanakan perburuan Phoenix Nirwana ini dengan matang; begitu juga denganku yang membawa Diaken yang berelemen Es.” Tetua pertama tersenyum lebar. “Tak ada strategi, kita serang bersama saja—Phoenix Nirwana itu pasti akan mengalami hipotermia (Penurunan suhu tubuh ekstrim) dan kita langsung panen raya hahahaha ....” Tetua pertama tertawa terkekeh-kekeh, yakin mereka mampu mengalahkan monster Phoenix.


***


Di Lembah Kematian, Xiuhuan mengeluarkan Roh Pedang Sidat Listrik yang kini mirip dengan seekor Naga Air berukuran raksasa—melayang diatas Xiuhuan.


Huo Meigui tercengang, ia merasa kekuatan yang sangat besar terpancar dari Roh Pedang Sidat Listrik.


“Apa-apaan kekuatan Roh Pedang itu? Kenapa bisa Pedang memiliki Roh, sih? Dasar gege, mungkin ia memiliki orang dalam di surga, sehingga mendapatkan kekuatan superhero mulu,” gumam Huo Meigui mengelus-elus perutnya yang bulat seperti mau pecah saja.


“Qi dalam Rongqiku sangat berlimpah. Tak apalah membuang qi sebanyak satu Samudera, walaupun itu setara berkultivasi seribu tahun. Namun, keselamatan tuyul di perut Meigui‘er adalah yang paling utama. Besok akan ada yang memanggilku, ‘Papa tampan’ hehehe ....” Xiuhuan tertawa cekikikan membayangkan anak dalam kandungan Huo Meigui seimut anak tirinya, Su Lian.


“Tsunami!” seru Xiuhuan dan air setinggi puluhan tombak menyapu kawanan monster Salamander, Huo Meigui sampai bergidik melihatnya—untung saja air dari jurus Tsunami itu berbelok saat melewati bukit tempatnya berdiri. “Sebuah mahakarya yang sempurna hehehehe ....” Xiuhuan puas membuat Lembah Kematian yang awalnya tanah gersang, kini menjadi lautan tak berujung.


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2