Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Dicegat Assassin


__ADS_3

“Kenapa kau memprovokasi senior Xui? Apakah kau terlibat masalah dengannya?” Lou Mei penasaran, apalagi Lou Xue tidak menanggapi ucapan Xiuhuan. Padahal di masa lalu, orang yang menggodanya akan berakhir beku oleh Elemen Esnya.


“Tidak ada, aku cuma penasaran; apakah dia selalu misterius begitu?” sahut Xiuhuan.


“Dari dulu dia memang begitu, dia lebih suka menyendiri dan berlatih sangat giat. Ada yang mengatakan kedua orangtuanya di bunuh orang misterius saat ia masih di Sekte. Sejak itulah ia bersikap demikian.” Lou Mei menjelaskan kabar angin yang ia dengar selama ini.


“Ummm ... berarti Aku sudah terlalu berlebihan padanya. Apa sebaiknya aku meminta maaf saja?”


“Lebih baik jangan. Kau diam saja, itu lebih baik, daripada kau terus mengusik ketenangannya. Lagi pula kita akan berangkat ke kota Bianjie. Clan cabang di sana butuh bantuan Clan utama untuk mengatasi bandit gunung yang meresahkan penduduk. Mereka tak segan-segan membakar rumah Penduduk dan memperbudak wanitanya untuk memuaskan nafs‘u mereka." Lou Xue mengatakan misi yang diberikan oleh tetua Lou Zui untuk mereka.



“Ah, sial! Kenapa harus aku yang pergi?—Lagi pula aku masih ingin menantang peringkat lima besar untuk mengamankan hadiah bulanan yang sebentar lagi akan keluar,” keluh Xiuhuan. “Bukannya Ketua Sekte di sana adalah Ranah Chaos Ancient God? Seperti Ketua Sekte Bei Guan di kota Zhongshan.” Xiuhuan keheranan, kenapa mereka meminta bantuan Clan utama.


Lou Xue mengekerutkan keningnya, apakah si tampan ini baru keluar dari gua setelah puluhan ribu tahun? Kenapa ia tak mengetahui kondisi Clan-nya sendiri.


“Xiuhuan!” sahut Lou Mei geram. “Apakah kau tak ingat, Kultivator yang telah mencapai tingkat Immortal Awal lebih memilih bermukim di Clan Utama dan hanya beberapa saja yang tetap memilih tinggal di Clan cabang.”


Xiuhuan tersenyum masam, sembari menggaruk-garuk kepalanya. “Aku sudah pikun, gara-gara kebanyakan istri. Baiklah ayo kita berangkat,” sahut Xiuhuan yang lagi-lagi memakan potongan kue milik Lou Mei. “Cepat! Sebentar lagi akhir bulan. Nanti Aku tak bisa menantang peringkat lima besar,” keluh Xiuhuan yang ingin mendapatkan bonus jatah bulanan peringkat satu.


Lou Mei hanya mendengus kesal dan lansung mengikutinya menuju gerbang timur kota Nancheng.


“Gunakan Kapal terbangmu saja Mei‘er, Kapal terbangku sedang perawatan,” kilah Xiuhuan.


“Cih, banyak alasan,” sahut Lou Mei mengeluarkan Kapal terbang miliknya.


Xiuhuan tak bisa menahan tawa saat melihatnya, karena warna Kapal terbang itu begitu mencolok; berwarna pink, dengan motif kupu-kupu.


“Apakah kau kupu-kupu malam Mei‘er, bolehlah aku sewa dirimu semalam saja,” goda Xiuhuan.


Tangan Lou Mei muncul bola api berukuran besar, wajahnya memerah. Dia sangat tersinggung dengan candaan Xiuhuan.

__ADS_1


“Aku ada Pill Surga Level tinggi sebanyak 1000 Pill, apakah kau mau? Supaya kau cepat naik ke tingkat Immortal Awal dan menyusulku nanti ke Sekte Qingyun.” Xiuhuan menenangkan hatinya dengan sogokan Pill.


Bola api ditangannya langsung menghilang, berganti dengan senyum manis yang membuat Xiuhuan lega, ia tak menyangka gadis tsundere itu bisa marah juga, padahal selama ini saat ia goda tak akan semarah itu.


Dalam sekejap saja Pill tersebut sudah berpindah tangan.


“Terimakasih babang tampan, kau memang yang terbaik.” Gantian Lou Mei yang menggoda Xiuhuan.


Xiuhuan menoleh kebelakang, ia merasa ada sesuatu yang akan muncul di hadapan mereka. Namun, ia tak tahu apa itu? intuisinya mengatakan yang akan muncul sangat berbahaya.


“Hentikan Kapal terbangnya Mei‘er!” seru Xiuhuan mengeluarkan Palu Godam Banteng Merah versi upgrade Palu Tur Penghancur Semesta yang telah hancur berkeping-keping saat di makam Shuilong.


Palu Godam Banteng Merah ditangan Xiuhuan itu adalah Senjata pusaka tingkat rendah, ia membelinya di aula Besi seharga 20 juta keping emas. Harga yang cukup fantastis, tetapi Xiuhuan tak merasa rugi, karena itu baru 10% dari kepingan emas cincin dimensi milik Wu Tianji.


Melihat Xiuhuan sangat waspada, Lou Mei yakin; pasti ada sesuatu yang akan menyerang mereka—sehingga Kapal terbang dengan kecepatan cahaya itu lansung menghilang dan Lou Mei melayang di udara.


Melayang di udara teknik dasar bagi Kultivator, jadi itu bukan sesuatu yang istimewa. Namun, Lou Mei tak menyadari ada satu-satunya orang di benua Kun Lun yang tak bisa melayang di udara.


“Aaaaaaa!” pekik Xiuhuan terkejut tiba-tiba ia jatuh dengan kecepatan tinggi.


Xiuhuan menghujam gurun pasir, hingga debunya memandikan Xiuhuan. Lou Mei tertawa terkekeh-kekeh melihatnya. Namun, tiba-tiba muncul dua Kultivator berpakaian hitam dengan penutup wajah.


Sepertinya mereka laki-laki dan perempuan, karena yang satu satu berambut panjang serta boing-boing yang cukup menonjol, sedangkan satu lagi rata seperti papan triplek.


“Mei‘er mundur!” teriak Xiuhuan.


Dia merasa Kultivator wanita itu tingkat Immortal Menengah, Lou Mei tak akan sanggup melawannya. Sedangkan yang pria, sama seperti mereka—Immortal Awal puncak.


Tanpa basa-basi Kultivator wanita itu lansung menghilang dan muncul di punggung Xiuhuan. Namun, Xiuhuan lansung mengayunkan Palu Godam Banteng Merah, karena intuisinya sangat tinggi, sehingga ia merasakan bahaya dari datang belakang.


Lou Mei juga langsung bertarung dengan Kultivator pria, mereka bertarung di udara. Kedua Kultivator lawan mereka itu memiliki aura pembunuh yang sangat kuat, sehingga Xiuhuan menyimpulkan mereka pasti anggota aliran hitam.

__ADS_1


“Kenapa kalian mengincar kami?” tanya Xiuhuan mencoba, kenapa ia bisa menjadi incaran. Apakah mereka membunuh secara acak atau mereka sedang balas dendam atas kematian rekan-rekan mereka dari anggota Clan Huo, salah satu Clan terkuat aliran hitam.


“Dia tak menjawab, sial!” gerutu Xiuhuan dalam hati. “Tak mungkin ada yang melihatku membunuh Wu Tianji dan kawan-kawan, kecuali Lou Rong atau Jiang Meng?”


“Mungkinkah Jiang Meng terbunuh dan mereka memaksanya mengaku siapa yang membunuh rekan-rekannya?” Xiuhuan menduga-duga.


Kultivator wanita itu kembali menghilang dan menebas Xiuhuan dengan Pedang berelemen angin, tetapi Xiuhuan dapat menangkisnya. Namun, saat ia membalas serangan wanita itu, tiba-tiba wanita itu lansung menghilang.


“Cih, ini adalah lawan yang sangat merepotkan. Sepertinya ia memiliki elemen Kegelapan,” gerutu Xiuhuan, karena elemen ini juga dimiliki oleh Lou Yi.


Xiuhuan berhenti bergerak dan memejamkan matanya, ia meningkatkan intuisinya, agar bisa menebak dari arah mana Kultivator wanita itu muncul.


“Dari depan!”


Xiuhuan lansung mengayunkan Palu Godam Banteng Merah dan menghancurkan gurun pasir didepannya.


“Bukankah aroma ini, mirip dengan aroma tubuh Lou Xue?” kata Xiuhuan pelan, merasa aromanya sama persis dan tinggi mereka sama juga.


Kultivator wanita itu lansung menghilang dan muncul di belakang rekannya yang sedang melawan Lou Mei. Di menyentuh pria itu dan tubuhnya tiba-tiba seperti di sayat-sayat dengan pisau angin.


Xiuhuan dan Lou Mei terkejut melihatnya, Pria itu lansung jatuh dan Kultivator wanita itu menghilang.


“Dia kabur!” seru Xiuhuan, karena tak merasakan keberadaannya lagi. Dia mendekati mayat rekan wanita misterius itu dan aromanya juga sama dengan aroma tubuh Lou Xue. “Apa merk pewangi mereka sama, ya?” Xiuhuan membuka penutup wajahnya.


“Dia Lou Ruo, peringkat 30 dari Clan kita. Mengapa wanita ini menyerang kita?—Apakah Aku ada masalah dengannya?” Lou Mei penasaran, padahal ia dan Lou Rou tak pernah bertutur sapa selama di Clan Lou.


“Eh, wanita,” sahut Xiuhuan sudah terlanjur merobek pakaiannya. Karena mengira ia laki-laki dan Xiuhuan berencana mencari petunjuk di tubuhnya. “Oh, benar dia wanita, walaupun masih dalam proses pertumbuhan,” katanya lagi menutup tubuh Lou Rou.


“Mesummmmmm!” seru Lou Mei langsung menempeleng kepala Xiuhuan hingga terjungkal mencium pasir, hamparan gurun pasir itu.


“Ah, kau kejam sekali Mei‘er, Aku hanya mencari petunjuk saja, apakah dia terlibat dengan pembunuh berantai yang terjadi akhir-akhir ini di Clan Lou,” gerutu Xiuhuan sembari menyeka debu yang menempel di wajahnya.

__ADS_1


Lou Mei hanya tersenyum masam, ia lansung meminta maaf pada Xiuhuan. Karena lansung menudingnya berbuat mesum, tanpa menanyakan alasannya lebih dulu.


...Bersambung...


__ADS_2