
“Xioa Liu, kau tak mau beli sesuatu juga?” tanya Xiuhuan dengan senyum tipis, namun memancarkan ketampanan yang membuat hati seorang wanita bergetar.
“Hmm, kesempatan ini ... aku memberikan kesucianku cuma-cuma padanya, sekarang giliranku yang mengerjaimu.”
Xiao Liu membalas senyuman Xiuhuan dengan senyuman manis darinya. Namun didalam hatinya, ia sudah merencanakan sesuatu.
“Kalau dipandang-pandang lebih dekat, Liu‘er cantik sekali,” guman Xiuhuan melihat senyuman manis Xiao Liu.
Kedua pasangan suami-isteri bohongan itu berjalan menuju pelelangan kota Hua, karena hari ini akan ada pelelangan kalung berlian langka yang ditemukan oleh seseorang dari reruntuhan kuno.
Xiuhuan tak menyadari itu, ia mengira hanya akan ada pelelangan sumberdaya biasa saja.
“Huanran, Shuyan ... kami ke pelelangan dulu. Ini buat kalian!” seru Xiuhuan sambil menyerahkan kedua muridnya itu masing-masing dua keping emas.
Mereka menerimanya dengan senang hati dan lansung menyerbu toko pakaian, memilih Hanfu keluaran terbaru.
Pelelangan kota Hua itu dikelola oleh Clan Wang, yang merupakan salah satu dari empat Clan yang menguasai kota Hua.
“Selamat datang saudari Xiao Liu!” sapa Wang Lee, tuan muda Clan Wang yang mengelola pelelangan ini. Ia tak menyapa Xiuhuan sama sekali, bahkan melirikpun tidak.
“Ya, kapan pelelangan itu dimulai,” sahut Xiao Liu.
“Tentu akan segera dimulai. Mari aku antar!” seru Wang Lee sambil ingin memegang pundak Xiao Liu.
Xiuhuan dengan sigap menepis tangan Wang Lee dan berkata, “Hei, berani sekali kau memegang pundak istriku!” Xiuhuan memarahinya.
“Eh, istri?” Wang Lee terkejut mendengarnya. “Betulkah, nona Xiao Liu?” tanyanya seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Xiuhuan.
Xiao Liu tersenyum tipis dan merangkul tangan Xiuhuan kembali. “Tentu saja kami pasangan suami-isteri. Bahkan suamiku ini akan memenangkan lelang ini, sebagai hadiah pernikahan kami,” jawabnya. Kemudian melirik Xiuhuan, “Ya, kan suamiku?” katanya lagi.
Xiuhuan mengangguk dan tersenyum lebar padanya. Namun dalam hati, “Ada yang tak beres, nih?” Xiuhuan mulai menyadari gelagat aneh Xiao Liu.
“Kenapa ia mau sama tetua mesum dan miskin ini? Bukannya Xiuhuan sering meniduri janda-janda dan wanita kesepian dengan bayaran beberapa koin emas. Apakah Xiuhuan telah berubah sekarang?” guman Wang Lee dengan senyum masamnya dan mengajak keduanya menuju ruang VVIP, karena keduanya adalah orang istimewa yang merupakan tetua di Sekte Teratai Biru, penguasa sebenarnya kota Hua.
Pelelangan pun dimulai, satu demi satu barang lelang dijajakan. Namun, tak ada satupun yang menarik dimata Xiao Liu. Hingga akhirnya barang utama lelang dijajakan.
“Wah, cantiknya!” seru Xiao Liu dengan mata berkaca-kaca.
Xiao Liu kemudian melihat Xiuhuan dengan senyum lebar.
“Pantaslah ia tersenyum terus sedari tadi. Ternyata ada kalung berlian di lelang ini,” guman Xiuhuan membalas senyuman Xiao Liu.
Dalam lelang ini, perwakilan seluruh Clan di kota Hua datang, bahkan utusan dari Clan Yin dari kota Yan Luo juga hadir.
“Liu‘er ... sepertinya mereka ingin kalung berlian itu untuk kau kenakan!” ejek Xiuhuan sambil menunjuk utusan Clan Yin. Namun, Xiao Liu tampak tak suka dengan perkataan Xiuhuan.
__ADS_1
***
“Baiklah ... ini adalah barang terakhir lelang kami, sekaligus barang utama dalam lelang kali ini!” seru Pembawa acara lelang itu.
Para peserta lelang lansung bersemangat saat kalung berlian itu dijajakan di hadapan para peserta lelang itu.
“Kami akan membuka harga 1000 keping emas. Penawaran dimulai!” seru Pembawa acara itu.
“5000 keping emas!” sahut perwakilan Clan Wei.
“10.000 keping emas!” seru perwakilan Clan Xiao.
“Kaya juga Clan kalian Liu‘er!” kata Xiuhuan sambil tersenyum.
“Kenapa ia malah tersenyum, padahal, kan harganya selangit. Tak mungkin ia punya uang sebanyak itu,” guman Xiao Liu keheranan. Padahal niatnya mau mengerjai Xiuhuan. Namun, orang yang ingin dikerjainnya malah santai-santai saja.
“15.000!” seru Xiuhuan membuat heran semua yang hadir di sana.
Mereka seakan tak percaya Xiuhuan berani menawar tinggi, begitu juga dengan Xiao Liu.
“Woi, kenapa dengan tatapan kalian itu?” tanya Xiuhuan.
“Apa kau yakin punya uang sebanyak itu tetua keenam!” sahut salah satu Perwakilan Clan dengan nada merendahkan.
“Kupecahkan pula kepala kalian!” seru Xiuhuan kesal, “Aku ini rajin menabung. Gaji butaku selama 20 tahun di Sekte Teratai Biru selalu kutabung kampret!” teriaknya marah pada mereka.
“Kau juga tak percaya istriku. Yakinlah, aku akan memenangkan lelang ini untukmu!” katanya lagi dengan sombong.
“Tak mungkin tetua keenam!” sela utusan dari Clan Yin. Kemudian berkata lagi, “Kalung berlian ini akan menjadi milik tuan muda Yin Song, untuk dikenakan oleh tunangannya Xiao Liu.”
“Hahaha ....” Xiuhuan tertawa lebar mendengar perkataan mereka. “ Maksudmu istriku ini!” kata Xiuhuan lagi sambil mengecup pipi Xiao Liu dihadapan mereka.
“Lancang sekali kau!” seru mereka geram melihat tindakan Xiuhuan itu.
“Katakan pada tuan muda kalian itu! Xiao Liu telah menjadi istri tetua keenam dari Sekte Teratai Biru,” ledek Xiuhuan membuat mereka bertambah geram. Namun, tak bisa berbuat apa-apa. Sebab Ketua Clan Yin melarang mereka bertindak diluar perintah, walaupun pihak Clan Xiao memprovokasi mereka.
***
“Baiklah tuan-tuan dan nona-nona, penawaran tertinggi adalah 15.000 keping emas!” sela Pembawa acara untuk menenangkan suasana yang makin panas itu.
“Wah, berhasil tetua keenam!” bisik Xiao Liu senang, karena utusan Clan Yin telah melihat kemesraan mereka. Tentu saja mereka akan melaporkannya pada ketua Clan Yin perkara ini.
“Itu tadi aku serius!” sahut Xiuhuan masih kesal terprovokasi oleh mereka. Karena meremehkannya tak mempunyai uang.
“Sudah sabar-sabar ... toh, kau tadi mencium pipiku secara gratis,” kata Xiao Liu lagi.
__ADS_1
Xiuhuan kaget mendengarnya, “ternyata kau perhitungan juga. Padahal sudah kubantu,” sahut Xiuhuan mendengus kesal.
“Cuma bercanda ... jangan terlalu serius begitu,” kata Xiao Liu lagi sambil senyum-senyum padanya.
“50.000 keping emas!” teriak utusan Clan Yin mempertaruhkan semua uang yang mereka bawa.
“Apaaaa!”
“Yah, tak mungkin kami mengorbankan uang sebanyak itu hanya demi satu buah kalung berlian.”
“Iya betul.”
Para Clan dari kota Hua mundur alon-alon saat mendengar penawaran dari utusan Clan Yin.
“Apakah tak ada lagi yang menawar?” tanya pembawa acara itu memastikan.
“Baiklah hitungan mundur, 10,9,8,7,6,5,4,2—”
“75.000 keping emas!” seru Xiuhuan dengan senyum lebar. Ia seolah-olah mengejek semua peserta lelang.
“Apaaaaa!” Xiao Liu kaget, tak menyangka Xiuhuan mempunyai uang sebanyak itu.
“Apa lagi! Ada lawan!” katanya dengan sombong sambil mengacungkan jari tengah pada semua peserta lelang.
Sontak saja, mereka mengutuk tindakan Xiuhuan itu. Namun, tak bisa mengatakannya langsung, karena Xiuhuan adalah seorang tetua di Sekte Teratai Biru.
“Tunggu dulu!” sela utusan dari Clan Yin. “Apakah kau mempunyai uang sebanyak itu? Coba tunjukkan!” katanya.
“Oh, itu sih gampang. Tinggal ambil ke Sekte sebentar. Toh, aku ini adalah penduduk kota Hua, tak mungkin Aku berbohong pada sesama penduduk kota Hua juga.” Xiuhuan meyakinkan mereka.
“Apa kalian yakin?” tanya utusan Clan Yin itu pada Wang Lee selaku penanggung jawab acara lelang.
Wang Lee juga ragu Xiuhuan memiliki uang sebanyak itu dan berkata, “tetua keenam ... kau tak menipu kami, kan?”
“Astaga ... kenapa semua orang meragukanku!” sahut Xiuhuan kesal mendengarnya. “Liu‘er ... serahkan Plakatmu sebagai jaminan!” kata Xiuhuan.
“Eh, kok Plakat milikku?” jawabnya kebingungan.
“Kalau punyamu mereka akan percaya. Sedangkan punyaku mereka pasti ragu lagi. Kau mau tidak kalung itu?” kata Xiuhuan ikutan kesal juga pada Xiao Liu.
“I-iya ... tak usah melotot begitu,” jawabnya terbata-bata.
Akhirnya pihak pelelangan mengakui Xiuhuan yang memenangkan lelang kali ini. Kemudian Xiao Liu lansung mengenakan kalung berlian itu dengan jaminan Plakat miliknya.
Keduanya kemudian meninggalkan tempat pelelangan. Xiao Liu tak henti-hentinya tersenyum sambil merangkul Xiuhuan. Sedangkan orang yang dirangkulnya menyesal telah mengajak Xiao Liu jalan-jalan bersamanya. Karena tanpa ia sadari, akibat terlalu terbawa emosi, harus kehilangan 75.000 keping emas simpanannya.
__ADS_1
Bersambung ...