
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Xiuhuan, karena penerimaan murid baru Sekte Teratai Biru segera dimulai. Xiuhuan sudah tak sabar ingin mempunyai banyak murid seperti tetua lainnya. Karena ia ingin melepas gelar buruk yang disematkan padanya selama ini. Yaitu, sebagai tetua mesum.
Xiuhuan ingin nanti ia dipuja-puja sebagai tetua baik hati, karena telah memiliki uang banyak untuk mendukung mereka membeli sumberdaya, menaikkan tingkat kultivasi mereka. Menjadi Pendekar Pedang berlevel tinggi.
"Tetua ... sudah waktunya menuju halaman aula utama!" seru Shuyan pada Xiuhuan yang sedang duduk bersila di atas kasurnya.
"Sudah dimulai ya," sahut Xiuhuan sembari membuka matanya.
"Kau sedang kenapa tetua keenam?" Liu Ya bertanya padanya, karena ia mendengar dari Shuyan, bahwa Xiuhuan memiliki Rongqi seluas mata memandang, ujungnya tak akan terlihat.
"Tentu saja menyerap sumberdaya ini, untuk menaikkan level Pendekar Pedangku ke tahap selanjutnya," jawab Xiuhuan sambil beranjak keluar dari kamar itu.
"Bukannya tetua sudah berada di puncak Pendekar Pedang?" Dou Yi kebingungan, karena Xiuhuan telah berada di Pendekar Pedang tahap 100.
"Aku ingin naik level lagi dan pergi ke alam Dewa, aku ingin menampar siapa Dewa yang selalu mempermainkan diriku selama ini," sahutnya meninggalkan mereka yang bingung mencerna kalimat terakhir Xiuhuan itu.
***
Di halaman aula utama, telah berkumpul ribuan anak-anak dari kota Hua dan sekitarnya. Mereka ingin mencoba peruntungan di Sekte Teratai Biru. Karena untuk berkultivasi mandiri itu butuh biaya yang sangat mahal, belum lagi mereka harus membeli kitab jurus juga.
__ADS_1
"Baiklah semua ... hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, tunjukkan kekuatan yang kalian miliki, jadilah Pendekar Pedang hebattttt!" seru Pembawa acara, yang merupakan murid senior itu.
"Pertama-tama mari kita perkenalkan tetua pertama! Pendekar Pedang tahap 64, terkuat kedua setelah ketua Sekte kitaaaaaa!"
Xiao Lang berdiri dan melambaikan tangannya, ia menebar senyum pada para peserta. Yang unik dari Xiao Lang adalah dia hanya menerima murid laki-laki saja. Sehingga murid perempuan yang berbakat akan memilih adiknya, Xiao Liu sebagai guru mereka.
"Selanjutnya tetua kedua ... satu-satunya tetua wanita dan terkuat Ketiga di Sekte. Beliau berada pada Pendekar Pedang tahap 63."
Xiao Liu juga berdiri dan melambaikan tangannya pada para peserta. Sontak saja, para calon murid laki-laki lansung terpesona melihat kecantikannya.
"Berikutnya adalah tetua ketiga!" seru pembawa acara itu.
"Tetua keempat dan kelima!" lanjut pembawa acara.
Wei Ho dan Lei Cong berdiri melambaikan tangan pada para peserta. Mereka adalah ibarat penampungan murid kurang berbakat.
"Terakhir adalah tetua keenammmmmm!" seru pembawa acara.
"Yo, pagi semua cantik-cantik ...." Xiuhuan tersenyum lebar sambil melambaikan tangan. Namun, tak ada yang bertepuk tangan padanya, mengingat reputasinya yang cukup miring di kota Hua.
__ADS_1
Xiuhuan kembali duduk dengan senyum masam, karena tak ada yang antusias padanya.
"Baiklah satu persatu dari kalian silahkan menunjukkan Roh Pedang masing-masing di hadapan para tetua ini," ucap pembawa acara menutup acara perkenalan para tetua Sekte Teratai Biru.
Salah satu peserta lansung maju menunjukkan Roh Pedang berwarna merah yang cukup terang, menandakan ia adalah calon murid berbakat.
Semua tetua mengangkat tangan, kecuali Xiao Liu yang khusus menerima murid perempuan saja dan Xiuhuan, karena ia yakin tak akan dipilih.
Murid tersebut lansung memilih Xiao Lang, karena ia adalah terhebat kedua di Sekte.
Hingga ratusan murid telah di seleksi, namun tak ada satupun yang memilih Xiuhuan. Sampai-sampai kepalanya pening, bahkan ia juga memberi iming-iming hadiah besar jika memilihnya. Namun, tetap jua tak ada yang memilihnya.
"Peserta terakhir silahkan maju kedepan!" seru pembawa acara.
Huanran anak dari selir Raja Qian Xun, maju kedepan. Ia memperlihatkan Roh Pedangnya yang berwarna putih, namun hanya samar-samar terlihat, menandakan ia bukanlah murid berbakat.
Semua tetua tak ada yang mengangkat tangan kecuali, Xiuhuan. Ia menerima Huanran daripada tak mendapatkan apa-apa. Karena tak ada satupun yang memilih Xiuhuan.
Huanran tersenyum tipis, ia akhirnya bebas dari neraka istana Haitian. Karena semua orang di istana selalu mengejeknya, bahkan Sang Raja sendiri tak menyukainya. Untung Feng Yunji, tetua Sekte Pedang Surgawi menyarankan Huanran menuju kota Hua dan meyakinkan bahwa ia pasti diterima di Sekte Teratai Biru itu.
__ADS_1
Bersambung 🗡️🗡️🗡️