Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Hutan Berkabut


__ADS_3

Zi Shi mengunyah daging Monster Rusa bakar buatannya sembari sesekali melirik Xiuhuan—apakah ia akan menyerang secara tiba-tiba atau akan melakukan tindakan tidak bermoral padanya.


Xiuhuan hanya makan sedikit saja, kemudian ia duduk bersila dan melakukan Kultivasi.


“Apakah ia benar-benar mengampuniku?” gumam Zi Shi memperhatikan wajah Kultivator tampan dihadapannya tersebut. “Lebih baik aku berkultivasi juga untuk memulihkan kekuatanku!” Zi Shi langsung duduk bersila.


Tidak ada gangguan apapun sepanjang malam, karena Zi Shi membuat Perisai untuk melindungi mereka dan saat ia membuka matanya ketika sinar matahari pagi telah terbit—ia dikejutkan oleh wajah tampan Xiuhuan yang hanya beberapa jengkal dihadapannya.


“Aaaaaa! Tu-tuan!” Zi Shi mundur beberapa langkah.


Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh dan berkata, “Aku mengira Nona Shi tidak akan bangun lagi. Ayo kita lanjutkan perjalanan ke Lembah Kematian!” Namun, Xiuhuan memikirkan sesuatu dan teringat, “Kenapa kita tidak menggunakan Artefak Teleportasi ke sana?”


Zi Shi geleng-geleng kepala dan berkata, “Itu tidak akan berkerja, karena tuan Naga Lei Long telah membatasi fungsi Artefak Teleportasi di Dimensi Heidong ini.”


Kalau saja Artefak Teleportasi bisa digunakan langsung menuju Lembah Kematian, tentu ia akan langsung membawa Kultivator Manusia ini langsung ke hadapan Naga Lei Long, sehingga Xiuhuan cepat terbunuh dan dendamnya pun terbalaskan.


Xiuhuan mengangguk dan melompat ke punggung Zi Shi yang telah melakukan tehnik transformasi tubuh menjadi Monster Singa.


Zi Shi langsung berlari dengan kecepatan tinggi, walaupun ia sebenarnya agak risih karena seorang laki-laki yang bukan kekasihnya malah menunggangi punggungnya.


Saat keduanya melewati bukit kecil, tiba-tiba Xiuhuan merasakan Aura Pembunuh yang sangat pekat di kawasan berkabut tebal yang akan mereka lewati.


Zi Shi tersenyum, ini adalah bala bantuan yang disebutkan oleh Monster Salamander Hong Rong, ia adalah salah satu Monster terkuat di Dimensi Heidong ini; Monster Ular Kepala Tiga—yang tiap kepalanya memiliki kekuatan berbeda dan salah satu kepalanya itu mengeluarkan asap kebal yang membuat mangsanya berhalusinasi.


Xiuhuan langsung menggunakan tehnik mata Dewa dan warna bola matanya menjadi warna emas, sehingga Zi Shi curiga Xiuhuan bisa mengatasi jurus terhebat dari Baishe—nama Monster Ular berkepala tiga yang juga telah mendapatkan tubuh Manusia tersebut.

__ADS_1


Zi Shi mundur kebelakang Xiuhuan, ia akan bertindak netral terlebih dahulu. Kalau Xiuhuan di atas angin saat pertarungan nanti, maka ia akan tetap diam saja—sehingga Xiuhuan tidak membunuhnya, tetapi bila Xiuhuan merasa kewalahan maka ia akan bergabung dengan Baishe membunuhnya.


“Ikuti langkahku!” seru Xiuhuan berjalan ke dalam hutan berkabut tebal tersebut. Dia juga mengeluarkan Pedang Roh Sidat Listrik—untuk mengantisipasi serangan tak terduga dari para Monster yang bersembunyi di dalam hutan berkabut.


Saat keduanya melangkah lebih dalam di hutan berkabut tebal tersebut, tiba-tiba ribuan anak panah muncul dari langit—Namun, untungnya Xiuhuan memiliki intuisi yang sangat tinggi, sehingga ia langsung melompat ke udara dan menebas anak panah tersebut.


Zi Shi awalnya mengira Xiuhuan akan menebasnya, karena ia tidak menyadari kedatangan hujan anak panah tersebut, sehingga ia mundur beberapa langkah. “Dia benar-benar Kultivator yang sangat kuat!” gumam Zi Shi—bahkan kabut tebal di sekitar mereka menghilang untuk sesaat ketika tebasan yang mengandung unsur air tersebut terjadi.


“Akhirnya kalian mendekat juga!” seru Xiuhuan menoleh ke arah Baishe yang bersembunyi dibalik pohon besar, sehingga wanita Ular berkepala tiga tersebut terkejut melihat Xiuhuan.


“Bagaimana dia bisa tahu aku berada di sini? Ini tidak baik, sepertinya kami bertemu lawan yang sangat kuat!” gerutu Baishe langsung mundur—menjauh dari Xiuhuan.


Zi Shi menoleh ke arah tatapan Xiuhuan, tetapi ia tidak melihat siapapun—selain kabut tebal yang menghalangi jarak pandangnya.


Zi Shi tak berani berbicara, ia takut Xiuhuan akan memarahinya karena mengira telah digiring ke tempat ini untuk menjebaknya.


Xiuhuan merasa jangkauan kabut tebal dari Monster Ular berkepala tiga ini sangat luas sekali, padahal ia tidak merasakan keberadaannya lagi.


Xiuhuan berhenti melangkah dan Zi Shi yang berjalan sambil melamun langsung menabrak punggung Xiuhuan. “Ada apa tuan?” Zi Shi keheranan.


“Naik ke punggungku!” seru Xiuhuan, sehingga Zi Shi bertambah bingung dan menatap Xiuhuan tanpa berkedip—takut ia sedang bercanda.


Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena respon Monster Singa betina itu terlalu lambat atau memang terlalu takut padanya. “Ayo, naik!” seru Xiuhuan dengan nada agak tinggi, sehingga Zi Shi langsung naik ke punggung Xiuhuan.


Namun, tiba-tiba Xiuhuan berlari sangat kencang, bahkan ia tidak bisa melihat di mana mereka sekarang—karena Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat agar cepat meninggalkan hutan berkabut tebal tersebut.

__ADS_1


...***...


“Mereka hampir keluar dari jebakan kabutku!” gerutu Baishe yang mengikuti Xiuhuan diam-diam sembari menunggu bala bantuan dari Monster lainnya yang sedang menuju ke tempatnya.


Baishe melesat sembari melakukan tehnik transformasi tubuh menjadi Monster Ular Kepala Tiga agar lebih gesit saat mengejar Kultivator Manusia tersebut, tetapi usahanya sia-sia karena ia tidak bisa mengimbangi kecepatan lari Xiuhuan yang setara dengan kecepatan Naga Lei Long tersebut.


Monster Elang hinggap di depan Baishe dan langsung berubah wujud menjadi Pria tampan. “Tidak perlu mengejarnya Saudari Baishe! Lebih baik kita berteleportasi ke Desa Gunung Batu!”


“Desa Gunung Batu?” Baishe menatap Bai Ying—nama Monster Elang yang juga telah mendapatkan tubuh manusia dari tehnik rahasia milik Naga Lei Long. “Apa Saudara Bai yakin kita ke sana?” Baishe memiliki pengalaman buruk dengan Desa yang dihuni oleh Ratusan Monster Kera yang memiliki kebiasaan saling bertarung tersebut, dan ia telah berjanji tidak mau menginjakkan kaki di sana.


“Ini perintah dari Salamander sialan itu, ia sepertinya meremehkan kekuatan kita—hanya karena maniak seggs Hou Shi mati bersama dua kekasihnya!” kata Bai Ying lagi.


Baishe mau tak mau mengikuti perintah Monster Salamander yang menjadi tangan kanan Naga Lei Long di Lembah Kematian tersebut. Dia kembali ke wujud wanita cantik dan berkata, “Ayo kita menemui Gong Su sialan itu!” Baishe mengumpati Monster Kera yang mengaku Raja Kedua di Dimensi Heidong karena ia telah mengalahkan banyak Monster yang datang ke wilayahnya.


Keduanya kemudian muncul di halaman rumah Batu, tetapi belum sempat mereka memperhatikan sekitarnya, tiba-tiba Gong Su menyerang mereka dengan Tongkat Batu-nya yang bisa memanjang serta membesar.


“Apa-apaan ini Kera sialan!” teriak Baishe menghindari Tombak Batu-nya.


Gong Su tertawa cekikikan, senang melihat rekan-rekannya itu panik dengan serangannya tersebut dan hendak menyerang Baishe lagi. Namun, Bai Yin melambaikan tangan dan berkata, “Hentikan Saudara Gong! Kita hendak melawan Kultivator manusia yang ingin melawan Tuan Naga dan jangan buang-buang tenaga dengan tingkah konyolmu itu!”


Gong Su mendengus dan menarik kembali Tongkat Batu-nya ke cincin dimensi.


“Kalian membosankan sekali! Melawan manusia saja takut!” sindirnya sembari masuk ke rumah Batu-nya. “Panggil aku bila dia muncul dan serahkan saja dia padaku, kalian cukup menonton saja—bagaimana cara Raja ini mengalahkan dia!” katanya lagi.


Baishe dan Bai Yin tidak menjawab ucapannya, karena mereka sudah tahu sikap Gong Su yang selalu menganggap remeh lawannya.

__ADS_1


__ADS_2