
Xiuhuan memasuki ruangan tetua Lou Zui. Di sana ada sepuluh guru dan tetua Lou Zui sendiri, wajah mereka tampak masam, mungkin karena dimarahi oleh Ketua Clan, kenapa bisa tiba-tiba ada pembunuhan di dalam asrama murid. Tentu itu mencoreng nama baik Clan Lou, sebagai Clan terkuat ketiga di Benua Kun Lun.
“Di mana kamu tadi malam?” Tetua Lou Zui lansung bertanya.
“Setelah keluar dari aula Kegelapan, aku langsung kembali ke kamar dan melakukan Kultivasi; baru keluar pagi ini untuk sarapan pagi,” sahut Xiuhuan singkat.
Lou Zui memandangi wajah Xiuhuan, ia merasa Xiuhuan cukup tenang dan suara detak jantungnya juga normal, yang berarti kemungkinan besar Xiuhuan tak terlibat dalam kasus itu.
“Menurut keterangan murid yang lain, kau terlibat persaingan cinta dengan Lou Nian dan ia menghancurkan pintu kamarmu. Kalau normalnya, kamu akan marah padanya dan terjadi perkelahian diantara kalian, mungkin kau tak sengaja membunuhnya.” Lou Zui berspesifikasi.
Xiuhuan mengekerutkan keningnya, “buat apa aku bersaing memperebutkan wanita dengannya? Toh, Aku sudah memiliki 20 istri dan Aku memang tahu dia yang menghancurkan pintu kamarku, tetapi aku tak meladeninya, karena Aku ingin fokus berkultivasi—Sebelum memasuki Sekte Qingyun, Aku ingin menantang semua murid peringkat atas,” sahut Xiuhuan membela diri.
Guru wanita lansung memandang jijik pada Xiuhuan, karena baru kali ini menemukan laki-laki Clan Lou yang memiliki banyak pasangan, sedangkan guru-guru pria tersenyum lebar.
Lou Zui merasa Xiuhuan tidak terlibat dalam kasus ini, tetapi ia tetap curiga; bisa saja Xiuhuan pembunuh berdarah dingin.
“Baiklah kamu tidak bersalah, tetapi tetap masuk dalam daftar dicurigai. Mengingat kau menghilang di kawasan gunung Lou Feng selama setahun dan menurut Lou Mei, kau berhasil mengalahkan monster Level tinggi, walaupun dibantu dengan senjata pusaka tingkat menengah, tetapi itu tetap mencengangkan. Monster yang setara Kultivator tingkat Immortal Menengah berhasil dikalahkan oleh Immortal Awal puncak.”
__ADS_1
Xiuhuan tersenyum masam, kalau para guru dan tetua tahu dia juga membunuh monster Ular Hijau Daun yang setara Kultivator Ranah Absolute God itu, mungkin mereka akan muntah darah atau mengira Xiuhuan memiliki orang dalam di surga. Walaupun sebenarnya ia membunuh monster itu karena keberuntungan saja.
“Aku memakluminya tetua, karena sangat aneh juga murid baru tiba-tiba menjadi kuat begitu, tetapi Aku akan meluruskan kesalahpahaman tersebut,” sahut Xiuhuan tak ingin berlarut-larut dicurigai gerak-geriknya. “Aku memang yatim-piatu sejak kecil dan dirawat di Sekte Bei Guan. Umur sepuluh tahun aku dibawa oleh Lou Yi, putri tertua Ketua Sekte menjelajahi berbagai benua mencari keberadaan Kakeknya. Namun, sudah 10.000 tahun kami berkelana dan bertarung melawan berbagai Kultivator, kami tetap tidak menemukan jejak keberadaannya—sehingga kami memutuskan kembali lagi ke Benua Kun Lun.”
“Hahaha ... ternyata kamu sudah berpengalaman dalam membunuh orang. Seharusnya kaulah tersangka utamanya kalau begini. Namun, Aku percaya dengan kejujuranmu, apalagi Ketua Sekte Bei Guan adalah sahabatku.” Lou Zui tertawa sambil mengelus-elus jenggot putihnya. “Karena kau sudah memiliki banyak pengalaman di luar sana. Maka Aku akan mengutusmu ke Desa Chasan, salah satu murid yang melakukan misi menemukan makam Absolute God atau mungkin Kultivator jenis lain,” katanya lagi.
Lou Zui melanjutkan, kadang-kadang muncul penomena robekan dimensi yang melemparkan makam Kultivator-Kultivator kuat dari dimensi berbeda, atau Ranah Absolute God yang mengunci makamnya dengan perisai kuat. Dengan berjalannya waktu dan perubahan cuaca selama jutaan tahun, akhirnya makam itu muncul ke permukaan.
Namun, tak sembarang Kultivator yang bisa memasuki makam itu. Bisanya mereka membuat batasan, di mana Kultivator kuat tak akan bisa memasukinya dan kesempatan untuk Kultivator pemula lah mewarisi harta dan kemampuan yang ia miliki.
Murid yang menemukan misi itu telah meneliti makam tersebut, dan hanya Kultivator tingkat Immortal Awal ke bawah saja yang bisa memasuki makam. Namun, di dalam makam banyak jebakan dan beberapa monters yang setara Kultivator tingkat Immortal Menengah.
Para tetua melakukan pertemuan kemarin dan memutuskan lima murid terbaik Clan Lou yang berangkat ke sana, karena tak menutup kemungkinan akan terjadi pertarungan dengan murid Clan lain di dalam makam, sehingga sangat beresiko bila mengirim murid yang tak memiliki kemampuan tinggi.
“Bukannya makam itu kita yang menemukan, kenapa ada murid dari Clan lain?”
Xiuhuan keheranan, seharusnya siapa yang menemukan pertama, otomatis itu menjadi miliknya.
__ADS_1
“Kita itu bagian dari aliansi aliran putih, dan setiap harta tak bertuan akan secara otomatis menjadi milik Sekte Qingyun. Karena murid Sekte Qingyun tak bisa memasuki makam, makanya mereka membolehkan murid-murid Clan yang memasukinya. Toh, kalau murid tersebut menemukan harta Karun atau senjata pusaka, nantinya akan menjadi murid Sekte Qingyun juga. Jadi, mereka tak mengalami kerugian apapun.” Lou Zui menjawab tanda tanya di pikiran Xiuhuan itu.
“Mungkin kamu bisa mengambil contoh dari badai monster. Kenapa hanya murid Sekte Qingyun yang boleh ke sana?—Kan, seharusnya murid terkuat kita bisa ke sana dengan bimbingan para guru yang telah mencapai Ranah Chaos Ancient God. Namun, nyatanya mereka yang memonopoli semuanya,” lanjut Lou Zui yang dibalas anggukan Xiuhuan.
“Tetua mengatakan hanya Lima murid terbaik yang ikut, tetapi Aku cuma peringkat 40 saja, apakah murid peringkat Lima tidak ikut serta?”
Xiuhuan bertanya lagi, dia tak ingin terjadi kecemburuan atau disangka memiliki orang dalam di Clan Lou. Itu sangat merepotkan bila menjadi musuh semua murid—tidak bermasalah saja sudah banyak yang iri dengannya apalagi kalau menjadi anak emas.
“Hahaha ... Kita sebenarnya tak mendapat jatah ke sana, tetapi Aku protes pada Ketua Clan. Seharusnya kita mendapat jatah juga, padahal muridku yang menemukan makam itu,” sahut Lou Zui tertawa pelan. “Sebenarnya Aku ingin mengirim Lou Mei, tetapi kamu telah mengalahkannya dan juga kamu seperti yang kukatakan sebelumnya, sangat kuat untuk ukuran Immortal Awal. Dan satu lagi, jangan lupa Kum harta yang banyak; berikan kami bagian yang sewajarnya saja—tentunya bagianku lebih banyak dari para guru-guru ini hehehe ....” Lou Zui tertawa terkekeh-kekeh.
Xiuhuan menghela nafas panjang, Ujung-ujungnya ada udang dibalik bakwan juga.
“Tenang saja tetua, Aku akan memberikan bagian terbaik nanti. Kapan Aku akan berangkat?” sahut Xiuhuan dengan senyum tipis.
“Pergi saja ke temui tetua Lou Xingzheng. Dia adalah bagian administrasi dan yang mengatur misi untuk murid-murid Clan,” kata Lou Zui menulis sesuatu di kertas dan melemparnya pada Xiuhuan. “Berikan itu padanya!—Pergi sana, nanti kau terlambat dan ditinggalkan oleh murid lainnya!”
Xiuhuan membaca sekilas tulisan yang mengandung jejak qi tetua Lou Zui di kertas itu dan tersenyum tipis—Untuk saat ini lebih baik menjauh dari Clan Lou, karena takutnya akan lebih banyak pembunuhan berantai seperti tadi malam dan dia dituduh lagi nanti sebagai pelakunya.
__ADS_1
...~Bersambung~...