
Entah mengapa Ling Yue merasa cemburu melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Xiuhuan dan Huo Meigui, sehingga kadang-kadang ia melamun menengadah menatap langit, berharap mendapatkan pasangan seperti Xiuhuan.
Sebagai master yang paling hebat menaklukkan wanita, Xiuhuan sering menghiburnya agar tetap tegar. Dia juga menceritakan bagaimana pengalaman pahit kehidupan beberapa istrinya yang jauh lebih menderita dari pada Ling Yue.
Selama sebulan mereka di dalam Kubah Tsunami, kondisi mental Ling Yue mulai membaik, tetapi kondisi mental Xiuhuan yang menurun karena harus membuat belut tampan tidur sepanjang waktu.
Di Padang Hijau Ling Wentian dan tetua lainnya juga tidak melanjutkan perburuan lagi, mereka terlalu lelah saat menggunakan Artefak Perisai Kirin, sehingga mereka memutuskan berkultivasi di sana.
Ling Hong telah berkelana mencari keberadaan Ling Yue, tetapi ia tak menemukan petunjuk apapun. Namun, ia tak berani mendekat ke Kubah Tsunami, karena ia sudah kapok berhadapan dengan monster kuno yang kekuatannya di luar nalar.
Ling Hong menghela nafas panjang dan termenung menatap daratan luas yang dulunya adalah bukit-bukit berlembah. Namun, disapu habis oleh semburan api nafas Phoenix Nirwana.
“Sebentar lagi Artefak Dimensi Heidong akan menarikku kembali, lebih baik aku bergabung dengan tuan Ling Wentian,” gumam Ling Hong tidak melanjutkan pencariannya.
***
Melihat Ling Hong datang sendiri, ling Wentian tertegun sejenak dan mengutuk dirinya sendiri. Entah hukuman apa yang akan ia terima nantinya dari Ketua Clan Ling, saat mengetahui anak perempuan satu-satunya tewas di Dimensi Heidong, apalagi ia membiarkan Ling Yue berburu sendiri.
Melihat wajah muram Ling Wentian, tetua pertama tersenyum. Ini adalah kesempatan membuat sekutu dengannya, karena ia menyimpan rahasia kematian Ling Yue.
“Tuan muda ....” Tetua pertama menepuk pundaknya. “Anda tak perlu khawatir, kami tak akan memberitahu Ketua Clan penyebab hilangnya Nona Yue.” Dia seolah menghibur Ling Wentian, tetapi Ling Wentian tahu maksud Tetua pertama. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa dan mengucapkan terimakasih padanya.
“Dasar tetua pertama! Dalam situasi ini ia masih sempat-sempatnya menekan tuan muda yang sedang berduka karena kehilangan adiknya,” gumam Ling Hong.
Di langit tiba-tiba muncul lingkaran misterius dengan simbol-simbol lingkaran aneh dan menarik semua manusia yang ada di Dimensi Heidong.
__ADS_1
Xiuhuan dan keluarga kecilnya ikut tersedot lingkaran aneh itu. Mereka kemudian muncul di halaman kediaman Clan Ling yang telah dipenuhi oleh peserta Kultivator yang memasuki Dimensi Heidong.
Mereka sangat senang kembali ke kota Nan, karena tahun ini seperti neraka saja. Di mana hampir setengah peserta tak kembali lagi.
Ling Yue mengenakan penutup wajah, karena ia sudah bertekad untuk tidak kembali ke kediaman Clan Ling dan memutuskan secara sepihak mengikuti Xiuhuan.
“Nona Meigui ....” sapa Ling Wentian—terkejut saat melihatnya malah menggendong bayi, begitu juga dengan Xiuhuan yang kini menggendong Huo Er, dia tak menggendong Huo Yi. Karena tuyul yang satu itu banyak ulahnya, kalau tidak menangis kencang, maka ia akan mengencingi Xiuhuan; berbeda dengan Huo Er yang tidak rewel dan lebih ceria. “Wah, kalian sudah punya anak dan kembar lagi hahahaha ....” Dia mengelus pipi Huo Yi, tetapi tuyul itu malah menangis histeris sehingga Ling Wentian terkejut, sedangkan Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh. Karena gen-nya mengalir padanya.
Ling Yue berpura-pura melihat ke arah lain, sehingga Ling Wentian tidak mengenalinya begitu juga dengan Ling Hong yang memperhatikannya, karena postur tubuhnya mirip dengan nona muda yang ia kenal.
“Bagaimana nona Meigui ikut bersama kami ke dalam.” Ling Wentian mengajak mereka memasuki kediaman Clan Ling.
“Maaf tuan muda, kami harus segera kembali ke kota Houshan.” Xiuhuan berpikir sudah ada merasakan keberadaan Huo Guan di kota Nan ini. Jadi, sangat berbahaya berlama-lama di sini dan mereka harus segera kabur ke Benua Kun Lun agar bisa segera menuju Pulau Niao.
“Ah, sayang sekali,” sahut Ling Wentian tak memaksa mereka, karena pikirannya juga masih memikirkan Ling Yue yang sebenarnya ada dihadapannya. “Kalau begitu hati-hati di jalan nona Meigui dan tuan Xiuhuan,” katanya langsung meninggalkan mereka, membuat Xiuhuan kebingungan—kok, sikapnya tak seperti dulu lagi.
“Ya, tuan muda juga!” sahut Huo Meigui dan Xiuhuan.
Setelah Ling Wentian pergi, Huo Meigui bertanya pada Xiuhuan. “Kenapa kita buru-buru pergi gege?” bisik Huo Meigui saat sudah menjauh dari kediaman Clan Ling.
Xiuhuan mengirim suara melalui telepati, “Huo Guan ada di kota Nan, sepertinya jaringan mata-mata Clan Huo memang hebat. Pantaslah mereka bisa mengirim banyak murid-murid Clan Huo belajar di berbagai Clan aliran putih,” sahut Xiuhuan berkeringat dingin—kenapa dalam situasi ini harus bertemu musuh kuat lagi.
Ling Yue tahu ada masalah yang terjadi pada kedua pasangan suami-istri itu, karena ekspresi wajah mereka sama seperti saat setelah bertemu Pria bertanduk di Dimensi Heidong.
Untuk saat ini Xiuhuan dan Huo Meigui tak memperhatikan Ling Yue yang ada di belakang mereka, karena terlalu fokus pada Huo Guan yang sedang minum teh di rumah makan termegah di kota Nan.
__ADS_1
***
“Bayi?” Huo Guan terkejut mendengar laporan mata-mata Clan Huo yang datang melapor, kalau Huo Meigui dan kekasihnya telah keluar dari Dimensi Heidong. Gelas teh ditangannya retak seketika dan hawa dingin membuat para pengunjung restoran terkejut. “Sial! Mereka telah bertindak terlalu jauh di dalam Dimensi Heidong itu?” Ini kali pertama kalinya ia menunjukkan wajah masam penuh amarah. Padahal saat Huo Meigui kabur dari Kota Houshan, ia masih menunjukkan ekspresi dingin dan tenang, seolah-olah Huo Meigui akan kembali lagi ke kota Houshan.
“Tuan muda!” seru mata-mata itu. “Kendalikan amarahmu, nanti Clan Ling mengusir kita dari kota ini,” bisiknya lagi—berbuat onar di kandang serigala, sama saja ingin cari mati walaupun dipermukaan Clan besar tampak akur. Namun, sebenarnya dibelakang mereka saling menikam demi kepentingan masing-masing, makanya sulit menyatukan kekuatan aliran hitam untuk melawan aliran putih yang memiliki Sekte Qingyun sebagai perkumpulan mereka.
Huo Guan menarik lagi hawa dingin yang ia lepaskan tadi, sehingga para pengunjung restoran lega. Dia sendiri langsung menghilang dari pandangan mereka, sehingga para pengunjung restoran itu menebak-nebak Huo Guan adalah Kultivator kuat.
“Sial! Sudah gaji kecil, disuruh bayar minumannya lagi,” keluh mata-mata itu. Karena teh yang diminum Huo Guan adalah teh Yin, yang merupakan sumberdaya tingkat tinggi, sehingga mata-mata itu harus mengeluarkan kepingan emas yang cukup banyak.
***
Ling Wentian menghadap Ketua Clan Ling dengan wajah masam, jantungnya berdegup kencang, ia seperti mau melangkah ke neraka saja—kakinya terasa berat seperti memikul batu raksasa dan seolah-olah menatap ayahnya seperti monster saja.
“Di mana Ling Yue Wentian‘er?” tanya ibu ketiga padanya.
Ling Wentian berkeringat dingin dan menangkupkan tinjunya serta menundukkan wajahnya. Ini adalah pertama kalinya ia memberi hormat pada ibu ketiganya itu. Padahal selama ini ia selalu bersikap tidak peduli, karena bukan ibu kandungnya.
...*...
...*...
...*...
...~Jangan lupa 👍 Bosque~...
__ADS_1