
Xiuhuan menunggu Jenderal Liu Mubai selama satu batang dupa, tetapi tak ada yang datang—sehingga ia memutuskan melanjutkan perjalanan menuju wilayah timur Dunia Biru.
Satu Bulan kemudian, Xiuhuan memasuki Benua tengah dan kehidupan penduduk di sini tampak lebih sejahtera dibandingkan dengan wilayah barat dan di sini juga tampak lebih banyak berdiri Sekte, sehingga Xiuhuan berpikir mungkin Lou Xue bisa saja memasuki salah satu Sekte di sini, sehingga ia memutuskan untuk beristirahat di salah satu Kota, Benua Tengah ini.
Seperti di Nanmeng, kehadiran Xiuhuan juga menarik perhatian. Namun, para penduduk hanya melihat sekilas saja dan tidak berkerumun, sehingga Xiuhuan menduga para penduduk sudah terbiasa melihat Artefak Kapal Terbang.
“Hei, Bung! Apakah Anda mau menjual Artefak Kapal Terbangmu itu? Tuan muda ini tertarik membelinya!” Pria tampan berjubah Sekte Pedang Gunung Patah menghampiri Xiuhuan begitu ia mendarat di halaman restoran.
“Apakah Pahlawan ini terlihat begitu miskin, sehingga harus menjual mainannya?” Xiuhuan menyombongkan diri, sehingga Murid dari Sekte Pedang Gunung Patah itu mengerutkan keningnya.
Awalnya ia ingin memarahi Xiuhuan, tetapi begitu melihat basis Kultivasi-nya adalah Ranah Absolute God, ia langsung mengurungkan niatnya itu. Karena dia hanya Ranah Chaos Ancient God.
“Tidak! Tidak! Aku hanya tertarik saja dengan Artefak Kapal Terbang tuan Pahlawan!” sahut murid Pedang Gunung Patah itu tersenyum masam. “Bagaimana kalau senior kutraktir makan saja sebagai permohonan maaf atas ketidak sopananku!” Dia takut Xiuhuan marah dan mengirimnya bereinkarnasi lebih awal.
Xiuhuan tak menyangka tidak akan bertemu Pemuda arogan lagi dan ia cukup tertarik dengan kepribadian murid Sekte Pedang Gunung Patah ini.
“Baiklah! Ayo masuk dan siapa namamu?” Xiuhuan langsung memasuki restoran yang telah dipenuhi banyak murid-murid berbagai Sekte. “Kenapa di sini berwarna-warni?” Xiuhuan menduga mungkin ada sesuatu yang menarik yang akan mereka lakukan.
__ADS_1
“Apa senior tidak ingat? Kalau hari ini Pangeran Yun Fei akan membuka Pagoda Tujuh. Eh, dan namaku adalah Xiao Yan dari Sekte Gunung Patah, tuan Pahlawan!” sahutnya.
Xiuhuan duduk di bangku kosong. “Apa itu Pagoda Tujuh? Aku terlalu lama di dalam gua, sehingga tidak tahu Dunia telah banyak berubah.” Xiuhuan berkata seperti telah bermeditasi ribuan tahun di dalam gua saja, sehingga Xiao Yan keheranan.
“Pagoda Tujuh adalah artefak peninggalan Kuno yang memiliki Qi yang sangat padat dan sangat bagus untuk berkultivasi,” sahut Xiao Yan—tampak tertarik memasuki tempat itu. “Dan yang paling diincar oleh Kultivator adalah harta karun yang ada di sana, Pedang, emas, Pil dan banyak lagi.”
“Apa syarat memasuki tempat itu?” Xiuhuan juga tertarik untuk berkultivasi di sana dan mungkin saja Lou Xue ikut berpartisipasi, sehingga ia tidak perlu repot-repot mendatangi Clan Huo.
“Ah, tak ada tempat kosong lagi!” Bing Yun dari Sekte Daun Keladi ingin memasuki restoran. “Wah, tampan sekali Pemuda itu dan Kultivasi-nya adalah Ranah Absolute God!” Dia terpesona menatap Xiuhuan.
“Ah, tampan dari mana?” He Qian menggerutu, karena tidak menyangka ada yang jauh lebih tampan darinya. “Ayo kita cari restoran lain saja!” katanya lagi.
Xiuhuan menatap sekilas pada Bing Yun dan kembali menatap Xiao Yan untuk mendengarkan syarat memasuki Paviliun Tujuh.
“Pangeran memiliki kemampuan Hukum Ruang dan semua peserta yang ingin memasuki Paviliun Tujuh akan dikirim ke tempat luas tak berujung. Kemudian Seratus tiket akan di jatuhkan dari langit dan tuan Pahlawan pasti tahu apa yang akan terjadi ha-ha-ha!” Xiao Yan memberikan penjelasan. “Oh, ya, hanya Ranah Chaos Ancient God saja yang bisa memasuki Paviliun Tujuh. Jadi, tuan Pahlawan tidak akan bisa mengikuti acara ini.”
“Siapa bilang aku tak bisa ikut?” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.
__ADS_1
“Eh, kok malah jadi Ranah Immortal Tahap Awal?” Xiao Yan terkejut melihatnya. “Setidaknya jangan terlalu jauh sekali turunnya, tuan Pahlawan?” Dia mengerutkan keningnya, karena tak menyangka ada kemampuan yang dapat menurunkan basis Kultivasi.
“Oh, ya, siapa wanita tercantik yang kamu ketahui?” tanya Xiuhuan lagi—penasaran, apakah Lou Xue termasuk dalam kecantikan nomor satu di Dunia Biru.
“Aku tidak bisa menilai siapa yang tercantik, ada Putri Mahkota dari Kerajaan Chi, Mu Qingqing dari Sekte Sakura, Zhao Qingyang dari Sekte Persik Abadi, Jia Li dari Sekte Pedang Gunung Patah dan kabarnya di wilayah timur juga muncul wanita yang sangat cantik melebihi kecantikan wanita yang kusebutkan tadi. Namun, aku tidak tahu dia ada di sekte mana dan siapa namanya,” sahut Xiao Yan dengan senyum cerah. “Apakah tuan Pahlawan ingin kuperkenalkan dengan Saudari Jia Li ha-ha-ha!” Xiao Yan mengira Xiuhuan tertarik mencari kekasih.
Xiuhuan menggeleng kepala dan langsung menyantap makanan yang baru diantarkan oleh Pelayan Restoran.
Setelah selesai makan, keduanya menuju halaman istana, tetapi Xiuhuan tidak melihat rekan-rekan Xiao Yan dari Sekte Pedang Gunung Patah. Dia tidak bertanya kenapa hanya datang sendirian saja, ia justru menatap setiap wanita yang memiliki postur tubuh mirip Lou Xue, tetapi saat memeriksanya dengan mata Dewa—ternyata tidak ada diantara mereka yang merupakan Lou Xue.
Ribuan murid-murid dari berbagai Sekte telah berkumpul di halaman istana dan Pangeran Yun Fei kemudian melayang di udara.
“Selamat datang dalam acara Pagoda Tujuh ini,” kata Pangeran Yun Fei yang memiliki wajah tampan, sehingga banyak murid wanita yang terpesona melihatnya, sedangkan murid-murid laki-laki langsung mengutuknya diam-diam. “Aku tidak ahli dalam berpidato, jadi kita mulai saja turnamen kecil memperebutkan seratus tiket yang kami sediakan!” katanya lagi dan tiba-tiba seluruh peserta telah dipindahkan ke tempat yang seperti diceritakan oleh Xiao Yan tadi.
“Ternyata tuan Pahlawan benar-benar bisa masuk!” Xiao Yan kagum melihatnya, karena biasanya penyusup Ranah Absolute God pasti akan tertolak, karena Pangeran Yun Fei telah membuat batasan di dalam Hukum Ruang-nya.
Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Mana mungkin anak bau kencur itu bisa membatasi moyangnya!”
__ADS_1
Xiao Yan tersenyum masam, karena Xiuhuan sangat sombong sekali. Namun, ia langsung mengeluarkan Tombaknya untuk bersiap-siap bertarung, karena yang terkuatlah yang akan mendapatkan tiket ke Pagoda Tujuh tersebut.
Sepuluh tahun yang lalu ia gagal mendapatkan tiket, karena langsung kalah berduel melawan murid Sekte lain, karena semua yang berpartisipasi ini adalah Ranah Chaos Ancient God, kecuali Xiuhuan yang memiliki basis kultivasi Ranah Immortal Tahap Awal dalam tanda kutip Ranah Absolute God.