
Lou Zheng langsung menyusul Xiuhuan di luar gua, markas bandit gunung Lugu. Dia tak berani membuat Xiuhuan menunggu lama, kalau tidak; nyawanya bisa melayang saat ini juga.
“Kau bisa sombong sekarang. Namun, saat berada di hadapan tuan Yuan, aku yakin kau akan menangis memohon ampunan dan saat itu takkan ada yang bisa menolongmu. Karena Kultivator aliran putih tak ada yang berani memasuki Benua Resifel,” gumam Lou Zheng tersenyum menatap Xiuhuan, tetapi hatinya sebenarnya mendidih dan mengutuk pemuda tampan itu.
Xiuhuan tersenyum jahat menatap Lou Zheng, ia tahu pemuda itu sedang bergumam mengutuknya saat ini.
“Lepaskan cincin dimensimu!” seru Xiuhuan langsung menarik paksa cincin dimensi milik Lou Zheng dari jari manisnya.
Lou Zheng sesaat menatap Xiuhuan dengan tatapan tajam, tetapi langsung diubahnya dengan senyuman palsu, agar Xiuhuan tak marah.
“Tuan muda, tak ada barang bagus seperti milik bos di sana,” kata Lou Zheng berharap Xiuhuan mengembalikan cincin dimensi itu.
“Bukankah ini ada barang bagus,” sahut Xiuhuan berganti pakaian dengan pakaian yang sering Lou Zheng kenakan. “Bagaimana menurut kalian Nona-Nona cantik penampilanku ini,” goda Xiuhuan agar mereka merasa nyaman, karena penampilan mereka seperti mayat hidup saja, kecuali dua gadis yang masih fresh, mungkin ditangkap akhir-akhir ini. Namun, Xiuhuan tak menanyakan kapan mereka ditangkap, karena itu adalah hal sensitif untuk diungkit-ungkit lagi.
“Tuan muda sangat tampan!”
“Idaman para wanita lah!”
Gadis-gadis itu memuji penampilan Xiuhuan, walaupun ia tak tahu apa sebenarnya pendapat asli mereka. Karena dalam situasi ini, pakai karung beraspun, mereka pasti mengatakan Xiuhuan cocok mengenakannya.
“Baiklah gadis-gadis! Saatnya kita menuju desa kalian," kata Xiuhuan dengan mengepal tangannya. Sebuah kapal terbang langsung muncul dihadapan mereka.
Sementara itu Walikota Lou Bai Jie terkejut melihat pemandangan desa Shanjiao yang hancur lebur dan tak ada lagi kehidupan yang tampak di sana, kecuali bekas pertarungan yang begitu mengerikan.
“Semuanya menyebar, cari keberadaan murid Clan utama itu. Jangan sampai kita dapat masalah nantinya,” perintah Lou Bai Jie.
“Baik walikota Jie,” sahut mereka langsung menyebar ke segala penjuru, mencari petunjuk keberadaan Xiuhuan.
__ADS_1
Lagi-lagi Xiuhuan lupa memberi tahu kalau ia akan pergi menjalankan misi sendirian lagi. Ini seperti kasus sebelumnya, di mana ia menghilang selama setahun setelah musim badai monster.
Lou Bai Jie terkejut tiba-tiba Kultivator Ranah Chaos Ancient God muncul dihadapannya. Mereka adalah guru yang diutus oleh tetua Lou Zui untuk membantu Xiuhuan menangkap bos bandit gunung Lugu itu.
“Salam tetua dari Clan utama!” sapa Lou Bai Jie.
“Bagaimana dengan Xiuhuan. Di mana dia?” Lou Mei langsung mencecar pertanyaan pada Walikota Jie yang bingung harus menjawab apa. “Cepat katakan walikota Jie!” Lou Mei memegang kerah bajunya.
“Hei, Mei! Jangan begitu,” sela salah satu gurunya. “Apa yang terjadi di sini walikota Jie?” tanyanya juga.
“Kami juga tak tahu tetua. Tetapi saat kami sampai ke sini, sudah tak ada pertarungan lagi dan kami tak melihat keberadaan murid Anda, begitu juga dengan bos bandit gunung itu,” sahut Lou Bai Jie memberikan penjelasan.
“Apaaaaa?” Lou Mei terkejut.
“Baiklah, lebih baik kita perlebar pencarian. Mungkin saja pertarungan mereka melebar jauh atau kemungkinan yang tak diinginkan. Xiuhuan malah tertangkap oleh bos bandit gunung itu,” kata Guru Lou Mei lagi.
Guru-guru yang lain setuju untuk memperlebar pencarian, sedangkan Lou Mei memilih berdiam diri di kapal terbang miliknya untuk menenangkan diri lebih dulu.
***
“Tuan muda! Kita berhenti menggunakan Kapal terbang saat mencapai perbatasan. Karena di benua Resifel tak boleh menggunakan Kapal terbang, kecuali untuk kalangan tertentu saja. Kita harus berjalan kaki saat mencapai perbatasan.” Lou Zheng memberitahu itu pada Xiuhuan, ia takut nanti Xiuhuan tak mengetahui larangan itu dan mereka diserang oleh Clan besar aliran hitam.
Kalau itu terjadi, bukan hanya Xiuhuan saja yang akan mati. Dia juga bakalan ikut dieksekusi mati juga, karena berada dalam kapal terbang yang sama, walaupun ia beralasan sedang disandera oleh Xiuhuan. Namun, siapa yang akan percaya, sementara ia jiga berasal dari Benua Kun Lun juga.
Alis mata Xiuhuan terangkat sebelah, ia tak menyangka Lou Zheng begitu bodoh atau sengaja mengulur waktu. Seharusnya ia mengatakan ini saat masih di Benua Kun Lun tadi dan mereka bisa membeli kuda untuk mereka tunggangi menuju Clan Fang.
Xiuhuan mendarat di perbatasan dan langsung menendang Lou Zheng hingga berguling-guling menabrak batu besar.
__ADS_1
“Dasar binatang bodoh! Sudah jelas kita harus sampai dengan cepat ke sana. Kau malah bermain-main denganku,” keluh Xiuhuan dengan wajah masam.
Lou Zheng menyeka darah yang keluar dari mulutnya. Dia mendengus dingin dan darahnya mendidih.
“Tuan muda Maaf, aku kira kau mengetahui larangan itu. Karena itu seharusnya diajarkan di Sekte atau di Clan.” Lou Zheng membela diri.
Xiuhuan tertawa cekikikan, ia baru menyadari itu. Maklum ia adalah murid dengan sertifikat palsu dari Sekte Bei Guan dan langsung diterima di Clan Lou kota Nancheng, sehingga banyak pelajaran dasar yang tak ia ketahui.
“Ayo lanjutkan perjalanan kita. Yang tadi itu, kakiku kesemutan, jadi perlu sebuah gerakan keras untuk mengobatinya,” canda Xiuhuan.
“Dia benar-benar iblis yang menyamar di aliran putih. Apa jangan-jangan ia adalah murid Clan aliran hitam yang menyusup ke kelompok aliran putih. Namun, kenapa ia malah membunuh kelompok kami juga? yang memiliki musuh yang sama dengannya,” gerutu Lou Zheng berbicara sendiri dalam hatinya.
Xiuhuan dan Lou Zheng menggunakan gerakan meringankan tubuh dalam perjalanan mereka. Kalau di mata orang awam, tak akan mengetahui kalau mereka sedang lewat—palingan ia hanya merasakan anginnya saja.
“Hei monyet! Berapa jauh menuju kediaman Clan Fang itu?” tanya Xiuhuan memecahkan keheningan perjalanan mereka.
Lou Zheng tak tersinggung lagi mendengarnya, saat Xiuhuan memanggilnya dengan nama-nama hewan. Karena ia sudah mulai terbiasa, lagi pula percuma juga protes, yang ada malah dapat tendangan bebas dari Xiuhuan.
“Clan Fang berada di ujung Utara Benua Resifel. Dulu Clan Fang hampir menguasai sepertiga wilayah Benua Resifel. Namun, sekarang hanya menguasai satu kota saja, mereka benar-benar dalam kondisi terpuruk saat ini,” sahut Lou Zheng—memberikan penjelasan.
Booommmm!
Xiuhuan lagi-lagi menendangnya, sehingga Lou Zheng menabrak tumpukan batu besar dan membuat batu itu hancur berkeping-keping akibat kerasnya benturan itu.
“Siapa yang ingin mendengar dongeng darimu. Aku hanya menanyakan jarak. Bukan sejarah!” seru Xiuhuan dengan senyum lebar, senang memberikan siksaan pada Lou Zheng yang menatap tajam padanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
***
Maaf Bosque, update tak menentu beberapa hari ini. Lagi sibuk mencari duit, sibuk ke sawah maksudnya hehehehe 😁😁😁