Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Perang Melawan Naga Lou Feng III


__ADS_3

“Sial! Kenapa para Monster ini kuat sekali!” gerutu Lou Yi, sahabat yang sekaligus kakak ipar Xiuhuan berusaha bertahan dengan kondisi tubuh luka-luka saat berhadapan dengan Monster Phoenix Level Tian yang merupakan Monster yang setara dengan Ranah Absolute God dan ia hanya Kultivator Ranah Chaos Ancient God saja, sehingga Lou Yi dengan mudah dihempaskan oleh Monster tersebut.


“Matilah kau manusia busuk!” ejek Monster Phoenix sembari mengepakkan sayapnya yang mengeluarkan Pedang-Pedang Api yang langsung melesat ke arah Lou Yi.


“Sial!” Lou Yi berusaha berpindah tempat dengan Hukum Ruang, tetapi terlambat sudah, Puluhan Pedang Api Monster Phoenix telah di depannya, sehingga ia menutup matanya.


Namun, tiba-tiba sebuah Perisai menghalangi serangan Monster Phoenix tersebut, sehingga Lou Yi terkejut melihatnya dan menatap sekelilingnya. Siapakah Kultivator yang menolongnya tersebut, karena ia berada di lembah Gunung Lou Feng—yang berarti tidak ada Kultivator Ranah Absolute God di sini dan Kultivator yang menolongnya itu berarti memiliki kemampuan yang luar biasa, karena mampu menahan serangan Monster Level Tian.


“Saudari Yi!” Xiuhuan tiba-tiba muncul.


“Ternyata kamu! Pantas saja Monster itu tidak bisa menghancurkan Perisaimu!” sahut Lou Yi sembari duduk bersila dan meminum Pil penyembuhan tingkat tinggi.


Untuk menjaganya agar tidak diserang oleh Monster secara tiba-tiba, Xiuhuan memasang Perisai Air mengelilingi tubuhnya.


Xiuhuan mengepal tangannya, tetapi tehnik yang biasanya akan menghancurkan musuhnya berkeping-keping tersebut—tidak berpengaruh pada Monster Phoenix yang melayang di udara.


“Hmm, kenapa ia baik-baik saja?” gumam Xiuhuan keheranan, bahkan jiwa-jiwa Monster dan Kultivator yang dibangkitkannya juga dengan mudah dikalahkan oleh Monster Level Tian lain. “Sepertinya mereka bukan Monster Level Tian biasa!” Xiuhuan berspekulasi.


Monster Phoenix tersebut kembali mengibaskan sayapnya dan puluhan Pedang Api melesat ke arah Xiuhuan yang langsung mengeluarkan Pedang Penghancur Semesta, sehingga Monster Phoenix langsung waspada—karena merasa Pedang ditangan Xiuhuan memancarkan aura mencekam.


“Tebasan Gelombang!”


Puluhan Pedang Api dari serangan Monster Phoenix langsung ditelan Gelombang Air yang merembes dari Pedang Penghancur Semesta, sehingga Monster Phoenix terkejut melihatnya. Namun, tiba-tiba Xiuhuan telah berada dihadapannya sembari mengayunkan Pedang Penghancur Semesta dan tubuh Monster Phoenix tersebut langsung terbelah dua.


Murid-murid Sekte Qingyun yang menyaksikan pertarungan itu langsung bersorak gembira, karena sebelumnya mereka kewalahan menahan serangan Monster Phoenix tersebut, walaupun sudah menggabungkan beberapa kekuatan.

__ADS_1


“Jangan sampai lengah! Para Monster ini muncul secara acak!” Xiuhuan mengingatkan mereka agar tidak terlalu cepat untuk bergembira, karena ia merasakan Jiwa-jiwa yang ia bangkitkan justru bertarung melawan Monster Level Tian di tempat yang seharusnya Monster Level rendah berada, sehingga ini akan merugikan pihak Koalisi Manusia, karena para Kultivator dengan basis Kultivasi tinggi justru berpusat di Gunung Lou Feng.


Xiuhuan tidak menunggu Lou Yi pulih, ia langsung menyerang Monster Level Tian lainnya.


...***...


Rubah Ekor Sembilan yang sedang bertarung melawan Ketua Clan Ling dan Ling Wentian dipaksa bertahan, karena Jiwa mati yang telah dibangkitkan oleh Xiuhuan di sana adalah Kultivator kuat di masa lalu, sehingga mereka bisa mengeroyok Rubah Ekor Sembilan.


“Cih, siapa yang telah membangkitkan hantu-hantu ini? Mereka merepotkan sekali!” gerutu Rubah Ekor Sembilan sembari menyeka darah yang menyembur dari mulutnya. Dia kemudian menatap tajam pada Ketua Clan Ling dan berkata, “Baiklah, sepertinya aku juga harus menunjukkan tehnik andalanku!”


Butiran-butiran salju jatuh dari langit, sehingga Ketua Clan Ling dan Ling Wentian langsung bersikap waspada. Pepohonan pun menggugurkan dedaunannya, dalam sekejap wilayah di sekitar mereka telah berubah menjadi badai salju, sehingga mereka kesulitan melihat keberadaan Rubah Ekor Sembilan.


“Mungkinkah ia ingin melakukan serangan diam-diam dengan memanfaatkan badai salju ini?” gumam Ling Wentian dan berkata, “Ayah! Lindungi Aku!”


Ketua Clan Ling langsung menganggukkan kepala, menggenggam erat gagang Pedangnya—untuk mengantisipasi serangan dadakan dari Monster Rubah Ekor Sembilan.


“Oh, tidakkkk Wentian‘er awasssssss!” teriak Ketua Clan Ling melesat ke dekat Ling Wentian, karena tiba-tiba ribuan bongkahan Es rakasa meluncur dari langit.


“Hahahaha ... matilah kalian manusia busuk!” umpat Rubah Ekor Sembilan dengan seringai tipis di sudut bibirnya.


“Putaran Naga Menelan Gunung!”


Ketua Clan Ling mengayunkan Pedangnya, sehingga Siluet Naga raksasa meliuk-liuk ke langit dan bongkahan-bongkahan Es raksasa itu langsung hancur menjadi butiran-butiran kecil. Namun, seringai tipis di sudut bibir Monster Rubah Ekor Sembilan belum juga berhenti, sehingga ia menduga Monster itu mungkin sedang mengelabuinya.


“Wentian‘er perhatian sekita—”

__ADS_1


Belum selesai ia bicara, tiba-tiba benda tajam telah menembus dadanya, sehingga Ketua Clan Ling membelalakkan mata—terkejut, ternyata ada Monster lain disekitarnya.


“Sial! Aku akan membawamu mati bersamaku!” teriak Ketua Clan Ling sembari memegang erat tangan Monster Bunglon—sehingga tehnik kamuflase yang ia gunakan menghilang.


Monster Bunglon panik dan berusaha melepaskan diri dari Ketua Clan Ling, tetapi pegangan tangannya terlalu erat—sehingga ia menggigit leher Ketua Clan Ling.


“Tidakkkkkkk! Ayahhhhhhhh!” Ling Wentian berteriak histeris dan segera mengayunkan pedangnya ke arah Monster Bunglon, tetapi Monster Rubah Ekor Sembilan menghalanginya.


“Cepat bunuh dia!” seru Monster Rubah Ekor Sembilan.


Monster Bunglon yang lain tiba-tiba muncul dan memotong kedua tangan Ketua Clan Ling, sehingga Monster Bunglon yang ia pegang erat-erat akhirnya terlepas. Namun, tiba-tiba Jiwa Monster Bunglon muncul dibelakang Monster Bunglon dan menusuk Monster Bunglon yang berada di pihak Naga Lou Feng.


“Apaaaaaa? Ada Hantu Bunglon juga?” gerutu Rubah Ekor Sembilan memutuskan mundur dari pertarungan melawan Ling Wentian, karena melawan Monster Bunglon sangat merepotkan, sama halnya dengan melawan Kultivator yang memiliki elemen kegelapan yang bisa menggunakan Hukum Ruang.


“Aku tak akan membiarkanmu kabur dasar Monster sialan!” umpat Ling Wentian mengayunkan Pedangnya, sehingga angin tipis berbentuk bulan sabit melesat ke arahnya. Namun, dengan mudah dipatahkan oleh Monster Rubah Ekor Sembilan.


“Hehehe ... sabar tampan. Ini masih ronde pertama, aku pasti akan memberikan kematian yang layak untukmu!” sahut Rubah Ekor Sembilan menunggangi Monster Bunglon dan tiba-tiba mereka lenyap dari pandangan Ling Wentian.


“Sial! Kalian jangan kaburrrrrrr!” teriak Ling Wentian, tetapi itu sia-sia saja, karena hanya ada Monster Level Tian biasa saja lagi yang bertarung melawan Jiwa Kultivator dan Jiwa Monster yang dibangkitkan oleh Xiuhuan.


Walaupun para Monster Level Tian yang tersisa tidak sekuat Rubah Ekor Sembilan, tetapi butuh waktu cukup lama bagi para Kultivator Absolute God pihak manusia membersihkan lereng Gunung Lou Feng dari Monster-Monster tersebut.


Ling Wentian mendekati tubuh ayahnya yang terbujur kaku di tanah. Dia menitikkan air mata sembari memeluknya.


“Apa yang akan kukatakan pada ibu?” Ling Wentian menangis tersedu-sedu, sehingga Sesepuh yang berasal dari Clan Ling menghampirinya dan memberikan beberapa kata-kata motivasi agar tidak menurunkan semangat juangnya.

__ADS_1


Matahari pun mulai tenggelam, sehingga Xiuhuan membuat Perisai Kubah Tsunami di lereng Gunung Lou Feng. Dengan Perisai ini, maka akan terdeteksi bila ada musuh yang datang menyerang, karena bila Naga Lou Feng turun tangan, maka Perisai Kubah Tsunami pasti dengan mudah dihancurkan olehnya.


__ADS_2