
“Sepertinya Aku harus unjuk gigi setelah keluar dari penjara ini, agar tidak diremehkan orang-orang lagi,” gumam Xiuhuan mengeluh sial terus setelah akhir-akhir ini, walaupun ada sedikit keberuntungan juga yang menyertainya.
Xiuhuan duduk bersila, mulai menyerap Pil Neraka level tinggi yang ia beli di Paviliun Qingyun, tempat berkumpul Alkemis bergelar Raja Obat.
Qi dalam Rongqinya juga sudah hampir penuh setelah setahun berkultivasi. Kalau sudah penuh nantinya, dia berencana meminum cairan untuk mempercepat naik tingkat kultivasi, setidaknya dia keluar dari penjara bawah tanah itu sudah bisa menantang peringkat pertama murid Clan Lou, yang kabarnya wanita tercantik di kota Nancheng.
Rumornya, setiap pria yang melihatnya akan mimpi basah malamnya, karena sulit melupakan bayang-bayang kecantikannya itu.
Xiuhuan tentu saja penasaran, secantik apakah wanita tersebut. Apakah dia lebih cantik dari Lin Jingmi yang memiliki tubuh paling sempurna menurutnya, atau jangan-jangan seperti Mei Yin yang memiliki jurus penggoda yang membuat pria bertekuk lutut.
“Ah, buat apa aku memikirkan wanita itu, toh sudah banyak istri yang menunggu di rumah," gumam Xiuhuan memulai kultivasinya. Namun, tiba-tiba Artefak bip-bip malah berbunyi. “Ah, siapa lagi ini yang mengganggu,” gerutu Xiuhuan yang sudah memejamkan mata.
“Halo, dengan saya sendiri. Siapakah di sana?” sapa Xiuhuan mengalirkan sedikit qi untuk menjawab panggilan artefak bip-bip itu.
“Kamu jahat sekali gege, apakah kamu tak mencintai Er,” sahut wanita dibalik artefak bip-bip itu.
Xiuhuan terkejut, “Ini suara adik Lou Yi, Lou Er. Ternyata dia benar-benar mencintaiku. Namun, sayang sekali, aku bisa dimakan kakaknya kalau diam-diam menjalin hubungan dengannya,” gumam Xiuhuan. Kemudian berkata, “tentu saja Aku mencintai Er cantik dan anggun ini, tetapi Lou Yi sudah merestui hubungan kita belum. Apakah kamu siap menjadi yang ke-21?”
“Tenang saja Aku telah menghubunginya, tetapi ia melarangnya dan mengatakan Xiuhuan gege bukan berasal dari Benua Kun Lun. Kakak Yi kemudian menceritakan asal-usulmu, dan aku memutuskan untuk bergabung dengan senior-senior yang lain di Sekte Teratai Biru.”
Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Lou Er akan dengan mudah mau masuk kelingkaran haremnya.
“Baiklah adik Er, Aku akan menikahimu saat Aku akan berkunjung lagi ke Pulau Niao. Namun, sebelum itu kamu harus bersabar dulu menunggunya, ya. Bantulah calon ayah dan ibu mertua di Sekte Bei Guan,” sahut Xiuhuan senang sekali mendapatkan istri cantik dan bertalenta tinggi seperti Lou Er yang memiliki lima elemen itu.
Dengan begitu, Xiuhuan berharap Lou Er nantinya membawa perubahan besar dalam metode mendidik murid di Sekte Teratai Biru, karena ia telah berpengalaman puluhan ribu tahun mengajar di Sekte Bei Guan.
“Baiklah, aku matikan artefak bip-bipnya ya, karena sulit mencari Kristal monters kelelawar,” kata Lou Er lagi.
“Ya, jangan lupa mimpikan aku,” gombal Xiuhuan, tetapi Artefak bip-bipnya malah dimatikan lebih dulu oleh Lou Er. “Hehehe ... malah nambah istri lagi—tak apalah, tak tega juga menolaknya,” gumam Xiuhuan melanjutkan kultivasinya.
***
Enam bulan kemudian, Xiuhuan keluar dari ruangan kecil yang hanya bisa membungkuk itu. Pinggangnya sakit keluar dari sana, dan penampilannya berantakan, karena ia hanya fokus berkultivasi saja.
“Sekarang kau bisa berbuat sesukamu lagi. Dan jangan lupa berbuat kejahatan lagi, supaya ada yang mengisi ruangan sempit dan kotor ini,” ejek petugas penjara saat melepas rantai yang mengikat tangan Xiuhuan.
__ADS_1
“Cih, besok aku akan menjadi orang yang paling dikagumi di Clan ini. Lihatlah nanti,” sahut Xiuhuan berjalan dengan senyum lebar.
Petugas penjara geleng-geleng kepala, bagaimana mungkin murid yang tak pernah terdengar namanya tiba-tiba menjadi terkenal. Kecuali ia mungkin mendapatkan harta ilahi atau artefak langka yang dapat membuatnya kuat tiba-tiba seperti di cerita dongeng.
Hari pertama keluar dari penjara, Xiuhuan hanya rebahan di kamarnya. Dia ingin balas dendam tidur seharian, karena di penjara bawah tanah sering digangguin oleh monters tikus saat tidur.
Kabar Xiuhuan keluar dari penjara tak ada yang tahu. Karena memang tak ada yang peduli dengannya. Dia menjadi terkenal, hanya karena dia digiring ke penjara bawah tanah saja; sesudah itu semua orang melupakannya.
Namun, ada satu sosok yang menghitung mundur hari, setiap hari untuk menantikan keluarnya ia dari penjara.
Siapa lagi, kalau bukan Lou Mei, yang tiba-tiba berubah menjadi baik, setelah Xiuhuan menunjukkan kehebatannya melawan monster Level tinggi di perbatasan antara Benua Kun Lun dengan kawasan gunung Lou Feng.
Keesokan paginya, Lou Mei berdiri di depan kamar Xiuhuan, sehingga murid-murid laki-laki kebingungan dengan tindakannya. Namun, mereka tak berani menegur, karena Lou Mei adalah murid peringkat satu di aula tetua Lou Zui.
“Xiuhuan ... apakah kamu lapar?”
“Xiuhuan ... ke restoran, yuk!”
“Tidak-tidak, bagaimana caranya agar Aku tidak terlihat seperti menyukainya,” gumam Lou Mei berbicara dengan dirinya sendiri.
“Oh, boleh juga itu!” seru Xiuhuan tiba-tiba muncul dari balik pintu kamarnya, memotong ucapan Lou Mei yang lansung tersipu malu dan tak tahu harus mengatakan apa lagi.
Xiuhuan berjalan, tetapi Lou Mei masih berdiri di posisinya.
“Ayo, katanya mau mentraktirku. Habis sarapan pagi aku mau menantangmu duel untuk merebut peringkat pertama murid tetua Lou Zui," kata Xiuhuan lagi.
“Eh,” sahut Lou Mei terkejut—Xiuhuan akan menantangnya, padahal Xiuhuan belum menantang murid peringkat lima puluh lebih dulu. “Baik, aku akan tunjukkan, bagaimana kekuatan peringkat satu itu. Jadi, jangan sampai kamu kencing di celana, Xiuhuan!” Lou Mei menerima tantangan itu.
Dia berlari kecil menghampiri Xiuhuan, para murid langsung menebak Lou Mei tertarik dengan Xiuhuan.
“Baguslah harimau betina itu akhirnya menyukai jantan juga.”
“Tapi sayang sekali, dia malah jatuh ke pelukan jantan baru.”
“Hei, jangan keras-keras, nanti Nian cemburu hahaha ....”
__ADS_1
Murid-murid laki-laki tetua Lou Zui mengejek Lou Nian yang berdiri terpaku melihat Lou Mei pergi dengan Xiuhuan, tanpa mengajaknya.
Lou Nian meninju pintu kamar Xiuhuan dengan tangan kanannya, hingga hancur berkeping-keping.
“Xiuhuan!” gerutu Lou Nian. “Lihatlah, Aku akan menghancurkan dirimu hingga Mei‘erku jijik melihatmu,” umpatnya dengan penuh amarah.
Murid-murid laki-laki lainnya lansung menjauh, mereka tak ingin menjadi pelampiasan Lou Nian, hanya gara-gara seorang wanita, ia menjadi seperti monster.
***
Lou Mei mengajak Xiuhuan ke restoran sturbak sarapan roti disuguhi kopi Gayo.
“Katanya ini restoran mahal, ya?— Sepertinya pemborosan saja sarapan di sini, mendingan kita ke warteg saja; murah dan kenyang,” kata Xiuhuan saat melihat bangunan sangat megah di hadapannya itu.
“Kan, Aku yang bayar. Ayo cepat masuk, hanya murid-murid tertentu saja yang berani masuk ke sini, yang lain kantong mereka tak sanggup membiayainya,” sahut Lou Mei menarik tangan Xiuhuan.
Saat akan melangkah ke dalam, tiba-tiba Xiuhuan merasa udara dingin muncul dari belakang dan ia langsung menoleh.
“Anjim banget, apakah ini bidadari turun dari surga.” Mata Xiuhuan berbinar-binar melihatnya, belum lagi gadis itu tersenyum tipis menatap Xiuhuan sekilas dan masuk lebih dulu bersama murid laki-laki yang tak kalah tampan dari Xiuhuan. “Ah, sayang sekali, dia sudah memiliki kekasih,” gumam Xiuhuan jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Hei, Lou Xue tersenyum padaku.”
“Bodoh! itu padaku!”
“Enak saja, dia tersenyum padaku!”
Murid-murid laki-laki merasa Lou Xue tersenyum pada mereka. Karena itu adalah pemandangan langka, dia selalu cuek disegala kondisi, bahkan kadang memejamkan matanya saat berbicara dengan orang lain. Makanya ia dijuluki Bidadari Salju—dingin, tetapi cantik dan menakjubkan.
“Hei, dasar mata keranjang!” gerutu Lou Mei menarik tangan Xiuhuan.
“Itu namanya cuci mata Mei‘er, lumayanlah ... jarang-jarang melihat pemandangan indah begitu,” sahut Xiuhuan tersenyum lebar.
Keduanya sarapan pagi di lantai satu, sedangkan Lou Xue, seperti biasa akan duduk di pinggir jendela kaca, lantai tiga restoran sturbak itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1