
Dari kejauhan Tang Xian merasakan kehadiran Pendekar Pedang dengan aura kuat. Tang Xian kemudian menoleh dan melihat kilatan listrik mengarah dengan cepat ke mereka.
"Bersiap ada serangan!" seru Tang Xian membuat Pendekar Pedang dari Clan Lin ketakutan, gugup dan kaki mereka lemas. Semua bercampur aduk.
Mereka tak menyangka ternyata Paviliun Shadow memiliki musuh yang mengerikan, mengingat selama ini Paviliun Shadow adalah momok yang menakutkan bagi semua Pendekar Pedang di Pulau Niao.
Ternyata sekarang memiliki musuh yang kuat, padahal selama ini banyak Sekte dan Clan mendukung Paviliun Shadow agar mereka hidup nyaman dan tak ada yang menggangu.
"Ah, sial! Yang kutakutkan itu akhirnya terjadi," guman Lin Yun sembari bersiap menerima serangan.
Tang Xian mundur perlahan di belakang Lin Yun dan anggota Clannya. "Hehehe ... Jadilah, tameng buatku," katanya dalam hati dengan senyum lebar. "Musuh yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga, kemarilah sayang!" seru Tang Xian sambil menembakkan kembang api ke langit.
"Boommmmm!"
Sebuah petasan dengan cahaya terang membentuk lingkaran dan ditengahnya juga ada gambar pedang muncul di langit.
__ADS_1
Sementara itu di rumah bordil Gerbang Surga, Bai Qiusheng sedang asyik minum arak untuk melepas penatnya. Bai Qiusheng sudah bosan berada di kota kecil ini, ia sudah tak sabar ingin kembali ke ibukota.
Sebelum berangkat ke Kota Yangtze, Bai Qiusheng sempat menginap di penginapan Hong Meigui milik Zhang Yan, ia lansung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, karena mendapat misi ke kota Yangtze, ia belum sempat berkenalan dengan wanita itu, yang juga merupakan anggota Kelompok Judgment bagian keuangan dan akomodasi.
"Zhang Yan ... Aku tak sabar ingin berjumpa denganmu." Bai Qiusheng membayangkan tubuh molek Zhang Yan di pikirannya, ia lansung berimajinasi sangat jauh.
"Ketua!" sebuah suara membuyarkan lamunannya. Bai Qiusheng melirik dengan tatapan mata tak suka pada sumber suara itu. "Ada apa?" cetusnya.
"Kembang api telah muncul di luar kota Yangtze ini!" sahutnya.
***
Xiuhuan melesat menggunakan langkah kilat melihat ada sebuah kembang api di udara. "Buset lansung minta bala bantuan, belum juga bertarung. Apa Paviliun Shadow cuma bisa keroyokan saja kayak preman pasar."
"Tu-tuan apakah kita sanggup melawannya?"
__ADS_1
Lin Yun bertanya gugup pada Tang Xian yang berada di belakangnya. Lin Yun telah merasakan aura Pendekar Pedang yang menuju ke mereka itu adalah Pendekar Pedang yang sangat kuat, melebihi kekuatan Tang Xian yang berada di Pendekar Pedang tahap 90.
"Tenang saja, kita akan tahan dia sebentar. Nanti, Ketua Bai Qiusheng akan datang bersama yang lainnya," jawab Tang Xian, namun ia malah berada di belakang mereka. Padahal ia paling kuat di situ.
"Cih, dasar Paviliun Shadow bajingan. Dikiranya aku tak tahu, kami ini dijadikan tameng buatnya," gerutu Lin Yun dalam hati. Kini mereka serba salah, maju kena mundur juga kena.
Tak ada pilihan berarti kecuali pasrah saja menerima nasib, biarkan takdir yang menentukan apa yang terjadi selanjutnya.
"Tebasan Halilintar!" seru Xiuhuan saat mendekati rombongan Tang Xian dan Lin Yu. Sebuah bayangan sidat listrik raksasa juga muncul mengiringi tebasan pedang Xiuhuan.
"Se-sesepuh!" teriak Pendekar Pedang Clan Lin pada Lin Yun yang tertegun melihat serangan Xiuhuan. Anggotanya panik, sedangkan Tang Xian lansung kabur meninggalkan mereka.
Lin Yun merentangkan tangannya, "Mungkin dengan cara beginilah akhir dari hidupku," ucapnya sambil memejamkan mata. Anggotanya juga diam saja tak ada perlawanan dari mereka, melihat Sesepuh mereka saja pasrah, apalagi mereka cuma pion di Clan.
Sebuah senyum tipis terpancar dari sudut bibir Xiuhuan, baru kali ini ia melihat Pendekar Pedang yang pasrah menerima nasibnya saat bertemu musuh.
__ADS_1
Bersambung 🗡️🗡️🗡️