
Tak berselang lama Pelayan wanita yang sedang bermasalah dengan Liu Cheng—akhirnya datang membawa beraneka macam makanan dan Xiuhuan langsung tersenyum bahagia.
“Kamu bantulah aku menghabiskannya, karena kamu sudah tidak menjadi karyawan di restoran ini lagi,” kata Xiuhuan—sehingga Pelayan wanita itu tersenyum masam dan duduk di sebelah Xiuhuan ikut memakan makanan tersebut. Namun, ia merasa semua terasa hambar, karena ia telah dipecat dan akan menjadi sasaran kemarahan Liu Cheng juga.
Xiuhuan dengan rakus menghabiskan seluruh makanan tersebut hingga ia bersendawa berkali-kali, tetapi tidak ada yang berani mengusiknya—karena semua orang telah trauma dengan Aura Pembunuh yang ia lepaskan tadi.
...***...
Jenderal Liu Mubai sangat terkejut melihat apa yang terjadi pada Liu Cheng. Namun, ia menduga ini tetap kesalahan anaknya yang terkenal sangat nakal tersebut, tetapi Kultivator itu juga membuatnya jengkel, karena menurut Liu Cheng dia sangat arogan dan menghina dirinya juga. Apalagi beberapa Prajurit juga telah melapor, kalau Kultivator itu melintasi Kota Nanmeng menggunakan Artefak Kapal Terbang, seperti ingin mengirim pesan—ingin menantangnya saja.
“Bagaimana kalau aku saja yang mewakili ayahanda untuk memberikan pelajaran pada Kultivator yang tidak tahu aturan itu!” seru Putra Pertama Jenderal Liu Mubai yang juga Ranah Absolute God dan kini menjabat sebagai Kepala keamanan Kota Nanmeng.
“Ja-jangan tuan muda!” sela Pria kekar yang merupakan Pengawal pribadi Liu Cheng.
Liu Gun menatapnya dan berkata, “Kenapa Anda melarangku berhadapan dengannya?” Dia curiga ada fakta lain yang disembunyikan adik nakalnya itu.
“Kultivator itu sangat misterius dan memiliki Aura Pembunuh yang sangat mengerikan sekali!” Pria kekar itu tampak ketakutan membayangkan Aura Pembunuh yang dilepaskan oleh Xiuhuan tadi. “Mungkin ia telah membunuh jutaan makhluk hidup, saking pekatnya Aura Pembunuh itu!” katanya lagi.
“Apaaaaa?” Jenderal Liu Mubai terkejut mendengarnya dan ia percaya dengan ucapannya, karena Pengawal anaknya itu adalah Immortal tahap awal, sehingga ia telah bisa memperkirakan jumlah yang dibunuh oleh suatu Kultivator dengan merasakan Aura Pembunuh yang mereka lepaskan.
__ADS_1
“Aku berubah pikiran!” seru Jenderal Liu Mubai. “Gun‘er! Kumpulkan semua Prajurit yang memiliki basis Kultivasi Absolute God dan kita akan segera menuju restoran itu!” Jenderal Liu Mubai berpikir Xiuhuan adalah Kultivator yang melakukan Kultivasi terlarang untuk meningkatkan basis kultivasi-nya dengan membunuh Kultivator lain.
...***...
“Ke mana kamu akan pergi?” Xiuhuan penasaran tujuan Pelayan wanita ini setelah dipecat dari sini.
“Aku akan membantu usaha restoran orangtuaku!” sahut Wanita cantik tersebut.
Xiuhuan menduga, gadis ini tidak bekerja di restoran orang tuanya karena restoran mereka hanya restoran sederhana saja.
“Ya, sudah! Pulanglah dan aku akan berbicara dengan Jenderal Liu Mubai agar anak nakalnya itu tidak mengganggumu!” sahut Xiuhuan sembari menyelipkan sebuah cincin dimensi untuknya. “Jangan dilihat sekarang. Di rumahmu saja ha-ha-ha!” Xiuhuan tertawa dan tiba-tiba di atas Restoran telah berkumpul Puluhan Kultivator Ranah Absolute God.
“Keluar kau yang menyakiti Putraku!” Jenderal Liu Mubai berteriak, sehingga para pengunjung restoran berhamburan keluar tanpa membayar biaya makan mereka, sehingga manajer restoran merasa pusing memikirkan makian dari Pemilik restoran ini nantinya.
Diapun mengangguk dan mengikuti para pengunjung restoran yang berhamburan keluar, karena takut terkena dampak pertarungan antar Ranah Absolute God tersebut.
Di luar restoran, ribuan Prajurit tengah melakukan evakuasi warga, mengantisipasi kalau Xiuhuan tidak mau menyerah pada Jenderal Liu Mubai dan memilih jalan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.
Xiuhuan langsung muncul lima langkah dari Jenderal Liu Mubai yang terkejut melihatnya.
__ADS_1
“Apaaaa? Kenapa bisa tiba-tiba muncul di hadapanku?” gumam Jenderal Liu Mubai mengerutkan keningnya, begitu juga dengan bawahannya.
“Apakah Anda ayah dari bocah nakal dan tidak punya etika itu?” Xiuhuan bertanya pada Jenderal Liu Mubai yang tampak lebih kuat dari Ketua Sekte Iblis Merah. “Anda tidak perlu berterimakasih padaku karena telah membantu Anda mendidiknya ha-ha-ha!” Xiuhuan tertawa.
“Kurang ajar! Berani-beraninya kamu menghina ayahku!” bentak Liu Gun dan Xiuhuan langsung menoleh ke arahnya dan mengerutkan keningnya.
“Dua Ranah Absolute God tidak bisa mendidik sampah agar tidak menindas yang lemah? Sungguh kemampuan kalian tidak berguna sekali!” cibir Xiuhuan menggunakan suara yang mengandung Qi, sehingga seluruh Kota Nanmeng mendengarnya dan banyak penduduk yang mendukung Xiuhuan, walaupun ia tampak arogan. Namun, Jenderal Liu Mubai telah gagal mendidik anaknya, walaupun ia terkenal dengan Jenderal yang selalu tampil terdepan saat ada musuh yang ingin berbuat masalah di Kota Nanmeng, tetapi kesalahan anak-anaknya telah mencoreng nama baiknya.
Jenderal Liu Mubai mengangkat tangan agar Liu Gun tidak bertindak arogan. “Ya aku tahu anak-anakku memang sedikit nakal, tetapi Anda tetap salah karena tidak mematuhi aturan yang berlaku di Kota Nanmeng. Jadi, menyerahlah dan terima hukumanmu!” seru Jenderal Liu Mubai dengan ekspresi wajah tenang, mengesampingkan kesalahan yang dilakukan oleh Liu Cheng.
“Jadi, Putra Anda tidak dihukum, ya?” Xiuhuan mengerutkan keningnya. “Kalau begitu, aku akan menghukumnya atas nama Pahlawan Xiuhuan!” Dia sengaja mengungkapkan namanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan keadilan, agar namanya menjadi pembicaraan publik dan Lou Xue akan mendengarnya bahwa suaminya telah datang untuk menjemputnya.
Tongkat Bambu yang dilapisi elemen emas muncul di tangan Xiuhuan dan ia langsung melempar Tongkat Bambu Emas itu ke arah Kediaman Jenderal Liu Mubai.
“Lancang!” Jenderal Liu Mubai sangat marah dan hendak menyerang Xiuhuan. Namun, tiba-tiba Xiuhuan telah menghilang dan suaranya menggema di seluruh Kota Nanmeng. “Anak Jenderal Liu Mubai telah mati dan bila dia tidak terima aku akan menunggu sepuluh mil ke arah timur Kota Nanmeng!”
Jenderal Liu Mubai mengerutkan keningnya, ia yakin Xiuhuan telah menjebaknya, sehingga ia sulit untuk membuat keputusan. Kalau ia pergi ke sana, maka seluruh Dunia akan mengetahui bahwa ia membiarkan anaknya menindas yang lemah dan Raja mungkin akan menyingkirkan jabatannya sebagai Jenderal, Kerajaan Nan.
“Apa yang akan kita lakukan, ayah?” Liu Gun merasa Kultivator itu sangat hebat dan ia yakin pasti akan kalah bila berduel melawannya, bahkan ayahnya saja tampak berhati-hati saat telah berhadapan langsung dengan Xiuhuan dan tidak bisa menghentikan Tongkat Bambu Emas yang dilemparnya itu.
__ADS_1
Jenderal Liu Mubai menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Lupakan saja! Sebarkan Pesan, bahwa Liu Cheng dihukum mati karena melakukan perbuatan asusilaa dan berbagai macam kejahatan yang meresahkan penduduk!”
Jenderal Liu Mubai sengaja mengambil peran Xiuhuan, agar kepercayaan penduduk padanya tidak menurun. Lagi pula anaknya mati karena kesalahannya sendiri.